Santri Alumni Qudsiyyah Kuatkan Jaringan

Santri Alumni Qudsiyyah Kuatkan Jaringan

Kudus, NU Online
Hari Raya Idul Fitri sering dinilai sebagai momentum yang tepat untuk pulang ke kampung halaman. Kesempatan itulah yang dimanfaatkan ratusan santri-santri alumni Madrasah Qudsiyyah Kudus dengan menyelenggarakan “Reuni Angkatan 2012-2013 dan Halal Bihalal” di Jati, Kudus, Sabtu (2/9) siang lalu.
<>
Reuni dan Halal Bihalal alumni madrasah asuhan Musytasar PBNU KH Sya’roni Ahmadi ini berawal dari niat beberapa santri alumni yang berkeinginan untuk tetap mengukuhkan tali silaturahim. “Walaupun sudah terpisah sekian waktu, tapi kita tetap ingin bersaudara setelah lulus dari Qudsiyyah,” kata salah seorang panitia, Nur Kholis.

Kepada NU Online, Kholis mengungkap tujuan dari acara ini, selain merawat tali silaturrahim, juga menguatkan jaringan para santri yang sudah ada. “Keinginan kami, nanti teman-teman santri bisa terjun ke masyarakat sesuai dengan bidang masing-masing. Jadi nanti alumni dari kita, saat teman-teman mengalami kesulitan dalam masalah hukum, bisnis, atau apapun, nanti kita dapat mengaitkan satu sama lain,” ujarnya.

Acara tersebut diisi dengan tahlilan, shalawatan yang diiringi rebana, dan diskusi antarsantri dari daerah Kudus dan sekitarnya. “Setiap tahun kita rencananya akan mengadakan dua kali pertemuan, yakni ketika maulid Nabi Muhammad dan halal bihalal saat momen Idul fitri,” tambah santri yang pernah menjabat ketua IPNU Ranting Karanganyar, Demak.

Di tengah-tengah kompetisi dunia yang semakin ketat, harap Kholis, ke depan santri alumni Qudsiyyah dapat terus berkarya, berkiprah, dan menancapkan taring perjuangan dimana pun berada. “Jadi perjuangan seorang santri tidak hanya di pesantren, madrasah, masjid, tapi perjuangan santri sekarang bisa di ranah apapun,” tegas Kholis.

Sementara itu,  ketika disinggung soal hubungan santri dan guru, ia membenarkan bahwa setelah lulus, tetap ada hubungan dengan seorang guru atau kiai. “Kita tetap masih ada unggah-ungguh (rasa hormat) dengan guru, walaupun terpisah sekian waktu, tidak ada istilah mantan guru bagi kami,” terangnya. (Muhammad Zidni Nafi’/Mahbib)

BNI Mobile