IMG-LOGO
Trending Now:
Daerah

Silaturahim Mampu Tangkal Gerakan Radikal

Selasa 26 Agustus 2014 14:0 WIB
Bagikan:
Silaturahim Mampu Tangkal Gerakan Radikal

Jombang, NU Online
Merebaknya gerakan yang mengancam eksistensi Negara Kesatuan Republik Indonesia atau NKRI sebenarnya dapat dicegah dengan mempererat konsolidasi. Hal ini bisa dilakukan oleh berbagai kalangan, khususnya pemimpin agama di semua tingkatan.
<>
Pesan ini disampaikan Wakil Bupati Jombang, Ny Hj Mundjidah Wahab saat membuka Rapat Koordinasi Menyikapi Berkembangnya Faham Radikal di Gedung Bung Tomo Pemerintah Kabupaten Jombang, Senin malam (25/8).

Dalam sambutannya, Mundjidah Wahab menekankan bahwa kemunculan gerakan ekstrem kanan maupun kiri di berbagai negara yang akhirnya juga masuk ke Indonesia sebagai konsekuensi yang tidak dapat dihindarkan dari globalisasi. "Namun demikian, gerakan ini dapat ditangkal dengan mempererat silaturahim," katanya.

Silaturahim dalam pandangan mantan Ketua PC Muslimat NU Jombang ini adalah dengan mengintensifkan koordinasi di berbagai tingkatan agar peredaran sejumlah gerakan radikal bisa ditangkal. "Koordinasi dan silaturahim bisa dilakukan dari tingkatan paling bawah yakni desa hingga ke tingkat yang lebih tinggi," ungkapnya.

Koordinasi juga bisa bermakna bahwa para aparat dan pimpinan organisasi keagamaan dapat mendengar apa yang diinginkan masyarakat di komunitasnya. "Inilah makna dan manfaat dari silaturahim," tandasnya. Sehingga dari komunikasi yang terbangun dengan baik ini, maka sejumlah gejolak di semua tingkatan masyarakat dapat dihindari, lanjutnya.

Hal ini pula yang menjadi kata kunci dari suasana kondusif yang dirasakan di Jombang selama ini. "Dari mulai pemilihan kepala daerah yakni bupati dan wakil bupati Jombang, demikian pula pemilihan gubernur dan wakil gubernur Jawa Timur, pemilihan anggota legislatif hingga tahapan pemilihan presiden dan wakil berjalan dengan aman dan lancar," terangnya.

Ketua I PW Muslimat NU Jawa Timur ini kembali mengingatkan bahwa suasana yang demikian mendukung tersebut terjadi lantaran terjadi komunikasi dan koordinasi yang demikian baik antara masyarakat dengan aparat di semua tingkatan. "Karenanya, mari kita jaga suasana kondusif ini," harapnya.

Pada kegiatan yang dihadiri sejumlah pejabat pemerintah, ormas pemuda dan keagamaan ini Mundjidah mengingatkan bahwa keinginan menjadikan Jombang sebagai kawasan yang baldatun thayyibatun wa rabbun ghafur dapat diciptakan bila antara semua pihak saling merekatkan kebersamaan. "Sesuai dengan komitmen kami bahwa Jombang harus bisa mensejahterakan kita semua," katanya.

Dan bagi Mundjidah Wahab, hal itu dapat terjadi kalau koordinasi atau silaturahim antara semua pihak dapat terjalin dengan baik. "Karena itu kita sangat terbuka untuk mendengar aspirasi dan keinginan masyarakat," pungkasnya.

Rapat koordinasi diisi dengan pemaparan sejumlah narasumber yakni Kapolres dan Komandan Kodim 0814, serta Ketua PCNU Jombang. Ada sekitar 250 peserta yang hadir yang terdiri dari utusan organisasi sosial keagamaan, juga organisasi pemuda, serta tokoh masyarakat se Kabupaten Jombang. Di ujung acara, dibacakan pernyataan sikap bersama para pejabat Pemerintah Kabupaten Jombang dan ormas keagamaan dan pemuda yang hadir untuk menolak masuk dan berkembangnya gerakan radikal di kota santri ini. (Syaifullah/Abdullah Alawi)

Bagikan:
Selasa 26 Agustus 2014 23:0 WIB
PCNU Balikpapan Tolak Keberadaan ISIS
PCNU Balikpapan Tolak Keberadaan ISIS

Balikpapan, NU Online
Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Balikpapan Kalimantan Timur menyatakan penolakannya terhadap keberadaan ISIS (Islamic State of Iraq and Sham) atau Negara Islam Irak dan Syam di daerah tersebut.
<>
"NU Balikpapan tolak ISIS. Kita tolak keberadaannya dan penyebarannya di Kota Balikpapan. PBNU (Pengurus Besar Nahdlatul Ulama) juga telah menegaskan penolakannya terhadap ISIS," kata Sekretaris PCNU Kota Balikpapan Drs. Imam Warosy (26/8).

Menurutnya, ISIS merupakan organisasi berpaham radikal yang bertentangan dengan Aswaja (Ahlussunnah wal Jama'ah), bahkan bertolak belakang dengan ajaran Islam yang menjunjung nilai-nilai kemanusiaan.

Ia mengimbau agar umat Islam, khususnya umat Islam di Kota Balikpapan agar tidak perngaruh oleh ISIS dan paham radikal lainnya. "Kita menghimbau agar umat Islam tidak terpengaruh ISIS, khususnya umat Islam di Kota Balikpapan. Jangan sampai ikut-ikutan ISIS dan paham-paham radikal lainnya", imbaunya.

Ustadz Warosy, panggilan akrabnya, mengatakan keberadaan ISIS menimbulkan keresahan dan bisa memperkeruh hubungan antarumat beragama. Ia mengajak masyarakat tetap mempertahankan kondusivitas Kota Balikpapan yang sudah terkenal sebagai kota yang aman, tentram dan nyaman.  

"Kita pertahankan kondusifitas kota Balikpapan. Jangan biarkan ISIS dan paham radikal lainnya menganggu keamanan dan ketenteraman Kota Balikpapan," pungkasnya. (Abdurrahman/Alawi)

Selasa 26 Agustus 2014 22:0 WIB
MUI Probolinggo: Waspadai Gerakan ISIS
MUI Probolinggo: Waspadai Gerakan ISIS

Probolinggo, NU Online
Indonesia menyatakan Islamic State of Iraq and Syria (ISIS/Negara Islam Irak dan Suriah) memiliki ideologi radikal. Mengantisipasi gerakan ISIS, Majelis Ulam Indonesia (MUI) Kabupaten Probolinggo mengimbau masyarakat lebih waspada dan tidak terprovokasi ajakan ISIS.
<>
Hal itu disampaikan oleh Sekretaris Umum MUI Kabupaten Probolinggo KH Syihabudin Sholeh, Selasa (26/8). Menurutnya, ISIS merupakan organisasi yang mengedepankan faham kekerasan. Indonesia pun telah menyatakan, menolak keberadaan ISIS.

Terkait gerakan ISIS, kata KH Syihab, masyarakat agar lebih waspada. MUI pun mengimbau tokoh masyarakat, organisasi masyarakat ataupun pihak lainnya, untuk ikut menjaga umat agar tidak tergiur gerakan ISIS.

”ISIS ternyata tidak segan-segan melakukan aksi kekerasan terhadap sesama manusia. Sehingga, kami mengimbau agar masyarakat tidak mudah terprovokasi atau terpancing dengan ajakan untuk masuk ISIS dengan alasan agama,” katanya.

Sejauh ini di wilayah Kabupaten Probolinggo kata KH Syihab, belum ada titik atau wilayah yang ditengarai dimasuki gerakan ISIS. Meski demikian, pihaknya mengimbau pada masyarakat, untuk ikut tetap waspada.

”Bagi ormas, tokoh masyarakat ataupun lainnya, kalau ada gerakan yang mencurigakan dan hampir mirip dengan gerakan ISIS, untuk segera melaporkan pada pihak kepolisian. Supaya segera ditindak lanjuti kebenarannya. Jadi, tidak sampai muncul ataupun berkembang di wilayah ini,” harapnya.

Saat disinggung upaya MUI untuk mengeluarkan maklumat ataupun surat edaran (SE), KH Syihab mengaku, belum dapat melangkah sejauh itu. Sebab, hingga saat ini belum ada petunjuk atau kebijakan dari MUI pusat untuk mengeluarkan surat edaran.

”Untuk sekarang belum sampai pada mengeluarkan surat resmi imbauan. Mungkin hanya sebatas dalam pertemuan ataupun kegiatan lainnya,” pungkasnya. (Syamsul Akbar/Abdullah Alawi)

Selasa 26 Agustus 2014 17:31 WIB
Wagub Jatim Minta Bupati-Walikota Waspadai ISIS
Wagub Jatim Minta Bupati-Walikota Waspadai ISIS

Jember, NU Online
Wakil Gubernur Jawa Timur Saifullah Yusuf meminta bupati dan wali kota mewaspadai keberadaan "Islamic State of Iraq and Syria" (ISIS) karena gerakan radikal tersebut sudah masuk ke Indonesia.
<>
"Kami minta pemerintah kabupaten/kota mewaspadai ISIS karena bupati dan wali kota harus peka terhadap persebaran organisasi yang dapat menyebabkan stabilitas keamanan terganggu," kata Saifullah saat memberikan sambutan pada seminar internasional "Stemming Islamic Radicalism in Indonesia" di Kampus STAIN Jember, Senin.

Menurut dia, para pimpinan di daerah harus memanfaatkan semua sumber daya yang ada di wilayahnya masing-masing, agar gerakan ISIS tidak semakin menyebar luas dalam kehidupan masyarakat.

"Dengan memaksimalkan peran serta bupati dan wali kota, pergerakan organisasi yang mengganggu stabilitas NKRI bisa terdeteksi lebih dini seperti ISIS," ucap pria yang akrab disapa Gus Ipul.

Saat ini, kata dia, keberadaan ISIS di Indonesia masih belum begitu besar dibandingkan negara-negara Islam lainnya dan berdasarkan data Badan Intelijen Nasional (BIN) terdeteksi sebanyak 56 anggota ISIS berada di Indonesia, 16 di antaranya berasal dari Jatim.

Dengan kondisi tersebut, Pemprov Jatim menerbitkan Peraturan Gubernur (Pergub) Nomor 51 Tahun 2014 tentang Larangan Gerakan ISIS di Jatim karena pemerintah provinsi setempat merasa bahwa gerakan ISIS membawa kekhawatiran di lingkungan masyarakat yang bisa mengganggu keamanan, ketentraman, dan ketertiban.

"Pergub Larangan Gerakan ISIS yang diterbitkan Pemprov Jatim merupakan yang pertama di Indonesia, sehingga dengan pergub tersebut diharapkan ISIS tidak berkembang di Jatim," tuturnya.

Ia menjelaskan sebenarnya masalah keyakinan dan radikalisme merupakan wewenang pemerintah pusat, namun pemprov merasa perlu menerbitkan sebuah aturan untuk menjaga ketertiban, keamanan, dan kenyamanan karena gerakan ISIS menimbulkan gejolak yang berkembang di masyarakat.

"Apabila ISIS dibiarkan berkembang, maka kemerdekaan NKRI akan terkoyak karena semua hal yang diperjuangkan gerakan radikal tersebut menyalahi tujuan merdekanya NKRI dan pendiri bangsa Indonesia yang mendeklarasikan kemerdekaan Indonesia memiliki tujuan untuk mempunyai tanah air sendiri," paparnya. (antara/mukafi niam)

IMG
IMG
IMG
1 / 6
2 / 6
3 / 6
4 / 6
5 / 6
6 / 6

Habib Umar bin Hafidz Berkunjung ke PBNU
Seminar Internasional Bersama Ulama Lebanon
Rapat Pleno PBNU 2018
Imam Besar Masjidil Haram Kunjungi PBNU
Kunjungan Grand Syekh Al-Azhar ke PBNU
Peresmian Perluasan Gedung II PBNU
IMG
IMG
IMG