IMG-LOGO
Warta

Butuh Pembaharuan Pemikiran, Bukan Mode


Sabtu 4 November 2006 09:32 WIB
Bagikan:
Butuh Pembaharuan Pemikiran, Bukan Mode

Jakarta, NU Online
Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH. Hasyim Muzadi menegaskan bahwa yang dibutuhkan oleh generasi muda adalah pembaharuan pemikiran yang bertitik tolak pada niat untuk merubah kondisi bangsa yang sedang terpuruk, bukan kecakapan untuk terus mengikuti mode yang terus berkembang.

“Kalau mengukuti mode ya terus saja, tidak ada berhentinya, tapi sebenarnya mereka tidak melakukan apa-apa. Nanti kalau sudah tua seperti saya ini sudah tidak ingin apa-apa,” kata KH. Hasyim Muzadi kepada NU Online di kantor PBNU, Jakarta, Jum’at (3/11) lalu.

<>

Para generasi Indonesia terus “dimanjakan” dengan produk-produk konsumsi yang datang dan diproduksi terutama oleh pihak asing. Menurut, Kiai Hasyim, kini saatnya generasi muda melepaskan diri dari belenggu mode yang membuat mereka terlena dan diam saja menghadapi nasip yang menimpa bangsa Indonesia.

Menurut pengasuh Pesantren Al-Hikam Malang itu, kecanduan mode itu juga dialami oleh para akademisi, peneliti, penulis, atau aktivis lembaga swadaya masyarakat (LSM). Hanya saja mode yang dimaksud adalah berkaitan dengan pemikiran-pemikiran baru yang paling ngetrend, pemikiran yang modis. “Kalau satu bahas terorisme, yang lain pada ikut,” katanya.

Para akademisi, peneliti, penulis atau aktivis LSM perlu berkonsentrasi pada problem riil yang dihadapi oleh masyarakat dan tidak ikut-ikutan dengan pemikiran modis yang dikembangkan oleh negara-negara adikuasa.

Khusus untuk kalangan yang tersebut terakhir yakni para aktivis LSM yang lebih sering bersentuhan dengan kepentingan masyarakat, persoalan kecanduan pada pemikiran-pemikiran modis dan selanjutnya ditularkan ke dalam masyarakat adalah sebab dana yang dibutuhkan untuk mengelola LSM. Bukan rahasia lagi, pemikiran-pemikiran modis disertai dengan dana yang dicairkan oleh pihak-pihak yang ingin mengembangkan pemikiran itu.

PBNU sendiri, menurut Kiai Hasyim, telah berupaya meningkatkan subsidi bulanan untuk tiap lajnah, lembaga dan badan otonom di bawah naungan NU. “Sekali lagi, butuh pembaharuan pemikiran, bukan mode,” katanya. (nam)

Bagikan:

Baca Juga

IMG
IMG