IMG-LOGO
Daerah

Universitas NU Surabaya Gandeng Tiga Kampus di Filipina

Kamis 2 Oktober 2014 2:7 WIB
Bagikan:
Universitas NU Surabaya Gandeng Tiga Kampus di Filipina

Surabaya, NU Online
Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa) menggandeng tiga kampus di Filipina untuk memadukan kurikulum, khususnya bidang kesehatan, sedangkan dua peneliti ITS menerima hibah ristek dari USAID.
<>
"Setelah menjalin kerja sama dengan Unair, ITS, UINSA, Unesa, Unisma, dan sebagainya, maka kini kami menjalin kerja sama dengan kampus di Filipina," kata Wakil Rektor III Unusa, Ima Nadatin, di kampus setempat, Selasa.

Ia menjelaskan tiga kampus di Filina itu adalah Centro Escolar University, Philippine Women University, dan University of Northern Philippines. "Kami sudah melakukan MoU tahap pertama di Filipina pada beberapa waktu lalu. Kami memilih tiga kampus itu karena sangat bagus untuk bidang kesehatannya," katanya.

Menurut dia, ketiga kampus itu sudah berstandar internasional dengan mengadaptasi kurikulum kesehatan kampus di Amerika. "Jadi, tidak salah kalau kita menggandeng ketiganya. Nantinya kurikulum mereka kita padukan dengan yang ada di Unusa selama ini," ujarnya.

Pada ketiga kampus itu, untuk kuliah bidang kesehatan selama empat tahun harus menempuh 217 satuan kredit semester (SKS), sedangkan di Indonesia masih 150 SKS. "Bedanya jauh sekali, karena itu kita akan terus kawal kerja sama ini agar bisa terealisasi," katanya.

Dengan kerja sama itu, nantinya mahasiswa Unusa akan menempuh kuliah selama empat semester di kampus Unusa dan empat semester lagi di salah satu kampus di Filipina itu, sehingga mahasiswa akan mendapatkan ijazah dari dua lembaga sekaligus.

Sementara itu, dua dosen ITS menerima dana hibah penelitian riset dan teknologi (ristek) United Stated Agency for International Development (USAID) melalui program Partnerships for Enhanced Engagement in Research (PEER), yakni Dr Ir Ria Asih Aryani Soemitro MEng dan Dr rer.pol Heri Kuswanto MSi. 

Penelitian Ria berjudul Sediment transport evaluation on Bengawan Solo River (downstream and estuary) to Minimize Sedimentation and Flood Combining Effect on Nearby Infrastructure mendapatkan dana sebesar 119.934 US dollar. Penelitian tersebut berjalan selama dua tahun. (antara/mukafi niam)

Bagikan:
Kamis 2 Oktober 2014 21:14 WIB
Bank Mandiri Bantu Sarana Madin Badrul Ulum
Bank Mandiri Bantu Sarana Madin Badrul Ulum

Jepara, NU Online
Bank Mandiri Cabang Jepara lewat Program Kemitraan dan Bina Lingkungan (PKBL) memberikan bantuan untuk Madrasah Diniyah (Madin) Badrul Ulum desa Sidigede kecamatan Welahan kabupaten Jepara.
<>
Bantuan yang diberikan pada Senin (29/9) tersebut berupa 1 laptop 12 inc, 17 kipas angin dan pengeras suara. Totalnya Rp.10.000.000. Bantuan diterima Kepala madrasah, KH Maswar.
 
Rono Sasmito, Kepala Bank Mandiri Cabang Jepara menjelaskan pemberian bantuan lewat PKBL merupakan salah satu bentuk kepedulian bank kepada masyarakat. "Sehingga memberi manfaat lebih bagi masyarakat khususnya bidang pendidikan," jelasnya.
 
Harapan program itu, lanjutnya, dijadikan salah satu sarana mempererat hubungan bank dengan masyarakat luas. Bank Mandiri, katanya, memiliki tiga pilar kegiatan strategis yaitu pengembangan pendidikan dan wirausaha, pengembangan masyarakat serta penyediaan fasilitas ramah lingkungan untuk komunitas.
 
“Nah, salah satu program yang genap 16 tahun ialah Mandiri Peduli Pendidikan,” katanya.
Menurut dia, program itu didasari keprihatian atas keterbatasan sarana pendidikan. Alhasil, masyarakat belum mendapat fasilitas pendidikan yang layak. Karena itu Bank Mandiri memilih pendidikan sebagai dasar utama memajukan bangsa.
 
Bank Mandiri juga memberikan bantuan sarana pendidikan dengan nilai sama Rp.10.000.000 kepada TPQ dan PAUD Tarbiyatul Aulad kecamatan Nalumsari Jepara. (Syaiful Mustaqim/Abdullah Alawi)

Kamis 2 Oktober 2014 19:29 WIB
Rais Syuriyah PCINU Australia Sampaikan Kuliah Umum di UIM
Rais Syuriyah PCINU Australia Sampaikan Kuliah Umum di UIM

Makassar, NU Online
Rais Syuriyah PCINU Australia Nadirsyah Hosen menyampaikan kuliah umum pada mahasiswa dan mahasiswi Universitas Islam Makassar (UIM). Kegiatan tersebut berlangsung di Aula Gedung PWNU Sulawesi Selatan pada Kamis (2/10).
<>
Nadirsyah Hosen mengisahkan ketika kuliah, ia diwajibkan dosen untuk membaca buku karya para orientalis, padahal menurutnya, karya mereka "ngawur" dan terkesan subyektif.

Kini sebagai dosen, kata dia, tidak menganjurkan membaca buku karya orientalis yang berbicara Islam karena orientalis menilai Islam tidak objektif. “Solusinya saya termotivasi menulis buku bagi mahasiswa dan Alhamdulillah saat ini sudah 10 buku yang terselesaikan,” jelasnya disambut tepuk tangan mahasiswa baru UIM.

Sebagai intelektual, pengajar hukum tata negara Australia dan hukum Islam di Universitas Wollongong Australia ini mengajak mahasiswa dan mahasiswi, untuk mengubah gaya berpikir dari sebagai orang yang menganut budaya konsumen menjadi orang produktif.

Lebih lanjut dia mengatakan, saat ini, ada dua hal yang membuat orang Indonesia minder. Misalnya ketika ketemu dengan orang Arab, merasa kurang islami dan ketika ketemu dengan orang Barat, merasa kurang modern. “Seharusnya yang membuat kita minder bukan karena dua hal itu, namun seharusnya yang membuat kita malu, karena kurangnya ilmu pengetahuan,” tegasnya.

Oleh karena itu, ia mengimbau mahasiswa dan mahsiswi baru untuk tekunmenuntut ilmu, “kata Ayah saya, bagi pelajar atau mahasiswa wiridnya atau amalannya adalah membaca buku.”

Ia juga mengajak untuk menjadi ilmuwan, menggali budaya Indonesia dan mengamalkan ajaran Islam. “Jangan lupa 2018 adik mahasiswa baru sudah selesai dan saya tunggu di Australia untuk melanjutkan studi,” ucapnya disambut Amien para mahasiswa yang hadir.

Rektor UIM Andi Majdah M Zain berharap, kuliah umum tersebut dijadikan sebagi ajang menimba pengalaman kepada Rais Syuriyah PCINU Australia yang sudah 7 tahun berada di negeri kanguru.

"Kesyukuran dan keberkahan bagi kami semua, atas kedatangan beliau serta bisa memberikan pencerahan khususnya bagi mahasiswa baru sebagai calon intelektual dan sebagai calon pemimpin bangsa kelak," sambungnya. (Andy muhammad idris/Abdullah Alawi)

Kamis 2 Oktober 2014 15:8 WIB
Pelajar dan Santri Peringati Hari Kesaktian Pancasila
Pelajar dan Santri Peringati Hari Kesaktian Pancasila

Jepara, NU Online
Ratusan pelajar dan santri SMP – SMK dan pesantren Az Zahra desa Sekuro kecamatan Mlonggo kabupaten Jepara memperingati Hari Kesaktian Pancasila dengan upacara bendera berlangsung di halaman kompleks Az Zahra, Rabu (1/10).<>

Inspektur upacara, Misbah dalam amanatnya menyampaikan upacara bukan sekadar ritual tapi perlunya mengunduh sebuah nilai. Kepala SMP Az Zahra itu menyontohkan petugas upacara yang dilakukan kelas VII. Jika ada kekurangan, terangnya tidak perlu ditertawarakan namun dijadikan pelajaran berharga.

"Kekurangan yang ada pada petugas upacara kelas VII, tingkatan terendah di Az Zahra bukan dijadikan bahan tontonan tetapi tuntunan. Oh, maklum mereka masih belajar. Kedepan kelak mereka tambah baik," jelas Misbah.

Ia melanjutkan dengan Pancasila sebagai salah satu dasar negara merupakan komitmen bangsa untuk menjaga persatuan dan kesatuan bangsa.

Disamping itu perlu pula didasari akhlak mulia. Hal itu sebagaimana tercermin dalam lembaga dipimpinnya. "Di SMP ada pembelajaran praktik yakni shalat Dluha sedangkan di SMK mapel takhasus," imbuhnya.

Hal itu sambungnya untuk menguatkan kualitas akhlak peserta didik. Dengan akhlak, etika dan moral niscaya pelajar tetap disegani dimana pun berada apalagi eksitensi bangsa juga perlu didasari moral bangsa.(Syaiful Mustaqim/Anam)

IMG
IMG
IMG
1 / 6
2 / 6
3 / 6
4 / 6
5 / 6
6 / 6

Seminar Internasional Bersama Ulama Lebanon
Rapat Pleno PBNU 2018
Imam Besar Masjidil Haram Kunjungi PBNU
Kunjungan Grand Syekh Al-Azhar ke PBNU
Peresmian Perluasan Gedung II PBNU
Peresmian Bank Wakaf Mikro di Banten Oleh Presiden RI
IMG
IMG