IMG-LOGO
Daerah

Revitalisasi Pengurus, Lazisnu Jombang Kuatkan Kepercayaan Muzakki

Rabu 31 Desember 2014 4:11 WIB
Bagikan:
Revitalisasi Pengurus, Lazisnu Jombang Kuatkan Kepercayaan Muzakki

Jombang, NU Online
Setelah sempat tidak berjalan, Lembaga Amil Zakat Nahdlatul Ulama (Lazisnu) Kabupaten Jombang akhirnya kembali dikukuhkan oleh PCNU Jombang. Langkah ini dimaksudkan untuk menguatkan kepercayaan Nahdliyin yang berzakat di lembaga NU itu. Karena walaupun pernah vakum, muzakki yang mempercayakan zakatnya kepada Lazisnu tetap banyak.
<>
Pengukuhan Lazisnu itu dilakukan dengan membentuk komisaris baru. Serta memberikan wewenang kepada komisaris terpilih untuk melengkapi struktural kelembagaannya. 

“Setelah ini, kami akan segera melakukan rekrutmen untuk melengkapi kebutuhan kepengurusannya,” kata pimpinan komisaris terpilih Lazisnu H Maulana Syahiduzzaman kepada NU Online.

Sementara untuk melengkapi struktural kelembagaan, aktivis muda NU yang biasa dipanggil Guz Maman itu mengaku diberi waktu sampai 25 Januari 2015. “Jadi, sebelum itu kami harus sudah mengantongi SDMnya itu. Karena pada hari itu, Lazisnu yang baru ini akan di launching oleh PCNU,” ujar Gus Maman.

Lebih lanjut, ia juga mengatakan bahwa dirinya dan anggota komisaris yang terpilih itu sudah mendapatkan Surat Keputusan (SK) resmi dari PCNU Jombang. “Iya, SK saat ini sudah ada di sekretaris. Selanjutnya tinggal jalan saja,” terangnya.

Prioritas utama yang akan dilakukan untuk pengelolaan Lazisnu, alumnus Universitas Airlangga (Unair) Surabaya itu ingin memfokuskan pada penguatan kepercayaan masyarakat Jombang yang mayoritas Nahdliyin. “Untuk saat ini kan masih banyak dari kalangan kita sendiri yang berzakat di lembaga pengelola zakat bukan milik NU. Nah, ketika Lazisnu mulai jalan, mereka akan kita ajak untuk berzakat di lembaganya NU saja,” pungkasnya saat ditemui di rumahnya, Ahad (28/12). (romza/mukafi niam)

Bagikan:
Rabu 31 Desember 2014 23:1 WIB
Kiai Marzuki Beri Taushiyah di Haul Gus Dur
Kiai Marzuki Beri Taushiyah di Haul Gus Dur

Yogyakarta, NU Online
KH Marzuki menegaskan, KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) adalah orang yang peduli dan membela orang yang tidak mampu seperti yang dilakukan oleh tokoh-tokoh pendiri NU terdahulu.

Ia menegaskan hal itu pada taushiah singkat yang diungkapkan dalam acara Majlis Sholawat Gusdurian (MSG) di pendopo Yayasan LKIS, Yogyakarta pada Senin (30/12) malam.

Kiai Marzuki mengimbau, latar belakang kesejatian Gusdurian harus dijaga. "Gusdurian harus mengikuti jejak perjuangan yang dilakukan Gus Dur. Gus Dur konsisten dalam mengayomi kaum minoritas," tegasnya.

Forum yang sudah 9 kali dilaksanakan ini diawali dengan membaca tahlil untuk Gus Dur dan korban longsor di Banjarnegara.Kemudian penampillan grup hadroh MSG.

Jama'ah terdiri dari warga sekitar Sorowajan, peserta kelas pemikiran Gus Dur, tim majalah Bangkit, dan intelektual muda NU Nur Khalik Ridwan. (muhlisin/abdullah)

Rabu 31 Desember 2014 21:1 WIB
Dampak Tambang Semen Rembang, Hujan Sejam Rendam Tegaldowo
Dampak Tambang Semen Rembang, Hujan Sejam Rendam  Tegaldowo

Rembang, NU Online
Guyuran hujan deras lebih dari satu jam sejak pukul 14.30 WIB, Jumat (26/12) lalu mengakibatkan banjir bandang di Desa Tegaldowo, Kecamatan Gunem. Pasar desa, lapangan, dan puluhan rumah sempat terendam hingga petang.
<>
Sabtu (27/12) pagi, warga melakukan bersihkan sisa material yang dibawa banjir di sekitar lingkungan mereka.

Joko Prianto, salah seorang warga Desa Tegaldowo berpendapat, air kiriman tersebut mengucur dari arah selatan desa, arah jurusan watu putih yang area gunungnya ditambang. "Air tampak keruh karena bercampur kerikil atau pasir tambang yang ada di selatan desa," katanya.

Menurut dia, banjir kali ini adalah yang terbesar, setidaknya dalam lima tahun terakhir, karena merendam beberapa fasilitas umum dan puluhan rumah.

Joko Prianto sempat menyebut, banjir tersebut diakibatkan oleh lahan di daerah atas yang digempur aktivitas pertambangan. Dampaknya, air tidak banyak terserap sehingga langsung mengalir deras ke daerah bawah.

"Masa-masa sebelum ini, banjir tidak pernah sebesar sekarang," keluhnya.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Rembang Suharso kepada media, menepis anggapan itu. Kata dia, air keruh bercampur material kerikil atau batu bukan berasal dari aktivitas pertambangan di daerah atas.

"Kerikil atau batu tambang itu berasal dari bahan yang digunakan untuk menguruk jalan," katanya.  (Ahmad Asmu'i/Abdullah Alawi)

Rabu 31 Desember 2014 20:3 WIB
LPNU Jombang: Kesejahteraan Masyarakat Visi Besar Kami
LPNU Jombang: Kesejahteraan Masyarakat Visi Besar Kami

Jombang, NU Online
Lembaga Perekonomian Nahdlatul Ulama (LPNU) Jombang terus berupaya untuk meningkatkan taraf perekonomian warga nahdliyin. Salah satu langkah yang mereka lakukan dengan mengadakan acara workshop perekonomian di Aula PCNU Jombang Jl. Gatot Subroto No. 4 Jombang, Selasa (30/12).
<>
Ketua LPNU Jombang M Muchlis mengatakan, bahwa keberadaan BMT NU yang merupakan badan usaha di bawah naungan LPNU Jombang merupakan wujud konkrit upaya lembaganya dalam mensejahterakan warga NU.

“Kesejahteraan Masyarakat, khususnya warga nahdliyin menjadi visi besar kami. Karena pemikiran yang selama ini menyatakan NU hanya berkutat pada urusan keagamaan akan kami hapus dengan program-program penguatan perekonomian seperti ini,” jelas Muchlis saat menyampaikan sambutan dalam pembukaan workshop.

Workshop yang diikuti anggota BMT NU dari berbagai kecamatan se Kabupaten Jombang itu difasilitatori oleh Siti Arifah Anas. Bendahara BMT NU itu memaparkan manajemen keuangan untuk kehidupan berumah tangga.

“Kita harus mampu mengatur uang, bukan uang yang mengatur kita,” kata aktivis perempuan muda NU yang biasa dipanggil Ari itu.

Lebih lanjut ia meyakinkan peserta dengan memberikan contoh pengelolaan keuangan yang tidak boleh ditiru. “sebenarnya tukang parkir itu kan penghasilannya besar setiap harinya. Tapi taraf hidupnya begitu-begitu saja, itu karena mereka kurang baik dalam pengelolaan keuangannya,” pungkasnya.

Selain itu, mantan pengurus Lakpesdam NU Jombang itu juga mengajak peserta untuk mendukung dan mengikuti gerakan seribu rupiah per hari. “BMT NU siap menerima tabungan anggota walaupun hanya seribu rupiah setiap harinya. Asalkan rutin atau konsisten. Ini dalam rangka membantu memudahkan anggota mengatasi pembiayaan pendidikan anak-anaknya,” ujarnya.

Di sela-sela mengisi materi workshop itu, ia juga mengabarkan kepada anggota bahwa BMT NU Jombang juga siap melayani anggota yang akan umroh, berangkat haji, maupun mengembangkan usahanya masing-masing. (Romza/Abdullah Alawi)

IMG
IMG
IMG
1 / 6
2 / 6
3 / 6
4 / 6
5 / 6
6 / 6

Habib Umar bin Hafidz Berkunjung ke PBNU
Seminar Internasional Bersama Ulama Lebanon
Rapat Pleno PBNU 2018
Imam Besar Masjidil Haram Kunjungi PBNU
Kunjungan Grand Syekh Al-Azhar ke PBNU
Peresmian Perluasan Gedung II PBNU
IMG
IMG