Home Nasional Keislaman Fragmen Internasional Risalah Redaksi Wawancara Humor Tokoh Opini Khutbah Hikmah Bathsul Masail Pustaka Video Foto Download

Konsekuensi Jadi Bagian Masyarakat Ekonomi ASEAN

Konsekuensi Jadi Bagian Masyarakat Ekonomi ASEAN

Sleman, NU Online
Pengasuh Pesantren Aswaja Nusantara, Mustafid menyebutkan konsekuensi-konsekuensi ketika Indonesia tergabung dalam Ekonomi ASEAN (MEA). Negara-negara di Asia tenggara tersebut akan terintegrasi, semua hambatan arus jasa dan barang dihilangkan.
<>
“Hambatan-hambatan antara negara itu akan diremove,” katanya pada diskusi di pesantren yang terletak di Mlangi, Sleman, Yogyakarta saat berdiskusi dengan para santri  dengan tema Ekonomi ASEAN, Sabtu (17/01).

Ia mencontohkan, ketika orang Indonesia bekerja di Malaysia, maka tidak ada hambatan apa pun. Semua tarif akan dieliminasi. Di sini ada kompetisi bebas. Semua hambatan tarif akan diminimaliskan. Sedangkan semua aturan akan disederhanakan dan diharmonisasikan se-ASEAN.

“Semua sektor jasa dan investasi akan dibuka lebar,” katanya

Dengan aturan semacam itu, orang mana pun yang termasuk dalam ASEAN, bisa menanam investasi di Indonesia. Daerah ini akan menjadi sebuah area dan lapangan, kompetisi sederajat.

Integrasi ASEAN, kata Gus Mustafid, akan sukses menurut jika didukung beberapa faktor. Di antaranya dukungan yang cukup kuat dari beberapa elemen dan kolaborasi yang efektif di antara elemen-elemen yang ada.

“Jika semua kelembagaan bisa bekerja dengan baik, antara lembaga pemerintah dan swasta, maka akan mendukung kesuksesan integrasi ASEAN,” lanjutnya. Menurut dia, sukses atau tidaknya Indonesia dalam menjalani MEA tergantung pada faktor-faktor tersebut.

Dalam MEA, menurut dia, akan ada beberapa tantangan. Paling utamanya adalah kompetisi kerja. “Problem utama adalah ketersediaan peluang kerja yang terbatas. Kalau dulu saingan hanya dalam negara, tetapi besok akan banyak para ahli yang ingin bekerja di Indonesia juga. Persaingan Anda adalah mencari kerja.” (Nur Sholikhin/Abdullah Alawi)

BNI Mobile