IMG-LOGO
Daerah

Jalan Berliku Akh Muzakki Meraih Guru Besar

Kamis 12 Maret 2015 12:11 WIB
Bagikan:
Jalan Berliku Akh Muzakki Meraih Guru Besar

Surabaya, NU Online
Gelar guru besar akhirnya bisa diterima Akhmad Muzakki Rabu (11/3). Sekretaris Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama Jawa Timur ini menyampaikan orasi ilmiah dalam acara pengukuhannya  sebagai profesor bidang sosiologi pendidikan di Fakultas Ilmu Sosial Politik Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UIN SA) Surabaya.<>

Kendati demikian, sejumlah kisah pilu mengiringi perjalanan guru besar termuda di kampus Islam negeri di Surabaya ini. Dari mulai berkas yang sempat hilang, saran dari banyak kolega bahwa menjadi guru besar adalah takdir dan jangan terburu nafsu, hingga sejumlah godaan lain.

Sekelumit kesulitan tersebut disampaikan Muzakki, sapaan akrabnya saat menyampaikan orasi di auditorium UIN SA. "Dari mulai aturan yang ketat, standarnya semakin tinggi dan seterusnya," katanya di hadapan sejumlah pimpinan kampus tersebut, akademisi  dan sejumlah tokoh masyarakat yang hadir.

"Sulit dan ketatnya aturan menjadi guru besar pasti dirasakan berlipat oleh dosen-dosen yang secara kelembagaan berada di bawah Kementerian Agama atau Kemenag," kata ayah dua anak ini. Secara rinci, suami dari Erna Mawati tersebut menceritakan bahwa untuk meraih gelar profesor para dosen yang berada di Kemendikbud yang kemudian disebut Kemenristekdikti atau Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi hanya mengalami penilaian jenjang universitas dan Dikti, lanjutnya.

"Sedangkan bagi yang berasal dari Kemenag harus melewati sekian macam dan tingkatan check point penilaian," terang peraih gelar Graduate Diploma in Southeast Asian Studies dari Fakultas Asian Studies The Australian National University (ANU) Canberra ini. Usai dinyatakan lulus di tingkat universitas, berkas usulan dosen dimaksud dinaikkan ke jenjang check point berikutnya yakni Diktis Pendis Kemenag, lanjutnya.

Selesai? Ternyata tidak. Berkas yang ada dinilai oleh sidang dewan guru besar Diktis Pendis Kemenag. Berikutnya adalah penilaian di Dikti Kemendikbud yang sekarang berubah menjadi Kemenristekdikti. "Di sini, berkas mengalami dua penilaian yakni penilaian angkta kredit atau PAK oleh sidang dewan guru besar dan penilaian dalam bentuk validasi oleh tim kecil yang lebih dikenal dengan tim validasi atau tim siluman," ungkap peraih gelar master of philosophy (MPhil) dari ANU ini.

Tim siluman yang dimiliki dan dipekerjakan oleh Dirjen Dikti ini menelisik masuk ke "bilik-bilik akademik" sekecil dan sesempit apapun. "Konon, tim siluman ini diberi tugas khusus oleh Dirjen Dikti untuk melakukan validasi dokumen calon guru besar," terang alumnus program PhD di School of History, Phi losophy, Religion and Classic, the University of Queensland Australia ini.

Belum lagi kesabarannya diuji karena pada pertengahan 2014 ternyata berkas untuk keperluan mengurus gelar profesornya dinyatakan hilang. Mengapa bisa hilang? "Kemungkinan paling besar ada kaitannya dengan dampak bocor atap dan pindahan kantor sebagaimana disampaikan staf Diktis Jakarta," kenangnya.

Karena saat itu menjelang akhir 2013, Diktis yang berkantor di lantai 8 Kantor Kemang RI di Lapangan Banteng Jakarta sedang dilanda bocor atap yang cukup hebat akibat hujan lebat. "Nah, saat itu juga merupakan momen-momen kepindahan kantor Diktis dari lantai 8 ke lantai 7 yang sudah direncanakan sebelumnya," terangnya. Dan di titik inilah awal kerumitan terjadi, lanjutnya.

Dengan sangat terpaksa, seluruh berkas diurus dari awal. Dan celakanya pihak Diktis hanya memberikan waktu dua minggu untuk menyelesaikan copy dokumen yang hilang tersebut. Bisa dibayangkan, kesulitan mengurus berkas di level universitas di Surabaya hingga ke Jakarta. "Karena berkas memang harus diserahkan ke Dikti," ungkapnya. Namun Alhamdulillah, akhirnya tantangan ini bisa terlewati, lanjutnya.

Setelah itu apakah urusan sudah beres? Ternyata tidak. Ujian lain menghadang. Muzakki mendapat  kabar bahwa staf Dikti salah menginput penilaian berkasnya. "Yang  awalnya untuk keperluan guru besar, ternyata beralih menjadi lektor kepala," kata guru besar ke 49 di UIN SA ini.

Akibat salah input ini, mantan dosen di Faculty of Asian Studies ANU Australia ini akhirnya harus rela untuk mengurus berkas kembali serta mau tidak mau menunggu validasi dari berkas yang dibuat dari awal tersebut.

Butuh waktu sekitar 3 tahun bagi mantan Ketua PW LP Ma'arif NU Jatim ini untuk bisa menyandang gelar profesor bidang sosiologi pendidikan. "Semua proses itu saya lakukan dengan penuh romantika, persis seperti permainan roller coaster yang kadang menggembirakan dan kadang pula menegangkan,"  katanya dengan senyumnya yang khas.

Kabar gembira diterimanya di awal bulan Januari 2015. Anak mantan penjual petis di Pasar Sidoarjo ini terhitung sejak 1 November 2014 layak bergelar profesor dengan SK Nomor 3755/A4.3/KP/2015, yang ditandatangani Mohamad Nasir, Menristekdikti.

"Anda itu wonder child professor!" kata Profesor Sunan Wismer dari Kanada, adviser University Community Engagement (UCE) SILE project. Ucapan itu disampaikan khusus kepada Muzakki saat melakukan review atas capaian program UCE di kantor SILE Project UIN SA awal Februari lalu.
Kini gelar untuk namanya semakin panjang. Di surat resmi PWNU Jatim maupun Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Fisip) UIN SA tercantum Prof Akh Muzakki, Grand, SEA, MAg, MPhil, PhD.

Selamat berkhidmat Mas Zaki, sapaan banyak teman kepadanya di PWNU Jatim. Semoga ilmu yang diraih kian berkah.

Foto: Akh Muzakki bersama ibunda, istri dan dua anaknya usai pengukuhan guru besar.

Bagikan:
Kamis 12 Maret 2015 21:1 WIB
Fatayat NU NTB Bina Ekonomi Kreatif Warga
Fatayat NU NTB Bina Ekonomi Kreatif Warga

Mataram, NU Online
Pimpinan Wilayah Fatayat NU Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) membina ekonomi kreatif di beberapa daerah kabupaten dan kota di pulau Lombok. Di Lombok Tengah misalnya dilakukan pembinaan kepada warga pengrajin anyaman.
<>
Menurut Ketua PW Fatayat NU NTB Hj Warti’ah, pembinaan tersebut sesuai dengan dengan potensi alam dan lingkungan setempat. Pembinaan di kabupaten Lombok Barat berbeda dengan Lombok Tengah. 

“Kalau di Lombok Barat kami membina asesories-asesories wanita berupa bros, anting, kalung dan kebutuhan-kebutuhan wanita lainnya,” terangnya kepada NU Online di Mataram (12/3).

Di Lombok Timur melakukan pembinaan kreatif pada usaha (produksi) roti dan kue. Sementara di Lombok Utara membina pembuat. “Sampai saat ini usaha-usaha tersebut masih berjalan setelah sebelumnya kami buatkan pelatihan dulu,” ungkapnya. 

Mantan ketua KOPRI PMII Kota Mataram ini yakin hal itu akan tetap berjalan lantaran produk mereka memiliki saluran dan ada petuga khusus mengkoordinasinya. “Kami punya lembaga yang sudah berbadan hukum khusus bertugas mengkoordinasi binaan-binaan tersebut.” 

Lembaga tersebut, tambah dia, berupa koperasi induk bernama Serba Usaha Yasmin Fatayat NU yang berkantor di samping Asrma Putra Yayasan Nurul Islam Mataram. 

Untuk mengembangkan program ini, lanjut ketua Komisi V DPRD NTB, ke depan Fatayat akan menggandeng pesantren-pesantren NU.

Ia juga menginformasikan kegiatan yang akan dilakukan dalam waktu dekat. “Nanti tanggal 21 April insya Allah akan diadakan jalan sehat Fatayat diikuti langsung oleh Dra. Hj Ermalena, selaku Anggota DPR RI dapil NTB,” tutupnya. (Hadi/Abdullah)

Kamis 12 Maret 2015 19:2 WIB
Madrasah di Pucuk Gunung dengan Ragam Prestasi
Madrasah di Pucuk Gunung dengan Ragam Prestasi

Brebes, NU Online 
Kendati berada di puncak gunung, namun MTs Negeri Bangbayang Kecamatan Bantarkawung mampu menorehkan prestasi gemilang. Terbukti di ajang Pekan Olah Raga Daerah (POPDA) bisa mewakili Kecamatan Bantarkawung di tingkat Kabupaten Brebes, Jawa Tengah. 
<>
“Kami ingin menunjukan pada masyarakat, kalau di pucuk gunung pun bisa mengukir prestasi,” kata Kepala MTs Negeri Bangbayang Bantarkawung Brebes Drs Moh Suaedi MPd saat ditemui di ruang kerjanya, Kamis (12/3).

Suaedi menjelaskan, berbagai ikhtiar telah dilakukan untuk bisa mengorbitkan siswa-siswinya di kancah kabupaten. “Mental para siswa perlu kami genjot terus agar bisa berkiprah ditingkat yang lebih tinggi,” tuturnya. 

Secara rutin, kata Suaedi, kegiatan ekstrakurikuler digalakan terus agar hati dan keterampilannya mantap. Dari kegiatan tersebut terbukti menjadi 1 juara bola voli putra tingkat pol Brebes Selatan, juara 1 dan 2 tenis meja tingkat pool Brebes Selatan, juara 1 atletik putra dan putri, lari 100 meter dan tolak peluru serta juara 2 bulutangkis tingkat pool. 

“Juara 1 dan 2, akan dikirim pada POPDA di Brebes pada 18 Maret mendatang,” papar Suaedi yang juga Wakil Ketua Pimpinan Cabang Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU) Brebes itu.

Agar bisa mendulang prestasi yang lebih tinggi, lanjutnya, dia mengintensifkan latihan. Yang biasanya latihan hanya dilakukan seminggu sekali, kini anak-anak yang sudah menjadi duta Bantarkawung berlatih 2 sampai 4 kali dalam seminggu.

“Mudah-mudahan apa yang menjadi cita-cita mereka bisa terwujud setinggi puncak gunung,” pungkasnya. (wasdiun/abdullah alawi) 

Kamis 12 Maret 2015 18:3 WIB
UNU Kalbar Mulai Sosialisasi Penerimaan Mahasiswa Baru
UNU Kalbar Mulai Sosialisasi Penerimaan Mahasiswa Baru

Jakarta, NU Online
Setelah melakukan penerimaan dosen, Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Kalbar bersiap-siap membuka pendaftaran mahasiswa. Sebagai langkah awal, pihak UNU Kalbar mengadakan kunjungan sosialisasi ke Kemenag Kalbar untuk diteruskan ke madrasah-madrasah aliyah.
<>
"Kita baru saja diterima oleh Kepala Kanwil Kemenag Syahrul Yadi. Kita mengharapkan UNU Kalbar bisa tersosialisasi lewat jaringan madrasah aliyah di bawah naungan Kemenag Kalbar," kata Rektor UNU Kalbar Dr Agung Hartoyo usai pertemuan di Kantor Kemenag Kalbar, Kamis (12/3).

UNU Kalbar berencana membuka pendaftaran perdana mahasiswa baru pada awal April. Menjelang pembukaan itu, pihak UNU Kalbar akan melakukan sosialisasi dulu. “Sasaran utamanya Kemenag dan Dinas Pendidikan. Karena dua lembaga itu memiliki jaringan sekolah tingkat atas atau sederajat," papar dosen FKIP Untan ini.

Sementara Syahrul Yadi menyambut baik kehadiran UNU. Ia menyatakan kesiapannya untuk mendukung dan membantu sosialisasi UNU ke seluruh madrasah di Kalbar.

"Setelah sosialisasi ke Kemenag, kita juga berencana audiensi ke Kepala Dinas Pendidikan Kalbar. Cuma, jadwalnya belum ditentukan. Setelah itu, ke lembaga lain dan ke sekolah-sekolah tingkat atas," kata Ketua ISNU Kalbar ini.

Agung didampingi Pembantu Rektor (Purek) II Dr Andi Usman, Purek III Dr Rahmat Syahputra, Dekan Fakultas Teknik Dr Muhammad Rif'at, dan Kepala Biro Administrasi Umum Keuangan dan Kemahasiswaan Rosadi Jamani.

Sementara Rosadi menambahkan, sosialisasi yang terjadwal pada 20 Maret ini akan berlangsung di SMA 2 Sungai Raya.

"Dalam waktu dekat ini, kita berusaha mencari waktu yang pas untuk kesediaan Kepala Dinas Pendidikan Kalbar menerima audiensi pengurus UNU. Mudah-mudahan Pak Kadis punya waktu untuk menerima sosialisasi pengurus UNU," harap Rosadi. (Red Alhafiz K)

IMG
IMG
IMG
1 / 6
2 / 6
3 / 6
4 / 6
5 / 6
6 / 6

Seminar Internasional Bersama Ulama Lebanon
Rapat Pleno PBNU 2018
Imam Besar Masjidil Haram Kunjungi PBNU
Kunjungan Grand Syekh Al-Azhar ke PBNU
Peresmian Perluasan Gedung II PBNU
Peresmian Bank Wakaf Mikro di Banten Oleh Presiden RI
IMG
IMG