IMG-LOGO
Daerah

LAZISNU Kudus Tebar Ratusan Kotak Infaq ke Warung dan Pengurus NU

Sabtu 14 Maret 2015 8:15 WIB
Bagikan:
LAZISNU Kudus Tebar Ratusan Kotak Infaq ke Warung dan Pengurus NU

Kudus, NU Online
Lembaga Amal Zakat Infaq dan Shadaqah Nahdlatul Ulama (LAZISNU) Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, telah menyebarkan ratusan kotak infaq. Hal ini untuk mempermudah masyarakat mendermakan uang infaq dan sedekah melalui lembaga di bawah naungan Pengurus Cabang NU (PCNU) Kudus ini.
<>
Ketua LAZISNU Kudus Sya'roni Suyanto menjelaskan, ratusan kotak infaq berlabel LAZISNU tersebut ditempatkan di beberapa toko maupun warung nasi, serta dibagikan kepada pengurus NU mulai ranting hingga cabang. Tiap satu bulan sekali, uang dari kotak akan diambil oleh petugas LAZISNU.  

"Sebelumnya, LAZISNU izin dulu dengan pemilik toko atau warung untuk bisa titip kotak infaq. Alhamdulillah, semuanya memberi izin dan berkenan menjaga keamanan kotak," terangnya kepada NU Online, Jumat (13/3).

Ia mengatakan, LAZISNU Kudus kini sedang menggerakkan empat program utama, yakni NUpreneur, NU Skill, NU Smart dan NU Care. Masing-masing program dimaksudkan untuk membantu kesejahteraan fakir miskin, kaum dhuafa, dan anak yatim piatu.

"Hasil pengumpulan dana zakat, infaq, sedekah, termasuk dari uang kotak infaq itu, akan dikelola dan disalurkan untuk program kepedulian sosial yang dikembangkan LAZISNU," ujarnya.

Hingga kini, imbuh Sya'roni, LAZISNU telah menggerakkan berbagai program sosialnya di Kudus. Di antaranya, santunan anak yatim piatu hingga pemberian nasi kotak kepada kaum dhuafa. "Setiap Jumat kita membagikan 50 nasi kotak untuk kaum dhuafa di seluruh kecamatan secara bergantian," katanya.

Ia mengharapkan masyarakat yang ingin menyalurkan zakat, infaq, dan sedekah atau CSR perusahaan, bisa menghubungi  kantor LAZISNU di Jalan Pramuka 20, Kudus, atau khusus sedekah bisa dimasukkan ke kotak yang tersedia. (Qomarul Adib/Mahbib)

Bagikan:
Sabtu 14 Maret 2015 22:2 WIB
Sambut Ujian, Pelajar NU Mijen Beristigotsah
Sambut Ujian, Pelajar NU Mijen Beristigotsah

Demak, NU Online
Pengurus IPNU dan IPPNU Mijen kabupaten Demak berinisiatif mengadakan istighotsah bersama pelajar di kantor sekretariat pelajar NU Mijen desa Bermi, Mijen, Kamis (12/3) malam. Zikir dan doa ini diadakan dalam rangka menyongsong pelaksanan ujian bagi pelajar SD/SMP/SMA.
<>
Kegiatan ini dihadiri segenap pimpinan ranting dan komisariat di lingkungan kecamatan Mijen, Demak.

Ketua IPNU Mijen Miftakhurrohman mengatakan, “Kegiatan ini selain untuk mempersiapkan kader-kader secara mental spiritual untuk hadapi ujian, juga untuk membangun kekompakan antarpengurus dan kader.”

Senada dengan Miftah, Ketua IPPNU Mijen Kiki Fatmala berharap agenda ini menjadi sarana efektif untuk kader pelajar NU agar semakin mantap menghadapi ujian.

Kegiatan seperti ini harus digalakkan untuk memperkuat paham Aswaja NU di kalangan pelajar, imbuh Ketua IPNU Demak Abdul Halim.

Sementara Ketua IPPNU Demak Istiqomah menegaskan, “Lafal-lafal yang dibaca dalam istighotsah sebenarnya mendorong para pembacanya untuk selalu memperbaiki diri dan bermuhasabah serta menguatkan niat dan tekad dalam mencari ilmu.” (M Agil NZ/Alhafiz K)

Sabtu 14 Maret 2015 21:0 WIB
IPNU Probolinggo Terapkan Sistem Kemandirian
IPNU Probolinggo Terapkan Sistem Kemandirian

Probolinggo, NU Online
Saat ini Pimpinan Cabang IPNU Kota Probolinggo berupaya dan bertekad untuk mandiri serta tidak tergantung lagi kepada bantuan pemerintah. Semua ini perlu dilakukan supaya tidak menjadi sebuah bomerang bagi kader berikutnya. Dengan demikian semua program kerja dapat dilaksanakan tanpa harus menunggu bantuan dari pemerintah.
<>
Demikian ditegaskan oleh Ketua IPNU Kota Probolinggo Abdul Jalal, Sabtu (14/3). Menurutnya kemandirian itu sangat diperlukan supaya kader bisa berusaha secara mandiri manakala mau menyelenggarakan kegiatan.

“Semua ini memang harus dilakukan oleh pengurus di semua tingkatan. Supaya mereka tidak selalu bergantung kepada dana hibah pemerintah. Sehingga manakala dana hibah tersebut tidak diberikan, roda organisasi tetap berjalan dengan baik,” ungkapnya.

Menurut Jalal, konsep kemandirian itu sangat diperlukan supaya kader NU komitmen dan loyalitasnya tetap terjaga meski arus politik menghantam. Sehingga kepengurusan IPNU tidak terpengaruh oleh keberadaan politik praktis.

“Kita harus menjadi seorang kader NU yang kokoh seperti batu karang. Sebesar apapun cobaan dan permasalahan yang ada, kader NU tetap kuat dan ikhlas menjalankan roda organisasi demi menampung aspirasi pelajar NU,” jelasnya.

Demi mewujudkan kemandirian tersebut terang Jalal, maka PC IPNU Kota Probolinggo mewajibkan semua pengurus di semua tingkatan harus pernah mengikuti Masa Kesetiaan Anggota (Makesta) dan Latihan Kader Muda (Lakmud) supaya kader itu tetap setia dan loyal terhadap NU yang sudah terdoktrin.

“Selain itu, kami menerapkan sistem uang kas kepada seluruh pengurus. Hal ini sebagai bentuk rasa memiliki dan bisa membedakan antara yang bekerja dan yang masih menganggur maupun yang masih sekolah. Mudah-mudahan para pengurus tetap memiliki jiwa yang kuat untuk bersama-sama demi memajukan IPNU di Kota Probolinggo,” pungkasnya. (Syamsul Akbar/Alhafiz K)

Sabtu 14 Maret 2015 14:31 WIB
PCNU Boyolali Dorong Warga Perdalam Ke-NU-an
PCNU Boyolali Dorong Warga Perdalam Ke-NU-an

Boyolali, NU Online
Setidaknya ada dua hal yang menjadi pembahasan utama pada Rakercab III Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Boyolali Jawa Tengah yang digelar di Gedung NU Centre Boyolali, belum lama ini.<>

Katib Syuriyah PCNU Boyolali, KH Joko Parwoto, menjelaskan, dua hal tersebut antara lain PCNU Boyolali mendorong warganya untuk terus memperdalam pemahaman dibidang ke-NU-an.

“Warga NU perlu perdalam ke-NU-an ala Aswaja, agar tidak mudah terprovokasi sebagian pihak yang mempropagandakan ajaran kembali kepada al-Qur’an dan Sunnah,” ujar dia kepada NU Online, Jumat (13/3).

Menurutnya, perlu juga bagi Nahdliyin, khususnya untuk para kiai dan santri, untuk meningkatkan kualitas mereka dalam penguasaan terhadap isi materi yang ada di dalam kitab kuning.

“Sebab kitab kuning ini, sekarang banyak yang dipalsukan. Nama sama akan tetapi isinya berbeda,” jelas Pengasuh Pesantren I’jazul Quran Sawit, Boyolali itu.

Hal kedua yang menjadi pembahasan pada kesempatan itu ialah dalam waktu dekat, PCNU Boyolali akan mulai mendata anggota di tiap wilayah. 

“Seluruh MWCNU dan ranting, kita instruksikan untuk mendata anggota masing-masing. Masalah apa saja, agar didata untuk ditindak lanjuti bersama,” kata Kiai Joko.

Pendataan ini penting, katanya, untuk mengetahui potensi dan permasalahan yang ada di tiap MWCNU maupun ranting. (Ajie Najmuddin/Fathoni)

IMG
IMG
IMG
1 / 6
2 / 6
3 / 6
4 / 6
5 / 6
6 / 6

Seminar Internasional Bersama Ulama Lebanon
Rapat Pleno PBNU 2018
Imam Besar Masjidil Haram Kunjungi PBNU
Kunjungan Grand Syekh Al-Azhar ke PBNU
Peresmian Perluasan Gedung II PBNU
Peresmian Bank Wakaf Mikro di Banten Oleh Presiden RI
IMG
IMG