IMG-LOGO
Trending Now:
Internasional

PCINU Sedunia Telekonferensi dengan Ketum PBNU


Rabu 18 Maret 2015 18:30 WIB
Bagikan:
PCINU Sedunia Telekonferensi dengan Ketum PBNU

Jakarta, NU Online
Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (PCINU) yang tersebar di berbagai negara, Rabu (18/3), menggelar konferensi jarak jauh melalui media sosial Skype dengan Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj.
<>
Telekonferensi yang dikendalikan dari kantor redaksi NU Online di gedung PBNU Lantai 5, Jakarta, ini diikuti perwakilan dari 32 PCINU. Mereka menyatakan dukungan atas suksesnya Muktamar Ke-33 NU yang bakal digelar di Jombang, 1-5 Agustus mendatang.

Sejumlah pertanyaan dan rekomendasi juga mengemuka dalam forum dunia maya ini. Rekomendasi yang merupakan rangkuman dari diskusi di grup jejaring sosial WhatsApp tersebut terdiri dari puluhan butir masukan yang bisa menjadi fokus pembahasan Muktamar, baik terkait dengan bahtsul masail, program, maupun organisasi.

Soal program, misalnya, PCINU sedunia mengusulkan pendirian Bank NU yang dikelola sesuai dengan fiqih mu’amalah NU yang antiriba dan bersih dari praktik kapitalisme dan neoliberalisme. Selain itu, mereka juga mendorong perumusan gerakan ekonomi NU dari tingkat pusat hingga ranting.

Dalam hal organisasi, PCINU sedunia juga mendorong PBNU merealisasikan pembentukkan PCINU di 193 negara, di samping berharap penetapan kriteria Rais Aam dan Ketua Umum PBNU dengan visi “NU Go Global” sesuai tema muktamar.

“NU juga perlu mengaji dan memberlakukan kembali UU No 17 tahun 1946 tentang ORI (Oeang Republik Indonesia), yang mana ulama NU telah memberikan kontribusi penguatan rupiah melalui pasal 10 rupiah setara dengan 5 gram emas murni,” kata KH Shohibul Faroji Azmatkhan, koordinator telekonferensi ini saat membacakan butir rekomendasi untuk Komisi Bahtsul Masail Qanuniyah Muktamar NU.

KH Said Aqil Siroj menegaskan menampung semua usulan positif yang disampaikan kepada PBNU. Pihaknya berjanji akan menindaklanjuti berbagai masukan tersebut untuk kemajuan NU. Ia juga mengapresiasi rencana 32 PCINU itu menerbitkan buku bunga rampai tentang NU Mancanegara.

“Bagus, (buku) itu akan menjadi data base NU. Saya juga mengusulkan, PCINU mendirikan stan tersendiri di Muktamar nanti,” ujarnya.

Kang Said, sapaan akrabnya, dalam kesempatan itu menjelaskan pula soal tema muktamar “Meneguhkan Islam Nusantara untuk Peradaban Indonesia dan Dunia”. Ia menegaskan tentang komitmen NU sebagai organisasi besar yang ramah, mengayomi, dan menghargai budaya lokal. (Mahbib Khoiron)


Bagikan:
IMG
IMG