IMG-LOGO
Daerah

"Kampung NU Award" di Jombang Berhadiah 35 Juta Rupiah


Jumat 17 April 2015 03:02 WIB
Bagikan:

Jombang, NU Online
Ketua RMI NU Jombang M Shohib Al-Muayyad melalui “Lomba Kampung NU” mengajak kepengurusan NU dan nahdliyin untuk istiqomah dalam beramaliyah nahdliyyah dan berjamiyah. Lomba Qoryah Thoyyibah dengan nominal 35 juta ini diharapkan dapat meningkatkan suasana ke-NUan di kabupaten Jombang.
<>
"Karena itu, menyambut muktamar mendatang diluncurkan lomba Qoryah Nahdliyyah Award atau QNA," terang Shohib, Kamis (16/4).

Kegiatan sebagai mekanisme bagi PCNU melalui RMI untuk menyemangati kepengurusan NU agar terus menggerakkan jam'iyah dan jamaah hingga menjadi karakter komunitas desa. "Dalam jangka pendek adalah turut berpartisipasi dalam sukses muktamar," katanya.

QNA merupakan bentuk kegiatan untuk menyediakan ruang kompetisi, melakukan penilaian, dan perumusan agar dapat ditentukan serta memberikan penghargaan khusus kepada MWCNU dan PRT NU berkarakter nahdliyyah terbaik.

"Juga menggerakkan seluruh kepengurusan NU di semua level se-Jombang untuk turut berpartisipasi dalam sukses muktamar mendatang," tambah Shohib.

Lomba ini juga bertujuan memotret potensi dan karakter berjam'iyah MWC dan ranting, lanjutnya.

Ada dua mekanisme yang dapat dilakukan dalam menilai juara QNA ini. Yakni administratif meliputi aspek organisasi dan kelembagaan serta kegiatan yang diselenggarakan oleh ranting, MWCNU dan jamaah NU. Mekanisme penilaian ini dilakukan secara terbuka. 

"Untuk penilaian kategori administratif meliputi aspek organisasi yaitu kepengurusan, legalitas, sekretariat, keanggotaan, pendanaan, dan sejenisnya," katanya.

Sedangkan dari aspek kelembagaan meliputi program kerja, pola hubungan antara ranting, juga badan otonom di tingkat MWCNU. Sedangkan mekanisme kerja meliputi tingkat keaktifan pengurus, pelaksanaan program kemasyarakatan dan sejenisnya.

Untuk penilaian kategori amaliyah meliputi penjagaan sejumlah tradisi oleh jam'iyah seperti lailatul ijtima', pengajian rutin, hingga peringatan hari besar Islam. "Juga amaliyah atau tradisi rutin oleh jamaah dan menjadi ciri khas NU," terangnya.

Kegiatan seperti yasin dan tahlil, manaqiban, khatmil Qur'an, thariqahan, sholawatan, PHBI, qunut shubuh, wiridan ba'da shalat rawatib, adzan dan khotbah Jum'at 2 kali, tongkat imam khotbah, bedug, dan lain-lain. Hal ini juga ditambah dengan penilaian terhadap amaliyah khusus di antaranya ziarah kubur, talqin mayit, adzan di sepertiga malam serta tarhim.

"Sebagai bentuk apresiasi atas juara, panitia menyediakan penghargaan bagi ranting serta MWCNU berupa dana pengembangan kapasitas organisasi sebesar 35 juta rupiah," tegasnya.

Tim penilai lomba QNA terdiri atas tim verifikator sebanyak 5 orang dari PCNU. Juga ada petugas untuk melakukan verifikasi terhadap hasil penilaian lapangan, dilanjut dengan merumuskan serta  menetapkan hasil penilaian akhir. Diharapkan lomba QNA ini diikuti 318 Ranting NU di 21 MWC NU se- Jombang.

Penyetoran isian peserta ditutup 30 April yang dilanjutkan dengan verifikasi dan penilaian. Didit Hasbiyallah Darajat dari Lakpesdam menandaskan, “Selanjutnya, juara lomba diumumkan sebelum pelaksanaan muktamar.” (Syaifullah/Alhafiz K)

Bagikan:
IMG
IMG