IMG-LOGO
Nasional

Siswa Madrasah Raih 23 Medali Olimpiade Sains Nasional

Selasa 26 Mei 2015 1:0 WIB
Bagikan:
Siswa Madrasah Raih 23 Medali Olimpiade Sains Nasional

Jakarta, NU Online
Siswa Madrasah Aliyah binaan Kementerian Agama kembali mengukir prestasi. Mereka berhasil menyabet 23 Medali Olimpiade Sains Nasional (OSN) 2015 yang  diselenggarakan di Yogyakarta.
<>
“Selamat dan sukses, siswa madrasah sabet 23 Medali OSN 2015 di Yogyakarta,” demikian dikatakan Direktur Pendidikan Madrasah M. Nur Kholis Setiawan  melalui pesan singkatnya yang diterima kontributor Pinmas, Ahad seperti dilansir oleh situs kemenag.go.id (24/05). 

Menurutnya, kedua puluh tiga medali itu terdiri dari 2 Emas, 5 Perak, dan 16 Perunggu, dengan rincian sebagai berikut: 1) Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Insan Cendekia (IC) Serpong meraih  2 perak (matematika dan kebumian), dan 5 perunggu (geografi, astronomi, ekonomi, fisika, dan kimia); 2) MAN IC Gorontalo meraih 1 emas (kebumian), 3 perak (komputer, astonomi, ekonomi), dan 4 perunggu (geografi, ekonomi, fisika, biologi)

3) MA Khusnul Khatimah Kuningan meraih 1 emas (geografi); 4) MAN 3 Malang meraih 3 perunggu (kimia, komputer, biologi); 5) MAN 2 Kudus meraih 1 perunggu (kebumian); 6) MAN 1 Majenang meraih 1 perunggu (geografi); 7) MAN 1 Metro Lampung meraih 1 perunggu (kimia); 8) MA Darul Mursyid Tapanuli meraih 1 perunggu (ekonomi).  

M. Nur Kholis Setiawan menegaskan bahwa prestasi ini menunjukan bahwa indikator era kebangkitan madrasah semakin kuat. Menurutnya, madrasah swasta, di tengah keterbatasannya, bahkan saat ini mampu menunjukkan prestasinya. Hal ini, lanjut Direktur yang juga Guru Besar UIN Sunan Kalijaga, menjadikan negara semakin wajib untuk hadir. Kehadiran itu dalam bentuk keperpihakan negara terhadap madrasah yang lebih proporsional, misalnya, dalam hal anggaran pendidikan Islam. 

“Kehadiran tersebut merupakan bentuk penghargaan dan apresiasi negara terhadap madrasah dan masyarakat terhadap proses pencerdasan anak bangsa,” tegasnya sembari menjelaskan bahwa upaya yang akan dilakukan Kementerian Agama ke depan adalah mendorong adanya proporsionalitas anggaran pendidikan untuk madrasah.

Sementara itu, Kasi Kurikulum Madrasah Aliyah Suwardi menambahkan bahwa capaian siswa madrasah tahun ini jauh lebih baik karena tidak  hanya dari siswa MAN IC Serpong, MAN IC Gorontalo, dan MAN 3 Malang saja. Tahun ini sudah mulai muncul siswa-siswa dari madrasah lain, bahkan dari madrasah swasta. 

“Ini artinya semangat berkompetisi dan kualitas madrasah semakin baik dan menyebar,” terangnya.

Para juara bersama masing-masing kepala madrasahnya diterima Direktur Pendidikan Madrasah pada Senin (25/05). (mukafi niam) 

Bagikan:
Selasa 26 Mei 2015 23:59 WIB
Menag Ajak Pesantren Kembangkan Dakwah Lewat Internet
Menag Ajak Pesantren Kembangkan Dakwah Lewat Internet

Lirboyo, NU Online
Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin mengajak masyarakat pesantren untuk memenuhi konten-konten internet dengan nilai-nilai baik yang diajarkan oleh para kiai pesantren. Sejalan dengan itu, Menag berharap masyarakat pesantren dapat melakukan inovasi strategi dakwah Islamiyah yang ramah di bumi Nusantara. 
<>
Menurutnya, dakwah ke depan tidak hanya dilakukan secara konvensional, tapi juga sudah harus memanfaatkan perangkat teknologi. demikian berita yang dilansir dari situs kemenag.go.id

“Saya berharap alumni pesantren jangan gagap teknologi. Umat yang mesti dilayani bukan cuma berada di masjid, tapi juga di dunia maya, internet, seperti facebook, twitter, dan lainnya,” harap Menag saat memberikan sambutan pada Penutupan Musyawarah Nasional (Munas) III Himpunan Alumni Santri Lirboyo (Himasal) dan Rakernas Lembaga Ittihadul Muballighin (LIM) di Aula Mu’tamar, Pesantren Lirboyo, Kediri, Senin (25/05) malam.

Hadir pada kegiatan yang mengambil tema “Menjalin Ukhuwwah Demi Berkhidmah untuk Umat dan Bangsa”, para Pengasuh dan Pimpinan Pondok Pesantren Lirboyo, Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Marwan Jakfar, Kakanwil Kemenag Provinsi Jawa Timur, para pengurus cabang Himasal seluruh Indonesia, serta ribuan alumni dan santri Pesantren Lirboyo.

“Penuhilah konten-konten di internet dengan hal-hal baik yang diajarkan para kiai pesantren. Hapus dahaga para pencari ilmu dan wacana keislaman dengan konten yang bermutu dan ajaran yang benar,” tuturnya sembari mengingatkan bahwa jangan sampai para pencari referensi justru mendapatkan asupan konten yang bertentangan dengan Islam rahmatan lil alamin.

Selain itu, Menag juga berharap para alumni pesantren mampu meneruskan semangat transformasi KH Hasyim Asy’ari dan para sesepuh pesantren. Upaya transformasi, menurut Menag sangat diperlukan dalam menghadapi era Masyarakat Akonomi ASEAN (MEA).  

“Kita harus siap beradaptasi dengan tren pertumbuhan ekonomi. Industiaslisasi dan modernisasi semakin menggeliat dan kita tidak boleh diam,” katanya.

Selain membentengi masyarakat dari dampak buruk industriaslisasi dan modernisasi, Menag berharap pesantren juga dapat menyuplai kebutuhan SDM seiring pertumbuhan ekonomi. 

“Pesantren diharapkan tak cuma menghasilkan ahli doa dan ahli kitab kuning, tapi juga ilmuan, pengusaha, dan tenaga teknis yang salih dan berintegritas,” harap Menag.

Meski demikian, Menag menggarisbawahi bahwa proses modernisasi lembaga pesantren tidak boleh melunturkan karakter dan jati diri peantren itu sendiri sebagai lembaga tafaqquh fiddin dan lembaga pembentuk karakter bangsa. 

“Transformasi pesantren senantiasa memlihara dan mempertahankan karakter pesantren sesuai jargon almuhafadhatu ‘ala al-qadim al-shalih wa al akhdzu bi al jaded al ashlah,” terang Menag. (mukafi niam)

Selasa 26 Mei 2015 22:1 WIB
Segera Diluncurkan, Buku Kajian Tafsir atas Keabsahan Yahudi-Nasrani
Segera Diluncurkan, Buku Kajian Tafsir atas Keabsahan Yahudi-Nasrani

Jakarta, NU Online
Sa’dullah, kader NU asal Cirebon menulis buku “Menyoal Status Agama-agama Pra-Islam: Kajian Tafsr Al-Qur’an atas Keabsahan Agama Yahudi dan Nasrani Setelah Kedatangan Islam”. Hasil disertasi di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta itu akan diluncurkan Kamis (28/5) besok, dihadiri sejumlah tokoh antara lain KH Said Aqil Siroj, Ulil Abshar-Abdalla, Franz Magnis Suseno dan Muhlis Hanafi.<>

Peluncuran dan bedah buku terbitan MIZAN itu akan diadakan di Hotel Bintang, Jalan Raden Saleh Jakarta Pusat, Kamis (28/5) mulai pukul 13.00 WIB serta terbuka untuk umum.

Menurut Sa’dullah, buku yang ditulisnya merupakan jembatan dialog bagi kerukunan umat beragama agar terhindar dari sikap mencela atas keyakinan agama lain. Sejatinya masing-masing agama mempunyai tempat tersendiri di hadapan Tuhan, katanya.

“Kami menghadirkan tokoh lintas agama, intelektual muslim, pakar tafsir, yang akan membedah dan mengkritisinya sesuai keahlian mereka yang akan mengantarkan para audiens pada pemahaman yang sempurna dan mencerahkan, khususnya para pecinta kedamaian dan kerukunan antar iman,” katanya

Sa'dun, panggilan akrab Sa’dullah, sudah siap jika buku yang ditulisnya itu akan memicu kontroversi. Dikatakan, dirinya telah mempertanggungjawabkan hasil penelitiannya itu secara ilmiah.

“Buku tersebut adalah buku serius, karya ilmiah doktoral yang sudah melalui proses akademik yang panjang dan melelahkan. Puluhan guru besar UIN Syarif Hidayatullah Ciputat dalam berbagai bidang disiplin keilmuan turut mengkritisi, menguji bahkan membantainya. Walaupun begitu buku tersebut belum sempurna dan tidak ada apa-apanya adanya kritik dan masukan dari para pembaca,” ujarnya. (Red: Anam)

Selasa 26 Mei 2015 21:14 WIB
Kiai Ahmad Shiddiq Diusulkan Jadi Pahlawan Nasional
Kiai Ahmad Shiddiq Diusulkan Jadi Pahlawan Nasional

Jember, NU Online
Satu lagi tokoh NU asal Jember yang akan diusulkan mendapat gelar  pahlawan nasional.  Dia adalah Kiai Ahmad Shiddiq. Pengusulan tersebut dimulai dari Universitas Jember dengan menggelar "Lokakarya Penyusunan Naskah Akademik Pengusulan KH Ahmad Shiddiq sebagai Pahlawan Nasional".
<>
Lokakarya yang dihelat di aula Fakultas Hukum Unej Senin (25/5) tersebut menghadirkan narasumber KH Salahuddin Wahid, KH Abdul Muchit Muzadi dan KH Afifuddin Muhajir.

Dalam paparannya, KH Salahuddn Wahid menyatakan dukungannya terhadap rencana pengusulan Kiai Ahmad Shiddiq sebagai pahlawan nasional. Menurutnya, Kiai Ahmad Shiddiq layak memperoleh gelar pahlawan karena sumbangsih pemikriannya mewarnai sejarah perjalanan bangsa dan negara Indonesia.

Katanya, Kiai Ahmad Shiddiq berperan besar dalam menyusun kajian penerimaan asas tunggal Pancasila oleh NU dalam Munas Alim Ulama tahun 1983. Hebatnya, penerimaan asas tunggal Pancasila oleh NU itu, kemudian diikuti ormas lain.

"Kiai Ahmad Shiddiq berhasil meyakinkan para kiai, peserta Munas untuk menyetujui dokumen hubungan Islam dan Pancasila. Pancasila tidak bertentangan dengan Islam. Malah, butir-butir dalam  Pancasila adalah merupakan wujud dari nilai-nilai Islam. Itu Kiai Ahmad Shiddiq mampu membuat argumen yang masuk akal," ujarnya.

Sementara itu, KH Afifuddin Muhajir mengatakan bahwa secara substansial, Pancasila sangat islami. Sila pertamanya yang menjiwai sila-sila lain mencerminkan tauhid dalam akidah keislaman. Sedangkan sila-sila yang lain merupakan bagian dari representasi syariat Islam.

Diakuinya, awalnya umat Islam keberatan dengan Pancasila sebagai dasar negara, namun karena kesadaran yang luar biasa dari para ulama akan pentingnya arti persatuan, maka akhirnya Pancasila diterima sebagai dasar negara.

"Nah, dalam dinamikanya, Kiai Ahmad Shiddiq berhasil meyakinkan para ulama bahwa Pancasila itu sesuai dengan nilai-nilai Islam," ucapnya.

Lokakarya tersebut dibuka oleh Rektor Unej, Muhammad Hasan. Selain dia dan ketiga narasumber, hadir juga Ketua MUI Jember, Halim Subahar, para kiai, para tokoh NU dan beberapa ketua lembaga NU serta para mahasiswa. (Aryudi A. Razaq/Abdullah Alawi)

IMG
IMG
IMG
1 / 6
2 / 6
3 / 6
4 / 6
5 / 6
6 / 6

Seminar Internasional Bersama Ulama Lebanon
Rapat Pleno PBNU 2018
Imam Besar Masjidil Haram Kunjungi PBNU
Kunjungan Grand Syekh Al-Azhar ke PBNU
Peresmian Perluasan Gedung II PBNU
Peresmian Bank Wakaf Mikro di Banten Oleh Presiden RI
IMG
IMG