IMG-LOGO
Daerah

PCNU Probolinggo Minta Dinas Terkait Tertibkan Rentenir Berkedok Koperasi


Selasa 9 Juni 2015 16:03 WIB
Bagikan:
PCNU Probolinggo Minta Dinas Terkait Tertibkan Rentenir Berkedok Koperasi

Probolinggo, NU Online
Praktik rentenir berwajah koperasi menarik Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Probolinggo. Sudah terlalu banyak masyarakat yang dirugikan oleh praktik ini. PCNU meminta Diskoperindag Kota Probolinggo menindak praktik pemerasan model koperasi.
<>
Wakil Ketua PCNU Kota Probolinggo H Ahmad Hudri mengatakan, masyarakat saat ini disuguhi tumbuhnya koperasi yang menjamur. Tapi, yang harus menjadi perhatian adalah bahwa tidak sedikit koperasi berdiri hanya menjadi kedok. Di dalamnya yang bekerja adalah praktik rentenir.

Sebab itu, Hudri meminta Pemkot Probolinggo melalui Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) agar menertibkan rentenir yang berkedok koperasi.

“Kalau tidak ditertibkan, maka jumlahnya akan terus bertambah dan dipastikan akan semakin menyengsarakan warga,” katanya, Selasa (9/6).

Menurut Hudri, koperasi-koperasi macam itu datang kepada masyarakat dengan menjajakan kartu berikut pinjaman uang. Tapi, bunga yang ditawarkan sangat tinggi, bisa sampai sebesar 10 persen per minggu.

Hudri mencontohkan, dengan pinjam Rp 1 juta pihak rentenir memberikan dana Rp 900 ribu. Sedangkan yang Rp 100 ribu digunakan untuk biaya adminitrasi. Lalu, setiap peminjam wajib membayar Rp 130 ribu setiap minggu.

Dalam tempo 10 minggu atau 2,5 bulan, rentenir sudah memperoleh keuntungan Rp 300 ribu plus Rp. 100 ribu untuk biaya adminitrasi yang dipotong di awal.

Hudri menegaskan, praktik yang demikian itu sangat merugikan warga. Dengan modal pinjam Rp 900 ribu, diputar untuk usaha selama 2,5 bulan, tentu sulit mendapat laba bersih sebesar Rp 400 ribu.

“Dipastikan mereka sudah merugi,” pungkasnya. (Syamsul Akbar/Alhafiz K)

Bagikan:
IMG
IMG