IMG-LOGO
Daerah

Innalillahi, KH Syafiq Naschan Pengasuh Pesantren An-Nur Jekulo Kudus Wafat

Selasa 9 Juni 2015 14:48 WIB
Bagikan:
Innalillahi, KH Syafiq Naschan Pengasuh Pesantren An-Nur Jekulo Kudus Wafat

Kudus, NU Online
Suasana duka menyelimuti kota Kudus. Pada Senin (8/6) siang pukul 12.30 WIB Pengasuh Pesantren An-Nur Jekulo Kudus KH Syafiq Naschan wafat. Jenazah kiai yang juga Ketua MUI Kudus ini seketika dimakamkan hari itu pula di pemakaman umum desa setempat.<> 

Ribuan pelayat dari berbagai kalangan memenuhi rumah duka hingga jalan menuju makam untuk memberikan penghormatan terakhir kepada almarhum.

Saat upacara pemberangkatan, Mustasyar PBNU KH Sya'roni Ahmadi menyampaikan mauidhah hasanah sekaligus sambutan mewakili keluarga. Pada kesempatan itu, Mbah Sya'roni mengajak para pelayat mendoakan almarhum sebagaimana perintah sabda Nabi.

"Semoga almarhum mengakhiri masa usianya dengan menetapi iman dengan khusnul khatimah, semua amal ibadahnya diterima Allah Swt terutama ibadah hajinya," tutur Kiai Sya'roni yang juga besan Almarhum.

Disamping menjabat Ketua MUI Kudus, KH Syafiq Naschan semasa hayatnya juga menjadi Ketua IPHI/JHK Kudus, Ketua Yayasan Arwaniyah Kudus dan Ketua Dewan Syuro Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kudus. Ia wafat meninggalkan istri, Hj Basyiroh dan 5 anak. (Qomarul Adib/Fathoni)

Tags:
Bagikan:
Selasa 9 Juni 2015 22:1 WIB
Lahirkan Kader Profesional, PMII UINSA Gelar Pelatihan Fasilitator
Lahirkan Kader Profesional, PMII UINSA Gelar Pelatihan Fasilitator

Surabaya, NU Online 
Guna melahirkan kader profesional yang cakap berbicara di depan umum dan mampu melakukan komunikasi organisasi dengan baik, Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Rayon Dakwah dan Komunikasi Komisariat UIN Sunan Ampel (UINSA) Surabaya menggelar pelatihan fasilitator bertema 'Menjadikan Organisator yang Bijaksana dan Komunikatif'.<>

Ketua PMII Rayon Dakwah dan Komunikasi, Hoiron Kasir mengatakan, kapasitas dan kompetensi kader secara berkala harus ditingkatkan. Hal tersebut dinilai penting mengingat persaingan global kini semakin ketat. Aspek profesionalitas merupakan hal wajib yang mutlak dimiliki seorang aktivis sebab didalamnya terdapat nilai kerja keras, loyalitas dan komitmen memajukan organisasi.

“Tidak hanya menjadi kader biasa, tapi pengurus rayon serius untuk membekali berbagai macam skill, salah satunya dengan menggelar pelatihan fasilitator. Juga dalam rangka menjawab kebutuhan ketika nantinya sahabat-sahabat berbaur dengan masyarakat,” ungkapnya saat diwawancarai di lokasi Pelatihan Jalan Tambak Mayor Baru Surabaya, Ahad (7/6).

Nilai-nilai kejujuran, kebenaran, dan keadilan, menurutnya harus benar-benar menjadi prinsip dasar bagi seorang yang profesional. Maka seorang profesional tak cukup hanya cerdas dan pintar secara intelektual, tapi juga sisi mental dan emosional.

Pada pelatihan kali ini, Hoiron mengungkapkan materi yang diberikan pada peserta diantaranya yakni public speaking, presentation skill, manajemen organisasi, manajemen kepanitiaan dan problem solving. Kegiatan yang dilakukan selama dua hari, Sabtu-Ahad (6-7/6) diikuti oleh sebanyak 30 peserta.

Ketua Panitia Pelatihan Fasilitator, Amalia Alvi mengatakan, panitia menggunakan tiga metode pendekatan dalam menyampaikan materi yakni ceramah, brain storming dan diskusi. Diharapkan dengan berbagai pendekatan tersebut, peserta lebih mudah mencerna penyampaian materi dari narasumber.

“Biasanya jika mendengarkan materi yang cukup banyak peserta mudah bosan. Agar tidak monoton kita pakai brain storming dan diskusi, bahkan pada akhir materi ada sesi praktik. Seperti materi public speaking, peserta satu persatu praktik menjadi MC, pidato dan lainnya,” terangnya. (Luqman Hakim/Fathoni)

Selasa 9 Juni 2015 21:3 WIB
LTMNU Sumedang Ngaji Etika Imam dan Khotib
LTMNU Sumedang Ngaji Etika Imam dan Khotib

Sumedang, NU Online
Pengurus Cabang Lembaga Ta’mir Mesjid Nahdlatul Ulama (LTMNU) kabupaten Sumedang akhir pekan kemarin mengadakan pelatihan peningkatan kapasitas yang melibatkan imam-khotib dan pengurus masjid sekecamatan Buahdua. Di desa Cilangkap, Ahad (7/6), peserta diajak untuk membaca kembali peran mereka di tengah perkembangan zaman yang begitu cepat.
<>
Peserta yang berjumlah 35 orang ini mengupas etika imam dan khotib. Pada kesempatan ini, mereka juga mengaji materi Fiqh Jum’at, materi Al-Qur’an, serta teknik penyusunan kepengurusan masjid.

"Pelatihan ini sangat bermanfaat dan penting, sebagai upaya untuk meningkatkan kemampuan, wawasan, dan kualitas seorang yang dipercaya sebagai salah satu komponen penegak amar ma’ruf  nahi mungkar. Terlebih dalam menghadapi tuntutan zaman dengan problem masyarakat yang semakin kompleks, maka dibutuhkan kemampuan yang cukup bagi seorang imam dan khatib,” kata Ketua LTMNU Sumedang ustadz Eman Sulaeman.

Ustadz Eman menyebut beberapa peran dan fungsi yang harus diwujudkan seorang imam dan khatib di tengah masyarakat. Mereka, kata Eman, harus mampu menjadi pemersatu umat, menjadi benteng aqidah, menjadi contoh teladan, menjadi rujukan dalam masalah keislaman, dan membangun soliditas umat.

"Khusus mengenai perannya sebagai rujukan dalam masalah keislaman, hendaknya imam dan khatib untuk selalu menambah wawasan ilmu pengetahuan tentang keislaman. Karena, bagaimanapun seorang imam dan khatib pasti akan menjadi tempat bertanya masyarakat soal keislaman,” Ketua LTMNU menambahkan.

Ketua PCNU Sumedang KH Sa’dulloh yang hadir sebagai pemateri berharap kegiatan bertema “Meningkatkan Peran NU dalam Upaya Membentuk Imam-Khotib dan DKM yang Berkualitas dan Profesional” ini dapat menjadi dorongan untuk meningkatkan kemampuan imam-khotib masjid.

“Saya berharap pelatihan ini dapat menjadi suatu motivasi untuk meningkatkan kemampuan para imam masjid,” kata Kiai Sa’dulloh. (Ayi Abdul Kohar/Alhafiz K)

Selasa 9 Juni 2015 20:1 WIB
Fatayat NU Bojonegoro Dorong Perempuan Berdaya dan Tangguh
Fatayat NU Bojonegoro Dorong Perempuan Berdaya dan Tangguh

Bojonegoro, NU Online 
PC Fatayat NU Bojonegoro terus berupaya meningkatkan kemampuan kader perempuannya dengan menggelar Workshop ‘Sales Warrior’ bertajuk 'Jadilah Pejuang Ekonomi Keluarga Yang Tangguh' di Hotel Layung Kecamatan Kalitidu Kabupaten Bojonegoro, Sabtu (6/6) lalu agar kader Fatayat NU menjadi tangguh.<>

Kegiatan itu diikuti seluruh pengurus PC Fatayat NU Bojonegoro dan perwakilan dari seluruh PAC Fatayat NU Bojonegoro. Serta mengundang pengurus PC NU Bojonegoro, PC GP Anshor NU, PC Muslimat NU dan PC IPNU-IPPNU Bojonegoro.

Ketua panitia, Hj Muntafi'ah mengucapkan terima kasih kepada peserta yang ikut dan bantuan dari pihak lain. Pasalnya kegiatan ini untuk mencerdaskan bangsa, dengan mendidik kader-kader perempuan di Kabupaten Bojonegoro.

"Workshop ini dimaksudkan mengasah lebih jauh lagi kemampuan kader Fatayat NU Bojonegoro, sebagai pejuang ekonomi keluarga yang tangguh," ungkapnya.

Sementara itu, Ketua PC Fatayat NU Bojonegoro, Hj Ifa Khoriya Ningrum mengungkapkan, kegiatan ini dalam upaya mencapai visi Fatayat NU Bojonegoro yang telah disusun dalam program kerja. Bahwa akan dilakukan kegiatan-kegiatan pelatihan dan seminar sebagai langkah riil.

"Dimana  Workshop ini merupakan step ketiga dan tentunya akan ada pelatihan atau seminar lagi setelah ini. Sehingga seluruh kader Fatayat NU Bojonegoro dapat menjadi wanita yang berdaya dan tangguh," jelasnya.

Sedangkan perwakilan PCNU Bojonegoro, Zainuddin Azhari menuturkan, sangat mengapresiasi dan salut terhadap PC Fatayat NU Bojonegoro yang semakin hari semakin eksis dengan kegiatan-kegiatan yang bagus.

Tema workshop yang diangkat sesuai dengan salah satu dari tiga pilar berdirinya NU yaitu pilar Nahdlatut Tujar, dan yang paling penting ilmu yang diperoleh dalam workshop harus disebarluaskan pada kader Fatayat NU secara menyuluruh. "Sehingga menjadi ilmu yang bermanfaat dan barokah," ujar Zainuddin. (M Yazid/Fathoni)

IMG
IMG
IMG
1 / 6
2 / 6
3 / 6
4 / 6
5 / 6
6 / 6

Seminar Internasional Bersama Ulama Lebanon
Rapat Pleno PBNU 2018
Imam Besar Masjidil Haram Kunjungi PBNU
Kunjungan Grand Syekh Al-Azhar ke PBNU
Peresmian Perluasan Gedung II PBNU
Peresmian Bank Wakaf Mikro di Banten Oleh Presiden RI
IMG
IMG