IMG-LOGO
Pesantren

Santri Nurul Yaqin Isi Ramadhan dengan Tafsir dan Tarikh


Rabu 1 Juli 2015 10:01 WIB
Bagikan:
Santri  Nurul Yaqin Isi Ramadhan dengan Tafsir dan Tarikh

Padangpariaman, NU Online
Santri  Pondok Pesantren Nurul Yaqin, Pakandangan, Kecamatan Enam Lingkung, Kabupaten Padangpariaman, Sumatera Barat mengisi momen bulan suci Ramadhan dengan tadarus tafsir dan pendalaman tarikh (sejarah). Hal ini untuk semakin memantapkan penguasaan santri terhadap dua materi tersebut.
<>
Kepala Sekretariat Pondok Pesantren Nurul Yaqin Ringan-Ringan M. Asyraful Anam Tuanku Bagindo, kepada NU Online, mengatakan, tadarus tafsir berlangsung pukul 20.00 hingga 23.30 malam. Usai berbuka dan shalat Magrib, santri istirahat sejenak.

"Tadarus tafsir pengulangan semua tafsir Jalalain. Masing-masing santri diberikan kesempatan untuk pendalamannya. Selesai tadarus tafsir, dilanjutkan shalat tarawih berjamaah 23 rakaat. Shalat tarawih ini biasanya selesai pukul 01.00 WIB dinihari," kata mantan Ketua PC Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) Kabupaten Padangpariaman ini, Selasa (30/6).

Sedangkan pendalaman tarikh berlangsung pukul 13.30 hingga 16.30 sore. Jika biasanya belajar tarikh sekali seminggu, selama Ramadhan belajarnya tiap hari. Sedangkan  tarikh yang dipelajari adalah kitab Nurul Yaqin. Belajar tarikh merupakan keunggulan dari Pesantren Nurul Yaqin sendiri, kata Anam.

Dikatakan, tadarus tafsir dan tarikh ini berlangsung selama 20 hari di bulan Ramadhan. Dimulai di hari pertama Ramadhan hingga pada ke-20 Ramadhan. "Sedangkan kegiatan pagi hingga Zuhur, masing-masing santri diberikan kebebasan untuk khatam Al-Qur'an. Hingga tadi siang, sudah ada yang sampai khatam 3 kali," tutur Anam.

Terkait dengan penerimaan santri baru, tahun 2015 ini menerima 200 santri. Jumlah ini sesuai dengan kapasitas pesantren. Gelombang pertama saja sudah diterima 120 santri baru. Sisanya, gelombang kedua yang dibuka 26 Juli usai lebaran.

"Berdasarkan pengalaman tahun lalu, pendaftaran melebihi 200 orang. Sehingga terpaksa banyak yang ditolak. Kalau diterima tidak tertampung oleh sarana dan prasarana yang ada," tambah Anam. (Armaidi Tanjung/Mahbib)

Bagikan:
IMG
IMG