IMG-LOGO
Daerah

LAZISNU Yogyakarta Beri Santunan Yatim dan Lansia

Senin 13 Juli 2015 17:50 WIB
Bagikan:
LAZISNU Yogyakarta Beri Santunan Yatim dan Lansia

Yogyakarta, NU Online
LAZIS NU Wilayah Yogyakarta bekerjasama dengan PCNU dan MWCNU Kotagede melaksanakan santunan kepada anak yatim dan lansia serta masyarakat setempat yang membutuhkan bantuan di dua tempat sekaligus pada Ahad pagi (12/07). <>

Acara dilaksanakan pada pukul 8 pagi di pesantren Nurul Ummah Kotagede dengan memberikan paket sembako dan sejumlah uang dan dilanjutkan santunan berikutnya di pondok pesantren Ulul Albab Balerejo. Hadir pada rangkaian acara ini Imam Priyono, selaku wakil walikota Yogyakarta sekaligus pembina Ansor Wilayah Provinsi DIY. Hadir pula Ketua PCNU kota Yogyakarta H A Yubaidi yang memimpin acara dengan diawali dzikir dan sholawat bersama.

Yubaidi juga menyampaikan harapannya agar LAZIS NU kota Yogyakarta dapat menjadi lembaga yang memiliki integritas tinggi dalam pergerakannya di bidang zakat, infak, dan sedekah.
 
KH Munir Syafa’at selaku rais syuriyah PCNU kota Yogyakarta juga menuturkan bahwa LAZIS NU Kota Yogyakarta sangat dibutuhkan masyarakat untuk menyalurkan zakatnya maupun infak atau sedekah untuk disalurkan kepada pihak-pihak yang membutuhkan. (Failashuf/Mukafi Niam)

Bagikan:
Senin 13 Juli 2015 22:2 WIB
Siswa MTs N Model Brebes Latihan Urus Jenazah
Siswa MTs N Model Brebes Latihan Urus Jenazah

Brebes, NU Online
Minimnya pengetahuan tentang mengurus jenazah, menarik perhatian bagi MTs Negeri Model Brebes. Untuk itu, pihak sekolah mengadakan pelatihan bagaimana mengurus jenazah sehingga kewajiban fardlu kifayah bisa terpenuhi. Para siswa dilatih perihal cara memandikan, mengafani, menshalati, hingga menguburkan jenazah.
<>
“Merawat jenazah, tidak hanya urusan pak lebe atau modin saja, tetapi seluruh umat Islam berkewajiban memiliki pengetahuan guna menggugurkan kewajiban kifayah,” kata Kepala MTs N Model Brebes H Muh Muntoyo di sela pelatihan di sekolah setempat, Sabtu (11/7).

Kata Muntoyo, para siswa dibekali ilmu mengurus jenazah agar tidak gagap ketika dimintai pertolongan warga untuk mengurus jenazah.

“Melalui pelatihan ini, setidaknya berupaya menciptakan kader yang benar-benar andal dan terampil dalam mengurus jenazah. Sederhananya, para siswa bisa mengurus jenazah keluarganya sendiri tanpa tergantung kepada orang lain,” ujarnya.

Menurut Muntoyo, pelatihan rukun kifayah ini bertujuan untuk berbagi ilmu secara mendalam terkait tata cara merawat jenazah yang benar menurut syari’ah Islam.

“Dengan pelatihan ini para siswa bisa mengamalkan bagaimana cara merawat jenazah yang benar sesuai dengan tuntunan syariat Islam,” tandasnya.

Pelatihan diikuti 1.409 siswa secara berkelompok dalam waktu tiga hari. Pelatihan ini merupakan rangkaian pesantren Ramadhan 1436 Hijriyah. Pesantren Ramadhan yang diikuti kelas 8 dan 9 berlangsung sejak pukul 08.00 sampai selesai.

Mereka mendapatkan materi pesantren berupa tadarus Al-Quran dengan tajwidnya, praktik wudhu, praktik bacaan dan gerakan dalam shalat fardhu dan sunah, praktik mengafani dan shalat jenazah, tahlil dan doa-doa dalam kehidupan sehari-hari.

Siska, salah seorang siswa mengaku senang mendapatkan pelatihan mengurus jenazah. Pada awalnya merasa takut, tetapi kemudian berani karena dilakukan bersama-sama dan media yang digunakan bukan orang mati sungguhan tetapi boneka manekin.

“Senang, meski kadang diliputi rasa takut dan saling berseloroh yang mengingatkan kematian,” ungkapnya. (Wasdiun/Alhafiz K)

Senin 13 Juli 2015 19:1 WIB
Gandeng Remaja Masjid, Ranting NU Kadu Gelar Pengajian Aswaja
Gandeng Remaja Masjid, Ranting NU Kadu Gelar Pengajian Aswaja

Tangerang, NU Online 
Pengurus Ranting Nahdlatul Ulama Desa Kadu Kec. Curug Kab. Tangerang bersama Ikatan Remaja Masjid se-Desa Kadu menggelar pengajian Aswaja Nahdlatul Ulama sekaligus buka bersama di Masjid Komplek Pondok Pesantren Baitussaadah.
<>
Junaedi, ketua panitia sekaligus ketua Ikatan Remaja Masjid Baitussaadah (Irmabas) menjelaskan kegiatan ini dilaksanakan untuk menyatukan remaja masjid dalam satu visi dan misi, yaitu menjaga masjid Nahdlatul Ulama. Ia menambahkan, hal ini dilakukan agar masjid-masjid tidak diambil alih oleh orang-orang Wahabi.

Arifin, koordinator remaja Masjid Desa Kadu menambahkan, kegiatan ini menjadi ajang ukhuwah nahdliyah kader NU di Tangerang, remaja masjid harus bersatu menyelamatkan masjid-masjid yang menjadi basis NU.

Harits Syahrastani, ketua Ranting NU desa Kadu menjelaskan kegiatan ini bertema "Remaja Sebagai Benteng Termuda Aswaja NU". 

“Dengan kita tahu (anak muda) tentang sejarah NU dan sejarah aswaja akan memperkuat posisi NU, maka tidak ada jalan organisasi transnasional mengambil masjid masjid NU.” 

Ia menambahkan,  pasca Lebaran diagendakan deklarasi generasi muda NU untuk mengawal Pancasila dan UUD 1945.

H. Muhamad Qustulani, pembantu bidang akademik STISNU Nusantara yang menjadi narasumber kegiatan tersebut menjelaskan, sejatinya generasi muda harus konsisten menjadi kader muda yang aktif membentengi ajaran Aswaja NU.

“Dengan kita tahu sejarah NU dan Ahlussunnah wal Jamaah, bahwa kita yakin ajaran yang diajarkan oleh guru, kiai dan ulama NU adalah kebenaran yang dapat menghantarkan kita kesuksesan duniawi-ukhrowi,” katanya. (Quslutani Muhamad/Mukafi Niam)

Senin 13 Juli 2015 17:5 WIB
Gema Ramadhan, PMII Tangerang Gelar Pengajian dan Santunan Yatim
Gema Ramadhan, PMII Tangerang Gelar Pengajian dan Santunan Yatim

Tangerang, NU Online
Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Komisariat Perguruan Tinggi Nahdlatul Ulama Tangerang mengadakan pengajian umum dan santunan anak-anak Yatim di Jl Raya Puspitek Setu Kec. Ciputat Tangerang Selatan sebagai wujud untuk menaungi dan mencintai anak-anak yatim para pengurus PMII komisariat PTNU Tangerang, Ahad (12/07). <>

Pengajian tersebut mengangkat tema “Berbagi dengan Hati Semangat untuk Memberi”. Acara tersebut di mulai dari pukul 15:00 WIB dan diikuti oleh masyarakat Ciputat serta perwakilan anak-anak yatim dari Tangerang Raya. 

Ketua Umum PMII PTNU Tangerang Idrus Steven Maulana menuturkan bahwa masyarakat tidak salah masuk ke dalam organisasi NU dan mengajak masyarakat khususnya di Kecamatan Ciputat untuk menjaga NU. 

“Kita semua masuk ke dalam organisasi yang tepat karena NU pun didirikan oleh ulama khos yang menjadi panutan umat,” tuturnya. 

“Kegiatan pengajian ini bertujuan ingin mendekatkan PMII kepada masyarakat, terutama semangat PMII dan pemuda NU di desa dan kecamatan untuk membangun dan menjaga Islam Nusantara dari basis (Kecamatan),” kata Idrus.

Ia juga menuturkan, dengan adanya pengajian ini dapat memberikan nilai positif terhadap kegiatan pemuda NU di desa dan kecamatan. “Semoga kegiatan ini menjadi kegiatan positif yang terus di lestarikan,” ungkapnya. 
Pengajian yang diisi oleh Kiai Badri Albantani ini berlangsung lebih kurang 3 jam dan diikuti oleh Pengurus PMII cabang Ciputat,35 anak yatim dan lebih dari 100 warga yang berlangsung secara khikmat. Red: Mukafi Niam

IMG
IMG
IMG
1 / 6
2 / 6
3 / 6
4 / 6
5 / 6
6 / 6

Habib Umar bin Hafidz Berkunjung ke PBNU
Seminar Internasional Bersama Ulama Lebanon
Rapat Pleno PBNU 2018
Imam Besar Masjidil Haram Kunjungi PBNU
Kunjungan Grand Syekh Al-Azhar ke PBNU
Peresmian Perluasan Gedung II PBNU
IMG
IMG
IMG