Pesantren Darul Falah Besongo Luncurkan Program Santri Unggulan

Pesantren Darul Falah Besongo Luncurkan Program Santri Unggulan

Semarang, NU Online
Menginjak perjalanan usia yang ketujuh, Pondok Pesantren Darul Falah Besongo yang terletak di tengah-tengah perumahan Bank Niaga Ngaliyan Kota Semarang, Jawa Tengah, meluncurkan program santri unggulan.
<>
Program yang diumumkan secara resmi Jumat (24/7) ini digagas untuk mencetak generasi santri yang mumpuni dalam bidangnya. Santri yang masuk program santri unggulan ini akan mengikuti seleksi dan pendidikan intensif dengan paradigma pesantren salaf berbasis riset.

Kiai Imam Taufiq, pengasuh pesantren untuk mahasiswa yang berdiri 2008 tersebut, mengatakan, program baru ini tidak sekadar formalitas. Tapi benar-benar dari berangkat dari keinginan untuk menjadikan pendidikan pesantren mengakar dan menjadi sumber keilmuan yang khas.

“Program santri unggulan tidak meninggalkan karateristik kurikulum pesantren salaf, kita juga menggunakan metode bahsul masail, dengan penerapan perkuliahan serta penulisan secara ilmiah,” tutur Gus Fiq, nama sapaan,  Jumat.

Program yang direncakanan  melalui diskusi panjang ini memiliki durasi waktu satu tahun pembelajaran. Ada tiga kerangka pembelajaran, pertama, penguatan dasar santri berupa kajian kitab kuning terkait ulumul qur'an, ulumul hadits, fiqh, ushul fiqh, dan penulisan ilmiah populer. Kedua, pematangan dan perluasan kemampuan santri pada topik-topik terapan. Dan ketiga, program terapan berupan santri menulis tugas akhir.

Taufiq optimis program santri unggulan akan menguatkan basis pesantren di tengah-tengah arus globalisasi pendidikan di perguruan tinggi. Dengan gagasan yang relatif sederhana, ia juga mulai melibatkan beberapa pihak untuk mengembangkan kajian Islam Nusantara dalam perspektif perdamaian.

Kiai yang juga menjabat sebagai ketua Lembaga Penjamin Mutu UIN Walisongo mengaku tidak lelah untuk meningkatkan pendidikan para santrinya. Menurtnya, ini merupakan hasil refleksinya setelah melihat situasi di perguruan tinggi.

“Saya sudah berpikir panjang atas pesantren yang santrinya ialah mahasiswa dan kesibukan saya sebagai pengajar di perguruan tinggi," tuturnya. (Sopo Nyono/Mahbib)

BNI Mobile