IMG-LOGO
Nasional
JELANG MUKTAMAR KE-33 NU

Mubes Muda NU Capai Ribuan Pendaftar, Biaya Hasil Patungan

Selasa 28 Juli 2015 12:5 WIB
Bagikan:
Mubes Muda NU Capai Ribuan Pendaftar, Biaya Hasil Patungan

Jombang, NU Online
Sebanyak 2000 kaum muda NU bakal menghadiri Musyawarah Besar Kaum Muda NU yang digelar di sela-sela pelaksanaan Muktamar ke-33 NU di Jombang, Jawa Timur. Hingga Senin (27/7) kemarin, peserta yang telah mendaftar sudah mencapai 1400 orang.
<>Mubes Muda NU Capai Ribuan Pendaftar, Biaya Hasil Patungan

Sholahul Am Notobuwono, salah satu penanggung jawab kegiatan Mubes NU Muda, mengatakan bahwa banyak kaum muda yang akan hadir di acara Musyawarah Kaum Muda NU 2015 yang digelar selama pada 2-3 Agustus mendatang.

"Sampai malam ini yang mendaftar sudah mencapai 1400 orang. Diperkirakan hingga digelarnya kegiatan, peserta mencapai 2000 kaum muda," ujarnya saat ditemui di sela-sela koordinasi pengamanan di kediamannya, Senin (27/7) malam.

Karena membludaknya peserta, kegiatan yang awalnya bakal digelar di Stikes Annajiah Bahrul Ulum terpaksa dipindah ke Universitas Wahab Hasbullah, sekitar 300 meter dari lokasi awal. "Karena peserta membludak terpaksa kita pindah ke Unwaha. Sekarang sedang memasang terop di sana," tandasnya.

Untuk kegiatan Mubes NU Muda ini, seluruh akomodasi dan konsumsi peserta ditanggung oleh peserta sendiri. Mereka "urunan" untuk pelaksanaan kegiatannya sendiri. "Semua biaya ditanggung peserta sendiri, bantingan atau urunan. Ada yang membawa beras, ada yang membawa minyak goreng dan juga air mineral," ujarnya.

Budaya urunan, lanjut Sholahul, sengaja digalakkan kembali agar kaum muda ikut merasakan perjuangannya di NU. Karena para ulama terdahulu menggerakkan NU dengan biaya sendiri. "Para ulama tidak mencari hidup di NU tetapi mereka menghidupi NU. Dan ini memang kesepakatan temen-temen sendiri," imbuh mantan Ketua PC GP Ansor ini.

Dalam Mubes Kaum Muda NU ini salah satunya akan ditemukan tiga generasi NU untuk menyongsong 1 abad NU ke depan. Karenanya kegiatan ini akan juga diisi oleh ulama-ulama sepuh. "Insyaallah KH Maimun Zubair juga akan mengisi kegiatan ini, " ungkap Sholahul.

Seperti diketahui Mubes NU Muda ini akan membincangkan Urgensi Jejaring Kaum Muda NU Menghadapi Problem Keagamaan dan Keamasyarakatan dalam Konteks Lokal, Nasional, dan Global. Narasumber yang bakal hadir antara lain  Lukman Hakim Saifudin (Menteri Agama RI), Alissa Wahid (Koordinator Nasional Jaringan Gusdurian), Saiful Hadi (Direktur Utama LKBN Antara), dan Dr. Imam Nashiruddin (Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia).

Untuk hari kedua, yakni  tentang Peran Keagamaan NU: Islam Aswaja dan Persaingan Ideologi Dunia, dengan rincian acara Focus group discussion (FGD) A1 “Kontekstualisasi Islam Aswaja, sebagai Manhajul Fikr Menghadapi Persoalan Bangsa/Global” (Feat: JNY, Aswaja Center, PPM Aswaja, dkk); FGD A2: Revitalisasi “Pendidikan Pesantren sebagai Lembaga Pendidikan dan Institusi Sosial” (Feat: GN Ayo Mondok, FKGMP, RMI, PK Pontren Kemenag, dkk), FGD A3 “Strategi Budaya dan Dakwah NU di Era Media Baru” (Feat: Syafiq Pontoh, Ainun Chomsun, Savic Ali, dan Ainun Najib). (Muslim Abdurrahman/Mahbib)

Bagikan:
Selasa 28 Juli 2015 20:54 WIB
Ekspedisi Cheng Ho dan Islam Nusantara di Halalbihalal PBNU
Ekspedisi Cheng Ho dan Islam Nusantara di Halalbihalal PBNU

Jakarta, NU Online
Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menggelar halalbihalal yang disambung dengan seminar Ekspedisi Cheng Ho dan Islam Nusantara, Selasa (28/7) di lantai 8 Gedung PBNU Kramat Raya Jakarta. Untuk mempertajam wawasan tentang Cheng Ho, turut dihadirkan Guru Besar Universitas Nanking, Jiangsu, Tiongkok, Profesor Chi Min Tan dan Pakar Islam Nusantara, Agus Sunyoto.<>

Halalbihalal ini dihadiri juga oleh seluruh jajaran PBNU serta jajaran Kedutaan Besar Republik Rakyat Tiongkok (RRT) untuk Indonesia yang diwakili oleh Atase Kebudayaan yang mempunyai nama Muslim, Muhammad Ali.

Ketum PBNU, KH Said Aqil Siroj dalam sambutannya menegaskan, bahwa Cheng Ho mempunyai peran strategis dalam dunia maritim di Nusantara. Selain itu turut menyebarluaskan Islam, Cheng Ho yang datang sebanyak 7 kali ke Nusantara berhasil menciptakan semacam tol laut dan membangun beberapa pelabuhan, misal di Semarang.

“Kemudian Cheng Ho juga singgah di Cirebon dengan membawa tentara muslim serta tentara Tionghoa sekaligus. Tumbuhlah bangsa Tionghoa di daerah ini, sehingga Sunan Gunung Jati pun menyunting seorang puteri keturunan bangsa Tionghoa bernama Ontin,” paparnya di hadapan para hadirin yang memadati aula lantai 8.

Pengaruh Tionghoa, terang Kang Siad, juga sampai hingga ke selatan Cirebon, yakni di daerah Kuningan. “Nama daerah ini diambil karena penduduknya memang kulitnya putih kekuning-kuningan seperti halnya orang-orang Tiongkok,” jelas Kiai asal Cirebon ini.

Sementara itu, Atase Kebudayaan Tiongkok yang mempunyai nama muslim Muhammad Ali menuturkan, bahwa NU bukan hanya organisasi besar, tapi juga memapunyai peran besar pula untuk negara Indonesia bahkan dunia. 

“Sejarah serta budaya Tiongkok dan Indonesia saling terkait lewat Laksamana Cheng Ho ini. Sebab itu, kita mempunyai kerja sama maritim dengan sinergi yang baik,” ungkapnya dalam bahasa Mandarin yang diterjemahkan.

Dalam acara yang disambung dengan peluncuran pesawat Lion Air berlogo Muktamar NU ini, turut hadir Guru Besar Psikologi Islam, Achmad Mubarok, Ketua PP GP Ansor, Nusron Wahid, Menristek Dikti, M Nasir, Ketum PKB, Muhaimin Iskandar, dan Bos Lion Group, Rusdi Kirana. (Fathoni)

Selasa 28 Juli 2015 19:1 WIB
LTMNU-LKNU Launching Program “Klinik Masjid”
LTMNU-LKNU Launching Program “Klinik Masjid”

Jakarta, NU Online
Meskipun usia kepengurusan periode 2010-2015 tinggal menghitung hari karena sudah menjelang muktamar, Lembaga Takmir Masjid Nahdlatul Ulama (LTMNU) dan Lembaga Kesehatan NU (LKNU) tetap aktif menjalin kerjasama. Kali ini bekerjasama dengan Indonesia Health Protection (IHP) meluncurkan program “Klinik Masjid” dan program Gismas bekerjasama dengan CIMB Niaga Syariah di gedung PBNU, Selasa (28/7).
<>
Ketua LTMNU KH Abul Manan Ghanie menjelaskan, program ini merupakan upaya NU untuk memakmurkan masjid. Dengan adanya klinik kesehatan, diharapkan masjid bukan hanya menjadi tempat shalat saja, tetapi mengembangkan aktifitas lain yang bermanfaat bagi masyarakat.

Ade Budi Setiawan, pimpinan IHP menambahkan, program ini akan disebar di 50 masjid dengan fokus awal di daerah Jawa Barat. Nantinya, layanan kesehatan yang diberikan bersifat mandiri. Klinik tersebut tidak mengenakan biaya pengobatan, tetapi disisi lain juga menerima infak jika ada pasien yang ingin membantu pendanaan. 

 Direktur Utama CIMB Niaga Syariah Firman Tamyiz dalam kesempatan tersebut menyatakan kesiapannya untuk membantu penyimpanan dana milik masjid NU di kantor CIMB yang sekarang di seluruh Indonesia sudah berada di 963 lokasi. Dalam kesempatan tersebut, ia menyumbangkan dana sebesar 100 juta untuk pemberdayaan masjid. 

Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj menjelaskan bahwa perjuangan NU masih panjang karena masih banyak sekali kelompok masyarakat NU yang perlu diberdayakan. 

“Islam menekankan pentingnya kita untuk meninggalkan keturunan yang kuat, kuat hartanya, kuat imannya, kuat ilmuanya, kuat fisiknya, dan lainnya,” tandasnya.

Pemberdayaan ekonomi merupakan satu aspek yang sangat penting untuk diperhatikan. Ia mencontohkan, Nabi Muhammad merupakan anggota suku Quraish, suku pedagang yang menguasai jalur perdagangan di utara dan selatan jazirah Arab. 

“Jadi Nabi Muhammad dilahirkan dari kelompok orang yang kaya, bukan orang pinggiran,” katanya menjelaskan. 

Untuk bisa meraih kesuksesan, tentu saja tidak bisa terjadi dalam satu malam. “Tuhan saja menciptakan alam semesta selama enam hari, ini menunjukkan ada proses dan tahapan-tahapannya, bukan langsung jadi dalam satu malam,” katanya. 

Karena itu, penting sekali untuk bisa berhasil tidak boleh berputus asa. “Kita tidak boleh berputus asa terhadap rahmat Allah, karena kegagalan itu datangnya dari berputus asa,” tandasnya. (Mukafi Niam) 

Selasa 28 Juli 2015 18:0 WIB
JELANG MUKTAMAR KE-33 NU
Pelukis: Terus Terang, NU Selaras dengan Indonesia
Pelukis: Terus Terang, NU Selaras dengan Indonesia

Yogyakarta, NU Online
Pelukis Abas Alibasyah menyatakan bahwa keberadaan NU sangat penting untuk Indonesia, terutama dalam bidang kebudayaan. NU yang seperti itu tidak heran karena watak dasarnya melanjutkan konsep dan apa yang dilakukan Wali Songo. Itu takdir tuhan.
<>
“NU terus terang, selaras dengan indonesia karena menghargai tradisi,” katanya kepada NU Online ketika disambangi ke rumahnya di bilangan Jakarta Selatan beberapa waktu lalu.

Pria kelahiran Purwakarta, Jawa Barat, ini mengkritik seni rupa yang dianggap Islami hari ini yang seolah-olah hanya kaligrafi. Menurut dia, seni Islam Indonesia berbeda dengan Arab.

Penyandang gelar Empu Ageng Seni dari Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta ini menambahkan, biarkan Islam Indonesia yang dianugerahi rahmatan lil alamin berbeda karena sekarang memang waktunya berbeda.

“Seni rupa itu pada dasarnya mencerminkan kekuasaan tuhan. Siapa yang menandingi atau melebihi ciptaan tuhan? Kita meniru dan memperkenalkan ciptaan tuhan,” kata pria yang mengaku masih kerabat istri Mama Ajengan KH Tubagus Bakri Sempur menjelaskan.

Lebih lanjut, kata dia, dengan NU membuat pameran Matja”; Membaca Seni Wali-wali Nusantara yang berlangsung 27-30 Juli Jogjakarta Nasional Museum (JNM) seperti ini, berarti NU membuktikan perhatian pada seni.

Ia berharap kepada pemuda dan pemudia NU supaya aktif dalam seni rupa karena itu anugerah dan bisa menjadi alat dakwah. (Abdullah Alawi)

IMG
IMG
IMG
1 / 6
2 / 6
3 / 6
4 / 6
5 / 6
6 / 6

Habib Umar bin Hafidz Berkunjung ke PBNU
Seminar Internasional Bersama Ulama Lebanon
Rapat Pleno PBNU 2018
Imam Besar Masjidil Haram Kunjungi PBNU
Kunjungan Grand Syekh Al-Azhar ke PBNU
Peresmian Perluasan Gedung II PBNU
IMG
IMG