IMG-LOGO
Nasional

Konsep Islam Nusantara Mampu Cegah Islam Transnasional

Senin 31 Agustus 2015 17:0 WIB
Bagikan:
Konsep Islam Nusantara Mampu Cegah Islam Transnasional

Yogyakarta, NU Online
Mustasyar Pengurus Besar Nahdlatul Ulama, Prof. Mahasin mengatakan warga Nahdlatul Ulama perlu mengimplementasikan konsep Islam Nusantara yang dinilai mampu menjadi benteng masuknya paham transnasional.
<>
"Bukan hanya sekadar slogan, tapi harus menjadi konsep pengamalan nilai Islam dalam kehidupan nyata sehingga mampu membentengi paham keagamaan yang tidak cocok dengan kondisi di Indonesia," kata Mahasin dalam sarasehan tokoh agama dan masyarakat dengan tema "Menuju Islam Nusantara Berkemajuan di Yogyakarta, Ahad.

Konsep penerapan Islam Nusantara seperti yang diangkat sebagai tema utama Muktamar ke-33 Nahdlatul Ulama di Jombang, Jawa Timur itu, ia tegaskan, bukan merupakan aliran baru dalam Islam, melainkan konsep pengamalan nilai-nilai Islam dengan tanpa menafikan budaya-budaya Nusantara.

"Apalagi budaya lokal di Nusantara sejak awal telah memiliki kearifan tersendiri dengan mengutamakan unsur kedamaian, tata krama, dan toleran," kata dia.

Menurut Mahasin, masyarakat khususnya umat Islam di Indonesia saat ini cenderung terbuka dan menyerap berbagai paham keagamaan "transnasional" atau yang berasal dari luar negeri seperti ekstrimisme dan liberalisme.

"Termasuk meniru budaya atau ciri khas berpakaian di mana paham itu berasal. Padahal cara berpakaian belum tentu berhubungan dengan Islam melainkan hanya menggambarkan budaya negara setempat," kata dia.

Sayangnya, setelah meniru dan menyerap paham transnasional itu, ia mengatakan, kebanyakan menganggap bahwa pemahaman keagamaan termasuk budaya yang diserap itu merupakan yang paling benar dan paling asli dibanding pemahaman yang lain.

Selain itu, Mahasin mengatakan, munculnya berbagai pemahaman transnasional juga membuat hubungan antarumat Islam di Nusantara menjadi renggang, sebab dengan paham impor tersebut banyak Umat Islam di Indonesia berubah memiliki cara pandang yang kaku dan cenderung keras dalam menghadapi perbedaan.

"Seperti aksi pemukulan sedemikian rupa terhadap penganut paham Syiah dan Ahmadiyah. Ini siapa yang bertanggung jawab? itu bukan cara yang digunakan oleh ajaran Islam yang asli, karena di dalam Islam orang yang berbeda tidak lantas dipukuli," kata Mahasin. (Antara/Mukafi Niam)

Bagikan:
Senin 31 Agustus 2015 23:32 WIB
Menristek Dikti Minta PMII Pelopori Kemajuan Bangsa
Menristek Dikti Minta PMII Pelopori Kemajuan Bangsa

Jakarta, NU Online
Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Muhammad Nasir menghadiri Halal Bi Halal dan pelantikan Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Ciputat periode 2015-2016 di Tangerang Selatan, Banten.
<>
Pada pelantikan Ahad (30/8) tersebut M. Nasir mengatakan, betapa pentingnya pendidikan serta gelar akademis ketika memasuki dunia birokrasi. Karenanya ia mengimbau agar mahasiswa menjunjung tinggi gelar akademis dengan cara tidak membeli ijazah palsu.

Pasalnya, menurut dia, akhir-akhir ini banyak oknum yang menginginkan gelar akademis sebagai persyaratan tertentu melalui jalan pintas. “PMII harus menjadi pelopor bagi kemjuan Bangsa,” katanya sebelum meninggalkan podium.

Acara tersebut juga dihadiri Walikota Tangerang Selatan Airin Rachmi Diany yang datang lebih awal. Dalam sambutannya, ia berharap kepada PMII Cabang Ciputat untuk turut aktif memberikan kritik dan saran demi membangun kota Tangerang Selatan.

“Ini merupakan awal yang baik untuk bekerja dalam periode ke depan,” ungkapnya.

Salah seorang pengurus PMII Cabang Ciputat, Ismadani, mengatakan bahwa sambutan Menristek Dikti sangat cocok dengan tema  ”Membangun Bangsa Melalui Perguruan Tinggi bersama PMII”.

PMII Ciputat, kata dia, sangat mengapresiasi kedatangan dua orang itu. “Apa yang diharapkan oleh mereka sesuai dengan langkah kami ke depan dapat kami laksanakan.” (Uul/Abdullah Alawi)

Senin 31 Agustus 2015 22:2 WIB
Krisis Air, Alissa Wahid Kirim Bantuan di Temanggung
Krisis Air, Alissa Wahid Kirim Bantuan di Temanggung

Temanggung, NU Online
Koordinator Nasional Jaringan GUSDURian Alissa Qautrunnada Wahid mengirimkan bantuan air bersih dan penampung air di desa Tlogopucang kecamatan Kandangan kabupaten Temanggung. Putri sulung Gus Dur ini bersama komunitas lintas agama secara simbolis menyerahkan bantuan yang diterima oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat.
<>
Dalam kegiatan ini, telah disumbang air bersih yang bekerjasama dengan BPBD Temanggung, puluhan water torrent. Kegiatan ini digerakkan oleh GUSDURian Temanggung, Gereja Kristen Indonesia (GKI), Gereja Katholik St Petrus dan Paulus, TITD Cahaya Sakti, GPdI, Paduan Suara GKI Kelapa Cengkir Jakarta, Ehipassiko Family Club, KSP Mitra Abadi Jaya dan elemen lainnya.

Alissa didampingi oleh Romo Petrus Santoso, Pendeta Darmanto Lemuel, Pendeta Hoo Hwa Hooi, Pendeta Simon, serta sejumlah tokoh agama lainnya.

"Bantuan ini dikumpulkan dari para dermawan lintas agama. Para tokoh agama yang ada memberikan kontribusinya dengan menyumbangkan harta, tenaga, dan waktunya untuk membantu masyarakat yang mengalami bencana kekeringan, dalam hal ini di Tlogopucang," kata Alissa.

Menurut Alissa, kekeringan tidak hanya menjadi keprihatinan, namun butuh tindakan nyata menyelamatkan masyarakat dari krisis air. Bantuan yang disalurkan melalui Jaringan GUSDURian ini pada dasarnya hanya bersifat sementara karena tidak mengatasi akar persoalan. Namun kebutuhan yang mendesak, sifat sementara itu diprioritaskan.

"Yang permanen misalnya membuat sumur bor atau saluran air yang mencukupi kebutuhan seluruh warga," paparnya.

Kepala BPBD Temanggung Agus Sudaryono menjelaskan, jika semula kekeringan di wilayah lereng Sindoro dan Sumbing ini hanya tujuh kecamatan, pada akhir Agustus jumlah tersebut meningkat menjadi 11 kecamatan. Angka tersebut diprediksikan akan terus meningkat apabila kekeringan masih berlangsung.

"Ada 56 dusun sekarang yang mengalami kekeringan," tutur Agus.

Agus menambahkan, total anggaran penanganan kekeringan di kabupaten Temanggung sebanyak Rp 80 juta. Jumlah ini telah dikurangi dengan distribusi yang dilakukan selama ini. Anggaran yang menipis telah dibantu oleh pihak ketiga baik perusahaan maupun organisasi.

"Termasuk dalam hal ini GUSDURian Temanggung," tandas Agus. (Abaz Zahrotin/Alhafiz K)

Senin 31 Agustus 2015 21:1 WIB
Ilmuwan NU Juara I di Konferensi Energi Terbarukan 2015
Ilmuwan NU Juara I di Konferensi Energi Terbarukan 2015

Yogyakarta, NU Online
Ilmuwan muda NU atas nama Dr. Eng. Mochamad Syamsiro meraih juara pertama pada konferensi energi terbarukan “The 4th Indonesia EBTKE Conex 2015”. Kegiatan tersebut rutin diselenggarakan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) tiap tahun.
<>
Pada acara yang berlangsung di Jakarta Convention Center 19-21 Agustus tersebut, Mochamad Syamsiro mempresentasikan hasil penelitiannya berjudul An Experimental Investigation on Performance dan Emission of Blends of Diesel Fuel with Waste Plastic Oil in a DI Diesel Engine”.

“Penelitian saya tersebut tentang minyak dari sampah plastik ke dalam mesin diesel,” ujar pria jebolan Tokyo Institute of Technology tersebut ketika dihubungi NU Online, Senin siang (31/8).

Penelitian itu adalah konversi sampah plastik menjadi Bahan Bakar Minyak (BBM) menggunakan teknologi pirolisis dengan memanfaatkan zeolit alam sebagai katalis untuk memperbaiki kualitas produk minyaknya.

Menurut Mochamad Syamsiro, di Indonesia belum banyak yang memanfaatkan sampah plastik untuk dijadikan BBM untuk mesin diesel.

“Harapan saya, hal ini bisa menjadi alternatif bahan bakar pengganti solar sekaligus solusi untuk persoalan sampah plastik yang sulit terurai dalam tanah,” tambah mantan Ketua PCINU Jepang ini.

Untuk bisa mempresentasikan hasil penelitiannya di ajang bergengsi tersebut, dosen di Jurusan Teknik Mesin Universitas Janabadra (JTM-UJB) harus menyingkirkan puluhan peneliti dari berbagai kalangan baik para akademisi, praktisi, pemerintah dan industri.

“Total yang terpilih untuk presentasi hasil penelitian dalam acara tersebut ada 10 peneliti. Kalau paper yang masuk sekitar lima puluhan paper,” tambahnya.

Selain mempresentasikan hasil penelitiannya di hadapan para peneliti lain, ia juga  mempresentasikannya lewat poster. Poster hasil penelitiannya berjudul “State of the Art of Global Dimethyl Ether (DME) Development and its Potential Application in Indonesia”. Penelitian tersebut merupakan kolaborasi Jurusan Teknik Mesin UJB dengan Zhejiang University of Technology, Tiongkok dan Tokyo Institute of Technology, Jepang.

Ditanya mengenai perasannya bisa meraih juara dalam ajang tersebut, Mochamad Syamsiro mengaku bangga. “Ya tentunya bangga dan lebih termotivasi lagi untuk terus melakukan penelitian terkait dengan pemanfaatan sampah menjadi energi (Waste to Energy),” tandasnya. (Nur Rokhim/Abdullah Alawi)






    

    
    
    

IMG
IMG
IMG
1 / 6
2 / 6
3 / 6
4 / 6
5 / 6
6 / 6

Habib Umar bin Hafidz Berkunjung ke PBNU
Seminar Internasional Bersama Ulama Lebanon
Rapat Pleno PBNU 2018
Imam Besar Masjidil Haram Kunjungi PBNU
Kunjungan Grand Syekh Al-Azhar ke PBNU
Peresmian Perluasan Gedung II PBNU
IMG
IMG