IMG-LOGO
Daerah

Ma’arif Jatim Gelar Workshop Desain Sekolah dan Madrasah Unggul

Sabtu 12 September 2015 12:2 WIB
Bagikan:
Ma’arif Jatim Gelar Workshop Desain Sekolah dan Madrasah Unggul

Batu, NU Online
Tantangan lembaga pendidikan selalu dinamis. Diperlukan sejumlah kreasi agar bisa ditemukan langkah terbaik dalam memberikan yang terbaik bagi masyarakat. Kesadaran ini juga yang dimiliki PW Lembaga Pendidikan Ma'arif Nahdlatul Ulama Jawa Timur.<>

Dalam rangka meningkatkan kualitas pendidikan di lingkungan NU, Ma'arif NU Jatim menyiapkan desain pendidikan sekolah atau madrasah unggul. Kegiatan berlangsung di Hotel Kartika Wijaya Kota Batu, Jawa Timur Jumat-Ahad (11-13/9) dan dibuka langsung oleh Kepala Dinas Pendidikan Propinsi Jawa Timur, Dr H Saifur Rahman MPd.

Dalam sambutannya, Saifur Rahman meminta agar Ma'arif NU meningkatkan lembaga pendidikan yang dikelola menjadi unggul. "Hal tersebut dapat dilakukan dengan berupaya meningkatkan pendidikan melalui manajemen pendidikan, tenaga pendidik, kepala sekolah, sarana prasarana dan tenaga kependidikan," katanya saat sambutan, Jumat (11/9).

Menurutnnya, hingga kini Jatim merupakan barometer bagi perkembangan dan kemajuan pendidikan di Indonesia. "Tahun 2014 lalu, Jawa Timur menjadi juara Olimpiade Sains Nasional atau OSN 2014 dan sejumlah olimpiade siswa nasional lain," ungkapnya. Dalam praktiknya, lanjutnya, Dinas Pendidikan Jatim akan membantu memberikan fasilitasi bagi LP Ma'arif NU untuk mewujudkan prestasi pendidikan unggul tersebut.

Untuk bisa mengembangkan sekolah menjadi unggul, perlu meningkatkan potensi pendidikan dengan menata berbagai potensi yang ada. "Lembaga pendidikan di Ma'arif NU memiliki potensi luar biasa," akunya. Hal ini dibuktikan di antaranya dengan jumlah siswa yang cukup besar, basic keilmuan keagamaan terutama Islam Ahlisunnah wal Jamaah dan diimbangi dengan potensi lain. "Tinggal bagaimana melanjutkan dengan menggali potensi tersebut menjadi pendidikan unggul," katanya.

Dalam pandangannya, model pendidikan unggul sangat jarang dikembangkan oleh sekolah maupun madrasah. "Hal ini terbukti dari kemampuan para pengelola yang hanya melaksanakan sistim atau mekanisme pendidikan secara umum, tetapi belum banyak yang mendesain pendidikan secara modern dan memiliki daya saing tinggi," ungkapnya.

Ketua PW LP Ma'arif NU Jatim, Prof Dr H Abd Haris, MA menyadari, Jatim sebagai pioner pendidikan nasional, namun masih memiliki kekurangan dalam pemerataan pendidikan. Karenanya, dengan jumlah pendidikan di lingkungan Ma'arif NU sangat banyak dan kualitasnya beragam, maka pemerintah harusnya berterimakasih.

“Melalui workshop desain madrasah dan sekolah unggul ini akan menghasilkan modul dan perangkat untuk memudahkan LP Ma'arif NU dalam menciptakan kualitas pendidikan yang lebih unggul dan merata," pungkas guru besar di UIN Sunan Ampel Surabaya ini. (Ibnu Nawawi/Fathoni)

Bagikan:
Sabtu 12 September 2015 22:4 WIB
Ikut BPUN Tak Akan Pernah Rugi
Ikut BPUN Tak Akan Pernah Rugi

Way Kanan, NU Online 
Pesantren Kilat Bimbingan Belajar Pasca Ujian Nasional (Sanlat BPUN) merupakan program menguntungkan sehingga bagi pelajar SMA sederajat kelas 12 (dua belas) yang tidak ikut akan mendapatkan kerugian, demikian penilaian Lastri Dwi Saputri, warga Kabupaten Way Kanan Provinsi Lampung, saat dihubungi dari Blambangan Umpu, Sabtu (12/9).<>

Lastri merupakan alumni program Yayasan Mata Air di Way Kanan yang pada pertengahan 2015 diselenggarakan GP Ansor setempat di Pondok Pesantren Tahfidzul Quran, km 5 Kelurahan dan Kecamatan Blambangan Umpu.

"Saya mendapatkan paket lengkap di Sanlat BPUN. Pertama, saya mendapatkan ilmu pengetahuan untuk menghadapi Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri atau SBMPTN. Selain itu, saya juga mendapatkan ilmu agama, ilmu bisnis, ilmu sosial hingga menulis," ujar mahasiswi Universitas Bangka Belitung jurusan Biologi itu menjelaskan.

Tujuan utama BPUN mengantarkan siswa-siswa kurang mampu memasuki PTN melalui jalur SBMPTN dengan program studi beragam. Secara garis besar, BPUN berbicara tentang tiga hal: pendidikan, kepemimpinan dan keberagamaan yang ramah.

Lastri menegaskan, Sanlat BPUN merupakan program sangat bermanfaat. "Untuk pribadi saya yang haus akan ilmu namun terbatasi oleh materi, program tersebut sangat luar biasa. Melalui Sanlat BPUN, akhirnya saya diterima di PTN idaman dan jurusan saya cita-citakan. Para pelajar di Indonesia pada umumnya dan di Way Kanan pada khususnya, tidak patut jika meragukan program tersebut," tuturnya.

Sanlat BPUN pertama kali dihelat di Way Kanan pada 2015 dan mengantar lima pelajar setempat memasuki PTN idaman mereka melalui SBMPTN.

"Saya merasakan hal itu sebagai gerakan nyata GP Ansor Way Kanan yang menguntungkan. Terima kasih GP Ansor dan BPUN karena telah mengantar saya tiba di PTN tujuan. Saya berharap GP Ansor Way Kanan yang dinahkodai Gatot Arifianto gelar Ratu Ulangan kembali menggelar Sanlat BPUN di tahun mendatang," ujar alumni SMAN 1 Baradatu Way Kanan itu. Red: Mukafi Niam 

Sabtu 12 September 2015 20:30 WIB
Duet Muazzad-Mardhiyah Resmi Pimpin Pelajar NU An-Nidham
Duet Muazzad-Mardhiyah Resmi Pimpin Pelajar NU An-Nidham

Demak, NU Online
Pimpinan Komisariat Ikatan Pelajar NU dan Ikatan Pelajar Putri NU Madrasah Aliyah An-Nidham Kalisari, Kecamatan Sayung, Demak, Jawa Tengah, telah resmi dilantik Jumat (11/9) di serambi masjid madrasah setempat. Pelajar NU An-Nidham telah sah dan legal dipimpin duet Rekan Muhammad Muazzad sebagai Ketua PK IPNU dan Rekanita Mardhiyah sebagai Ketua PK IPPNU di MA An-Nidham.
<>
Prosesi Pelantikan PK IPNU dipimpin langsung oleh Ketua pimpinan Cabang IPNU Kabupaten Demak Abdul Halim didampingi Wakil Ketua Bidang Olahraga dan Seni Budaya PC IPNU Demak Rekan Zainul Muhtar.

Adapun pelantikan PK IPPNU, ketua PC IPPNU Demak Istiqomah memandatkan kepada Nurul Indana selaku Ketua Pimpinan Anak Cabang IPPNU Kecamatan Sayung bersama Indah Aliyah Fadhilah selaku Bendahara PAC IPPNU Sayung.

Ketua PC IPNU Demak Abdul Halim mengaku bangga karena komisariat-komisariat makin giat dan memunculkan kader-kader baru. Terlebih pihak sekolah atau madrasah serta ranting NU turut mendukung perkembangan kaderisasi ini. Ia berharap hal itu berlanjut dan menular di sekolah/madrasah serta desa-desa lain di kabupaten yang terkenal dengan sebutan Kota Wali ini.

“Semoga PK IPNU-IPPNU MA An-Nidham makin maju serta kokoh, dan kami mohon komunikasi intens dengan PAC IPNU-IPPNU Sayung, karena kami siap untuk senantiasa hadir dan men-support rekan-rekanita,” harap Nurul Indana dalam sambutannya.

Pelantikan tersebut antara lain disaksikan Ahmad Musa selaku Ketua Tanfidziyah Pimpinan Ranting NU Kalisari dan Mukhozin selaku Khatib Syuriyah PR NU Kalisari, serta Markum selaku Kepala Madrasah MA An-Nidham.

“An-Nidham dalam proses pendiriannya digagas oleh tokoh Ranting NU Desa Kalisari, maka sudah seharusnya kami bertanggung jawab agar Ajaran Islam Ahlussunnah wal Jamaah dan panji NU senantiasa menggema di madrasah ini,” ujar Ahmad Musa.

Markum berjanji akan berusaha mengelola secara maksimal MA An-Nidham agar lebih maju sebagaimana visi pendiriannya. “Salah satunya dengan penguatan Tradisi dan keilmuan NU di kalangan peserta didik, dengan harapan anak-anak kami makin mantap dan yakin akan aqidah agam Islamnya dan juga siap mengamalkan Islam Ahlussunnah wal Jamaah di tengah-tengah masyarakat,” imbuhnya. (Red: Mahbib)

Sabtu 12 September 2015 19:2 WIB
LKNU Aceh Sosialisasikan Imunisasi Pentavalen
LKNU Aceh Sosialisasikan Imunisasi Pentavalen

Jakarta, NU Online
Lembaga Kesehatan Nahdlatul Ulama (LKNU) Aceh bekerja sama dengan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia dan The Global Alliance for Vaccines and Immunizations (GAVI) menyelenggarakan advokasi dan sosialisasi imunisasi pentavalen. Pada acara di Sulthan Hotel, Banda Aceh, Sabtu, (12/9) ini, peserta diharapkan turun berkampanye soal imunisasi pentavalen.
<>
Ketua panitia Ismi Amran mengatakan, advokasi dan sosialisasi seperti ini dimaksudkan supaya masyarakat mengerti apa pentingnya imunisasi. Pentavalen terbilang imunisasi baru. Imunisasi pentavalen merupakan kombinasi gabungan dari tiga vaksin, DPT, HB, dan Hib.

"Nantinya para peserta diharapkan agar menyosialisasikan di tempat masing-masing, Sehingga mereka bisa menggerakkan masyarakat agar rela bayi dan anak bawah tiga tahunnya untuk diimunisasi," ungkapnya.

Sementara itu, Sekretaris PWNU Aceh Asnawi M Amin dalam sambutannya mengatakan, PWNU Aceh menganggap imunisasi sangatlah penting karena modal dasar sebagai penguat ketahanan tubuh dari penyakit.

"NU beranggapan ini adalah bagian dari ajaran agama, kami ikut terlibat," kata Asnawi.

Asnawi mengharapkan ke depannya tidak adalagi anak-anak di Aceh mengalami gangguan kesehatan karena tidak mengikuti program imunisasi tersebut.

"Karena program ini sangat penting, maka kami berharap dukungan dari semua pihak," pintanya.

Selanjutnya, Kepala Dinas Kesehatan Aceh dr M Yani saat membuka acara ini menyampaikan bahwa sudah banyak penelitian yang membuktikan bahwa imunisasi memberikan perlindungan yang sangat signifikan terhadap anak.

Kini, anak-anak Indonesia akan lebih terlindungi dari ancaman penyakit-penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi (PD3I), dengan ditambahkannya vaksin Haemophilus influenzae type b (Hib) yang diberikan bersamaan dengan vaksin DPT dan Hepatitis B.

Vaksin pengembangan vaksin tetravalen (DPT-HB) kombinasi buatan Indonesia ini disebut Pentavalen, karena merupakan gabungan dari 5 antigen, yaitu DPT (Difteri, Pertusis dan Tetanus), Hepatitis B, serta HiB. Kini, lima antigen itu diberikan dalam satu suntikan sehingga menjadi lebih efisien, tidak menambah jumlah suntikan pada anak sehingga memberikan kenyamanan bagi bayi yang mendapat imunisasi beserta ibunya.

"Kita berharap seluruh komponen masyarakat paham terkait dengan komunikasi. Kami sangat berterima kasih terhadap NU karena akan membantu pemerintah memberikan pendidikan pengetahuan. Yang paling penting adalah mengajak masyarakat untuk mengimunisasi anak mereka," ujarnya.

Yani menjelaskan, pemerintah sangat butuh bantuan masyarakat termasuk ormas, dan tentunya dari keluarga sendiri, "Kalau seluruh kepala keluarga dibantu oleh ormas yang ada di sekeliling kita, ini mudah-mudahan cakupan imunisasi akan cepat tercapai," tutupnya.

Peserta yang hadir mencapai 70 orang. Mereka terdiri atas perwakilan PWNU Aceh, Fatayat NU, Lakpesdam, PCNU Banda. Aceh, IPNU, IPPNU, PKK Provinsi, dan Dinkes. (Red Alhafiz K)

IMG
IMG
IMG
1 / 6
2 / 6
3 / 6
4 / 6
5 / 6
6 / 6

Habib Umar bin Hafidz Berkunjung ke PBNU
Seminar Internasional Bersama Ulama Lebanon
Rapat Pleno PBNU 2018
Imam Besar Masjidil Haram Kunjungi PBNU
Kunjungan Grand Syekh Al-Azhar ke PBNU
Peresmian Perluasan Gedung II PBNU
IMG
IMG