IMG-LOGO
Daerah

Muslimat NU Glebek Raih Predikat Ranting Terbaik

Selasa 15 September 2015 17:3 WIB
Bagikan:
Muslimat NU Glebek Raih Predikat Ranting Terbaik

Rembang, NU Online
Setelah sukses mengembangkan usaha dan memiliki aset puluhan juta, Muslimat NU Desa Glebek Kecamatan Sulang, Rembang, Jawa Tengah meraih predikat ranting Muslimat NU terbaik di Kecamatan Sulang. Hal itu disampaikan oleh Ketua Muslimat NU Kecamatan Sulang, Halimah, Senin (14/9).<>

Halimah menyebut ranting Glebek merupakan satu dari jumlah 23 ranting yang mandiri mendirikan atau mengembangkan usaha untuk organisasi. Glebek tambah Halimah, sudah maju dalam mengelola usaha. Keberadaan usaha yang didirikan mampu memberikan sejumlah manfaat dikalangan masyarakat.

"Kami memberikan gelar ranting Muslimat NU terbaik dan sekaligus percontohan, karena mampu mendirikan usaha yang dapat dirasakan oleh masyarakat. Di Sulang untuk sementara ini baru satu, semoga terus bertambah,” tutur Halimah.

Halimah juga menerangkan, jika jumlah uang kas yang dimiliki organisasi sudah mencapai lima belas juta rupiah. Belum aset berupa persewaan hajatan juga barang kebutuhan pokok yang dititipkan di toko milik warga NU dengan sistem bagi hasil dengan pemilik toko. 

Halimah mengajak kepada seluruh ranting untuk mengikuti langkah Muslimat NU Glebek untuk mengembangkan usaha. Ia juga akan menegaskan, Muslimat NU Kecamatan Sulang juga akan mendirikan usaha bahan kebutuhan pokok yang akan ditempatkan di area pertokoan Pasar Sulang. (Ahmad Asmu'i/Fathoni)

Bagikan:
Selasa 15 September 2015 23:12 WIB
Konferancab GP Ansor Wonosari Diikuti 12 Ranting
Konferancab GP Ansor Wonosari Diikuti 12 Ranting

Bondowoso, NU Online 
Pimpinan Anak Cabang (PAC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Wonosari mengadakan Konferensi Pimpinan Anak cabang (Konferencab) masa khidmat 2015-2018. Koferencab di Kantor Desa Pasarejo tersebut dihadiri 12 desa Pimpinan Ranting (PR). 
<>
Hadir pada pembukaan, Kepala Desa Paserejo, Ketua Majelis Wakil Cabang (MWC) Nahdlatul Ulama Wonosari, Pimpinan Cabang (PC) GP Ansor Bondowoso, serta Pimpinan Ranting GP Ansor Se-Kecamatan Wonosari. 

Acara pada Ahad (13/9) dibuka Camat Wonosari Suryadi. Ia mengatakan siapa yang nantinya terpilih itu merupakan amanat. “Mari kita jalin komonikasi dua arah, komonikasi yang bermakna untuk bersama demi kemajuan desa serta bangsa dan negara," imbaunya.

Ketua GP Ansor Bondowoso Muzzamil mengatakan, Konferencab ini berlangsung secara bertahap mengingat masa khidmat PAC-PAC bersamaan berakhir empat bulan lalu.

Ia melanjutkan, pada Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) 2 GP Ansor Jawa Timur mempunyai dua amanah yaitu: per tanggal 20 September ada workshop deradikalisasi agama dan akreditasi yang dilakukan Pimpinan Wilayah (PW) GP Ansor.

Pimpinan Ranting (PR) GP Ansor yang hadir dalam Konferencab GP Ansor Wonosari adalah 12 desa yaitu: Kapuran, Jumpong, Wonosari, Lombok Wetan, Sumber Kalong, Pasarejo, Traktakan, Tumpeng, Lombok Kulon, Palalangan, Bendoarum, dan Tangsil Wetan.

Pada pemilihan, peserta memilih Wasil sebagai ketua. Ia mendapat 9 suara sementara Yayan1 suara. (Ade Nurwahyudi/Abdullah Alawi)

Selasa 15 September 2015 19:2 WIB
Pelajar NU Mijen Terus Rekrut Kader Baru
Pelajar NU Mijen Terus Rekrut Kader Baru

Demak, NU Online
Pimpinan Anak Cabang IPNU dan IPPNU kecamatan Mijen kabupaten Demak kembali melakukan rekrutmen kader. Pengurus pelajar NU Mijen menyamakan visi dan misi kader barunya melalui Masa Kesetiaan Anggota (Makesta) selama dua hari, Sabtu-Ahad (12/13/9) di MA Al-Ittihad, Mijen, Demak.
<>
Peserta merupakan perwakilan sekolah dan madrasah tingkat atas yang berada di Mijen. Sebanyak 43 pelajar mengikuti kaderisasi IPNU-IPPNU yang bertema “Aktifkan Diri, Kembangkan Potensi, dan Raih Prestasi Melalui Organisasi”.

“Semoga Makesta ini menghasilkan kader-kader baru IPNU-IPPNU yang benar-benar berkualitas sesuai kebutuhan organisasi. Sehingga keberadaan IPNU-IPPNU sebagai wadah menyerap aspirasi pelajar NU bisa berjalan maksimal,” kata Ketua IPNU Mijen Miftakhurrohman.

Sementara Ketua IPNU Demak Abdul Halim mengajak semua kader dan pengurus IPNU-IPPNU di semua tingkatan agar mengutamakan menjaga aset kader yang sudah ada, agar tetap tumbuh subur serta berkembang, beberapa program kerja yang kiranya perlu segera direalisasikan.

“Mari laksanakan agar terselesaikan. Proses regenerasi harus senantiasa berjalan, kami harap peserta Makesta diinventarisir dan ada tindak lanjut agar semua konsisten untuk terus berproses di IPNU-IPPNU," kata Halim.

Wakil Ketua IPPNU Demak Inayati berharap semua semangat untuk terus belajar berjuang bertaqwa dan jaga kesucian niat ajarkan Islam Ahlussunnah Wal Jamaah.

Tampak hadir pada kaderisasi ini Ketua MWCNU Mijen KH Imam Suyono, pihak Madrasah Aliyah Al-Ittihad K Suyono, Rekanita Sumiyati perwakilan IPPNU Demak, dan jajaran tim kaderisasi IPNU Demak. (Syafii Chudlori/Alhafiz K)

Selasa 15 September 2015 14:1 WIB
Kader NU Harus Melek Teknologi untuk Dakwah Aswaja
Kader NU Harus Melek Teknologi untuk Dakwah Aswaja

Jepara, NU Online
Kader muda NU baik yang bernaung di IPNU-IPPNU, PMII maupun GP Ansor dituntut untuk turut menjaga eksistensi NU di lembaga pendidikan dan di tengah masyarakat. Pergerakan kader NU saat ini harus sesuai dengan konteks modernisasi dengan mampu menggunakan Teknologi untuk dakwah Aswaja NU.<>

Demikian diuraikan Muhammadun Sanomae, aktivis muda NU Jepara saat menjadi pembicara dalam Halaqah Pra Konfercab PCNU Jepara putaran kedua yang dilaksanakan di Rektorat lantai 3 Kampus Unisnu Jepara, Ahad (13/9) lalu.

“Dengan melek teknologi, kader NU juga bisa menularkan kemampuannya kepada para kiai, sehingga dakwah Aswaja semakin kuat,” jelas Muhammadun yang juga Kepala Biro Suara Muria (Suara Merdeka).

Misalnya dalam mengelola website, kader NU dituntut untuk meng-update, sedang para kiai menjadi narasumbernya. Konten-konten yang sudah dibuat, imbuh lelaki asal Pati ini, kemudian disebarkan agar penerus NU tidak terpengaruh oleh situs-situs radikal. 

Yang patut diapresiasi yaitu dua kader muda NU asal Jepara, Syafiq Hasyim dan Akhmad Sahal yang berperan dalam dakwah NU di media sosial. Tidak hanya bergerak melalui teknologi, kader muda NU harus melakukan gerakan nyata. 

Kegiatan yang diinisasi PC Lakpesdam NU dengan menggandeng PCNU dan Unisnu Jepara ini juga menghadirkan KH Ubaidillah Nur Umar (Wakil Rais Syuriah PCNU Jepara) dan H Fathurrofiq (Direktur Bank Nusumma). (Syaiful Mustaqim/Fathoni)

IMG
IMG
IMG
1 / 6
2 / 6
3 / 6
4 / 6
5 / 6
6 / 6

Seminar Internasional Bersama Ulama Lebanon
Rapat Pleno PBNU 2018
Imam Besar Masjidil Haram Kunjungi PBNU
Kunjungan Grand Syekh Al-Azhar ke PBNU
Peresmian Perluasan Gedung II PBNU
Peresmian Bank Wakaf Mikro di Banten Oleh Presiden RI
IMG
IMG