IMG-LOGO
Trending Now:
Daerah

Konfercab NU Karanganyar Gunakan Sistem Ahwa

Senin 12 Oktober 2015 13:1 WIB
Bagikan:
Konfercab NU Karanganyar Gunakan Sistem Ahwa

Karanganyar, NU Online
Sesuai perubahan anggaran dasar dan rumah tangga NU pada Muktamar Ke-33 NU di Jombang, Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Karanganyar menerapkan sistem Ahlul Halli wal Aqdi (Ahwa) dalam suksesi kepemimpinan selanjutnya.<>

Mekanisme musyawarah mufakat tersebut diberlakukan dalam Konferensi Cabang (Konfercab) Ke-4 yang diselenggarakan di Gedung Paripurna DPRD Kabupaten Karanganyar, Ahad (11/10).

Dengan menggunakan sistem Ahwa, maka ke-17 Majelis Wakil Cabang NU (MWCNU) se-Kabupaten Karanganyar mengusulkan sebanyak 6 kiai yang layak menjadi anggota Ahwa.

Dari Pantauan NU Online, dalam tahapan pemilihan  anggota Ahlul Halli wal Aqdi, tercatat ada 11 nama calon. 7 besar di antaranya KH Abdullah Saad (16 suara), KH Drs. Ahmad Hudaya, M.Ag (16 suara), Kiai Abdul Khalik (11 suara), Kiai Ahmad Asyrofi (14 suara), dan Kiai Nuril Huda (9 suara), Kiai Bunyamin (9 suara) dan Kiai Agus Muhammad Yusron (9 suara).

Dari musyawarah 7 anggota Ahwa, maka KH Drs. Ahmad Hudaya, M.Ag terpilih menjadi Rais Syuriyah PCNU Karanganyar menggantikan KH Damsiri. Kemudian tim Ahlul Halli wal Aqdi, merekomendasikan hanya 1 calon nama Ketua Tanfizdiyyah, yaitu Ir Khusaini Hasan.

Karena tim Ahwa hanya memilih satu calon, maka secara otomatis Ir Khusaini Hasan terpilih secara aklamasi .

Ketua Sidang Pleno pemilihan ketua Tanfidziyah, HM Muzammil, dari PWNU Jawa Tengah, memutuskan KH Drs Ahmad Hudaya, M.Ag menjadi Rais Syuriyah dan Ir Khusaini Hasan menjadi Ketua Tanfidziyah PCNU Karanganyar, masa khidmat tahun 2015–2020. (Ahmad Rosyidi/Fathoni) 

Bagikan:
Senin 12 Oktober 2015 23:4 WIB
Kemenag Jateng Fasilitasi Pesantren Ngaji Fikih Perempuan
Kemenag Jateng Fasilitasi Pesantren Ngaji Fikih Perempuan

Semarang, NU Online
Kementrian Agama (Kemenag) Jawa Tengah menggelar kursus singkat penulisan santri angkatan III di pesantren Al-Ishlah Mangkang, Semarang, Senin (12/10). Kemampuan menulis ini diarahkan untuk mengangkat antara lain wacana fikih perempuan.
<>
Ny Hj Aminah selaku tuan rumah mengingatkan peserta untuk mendorong khususnya santriwati dalam mengembangkan fikih perempuan. Menurutnya, hal ini penting untuk memberikan warna fikih yang pro terhadap perempuan.

"Banyak sekali kajian tentang fikih wanita," kata istri KH Hadlor Ihsan ini.

Ia berharap adanya pelatihan jurnalistik ini dapat menggugah kesadaran untuk menuliskan apa yang selama ini berada dalam kitab kuning. Menurutnya, perlu ada kontekstualisasi terhadap kitab kuning yang selama ini dipelajari.

“Kita juga bisa memadukan dengan berbagai disiplin ilmu lain.”

Gagasan ini disambut baik Kepala Seksi Pondok Pesantren Kemenag Jateng Mukhtasit. Ia berharap di kesempatan mendatang pihaknya bisa membicarakan ini dengan serius dengan berbagai pesantren untuk membincang fikih perempuan. “Selain Kementerian Agama Jawa Tengah, kita bisa menggandeng beberapa instasi untuk mengadakan perbincangan ini secara serius.”

Ia mengambil contoh Air Susu Ibu (ASI) menjadi penting untuk pertumbuhan bayi santriwati ke depan. Mengapa ada ASI eksklusif (6 bulan umur bayi hanya diberikan ASI saja tanpa makanan tambahan)?

“Tentu hal ini kita bisa temui dalam nash fikih yang selama ini kita pelajari bahwa najis mukhaffafah air kencing bayi (baulush shobi) cukup diciprati air suci untuk menghilangkan najisnya. Banyak sudah yang meneliti hal ini dikaitkan dalam dunia kesehatan modern sekarang.”

Menutup sambutan Nyai Aminah menegaskan bahwa selama ini banyak orang seringkali mengetahui ilmu fikih namun tidak menjalankannya. Ia prihatin ketika masalah ini terjadi di kalangan santri sendiri. Ia berharap acara semacam ini bisa memberikan inspirasi kepada santriwan-santriwati lain untuk turut serta menjadi penulis. (Zulfa/Alhafiz K)

Senin 12 Oktober 2015 21:2 WIB
Hj Khofifah Indarpawansa Hadiri Pelantikan Muslimat NU Lasem
Hj Khofifah Indarpawansa Hadiri Pelantikan Muslimat NU Lasem

Rembang, NU Online
Kedatangan Khofifah dalam pelantikan Muslimat NU Lasem disambut grup drumben SDIT Avicena di lapangan NU Lasem, kabupaten Rembang, Ahad (11/10) sore. Spanduk “selamat datang”, umbul-umbul dan atribut Muslimat NU terpasang di sepanjang jalan pantura yang melewati Lasem.
<>
Sedikitnya 600 Muslimat Lasem mewakili 5 kecamatan seperti Lasem, Sluke, Kragan, Sarang, dan Pancur. Mereka menghadiri pelantikan pengurus baru Muslimat NU Lasem oleh Ketua Muslimat Jateng.

Sementara pada paginya sekitar 1500 siswa ramai-ramai kerja bakti untuk bersih-bersih, membantu akomodasi, dan menjadi relawan dokumendasi mulai menyiapkan layar lebar sampai juru foto.

Ketua Muslimat NU Lasem Nyai Hj Rohmah Syihabuddin menyatakan, “Kami siap mengemban amanat. Dengan semangat kerja sama bahu membahu.”

Acara didukung Ketua PCNU Lasem KH Sholahuddin Fatawi berikut jajarannya dengan mengerahkan Banser, Fatayat, Lazisnu, dan IPNU-IPPNU Lasem.

Sehabis sambutan, Ketum PP Muslimat NU Hj Khofifah sedianya berdialog dengan ibu-ibu Muslimat terkait program pemberdayaan perempuan. Namun renacana dialog urung karena hari sudah jauh sore.

Sehari sebelumnya panitia mengadakan gladi resik. Dengan semangat kekeluargaan dan profesionalitas berjalan lancar sesuai rencana. Sebanyak 100 bingkisan sembako senilai Rp 150.000 per bungkusnya dibagikan selektif, tepat sasaran, secara cuma-cuma untuk ibu-ibu Muslimat yang membutuhkan dan dinilai sregep dan istiqamah mengikuti pengajian rutin Muslimat. (Abdullah Hamid/Alhafiz K)

Senin 12 Oktober 2015 20:8 WIB
PMII Ya’qub Husein Bekali Mahasiswa Baru Teknik Menulis Karya Ilmiah
PMII Ya’qub Husein Bekali Mahasiswa Baru Teknik Menulis Karya Ilmiah

Jombang, NU Online
Pimpinan Komisariat PMII Ya’qub Husein (PMII YH) STIT Al-Urwatul Wutsqo kecamatan Diwek, kabupaten Jombang mengadakan pelatihan karya tulis ilmiah untuk mahasiswa baru dengan tata cara penulisan karya tulis ilmiah yang baik dan benar. Pelatihan ini berlangsung di balai desa Bulurejo yang tidak jauh dari kampus setempat.
<>
Penyelenggara menghadirkan Ketua Bidang Kaderisasi PMII Jombang Chairul Rizal untuk menyampaikan materi teknik menulis makalah yang benar. Sedangkan pengantar opini disampaikan Wartawan Jawa Pos Radar Jombang Romza.

Acara yang bertajuk “Konstruksi mahasiswa cerdas menulis” itu dihadiri kurang lebih 20 mahasiswa baru dan seluruh Pengurus Komisariat PMII ini. Ketua PMII YH Rif’atuz Zuhro mengatakan, kegiatan semacam ini penting diadakan bagi mahasiswa baru sebagai wadah untuk menumbuhkan kecintaannya di dunia tulis menulis.

“Kegiatan ini sebagai gerbang awal bagi mahasiswa baru untuk menumbuhkembangkan potensi tulis-menulis,” kata Zuhro saat memberikan sambutan, Ahad (11/10) siang.

Sementara Romza menyarankan peserta untuk terus membiasakan menulis serta menekuninya. Karena hal itu akan membantu mempertajam kualitas tulisannya. “Tidak ada penulis langsung terkenal, semuanya dimulai dari bawah. Salah satu cara belajar yang baik adalah membaca tulisan dari penulis terkenal. Pelajari kalimat dan bagaimana sang penulis mengungkapkan buah pikirannya,” ujar Romza.

Ia menambahkan, hampir semua surat kabar di Indonesia sudah menyediakan rubrik tulisan dan honorarium, termasuk opini. (Syamsul/Alhafiz K)

IMG
IMG
IMG
1 / 6
2 / 6
3 / 6
4 / 6
5 / 6
6 / 6

Seminar Internasional Bersama Ulama Lebanon
Rapat Pleno PBNU 2018
Imam Besar Masjidil Haram Kunjungi PBNU
Kunjungan Grand Syekh Al-Azhar ke PBNU
Peresmian Perluasan Gedung II PBNU
Peresmian Bank Wakaf Mikro di Banten Oleh Presiden RI
IMG
IMG