IMG-LOGO
Daerah

NU Magetan Belajar ke NU Jombang soal Pengelolaan BMT

Ahad 18 Oktober 2015 12:6 WIB
Bagikan:
NU Magetan Belajar ke NU Jombang soal Pengelolaan BMT

Jombang, NU Online
Pengurus Cabang Nahdhatul Ulama (PCNU) Kabupaten Magetan, Jawa Timur, melakukan studi banding ke PCNU Jombang, Sabtu (17/10). Mereka mengapresiasi keberadaan Baitul Mall wat Tamwil (BMT) NU Jombang yang baru berdiri dua tahun lalu tapi sudah mendapatkan kepercayaan dari masyarakat luas dan nasabah yang tidak sedikit.
<>
“Kami atas nama PCNU Magetan mengucapkan banyak terimakasih kepada PCNU Jombang yang telah menyambut kami dengan baik dan bersedia untuk berbagi ilmu dan pengetahuan. Kami cukup mengapresiasi terkait keberadaan BMT NU Jombang yang masih berusia dua tahun ini sudah memiliki nasabah yang tidak sedikit,” kata Ridwan, Ketua ISNU Magetan di tengah studi banding berlangsung, Sabtu (17/10).

Ia menambahkan, bahwa banyak pengetahuan dan pengalaman yang dapat diperoleh dari kegiatan ini sebagai upaya lebih mengembangkan keberadaan NU secara struktural dan kelembagaan di daerahnya.

Sementara M Muchlis Irawan, Sekretaris BMT NU Jombang, menuturkan bahwa masih banyak peluang untuk mengembangkan lembaga perekonomian mikro itu. Salah satunya membangun kerja sama yang baik dengan lembaga sekolahan-sekolah dan takmir masjid.

“Mengajak mereka untuk menabung di BMT. Bayangkan saja jika seluruh masjid se-Jombang menabung ke BMT NU sebanyak 2.000.000, sudah dapat dihitung hampir 1 miliar,” ujarnya.

Untuk menjaga kepercayaan para nasabah, katanya, “Tidak hanya berhenti pada kebutuhan nasabah terpenuhi dan BMT mendapat keuntungan, tapi harus ada aspek pembudayaan yang harus dibangun dan aspek pendidikan pengelolaan pada kelompok-kelompok, seperti halnya pelatihan-pelatihan manajemen keuangan.”

Selain itu, lanjut Muchlis, strategi yang harus dibangun adalah keberadaan BMTNU harus didorong oleh kebijakan-kebijakan koperasi dalam memberdayakannya. ”Kalau BMT memang menjadi stretegi utama dalam pemberdayaan ekonomi masyarakat maka harus ada dorongan kebijakan,” tegasnya.

Acara ini berlangsung di aula PCNU Jombang sekitar pukul 10.00 WIB dan diikuti oleh sejumlah pengurus PCNU Magetan dan PCNU Jombang. Kurang lebih dari 20 pengurus dari masing-masinhg cabang mengikutinya dengan seksama hingga rampung. (Syamsul/Mahbib)

Bagikan:
Ahad 18 Oktober 2015 23:7 WIB
Gus Ipul Bubarkan Panda Muktamar ke-33 NU
Gus Ipul Bubarkan Panda Muktamar ke-33 NU

Jombang, NU Online
Panitia Daerah Muktamar ke-33 NU, Sabtu (17/10) malam secara resmi dibubarkan. Pembubaran dilakukan di pendopo kabupaten Jombang. Dan dilanjutkan nonton bareng pagelaran Wayang Kulit dengan dalang Ki Entus Susmono asal Tegal Jawa Tengah.
<>
Ketua Panitia Daerah Syaifullah Yusuf yang juga Wakil Gubernur Jawa Timur mengatakan, bahwa Muktamar ke-33 NU di Jombang berjalan sukses. 

"Kita sangat berterima kasih atas dukungan pemerintah daerah dan juga aparat kepolisian dan TNI sehingga pelaksanaan muktamar sukses," ujarnya mengatakan.

Gus ipul biasa dipanggil juga menyampaikan pihaknya siap untuk digugat oleh pihak yang tidak puas atas hasil Muktamar NU di Jombang. "Panitia siap menghadapi gugatan, panita punya bukti bukti usulan sistem Ahwa baik tulisan maupun rekaman video sejak mulai pendaftaran," tandanya menambahkan.

Halim Iskandar salah satu tim pengarah panda  Muktamar menambahkan panitia masih menyisakan dana minus sebesar Rp 2,2 miliar. 

Sementara itu, Bupati Jombang Nyono Suharli mengatakan Muktamar yang digelar di Jombang 1-5 agutus lalu membawa berkah bagi masyarakat. Mulai Pedagang Kaki Lima (PKL), abang becak hingga masyarkat sekitar alun alun."Banyak rumah warga disewa untuk para muktamirin. Bahkan harganya ada yang mencapai 20- 25 juta per rumah," ujarnya.

Berkah Muktamar NU juga dirasakan hingga sekarang, yakni berkat doa para ulama yang datang dari seluruh penjuru Nusantara pertanian di Jombang panen bagus. 

"Panen tebu dan juga semangka melimbah dengan harga bagus. Bahkan ada PKL yang saat muktamar omsetnya melimpah langsung memberikan santunan kepada anak yatim," pungkasnya. (Muslim Abdurrahman/Mukafi Niam)

Ahad 18 Oktober 2015 22:2 WIB
Khofifah Hadiri Pelantikan Muslimat NU Probolinggo
Khofifah Hadiri Pelantikan Muslimat NU Probolinggo

Probolinggo, NU Online
Menteri Sosial Republik Indonesia yang juga Ketua Umum Pengurus Pusat (PP) Muslimat NU Hj. Khofifah Indar Parawansa, Sabtu (17/10) menghadiri pelantikan Pengurus Cabang (PC) Muslimat NU Kota Probolinggo di aula Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Kota Probolinggo.<>

Pelantikan pengurus PC Muslimat NU Kota Probolinggo periode 2015-2020 ini dipimpin oleh Ketua Pimpinan Wilayah (PW) Muslimat NU Provinsi Jawa Timur Hj. Masruroh Wahid.

Hadir dalam kesempatan tersebut sejumlah sejumlah pengurus NU seperti Rais Syuriyah PCNU Kota Probolinggo KH Azis Fadhol, Wakil Ketua Tanfidziyah PCNU Kota Probolinggo H Ahmad Hudri, Ketua PC Muslimat NU Kota Probolinggo Hj. Siti Aminah beserta sejumlah pengurus lembaga, lajnah dan badan otonom (banom).


Dalam sambutannya, Menteri Sosial Republik Indonesia Hj. Khofifah Indar Parawansa mengatakan bahwa tokoh agama sangat berperan penting dalam menjaga kerukunan umat beragama.

“Kedekatan tokoh agama dengan masyarakat itu dapat terlihat dengan banyaknya organisasi masyarakat keagamaan di Indonesia. Ini merupakan bukti bentuk kerukunan umat beragama,” ungkapnya.

Menurut Khofifah, selama ini kerukunan organisasi keagamaan di Indonesia selalu terjaga dengan baik. Kerukunan itu dapat dilihat dari keaktifannya dalam beberapa kegiatan di berbagai daerah. “Dengan kedekatan itulah, pemerintah dapat dengan mudah meredam gesekan konflik yang sempat terjadi di masyarakat selama ini,” tegasnya.

Untuk penanggulangan sejumlah konflik di Indonesia selama ini jelas Khofifah, pemerintah selalu melibatkan peran sejumlah tokoh agama. “Sebab mereka memiliki kedekatan tersendiri dengan masyarakat. Semoga pengurus yang baru saja dilantik ini benar-benar dapat menjalankan amanah dengan baik,” harapnya.

Sementara Ketua PC Muslimat NU Kota Probolinggo Siti Aminah mengaku siap menjalankan amanah dari konfercab dengan mempertanggungjawabkan kinerja Muslimat NU lima tahun kedepan dan membuat program kerja. 

“Mohon doa dan dukungannya, supaya kepengurusan ini mampu bekerja secara maksimal sesuai harapan masyarakat Kabupaten Probolinggo. Sebab sebagus apapun program yang dibuat kalau tidak ada kerja sama dan dukungan yang baik maka hasilnya tidak akan maksimal,” katanya. (Syamsul Akbar/Mukafi Niam)

Ahad 18 Oktober 2015 20:30 WIB
Hari Santri, Santri Diniyah Rembang Arak Sang Saka Merah Putih
Hari Santri, Santri Diniyah Rembang Arak Sang Saka Merah Putih

Rembang, NU Online
Tiga ratusan santri madrasah diniyah awaliyah di Kecamatan Rembang Kota, Kabupaten Rembang, Jawa Tengah, memperingati hari santri dengan jalan sehat. Mereka berjalan sambil mengarak bendera NU dan sang saka merah putih mengelilingi jalanan di kecamatan setempat.
<>
Peserta arak-arakan berasal madrasah diniyah aliyah (MDA) se-Kecamatan Rembang Kota. Ihsan Muhadi, koordinator lapangan, menjelaskan, kegiatan yang berlangsung Sabtu sore (17/10) itu dilakukan dalam rangka memperingati hari santri dan tahun baru hijriyah.

Menurut Ihsan, bulan Muharram memiliki arti istimewa di kalangan para santri dikarenakan banyaknya keramat para nabi yang terjadi pada bulan pertama dalam kalender hijriyah ini.

"Nah santri harus tahu sejarah tahun baru hijriyah, selain kembali mengenang perjuangan para santri dan peranan-paranannya di era perjuangan kemerdekaan Indonesia,” ujarnya. Ihsan berharap, kegiatan sejenis dapat dilakukan para santri di belahan bumi Indonesia lain. (Ahmad Asmu'i/Mahbib)

IMG
IMG
IMG
1 / 6
2 / 6
3 / 6
4 / 6
5 / 6
6 / 6

Habib Umar bin Hafidz Berkunjung ke PBNU
Seminar Internasional Bersama Ulama Lebanon
Rapat Pleno PBNU 2018
Imam Besar Masjidil Haram Kunjungi PBNU
Kunjungan Grand Syekh Al-Azhar ke PBNU
Peresmian Perluasan Gedung II PBNU
IMG
IMG
IMG