IMG-LOGO
Daerah

Ribuan Santri di Kudus Ikuti Apel dan Kirab Hari Santri

Jumat 23 Oktober 2015 2:29 WIB
Bagikan:
Ribuan Santri di Kudus Ikuti Apel dan Kirab Hari Santri

Kudus, NU Online
Lebih dari 6.000 santri yang ada di lingkungan Nahdlatul Ulama Kudus mengikuti apel dan kirab Hari Santri Nasional di alun-alun Simpang Tujuh Kudus, Kamis (22/10). Mereka setia mengikuti apel yang dipimpin oleh Komandan Satkorcab Banser Kudus Wawan Awaluddin dengan inspektur Ketua Gebyar Hari Santri PCNU Kudus H Sanusi.
<>
Ribuan santri yang datang dari berbagai madrasah dan pesantren itu pun memenuhi alun-alun yang berada di depan kantor kabupaten Kudus. Panitia pengarah Gebyar Hari Santri Kudus H Asyrofi mengutarakan, apel dan kirab ini merupakan upaya mengingatkan kembali bangsa ini akan perjuangan para santri.

“Keutuhan Indonesia sampai saat ini, tidak lepas dari jasa besar para santri. Santri berjuang untuk negeri ini tanpa pamrih. Niatnya untuk kejayaan Indonesia, meski untuk itu harus mengorbankan jiwa raga,” katanya.

Ia mengemukakan, peristiwa 10 November 1945 di Surabaya tidak bisa dilepaskan dari keluarnya Resolusi Jihad Hadlratusy Syaikh Hasyim Asy'ari. Puluhan ribu santri gugur sebagai kusuma bangsa.

“Apel dan kirab ini, salah satu tujuannya adalah menghidupkan kembali nilai-nilai dan gelora perjuangan para kiai dan santri. Terlebih, akhir-akhir ini ada pihak-pihak yang sengaja ingin mengaburkan sejarah perjuangan santri dalam merebut dan menjaga keutuhan Negara Republik Indonesia,” tambahnya.

Keprihatinan terhadap lunturnya nilai-nilai nasionalisme di kalangan generasi muda dan rakyat negeri ini juga melatarbelakangi peringatan ini. “Indikasinya, minimnya orang yang rela berkorban pada bangsa dan negara, serta lebih mengedepankan kepentingan pribadi dan kelompok,” ungkapnya.

Praktik korupsi yang dilakukan oleh kalangan elit negeri ini, juga menjadi indikasi lain lunturnya nasionalisme. “Korupsi adalah kolonialisme dan imparialisme dengan wajah baru di Indonesia. Juga kongkalikong elit dengan pihak asing untuk mengeruk kekayaan negeri ini,” paparnya.

Sanusi berharap, penetapan 22 Oktober sebagai Hari Santri berdasarkan Keputusan Presiden (Keppres) No 22 Tahun 2015, akan memperteguh rasa patriotisme dan heroisme di kalangan santri di Bumi Nusantara.

Usai apel, peserta acara kirab Hari Santri kian membeludak. Dari target 1.000 mobil, berdasarkan catatan panitia, lebih dari 1.075 yang mengikutinya, belum lagi ratusan santri yang menggunakan sepeda motor. Tak ayal, rombongan kirab pun mengular hingga kurang lebih 10 km.

Mengambil start di alun-alun Simpang Tujuh Kudus ke selatan melalui PLN lalu kiri, kemudian melaju ke Loram, sampai ke Pasar Doro desa Jepang, kemudian ke utara melewati SMA 1 Bae, kemudian melalui STAIN Kudus.

Selanjutnya ke utara hingga MA. Miftahul Falah Cendono (Dawe), sampai ke Tugu lalu ke barat sampai Sukun (Gebog), sampai di Polsek Gebog ke barat hingga ke Tulis, lalu ke selatan melalui perempatan Sudimoro, dan finis di jalan Lingkar Klumpit.

Sepanjang jalan yang dilalui rombongan kirab, tampak masyarakat antusias menyambutnya. Tak hanya dari kalangan NU. Bahkan para siswa Taman Kanak-kanak di bawah naungan Muhammadiyah desa Gondangmanis, kecamatan Bae pun tertarik menyaksikan kirab, saat rombongan melintas.

H Sarmanto, salah satu peserta kirab mengaku antusias mengikuti kegiatan ini, apalagi ini momentum pertama Hari Santri. “Saya berharap, kirab akan digelar setiap tahun, tidak sekadar momentum awal yang menandai Hari Santri setelah ditetapkan oleh Presiden RI Joko Widodo,” katanya. (Qomarul Adib/Alhafiz K)

Bagikan:
Jumat 23 Oktober 2015 23:30 WIB
Hari Santri Wujud Terima Kasih Kepada Santri
Hari Santri Wujud Terima Kasih Kepada Santri

Jepara, NU Online
Hari Santri Nasional yang kali pertama diperingati 22 Oktober 2015 menurut Bupati Jepara, Ahmad Marzuqi merupakan bentuk terima kasih pemerintah bahwa NKRI telah merdeka berkat keberhasilan kiai, masayih dan santri. 
<>
“Selamat, selamat dan selamat kepada Bapak Joko Widodo yang memutuskan tanggal 22 Oktober sebagai Hari Santri Nasional,” katanya dalam amanat Apel Akbar Hari Santri Nasional yang bertempat di alun-alun Jepara, Kamis (22/10). 

Ditambahkan Marzuqi dengan diperingatinya Hari Santri Nasional harapnya tidak sekadar peringatan tetapi ke depan mesti dirayakan lebih meriah lagi. Disamping itu kepada ribuan santri, pelajar dan mahasiswa ia berpesan bahwa santri itu bisa. Bisa berperan untuk bangsa dan negara.  

“Marwan Ja’far adalah contoh abituren dari pesantren Kajen yang sekarang menjadi menteri desa. Santri itu harus bisa,” imbuhnya. 

Dengan apel akbar itu “Resolusi Jihad” yang pernah digelorakan oleh KH Hasyim Asyari perlu disemangatkan kembali. “Menjadi santri adalah anugerah. Karenanya ia terus berperan untuk pembangunan NKRI,” tegasnya. 

Peserta yang paling banyak mengikuti apel akbar ialah santri pesantren Balekambang Jepara sebanyak 2000 santri. Sisanya peserta berasal dari santri, pelajar, mahasiswa dan Banom NU se-Jepara. 

Kegiatan meriah dengan penampilan rebana, paduan suara, drum band dan pencak silat Pagar Nusa. (Syaiful Mustaqim/Mukafi Niam)

Jumat 23 Oktober 2015 23:30 WIB
HARI SANTRI
Sembilan Kiai Muda Pimpin Istighotsah di Cipasung
Sembilan Kiai Muda Pimpin Istighotsah di Cipasung

Tasikmalaya, NU Online
Santri Kabupaten Tasikmalaya peringati Hari Santri Nasional dengan istighotsah dan meneladani Resolusi Jihad NU di Aula Institut Agama Islam Cipasung (IAIC) pada 22 Oktober 2015.
<>
Peringatan ini dilaksanakan oleh PCNU Kabupaten Tasikmalaya beserta Badan Otonom dan Pesantren Cipasung, Acara ini diawali dengan sambutan dari Rais Syuriyah PCNU KH Abun Bunyamin Ruhiat dan diteruskan dengan istighotsah dan meneladani Resolusi Jihad dengan pemutaran film Sang Kiai.

Ribuan santri dengan seragam putih membuat Aula IAIC tidak sanggup menampung santri yang datang, Para santri ini larut dalam Istighotsah mendoakan para syuhada pejuang kemerdekaan.

Istighotsah ini dipimpin 9 Kiai Muda NU Tasikmalaya, diantaranya Kiai Asep Muslim, Kiai Aa Fuad, Kiai Asep Nursamsi, Kiai Dodo, Kiai Muttaqin, Kiai Dadang, KIai Surahmin, Kiai Zainal dan Kiai Unang.

Rais Syuriyah PCNU Kabupaten Tasikmalaya KH Abun Bunyamin Ruhiat menuturkan bahwa perjuangan kemerdekaan tidak bisa dipisahkan dari peran santri dan kiai, dan melalui momen ini kita sebagai santri harus bisa meneruskan perjuangan mereka dengan mengisi kemerdekaan, Karena santri hari ini adalah pemimpin di masa depan.

Ketua Pimpinan Cabang IPNU Kabupaten Tasikmalaya Fikri Nursamsi menjelaskan bahwa Hari Santri ini adalah memperingati sejarah yang sempat terlupakan, dan didalamnya berisi bukti sejarah perjuangan santri yang diawali Resolusi Jihad NU dan melahirkan hari Pahlawan 10 November, “Santri adalah para pelajar, saya atas nama pelajar NU Kabupaten Tasikmalaya merasa terhormat dengan hari santri ini,” katanya. (Husni Mubarok/Mukafi Niam)

Jumat 23 Oktober 2015 23:0 WIB
HARI SANTRI
Santri Al-Mizan Gelar Donor Darah dan Peduli Asap
Santri Al-Mizan Gelar Donor Darah dan Peduli Asap

Majalengka, NU Online
Hari Santri Nasional disambut sukacita oleh santriwan dan santriwati Pesantren Al-Mizan Jatiwangi-Majalengka. Mereka memulai rangkaian kegiatan dengan upacara pengibaran bendera merah putih yang diikuti oleh para santri dengan mengenakan pakaian khas santri berkopiah dan bersarung. Upacara dipimpin langsung oleh Pengasuh Pondok Pesantren Al-Mizan, KH M Zaenal Muhyiddin.<> Pada kesempatan itu dibacakan Ikrar Santri.

"Upacara ini merupakan salah satu wujud dari jiwa nasionalisme dan cinta tanah air dari santri yang akan terus berkomitmen mempertahankan NKRI," tegas Kang Zaenal.

Resolusi Jihad yang menjadi spirit hari santri, jelas Kang Zaenal, hendaknya direvitalisasi dalam jihad konteks sekarang seperti mengentaskan kemiskinan, tidak korupsi, melakukan aksi-aksi kepedulian sosial dan lain-lain.

Usai upacara, para santri melanjutkan perayaan Hari Santri dengan turun ke jalan. Mereka berorasi mendukung penetapan Hari Santri Nasional sebagai momentum bagi kebangkitan santri untuk bisa berkiprah di segala bidang.

"Saya berharap dengan adanya Hari Santri ini akan lebih memotivasi santri agar dapat berbuat lebih untuk Indonesia, khususnya masyarakat sekitar," ungkap Kang Zaenal. 

Dalam aksi di jalan tersebut, puluhan santri Al-Mizan tampak membawa poster-poster bertuliskan dukungan terhadap peringatan Hari Santri. Selain mengadakan upacara bendera dan turun ke jalan, santri Al-Mizan juga menggelar aksi sosial donor darah dan mengumpulkan sumbangan untuk para korban asap di beberapa daerah yang tengah dilanda musibah asap seperti Kalimantan, Sumatra, Lampung, dan lain-lain. Red: Mukafi Niam 

IMG
IMG
IMG
1 / 6
2 / 6
3 / 6
4 / 6
5 / 6
6 / 6

Habib Umar bin Hafidz Berkunjung ke PBNU
Seminar Internasional Bersama Ulama Lebanon
Rapat Pleno PBNU 2018
Imam Besar Masjidil Haram Kunjungi PBNU
Kunjungan Grand Syekh Al-Azhar ke PBNU
Peresmian Perluasan Gedung II PBNU
IMG
IMG