IMG-LOGO
Daerah

Hari Santri, PCNU Pekalongan Bersama Ribuan Santri-Pelajar Bersepeda Ria

Jumat 23 Oktober 2015 5:32 WIB
Bagikan:
Hari Santri, PCNU Pekalongan Bersama Ribuan Santri-Pelajar Bersepeda Ria

Pekalongan, NU Online
Pengurus harian PCNU Pekalongan bersama LP Ma’arif NU dan Robithoh Ma’ahid Indonesia (RMI NU) Pekalongan menggelar acara Sepeda Santri. Arak-arakan sepeda bergerak menuju Gedung Serbaguna NU jalan Raya Karangdowo nomor 09 Kedungwuni kabupaten Pekalongan. Kegiatan yang diadakan dalam rangka memeriahkan Hari Santri ini, dilanjutkan dengan do’a bersama dan istighotsah.
<>
Kamis pagi para santri dan pelajar mulai berdatangan dari berbagai penjuru Kota Santri itu. Mereka terlihat antusias dengan mengenakan pakaian nyentrik ala santri. Sambil bersarung dan berpeci, mereka datang mengayuh sepeda yang telah dihiasi bendera dan berbagai atribut NU.

Acara lalu dilanjutkan di dalam Gedung Serbaguna NU dan halaman dengan pembacaan Istighotsah yang dipimpin oleh tokoh NU Pekalongan Romo KH Failasuf Syu’bi yang sekaligus juga sebagai Mustasyar PCNU Pekalongan.

Ketua panitia KH Nur Alif Wasnadi menyampaikan, acara ini dihadiri tidak kurang dari 5000 santri dan pelajar sekabupaten Pekalongan. “Atas nama panitia kami menyampaikan ucapan terima kasih kepada para santri dan pelajar yang telah ikut memperingati Hari Santri pada tahun ini,” tandasnya di awal sambutan panitia.

Wakil Ketua PCNU Pekalongan H Imronudin Ustman menyampaikan, kegiatan ini dilaksanakan merupakan bentuk rasa syukur atas penetapan 22 Oktober sebagai Hari Santri oleh Presiden Jokowi. Menurut H Imron, peringatan Hari Santri pada tahun ini adalah ajang sosialisasi bahwa saat ini santri telah diberikan kehormatan tersendiri oleh pemerintah, khususnya agar santri NU sekabupaten Pekalongan tumbuh rasa memilikinya dan ikut memeriahkan hari istimewanya tersebut.

Pada kesempatan itu hadir Ketua DPRD Pekalongan Hj Hindun, Kepala Kankemenag Pekalongan H Umar, Pengurus MWCNU sekabupaten Pekalongan serta para tokoh dan tamu undangan. (Murtadho/Alhafiz K)

Bagikan:
Jumat 23 Oktober 2015 23:30 WIB
Hari Santri Wujud Terima Kasih Kepada Santri
Hari Santri Wujud Terima Kasih Kepada Santri

Jepara, NU Online
Hari Santri Nasional yang kali pertama diperingati 22 Oktober 2015 menurut Bupati Jepara, Ahmad Marzuqi merupakan bentuk terima kasih pemerintah bahwa NKRI telah merdeka berkat keberhasilan kiai, masayih dan santri. 
<>
“Selamat, selamat dan selamat kepada Bapak Joko Widodo yang memutuskan tanggal 22 Oktober sebagai Hari Santri Nasional,” katanya dalam amanat Apel Akbar Hari Santri Nasional yang bertempat di alun-alun Jepara, Kamis (22/10). 

Ditambahkan Marzuqi dengan diperingatinya Hari Santri Nasional harapnya tidak sekadar peringatan tetapi ke depan mesti dirayakan lebih meriah lagi. Disamping itu kepada ribuan santri, pelajar dan mahasiswa ia berpesan bahwa santri itu bisa. Bisa berperan untuk bangsa dan negara.  

“Marwan Ja’far adalah contoh abituren dari pesantren Kajen yang sekarang menjadi menteri desa. Santri itu harus bisa,” imbuhnya. 

Dengan apel akbar itu “Resolusi Jihad” yang pernah digelorakan oleh KH Hasyim Asyari perlu disemangatkan kembali. “Menjadi santri adalah anugerah. Karenanya ia terus berperan untuk pembangunan NKRI,” tegasnya. 

Peserta yang paling banyak mengikuti apel akbar ialah santri pesantren Balekambang Jepara sebanyak 2000 santri. Sisanya peserta berasal dari santri, pelajar, mahasiswa dan Banom NU se-Jepara. 

Kegiatan meriah dengan penampilan rebana, paduan suara, drum band dan pencak silat Pagar Nusa. (Syaiful Mustaqim/Mukafi Niam)

Jumat 23 Oktober 2015 23:30 WIB
HARI SANTRI
Sembilan Kiai Muda Pimpin Istighotsah di Cipasung
Sembilan Kiai Muda Pimpin Istighotsah di Cipasung

Tasikmalaya, NU Online
Santri Kabupaten Tasikmalaya peringati Hari Santri Nasional dengan istighotsah dan meneladani Resolusi Jihad NU di Aula Institut Agama Islam Cipasung (IAIC) pada 22 Oktober 2015.
<>
Peringatan ini dilaksanakan oleh PCNU Kabupaten Tasikmalaya beserta Badan Otonom dan Pesantren Cipasung, Acara ini diawali dengan sambutan dari Rais Syuriyah PCNU KH Abun Bunyamin Ruhiat dan diteruskan dengan istighotsah dan meneladani Resolusi Jihad dengan pemutaran film Sang Kiai.

Ribuan santri dengan seragam putih membuat Aula IAIC tidak sanggup menampung santri yang datang, Para santri ini larut dalam Istighotsah mendoakan para syuhada pejuang kemerdekaan.

Istighotsah ini dipimpin 9 Kiai Muda NU Tasikmalaya, diantaranya Kiai Asep Muslim, Kiai Aa Fuad, Kiai Asep Nursamsi, Kiai Dodo, Kiai Muttaqin, Kiai Dadang, KIai Surahmin, Kiai Zainal dan Kiai Unang.

Rais Syuriyah PCNU Kabupaten Tasikmalaya KH Abun Bunyamin Ruhiat menuturkan bahwa perjuangan kemerdekaan tidak bisa dipisahkan dari peran santri dan kiai, dan melalui momen ini kita sebagai santri harus bisa meneruskan perjuangan mereka dengan mengisi kemerdekaan, Karena santri hari ini adalah pemimpin di masa depan.

Ketua Pimpinan Cabang IPNU Kabupaten Tasikmalaya Fikri Nursamsi menjelaskan bahwa Hari Santri ini adalah memperingati sejarah yang sempat terlupakan, dan didalamnya berisi bukti sejarah perjuangan santri yang diawali Resolusi Jihad NU dan melahirkan hari Pahlawan 10 November, “Santri adalah para pelajar, saya atas nama pelajar NU Kabupaten Tasikmalaya merasa terhormat dengan hari santri ini,” katanya. (Husni Mubarok/Mukafi Niam)

Jumat 23 Oktober 2015 23:0 WIB
HARI SANTRI
Santri Al-Mizan Gelar Donor Darah dan Peduli Asap
Santri Al-Mizan Gelar Donor Darah dan Peduli Asap

Majalengka, NU Online
Hari Santri Nasional disambut sukacita oleh santriwan dan santriwati Pesantren Al-Mizan Jatiwangi-Majalengka. Mereka memulai rangkaian kegiatan dengan upacara pengibaran bendera merah putih yang diikuti oleh para santri dengan mengenakan pakaian khas santri berkopiah dan bersarung. Upacara dipimpin langsung oleh Pengasuh Pondok Pesantren Al-Mizan, KH M Zaenal Muhyiddin.<> Pada kesempatan itu dibacakan Ikrar Santri.

"Upacara ini merupakan salah satu wujud dari jiwa nasionalisme dan cinta tanah air dari santri yang akan terus berkomitmen mempertahankan NKRI," tegas Kang Zaenal.

Resolusi Jihad yang menjadi spirit hari santri, jelas Kang Zaenal, hendaknya direvitalisasi dalam jihad konteks sekarang seperti mengentaskan kemiskinan, tidak korupsi, melakukan aksi-aksi kepedulian sosial dan lain-lain.

Usai upacara, para santri melanjutkan perayaan Hari Santri dengan turun ke jalan. Mereka berorasi mendukung penetapan Hari Santri Nasional sebagai momentum bagi kebangkitan santri untuk bisa berkiprah di segala bidang.

"Saya berharap dengan adanya Hari Santri ini akan lebih memotivasi santri agar dapat berbuat lebih untuk Indonesia, khususnya masyarakat sekitar," ungkap Kang Zaenal. 

Dalam aksi di jalan tersebut, puluhan santri Al-Mizan tampak membawa poster-poster bertuliskan dukungan terhadap peringatan Hari Santri. Selain mengadakan upacara bendera dan turun ke jalan, santri Al-Mizan juga menggelar aksi sosial donor darah dan mengumpulkan sumbangan untuk para korban asap di beberapa daerah yang tengah dilanda musibah asap seperti Kalimantan, Sumatra, Lampung, dan lain-lain. Red: Mukafi Niam 

IMG
IMG
IMG
1 / 6
2 / 6
3 / 6
4 / 6
5 / 6
6 / 6

Habib Umar bin Hafidz Berkunjung ke PBNU
Seminar Internasional Bersama Ulama Lebanon
Rapat Pleno PBNU 2018
Imam Besar Masjidil Haram Kunjungi PBNU
Kunjungan Grand Syekh Al-Azhar ke PBNU
Peresmian Perluasan Gedung II PBNU
IMG
IMG