IMG-LOGO
Daerah

GP Ansor Pamekasan Kerja Keras Hidupkan 13 anak Cabang

Kamis 29 Oktober 2015 15:4 WIB
Bagikan:
GP Ansor Pamekasan Kerja Keras Hidupkan 13 anak Cabang

Pamekasan, NU Online
Pengurus GP Ansor Pamekasan sebulan terakhir ini turun di 13 kecamatan dan desa-desa di kabupaten setempat. Mereka tengah berupaya membentuk 13 Pimpinan Anak Cabang (PAC) GP Ansor. Mereka terdorong untuk menguatkan jejaring organisasi yang berhaluan Aswaja.
<>
Saat ditemui di Kantor PCNU Pamekasan di jalan Abdul Aziz, Kamis (29/10), Ketua GP Ansor Pamekasan Fathorrahman menegaskan, langkah menghidupkan kembali PAC GP Ansor di 13 kecamatan itu kini hampir rampung.

"Di masing-masing kecamatan, sudah ada calon pengurus yang siap mengabdi dan berproses di Ansor. Administrasinya sudah kelar seperti foto diri dan fotokopi KTP calon pengurus sudah kami kantongi," terang Fathorrahman.

Dosen Universitas Madura itu menambahkan, upaya menghidupkan kembali 13 PAC Ansor tersebut juga dibarengi dengan pembentukan kepengurusan di tingkat ranting.

"Kita sedang ikhtiar juga membentuk pengurus ranting sekaligus. Mohon doanya," tukas Fathorrahman. (Hairul Anam/Alhafiz K)

Bagikan:
Kamis 29 Oktober 2015 22:2 WIB
PMII Unas-UIC Kumpulkan Dana untuk Korban Asap
PMII Unas-UIC Kumpulkan Dana untuk Korban Asap

Jakarta, NU Online
Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia Komisariat Universitas Nasional (Unas) dan Universitas Ibnu Chaldun (UIC) mengumpulkan dana untuk warga korban asap di Sumatera dan Kalimantan.
<>
Aksi solidaritas bertema "PMII Peduli Korban Asap; Bantu Kami Bernapas" ini dilaksanakan di lingkungan Kampus Unas dan UIC pada Jumat dan Sabtu, 23-24 Oktober 2015.

"Aksi solidaritas ini adalah bukti bahwa kami mahasiswa tidak hanya bisa mengkritik pemerintah terkait bencana ini, tapi juga solutif. Ini juga bagian dari Tri Dharma Perguruan Tinggi," ungkap koordinator Aksi Solidaritas PMII Unas, Niswatul Hamdani Effendi, Selasa, (27/10).

Momen ini juga merupakan ajang silaturrahim dan gotong royong para aktivis PMII lintas kampus di Ibu Kota yang peduli terhadap bencana yang sudah sampai langit Jakarta ini.

"Ini momen untuk kebangkitan rasa gotong royong. Ini juga menjadi sindiran untuk para pejabat untuk saling memperkuat tindakan melalui kerja sama bukan saling melempar dan menyalahkan," papar Pina, peserta aksi dari UIC.

Dana hasil aksi solidaritas ini diserahkan kepada lembaga terkait yang berkonsentrasi pada penanggulangan bencana.

"Kami menggalang dana 2 hari di kampus masing-masing, dana terkumpul Rp 3.316.000 dari hanya 1-2 jam kita turun," kata Harsenda Sari, anggota Majelis Pembina Komisariat PMII Unas yang turut mendampingi.  

Yang menarik, sambung Sari, aksi ini sempat ditegur oleh Satgas Pemprov DKI. "Sahabat-sahabati Unas sempat ngecrek di lampu merah penvil (Pejaten Village), tapi ditegur oleh Satgas Pemprov DKI lantaran tak berizin. Untuk itu kami putuskan aksi di lingkungan kampus saja,” tutupnya. (Doni Rao/Abdullah Alawi)

Kamis 29 Oktober 2015 21:4 WIB
Cegah Asap, PMII OKU Timur Berbagi Masker di Hari Sumpah Pemuda
Cegah Asap, PMII OKU Timur Berbagi Masker di Hari Sumpah Pemuda

OKU Timur, NU Online
Sebanyak 150 aktivis PMII OKU Timur bersama BEM sejumlah kampus setempat turun di pertigaan Tugu Tani Martapura, Rabu (28/10) pagi. Mereka membagikan masker pelindung pernafasan kepada warga yang lalu lalang di jalan simpang tersebut.
<>
Dalam aksi ini, tampak BEM Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP Nurul Huda), BEM STIT MU, dan BEM STIPER. Aksi ini diadakan untuk memperingati Hari Sumpah Pemuda.

Selain berbagi masker, mereka juga menggelar orasi ilmiah. Mereka menyampaikan keresahan mereka terkait kepemudaan dan situasi Indonesia saat ini terutama di sektor pendidikan.

"Semangat mahasiswa dan pemuda sangat luar biasa, namun perlu diingat bahwa perjuangan kita belum selesai. Masih banyak permasalahan yang perlu dituntaskan terutama akses pendidikan,” kata salah seorang aktivis PMII setempat.

Ia menambahkan, kasus kabut asap ini benar-benar menjenuhkan dan membahayakan. Ia berharap pembagian masker ini dapat mencegah datangnya penyakit bagi masyarakat OKU Timur. (Nurul Huda/Alhafiz K)

Kamis 29 Oktober 2015 20:2 WIB
Sumpah Pemuda, Momentum Perubahan Negeri yang Lebih Baik
Sumpah Pemuda, Momentum Perubahan Negeri yang Lebih Baik

Jombang, NU Online
Ketua GP Ansor Jombang H Zulfikar Damam Ikhwanto menilai peringatan Sumpah Pemuda sebagai monumen penting perihal peran pemuda dalam banyak hal. Setiap even penting di negeri ini, hampir selalu melibatkan pemuda dalam penentuannya ke depan.
<>
"Peran yang dimiliki kaum muda dari waktu ke waktu, mempunyai daftar yang sangat panjang. Untuk Indonesia masa depan, kaum muda tetap diharapkan menempati posisi dan karakteristik yang khas sebagai pelaku sekaligus energi yang efektif menuju perubahan lebih baik," kata Gus Antok, Rabu (28/10).

Problematika publik kekinian seperti kemiskinan, kesehatan, pendidikan, korupsi, dan lainnya merupakan tantangan bangsa ini yang harus dihadapi dan segera dicari solusinya. Untuk itu, kaum muda tidak boleh cuek terhadap problem yang dihadapi masyarakat di sekitarnya, kata Gus Antok.

Dengan peringatan Sumpah Pemuda, hendaknya momentum ini dapat menegaskan kembali peran kaum muda dalam memahami sekaligus mensyi'arkan arti penting nasionalisme, cinta pada tanah air, persatuan dan kedaulatan sebagai bangsa dan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

"Tentu, bukan sekedar upacara dan pembacaan naskah Sumpah Pemuda sebagai sebuah seremonial tahunan," katanya. Namun, menggali dan membangkitkan spirit Sumpah Pemuda jauh lebih penting, lantas berusaha merefleksikannya pada peran kaum muda pada masa kini, lanjutnya.

Ia sendiri menyayangkan seiring perkembangan zaman semangat nasionalisme di kalangan pemuda mulai memudar. "Tidak bisa dipungkiri kalau saat ini banyak pemuda yang tidak lagi mencintai tanah air, mencintai bangsanya juga tidak lagi mencintai bahasa Indonesia," kata Gus Antok.

Menurutnya, kelahiran GP Ansor diwarnai oleh spirit perjuangan, nasionalisme, pembebasan, dan epos kepahlawanan. GP Ansor terlahir dalam suasana keterpaduan antara kepeloporan pemuda pasca Sumpah Pemuda, semangat kebangsaan, kerakyatan, dan sekaligus spirit keagamaan.

Karenanya, yang sangat mendesak dilakukan adalah terus menjaga semangat sebagai kaum muda untuk menafsirkan ulang dan mengaktualisasikan kembali spirit Sumpah Pemuda dan komitmen GP Ansor sebagaimana diteladankan para pendahulu.

"Uswah atau keteladanan para pendiri yang mesti digelorakan. sekaligus membawa GP ansor lebih terjaga marwahnya, lebih mandiri dan mampu memberikan manfaat kepada masyarakat, bangsa dan negara," pungkasnya. (Ibnu Nawawi/Alhafiz K)

IMG
IMG
IMG
1 / 6
2 / 6
3 / 6
4 / 6
5 / 6
6 / 6

Habib Umar bin Hafidz Berkunjung ke PBNU
Seminar Internasional Bersama Ulama Lebanon
Rapat Pleno PBNU 2018
Imam Besar Masjidil Haram Kunjungi PBNU
Kunjungan Grand Syekh Al-Azhar ke PBNU
Peresmian Perluasan Gedung II PBNU
IMG
IMG