Advokasi Persoalan Agraria, FNKSDA Sumenep Diluncurkan

Advokasi Persoalan Agraria, FNKSDA Sumenep Diluncurkan

Sumenep, NU Online
Front Nahdliyin untuk Kedaulatan Sumber Daya Alam (FNKSDA) Kabupaten Sumenep, diluncurkan, Ahad (1/11), di Aula PCNU setempat, Jalan Raya Trunojoyo, Sumenep, Jawa Timur. Peluncuran FNKSDA dikemas dengan seminar agraria bertajuk "Agama Tanah, Ajaga Nak Potoh".
<>
Hadir pada acara tersebut sebagai pembicara perwakilan dari Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Sumenep, Staf Kabag Hukum Sekretariat Pemerintah Daerah (Setda), anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD), dan FNKSDA.

Sekretaris PCNU Sumenep A. Warits berharap kegiatan tersebut bisa diteruskan di tingkat Majelis Wakil Cabang NU (MWCNU) yang ada di kecamatan, mengingat belakangan ini marak persoalan agraria.

Data Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Sumenep menyebutkan, saat ini marak jual beli lahan di antaranya di Kecamatan Kota Sumenep, Gapura, Kalianget, dan Manding.

Koordinator FNKSDA Sumenep A. Dardiri Zubairi mengatakan, ke depan pihaknya akan melakukan sekolah advokasi, sehingga masyarakat tidak gampang begitu saja melepas tanahnya dengan iming-iming harga tinggi.

Penyadaran yang dilakukan selama ini melalui kumpulan Terak Bulan cukup efektif. Ada beberapa orang yang hendak melepas tanahnya, setelah mendapat wawasan akhirnya gagal melepas tanahnya.

Pegiat FNKSDM Muhammad Al Fayyadl mengatakan, FNKSDA adalah jaringan informal NU yang didirikan pada 2013 untuk mengadvokasi warga NU tekait sumber daya alam, dan diluncurkan oleh KH Shalahuddin Wahid. (M Kamil Akhyari/Mahbib)

BNI Mobile