IMG-LOGO
Trending Now:
Daerah

Kuatkan Silaturrahim, IPNU Probolinggo Gelar Turba

Jumat 6 November 2015 13:2 WIB
Bagikan:
Kuatkan Silaturrahim, IPNU Probolinggo Gelar Turba

Probolinggo, NU Online
Dalam rangka semakin menguatkan silaturahim, Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) Kabupaten Probolinggo melakukan kunjungan ke pengurus anak cabang dan ranting wilayah kerjanya secara bergantian.<>

Kegiatan yang bertajuk turba (turun ke bawah) ini dipimpin langsung oleh Ketua PC IPNU Kabupaten Probolinggo Eko Cahyono didampingi sejumlah pengurus. Berbagai informasi dan aspirasi seputar perkembangan dan permasalahan pelajar di tiap-tiap anak cabang dan ranting menjadi agenda utama turba.

Kamis (5/11), turba dilaksanakan di Pimpinan Anak Cabang (PAC) IPNU Kecamatan Lumbang. Kedatangan rombongan PC IPNU Kabupaten Probolinggo ini disambut oleh Ketua PAC IPNU Kecamatan Lumbang Multazam bersama segenap pengurus.

Ketua PC IPNU Kabupaten Probolinggo Eko Cahyono mengatakan selain untuk menguatkan silaturahim antar pengurus, turba ini dimaksudkan untuk menghidupkan kembali kader-kader IPNU di Kecamatan Lumbang supaya tidak mudah terpengaruh oleh aliran Islam di luar aqidah Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja).

“Sebagai kader NU, kita harus mampu mencari dan mendalami ilmu atau kegiatan yang belum dilaksanakan dengan acara bergabung di organisasi IPNU. Dengan IPNU kita akan mendapatkan pengalaman yang banyak sehingga memiliki banyak relasa dan teman baik dari dalam maupun luar Kabupaten Probolinggo,” ungkapnya.

Menurut Eko, turba ini dilakukan dengan tujuan untuk memonitor kegiatan anak cabang dan ranting sekaligus sebagai upaya pembinaan organisasi supaya ke depan bisa lebih baik dan maju.

“Yang terpenting lagi adalah sebagai upaya untuk menguatkan aqidah Ahlussunnah wal Jamaah di kalangan para pengurus. Apalagi saat ini sudah banyak paham-paham baru yang tidak sesuai dengan amaliah NU,” pungkasnya. (Syamsul Akbar/Fathoni)

Bagikan:
Jumat 6 November 2015 23:1 WIB
Ratusan Warga Ikuti Peringatan Haul Kyai Ageng Rogosasi
Ratusan Warga Ikuti Peringatan Haul Kyai Ageng Rogosasi

Boyolali, NU Online
Ratusan warga dari berbagai daerah, ikut menghadiri acara peringatan Haul Kyai Ageng Rogosasi bertempat di depan kompeks Makam Tumang, Cepogo, Boyolali, Jawa Tengah Kamis, (5/11).
<>
Kyai Ageng Rogosasi merupakan seorang tokoh ulama yang mendirikan kampung Tumang Cepogo Boyolali, sekaligus yang menyebarkan agama Islam di lereng Gunung Merapi tersebut.

Dalam kesempatan tersebut, dijelaskan silsilah Kiai Ageng Rogosasi oleh KH Muhromi dari Ketapang Susukan. Menurutnya, Kiai Ageng Rogosasi ini termasuk salah satu keturunan Kerajaan Mataram dan mempunyai ranji nasab dari Sunan Kalijaga.

“Silsilah Kyai Ageng Rogosasi ini masih menyambung mulai dari Sunan Kalijaga, Kyai Hasan Munadi Nyatnyono sampai KH Ahmad Siradj Surakarta,” terang tokoh yang pernah mengemban amanah Rais Syuriyah PCNU Kabupaten Semarang ini.

Usai dibacakan manaqib Kyai Ageng Rogosasi tersebut, para jamaah kemudian mendengarkan tausiah dari KH M Mahfur dari Ketapang.

Sementara itu, Kepala Desa Cepogo berharap kegiatan peringatan haul yang telah berjalan rutin setiap tahun ini dapat memberikan manfaat bagi warga. "Acara ini sangat bermanfaat bagi masyarakat Tumang. Mengingat jasa-jasa Mbah Kyai Rogosasi dalam menyebarkan agama Islam dan menjaga desa ini," tuturnya.

Ditambahkan Mawardi, para warga, khususnya generasi muda juga harus memiliki peran dalam melestarikan budaya dan mengkaji sejarah leluhurnya. (Ajie Najmuddin/Alhafiz K)

Jumat 6 November 2015 17:0 WIB
Teliti E-Ticket Pariwisata, Siswa MAN Tambakberas Menangi LKTI
Teliti E-Ticket Pariwisata, Siswa MAN Tambakberas Menangi LKTI

Jombang, NU Online
Sektor pariwisata diketahui dapat menghasilkan pendapatan yang sangat luar biasa bagi suatu daerah. Bahkan sumbangan dunia pariwiasta amat besar dalam penciptaan lapangan kerja.<>

Seperti diketahui, bahwa kota santri Jombang memiliki potensi objek wisata yang sangat banyak. Baik wisata alam, wisata budaya, kuliner, wisata keluarga atau Ruang Terbuka (RTH)  hingga kawasan Wisata Religi Makam KH Abdurrahman Wahid alias Gus Dur.

Meihat potensi yang sangat besar ini, Tiga pelajar MAN Tambakberas Jombang, Doni Hermawan, M Aminuddin Zulfi dan Ahmad Agil Auila Wafda melakukan penilitian dengan tema "Penerapan E-Ticket untuk Meningkatkan PAD sektor Pariwisata Kota Santri" yang mengantarkan menjadi juara pada Lomba Karya Tulis Ilmiyah (LKTI) yang digelar PWI Perwakilan Jombang, beberapa waktu lalu.

E-Ticket atau biasa disebut tiket elektronik yang di dalamnya berisi chip elektronik yang dapat menyimpan data dan jumlah saldo uang elektronik (e-money).  Saldo tersimpan dapat digunakan sebagai transaksi. Dengan cara membeli kartu perdana E-Ticket berikut saldo awalnya yang telah ditentukan digunakan untuk membayar tiket pariwisata.

Pengunaan E-Ticket

Cara penggunaan e-ticket untuk pariwisata adalah semua objek wisata memiliki minimal satu pintu masuk elekronik. Wisatawan yang telah memiliki ticket elektronik ini langsung bisa masuk melalui pintu yang tersedia e-ticket elektronik. Kemudian wisatawan menempelkan kartu selama dua sampai tiga detik. 

"Saat lampu telah berubah dari merah menjadi hijau pengunjung langsung mendorong pintu turn stile. Dan untuk mengetahui saldo dalam kartu elektronik secara otomatis akan berkurang sesuai dengan tarif masuk kawasan wisata dan sisa saldo akan terlihat pada display," beber Doni meyakinkan Juri.

Doni memaparkan, dari hasil survey yang dilakukan timnya terhadap responden, diketahui untuk penerapan E-Ticket kawasan wisata bahwa responden 54 persen menyatakan sangat setuju, dan 36 persen setuju sisanya 10 persen tidak setuju. "Alasannya adalah untuk memudhkan masyarakat mengunjungi kawasan atau objek wisata," taandasnya.

Aminuddin Zulfi menambahkan, bahwa hasil penilitian juga diketahui, e-ticket membantu peningkatan PAD sektor pariwisata, sebanyak 56 persen responden menyatakan sangat setuju, 36 persen setuju  dan 8 persen menyatakan kurang setuju." Karena para wisatawan yang ingin menikmati objek wisata di kota santri sudah membeli dulu kartu elektronik, dengan nominal yang diingikan," imbuhnya.

"Manfaat tiket elektronik adalah mempermudah wisatawan untuk mendapatkan pelayanan pariwisata yang maksimal, disamping itu juga meningkatkan pengelolaan objek wisata dan e ticket juga diharapkan bisa meningkatkan PAD pendapatan Asli Daerah dari sektor pariwisata," pungkasnya

Meski demikian, tiga pelajar madrasah ini memberikan rekomendasi jika E-Ticket diterapkan dalam pariwisata juga harus bekerjasama antar-lembaga yang mengelola objek pariwisata, adanya tarif resmi oleh pemerintah daerah dan membangun kerjasama dengan pihak perbankan. (Muslim Abdurrahman/Fathoni)

Jumat 6 November 2015 16:1 WIB
Kekeringan Meluas, LPBINU dan Ansor Pati Salurkan Air Bersih
Kekeringan Meluas, LPBINU dan Ansor Pati Salurkan Air Bersih

Pati, NU Online
Bencana kekeringan tahun ini akibat kemarau panjang terjadi di berbagai daerah di Indonesia. Dampaknya banyak sumur-sumur dan sumber mata air yang mengering. Kabupaten Pati menjadi salah satu daerah yang terkena imbas kemarau panjang.<>

Kekeringan di Kabupaten Pati meluas dari 5 kecamatan menjadi 8 Kecamatan yaitu Winong, Jakenan, Jaken, Batangan, Pucakwangi, Gabus, Tambakromo, Kayen bahkan beberapa desa di Kecamatan Kota juga terkena dampak kekeringan dan membutuhkan Bantuan air bersih.

Untuk merespon keadaan tersebut, Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim Nahdlatul Ulama (LPBINU) Pati, LPBINU Jawa Tengah serta PP LPBINU bersama GP Ansor Pati mengadakan bakti sosial di 8 Kecamatan yang dilanda kekeringan paling parah pada Kamis (5/11).

Ketua GP Anshor Pati, Imam Rifai mengatakan, untuk memenuhi ke delapan kecamatan tersebut, sekurang-kurangnya harus ada 40 tangki air yang dikirim. Untuk hari ini (Kamis kemarin, red) hanya ada lima belas tangki air yang bisa didistribusikan, dan ini jauh dari kata cukup. Akibatnya warga harus berbagi rata dengan sesame warga. 

“Tahun ini kekeringan sangat parah. bahkan desa yang tidak pernah dilanda kekeringan, tahun ini mengalami kekurangan sumber air bersih,” terangnya.

Rifai mengeluhkan minimnya mobil tangki air yang bisa disewa. Usaha untuk menyewa mobil tangki air dari luar Kabupaten Pati mengalami kendala yang sama, bahwa tangki-tangki itu sudah disewakan. “Kendala kami adalah tentang penyewaan mobil,” katanya.

Direncanakan kegiatan ini akan berlanjut setiap harinya, sampai akhir November. (Faridur/Fathoni)

IMG
IMG
IMG
1 / 6
2 / 6
3 / 6
4 / 6
5 / 6
6 / 6

Habib Umar bin Hafidz Berkunjung ke PBNU
Seminar Internasional Bersama Ulama Lebanon
Rapat Pleno PBNU 2018
Imam Besar Masjidil Haram Kunjungi PBNU
Kunjungan Grand Syekh Al-Azhar ke PBNU
Peresmian Perluasan Gedung II PBNU
IMG
IMG