::: Simak berbagai info NU Online melalui media sosial Twitter (@nu_online), Facebook (www.facebook.com/situsresminu), Instagram (@nuonline_id) ::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi[@]nu.or.id ::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky[@]nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::

Kuatkan Silaturrahim, IPNU Probolinggo Gelar Turba

Jumat, 06 November 2015 13:02 Daerah

Bagikan

Probolinggo, NU Online
Dalam rangka semakin menguatkan silaturahim, Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) Kabupaten Probolinggo melakukan kunjungan ke pengurus anak cabang dan ranting wilayah kerjanya secara bergantian.<>

Kegiatan yang bertajuk turba (turun ke bawah) ini dipimpin langsung oleh Ketua PC IPNU Kabupaten Probolinggo Eko Cahyono didampingi sejumlah pengurus. Berbagai informasi dan aspirasi seputar perkembangan dan permasalahan pelajar di tiap-tiap anak cabang dan ranting menjadi agenda utama turba.

Kamis (5/11), turba dilaksanakan di Pimpinan Anak Cabang (PAC) IPNU Kecamatan Lumbang. Kedatangan rombongan PC IPNU Kabupaten Probolinggo ini disambut oleh Ketua PAC IPNU Kecamatan Lumbang Multazam bersama segenap pengurus.

Ketua PC IPNU Kabupaten Probolinggo Eko Cahyono mengatakan selain untuk menguatkan silaturahim antar pengurus, turba ini dimaksudkan untuk menghidupkan kembali kader-kader IPNU di Kecamatan Lumbang supaya tidak mudah terpengaruh oleh aliran Islam di luar aqidah Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja).

“Sebagai kader NU, kita harus mampu mencari dan mendalami ilmu atau kegiatan yang belum dilaksanakan dengan acara bergabung di organisasi IPNU. Dengan IPNU kita akan mendapatkan pengalaman yang banyak sehingga memiliki banyak relasa dan teman baik dari dalam maupun luar Kabupaten Probolinggo,” ungkapnya.

Menurut Eko, turba ini dilakukan dengan tujuan untuk memonitor kegiatan anak cabang dan ranting sekaligus sebagai upaya pembinaan organisasi supaya ke depan bisa lebih baik dan maju.

“Yang terpenting lagi adalah sebagai upaya untuk menguatkan aqidah Ahlussunnah wal Jamaah di kalangan para pengurus. Apalagi saat ini sudah banyak paham-paham baru yang tidak sesuai dengan amaliah NU,” pungkasnya. (Syamsul Akbar/Fathoni)