IMG-LOGO
Daerah

Ratusan Warga Ikuti Peringatan Haul Kyai Ageng Rogosasi

Jumat 6 November 2015 23:1 WIB
Bagikan:
Ratusan Warga Ikuti Peringatan Haul Kyai Ageng Rogosasi

Boyolali, NU Online
Ratusan warga dari berbagai daerah, ikut menghadiri acara peringatan Haul Kyai Ageng Rogosasi bertempat di depan kompeks Makam Tumang, Cepogo, Boyolali, Jawa Tengah Kamis, (5/11).
<>
Kyai Ageng Rogosasi merupakan seorang tokoh ulama yang mendirikan kampung Tumang Cepogo Boyolali, sekaligus yang menyebarkan agama Islam di lereng Gunung Merapi tersebut.

Dalam kesempatan tersebut, dijelaskan silsilah Kiai Ageng Rogosasi oleh KH Muhromi dari Ketapang Susukan. Menurutnya, Kiai Ageng Rogosasi ini termasuk salah satu keturunan Kerajaan Mataram dan mempunyai ranji nasab dari Sunan Kalijaga.

“Silsilah Kyai Ageng Rogosasi ini masih menyambung mulai dari Sunan Kalijaga, Kyai Hasan Munadi Nyatnyono sampai KH Ahmad Siradj Surakarta,” terang tokoh yang pernah mengemban amanah Rais Syuriyah PCNU Kabupaten Semarang ini.

Usai dibacakan manaqib Kyai Ageng Rogosasi tersebut, para jamaah kemudian mendengarkan tausiah dari KH M Mahfur dari Ketapang.

Sementara itu, Kepala Desa Cepogo berharap kegiatan peringatan haul yang telah berjalan rutin setiap tahun ini dapat memberikan manfaat bagi warga. "Acara ini sangat bermanfaat bagi masyarakat Tumang. Mengingat jasa-jasa Mbah Kyai Rogosasi dalam menyebarkan agama Islam dan menjaga desa ini," tuturnya.

Ditambahkan Mawardi, para warga, khususnya generasi muda juga harus memiliki peran dalam melestarikan budaya dan mengkaji sejarah leluhurnya. (Ajie Najmuddin/Alhafiz K)

Bagikan:
Jumat 6 November 2015 17:0 WIB
Teliti E-Ticket Pariwisata, Siswa MAN Tambakberas Menangi LKTI
Teliti E-Ticket Pariwisata, Siswa MAN Tambakberas Menangi LKTI

Jombang, NU Online
Sektor pariwisata diketahui dapat menghasilkan pendapatan yang sangat luar biasa bagi suatu daerah. Bahkan sumbangan dunia pariwiasta amat besar dalam penciptaan lapangan kerja.<>

Seperti diketahui, bahwa kota santri Jombang memiliki potensi objek wisata yang sangat banyak. Baik wisata alam, wisata budaya, kuliner, wisata keluarga atau Ruang Terbuka (RTH)  hingga kawasan Wisata Religi Makam KH Abdurrahman Wahid alias Gus Dur.

Meihat potensi yang sangat besar ini, Tiga pelajar MAN Tambakberas Jombang, Doni Hermawan, M Aminuddin Zulfi dan Ahmad Agil Auila Wafda melakukan penilitian dengan tema "Penerapan E-Ticket untuk Meningkatkan PAD sektor Pariwisata Kota Santri" yang mengantarkan menjadi juara pada Lomba Karya Tulis Ilmiyah (LKTI) yang digelar PWI Perwakilan Jombang, beberapa waktu lalu.

E-Ticket atau biasa disebut tiket elektronik yang di dalamnya berisi chip elektronik yang dapat menyimpan data dan jumlah saldo uang elektronik (e-money).  Saldo tersimpan dapat digunakan sebagai transaksi. Dengan cara membeli kartu perdana E-Ticket berikut saldo awalnya yang telah ditentukan digunakan untuk membayar tiket pariwisata.

Pengunaan E-Ticket

Cara penggunaan e-ticket untuk pariwisata adalah semua objek wisata memiliki minimal satu pintu masuk elekronik. Wisatawan yang telah memiliki ticket elektronik ini langsung bisa masuk melalui pintu yang tersedia e-ticket elektronik. Kemudian wisatawan menempelkan kartu selama dua sampai tiga detik. 

"Saat lampu telah berubah dari merah menjadi hijau pengunjung langsung mendorong pintu turn stile. Dan untuk mengetahui saldo dalam kartu elektronik secara otomatis akan berkurang sesuai dengan tarif masuk kawasan wisata dan sisa saldo akan terlihat pada display," beber Doni meyakinkan Juri.

Doni memaparkan, dari hasil survey yang dilakukan timnya terhadap responden, diketahui untuk penerapan E-Ticket kawasan wisata bahwa responden 54 persen menyatakan sangat setuju, dan 36 persen setuju sisanya 10 persen tidak setuju. "Alasannya adalah untuk memudhkan masyarakat mengunjungi kawasan atau objek wisata," taandasnya.

Aminuddin Zulfi menambahkan, bahwa hasil penilitian juga diketahui, e-ticket membantu peningkatan PAD sektor pariwisata, sebanyak 56 persen responden menyatakan sangat setuju, 36 persen setuju  dan 8 persen menyatakan kurang setuju." Karena para wisatawan yang ingin menikmati objek wisata di kota santri sudah membeli dulu kartu elektronik, dengan nominal yang diingikan," imbuhnya.

"Manfaat tiket elektronik adalah mempermudah wisatawan untuk mendapatkan pelayanan pariwisata yang maksimal, disamping itu juga meningkatkan pengelolaan objek wisata dan e ticket juga diharapkan bisa meningkatkan PAD pendapatan Asli Daerah dari sektor pariwisata," pungkasnya

Meski demikian, tiga pelajar madrasah ini memberikan rekomendasi jika E-Ticket diterapkan dalam pariwisata juga harus bekerjasama antar-lembaga yang mengelola objek pariwisata, adanya tarif resmi oleh pemerintah daerah dan membangun kerjasama dengan pihak perbankan. (Muslim Abdurrahman/Fathoni)

Jumat 6 November 2015 16:1 WIB
Kekeringan Meluas, LPBINU dan Ansor Pati Salurkan Air Bersih
Kekeringan Meluas, LPBINU dan Ansor Pati Salurkan Air Bersih

Pati, NU Online
Bencana kekeringan tahun ini akibat kemarau panjang terjadi di berbagai daerah di Indonesia. Dampaknya banyak sumur-sumur dan sumber mata air yang mengering. Kabupaten Pati menjadi salah satu daerah yang terkena imbas kemarau panjang.<>

Kekeringan di Kabupaten Pati meluas dari 5 kecamatan menjadi 8 Kecamatan yaitu Winong, Jakenan, Jaken, Batangan, Pucakwangi, Gabus, Tambakromo, Kayen bahkan beberapa desa di Kecamatan Kota juga terkena dampak kekeringan dan membutuhkan Bantuan air bersih.

Untuk merespon keadaan tersebut, Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim Nahdlatul Ulama (LPBINU) Pati, LPBINU Jawa Tengah serta PP LPBINU bersama GP Ansor Pati mengadakan bakti sosial di 8 Kecamatan yang dilanda kekeringan paling parah pada Kamis (5/11).

Ketua GP Anshor Pati, Imam Rifai mengatakan, untuk memenuhi ke delapan kecamatan tersebut, sekurang-kurangnya harus ada 40 tangki air yang dikirim. Untuk hari ini (Kamis kemarin, red) hanya ada lima belas tangki air yang bisa didistribusikan, dan ini jauh dari kata cukup. Akibatnya warga harus berbagi rata dengan sesame warga. 

“Tahun ini kekeringan sangat parah. bahkan desa yang tidak pernah dilanda kekeringan, tahun ini mengalami kekurangan sumber air bersih,” terangnya.

Rifai mengeluhkan minimnya mobil tangki air yang bisa disewa. Usaha untuk menyewa mobil tangki air dari luar Kabupaten Pati mengalami kendala yang sama, bahwa tangki-tangki itu sudah disewakan. “Kendala kami adalah tentang penyewaan mobil,” katanya.

Direncanakan kegiatan ini akan berlanjut setiap harinya, sampai akhir November. (Faridur/Fathoni)

Jumat 6 November 2015 15:2 WIB
STAINU Jakarta Bahas Kontradiksi Fatwa dan Implementasi Perbankan Syariah
STAINU Jakarta Bahas Kontradiksi Fatwa dan Implementasi Perbankan Syariah

Jakarta, NU Online
Sekolah Tinggi Agama Islam Nahdlatul Ulama (STAINU) Jakarta tidak saja berbicara soal pendidikan atau hukum Islam, tetapi juga berbicara tentang isu-isu ekonomi. Dalam rangka syukuran Komisariat Ikatan Ahli Ekonomi Indonesia (IAEI), STAINU Jakarta menggelar Seminar Nasional bertajuk ‘Dialektika Studi Perbankan Syariah, Kontradiksi Fatwa dengan Implementasi’, Kamis (05/11) di Gedung Pengurus Pusat GP Ansor Jakarta.<>

Ketua IV bagian kerjasama STAINU Jakarta, Aris Adi Leksono, MPd dalam sambutannya mengatakan, orang luar lebih mengenal STAINU Jakarta dengan mencetak tenaga pendidik yang handal, tetapi juga harus diketahui, STAINU Jakarta juga dapat melahirkan ahli-ahli ekonomi yang kompeten, yang memiliki jiwa kewirausahaan yang kuat. 

“Sebut saja Bisnis Center dan juga Baitul Maal wa Tamwil yang dikelola oleh mahasiswa adalah bentuk nyata serta wahana ekspresi yang dimiliki STAINU Jakarta dalam mengembangkan keilmuan di bidang perbankan. Ini adalah bentuk konkrit dari kami untuk mencetak ahli-ahli ekonomi,” ujarnya.

Lebih lanjut, Aris mengatakan, dengan dibentuknya Komisariat IAEI STAINU Jakarta yang surat keputusannya langsung dari Kementrian Keuangan, akan menjadi wadah tersendiri bagi mahasiswa dalam pengembangan dunia perekonomian. Sekaligus menyarankan kepada mahasiswa STAINU Jakarta, khususnya Prodi Perbankan Syariah untuk memanfaatkan betul jejaring baru ini.

Sementara itu, Ketua Komisariat IAEI STAINU Jakarta, Muhdi Qorib mengatakan, IAEI ini adalah organisasi para akademisi dan praktisi untuk melakukan pengkajian, pengembangan, pendidikan dan sosialisaasi Ekonomi Islam. Selanjutnya dalam kepengurusannya, ia akan mengadakan riset tentang perbankkan syariah. “Ini sejalan dengan visi misi program studi,” katanya saat diwawancarai.

Seminar ini selain dihadiri mahasiswa perbankan syariah juga mahasiswa kampus sekitar Jakarta. Turut hadir Khairunnisa, MA (Sekretaris Prodi Perbankkan Syariah), Ahmad Nurul Huda (Ketua III Bidang Kemahasiswaan STAINU Jakarta). (Faridur/Fathoni)

IMG
IMG
IMG
1 / 6
2 / 6
3 / 6
4 / 6
5 / 6
6 / 6

Seminar Internasional Bersama Ulama Lebanon
Rapat Pleno PBNU 2018
Imam Besar Masjidil Haram Kunjungi PBNU
Kunjungan Grand Syekh Al-Azhar ke PBNU
Peresmian Perluasan Gedung II PBNU
Peresmian Bank Wakaf Mikro di Banten Oleh Presiden RI
IMG
IMG