IMG-LOGO
Daerah

Muslimat NU Larangan Juara Qosidah Tingkat Kabupaten Brebes


Senin 16 November 2015 00:02 WIB
Bagikan:
Muslimat NU Larangan Juara Qosidah Tingkat Kabupaten Brebes

Brebes, NU Online
Dengan meraih nilai 84 akhirnya Grup Pimpinan Anak Cabang (PAC) Muslimat NU Larangan berhasil menjadi juara 1 Festifal Seni dan Lomba Qosidah tingkat kabupaten Brebes. Muslimat NU Larangan berhasil menyisihkan 15 peserta grup Muslimat sekabupaten Brebes yang hadir dalam perlombaan.
<>

Juara 2 diraih PAC Muslimat NU Sirampog dengan nilai 81. Sementara juara 3 direbut PAC Muslimat NU Kersana dengan nilai 76. Juara harapan berurut PAC Muslimat NU Ketanggungan dengan nilai 75, PAC Muslimat NU Bumiayu dengan nilai 73, dan PAC Muslimat NU Jatibarang dengan nilai 73. Sementara jumlah PAC Muslimat NU di Brebes sebanyak 17.

“PAC Muslimat NU Larangan, mampu tampil baik dari berbagai kriteria penilaian,” kata Ketua Dewan Juri KH Yasmin Nurdaim dari Kantor Kementerian Agama Brebes, saat mengumumkan penilaian di Gedung Islamic Center jalan Yos Sudarso, Brebes, Ahad (15/11).

Selain Yasin Nurdaim, juri lomba juga didatangkan dari Kota Tegal Hj Siti Halamah dan dari Lembaga Seni Qosidah Indonesia (Lasqi) kabupaten Brebes Ahmad Muzaki. 

Ketua panitia Hj Farikhah menyatakan, lomba digelar sebagai upaya melestarikan seni dan budaya Islam. Meningkatkan kreatifitas dan syiar islam juga sebagai media dakwah secara damai dan rahmatan lil alamin. “PAC Muslimat NU Tonjong dan Paguyangan, ternyata tidak bisa mengirimkan grupnya,” ujarnya.

Menurutnya, kabupaten Brebes memiliki penduduk terbanyak di Jateng dan mayoritas berpenduduk Islam, maka lomba Qosidah bisa dijadikan media dakwah dan syiar Islam. “Lomba ini atas kerja sama dengan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Jateng,” terangnya.

Bupati Brebes Hj Idza Priyanti saat membuka festival seni dan Lomba Qosidah berharap Muslimat NU terus menyebarkan cinta qosidah kepada generasi muda, akan melekat dalam diri remaja. “Qosidah yang begitu ramah dan mengandung nilai-nilai pendidikan Islamiyah, harus kita tanamkan daya cinta qosidah kepada generasi muda,” ajaknya. 

Selain itu, Muslimat NU juga diharapkan ikut mencegah kekerasan dalam rumah tangga dan anak. Kabupaten Brebes telah dinobatkan sebagai Kabupten Layak Anak tingkat Madya. Sumbangsih Muslimat NU sangat dinanti untuk terus menjadi keharmonisan keluarga, menjadi teladan bagi masyarakat dalam keluarga yang sakinah mawaddah wa rahmah.

Wakil Ketua Muslimat NU Jateng Hj Nurhasanah juga ikut berbangga dengan digelarnya festival seni dan lomba qosidah. Ini membuktikan Muslimat NU berperan serta nguri-nguri budi yang adiluhung dan mengandung nilai-nilai islami seperti qosidah. Tidak bisa dipungkiri, generasi muda sekarang sudah menjauhi qosidah dan cenderung lebih seneng pada kebudayaan negeri tetangga.

“Keadaan yang mengambil gaya hidup yang asal comot dan tidak sesuai dengan budaya kita, harus kita waspadai dan cegah bersama-sama,” pesannya.

Ketua Muslimat NU Hj Chulasoh menambahkan, meskipun kepengurusan Muslimat NU Brebes baru dilantik beberapa bulan lalu, namun program-programnya sudah membumi. Juga senantiasa menjalin kerja sama dengan berbagai pihak yang bisa membawa kemaslahatan umat.  “Kami juga telah menjalin kerja sama dengan Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah untuk pencegahan penyakit TBC, di daerah Brebes,” tuturnya.

Festival dan lomba qosidah tampak semarak, karena mendapat antusias peserta yang juga menghadirkan pendukungnya. (Wasdiun/Alhafiz K)

Muslimat NU Larangan Juara Qosidah Tingkat Kabupaten
Bagikan:
IMG
IMG