IMG-LOGO
Daerah

Gunung Kidul Juara Umum PORSEMA LP Ma'arif Yogyakarta 2015

Sabtu 19 Desember 2015 4:1 WIB
Bagikan:
Gunung Kidul Juara Umum PORSEMA LP Ma'arif Yogyakarta 2015

Sleman, NU Online
Tim Lembaga Pendidika Ma’arif NU Kabupaten Gunung Kidul dinobatkan sebagai Juara Umum Pekan Olah Raga dan Seni Ma’arif (PORSEMA) Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) 2015. Kegiatan tersebut berlangsung di Gelanggang Olah Raga (GOR) Pangukan Kabupaten Sleman, Rabu (16/12).
<>
Tim LP Maarif NU Kabupaten Gunung Kidul berhasil mengungguli 4 Kabupaten/kota yang lain termasuk. Mereka berhasil meraih 9 medali emas, 3 perak dan 11 perunggu, dengan total nilai 74. Posisi kedua diperoleh LP Ma’arif Kabupaten Bantul dengan perolehan 5 emas, 5 perak dan 5 perunggu dengan nilai 50. Disusul tuan rumah Kabupaten Sleman dengan 3 emas, 6 perak dan 7 perunggu dengan nilai 43. Di peringkat keempat ditempati kabupaten Kulonprogo dan peringkat kelima Kota Yogyakarta.

Tingkat partisipasi kabupaten dan kota di DI Yogyakarta dalam PORSEMA 2015 kali ini terhitung tinggi, mencapai 87%. Kegiatan tersebut diikuti sekitar 1000 siswa sekolah dan madrasah di bawah naungan Lembaga Pendidikan Ma’arif NU.

Menurut rencana kegiatan kegiatan PORSEMA tingkat provinsi akan dilaksanakan 2 tahun sekali sebagai kelanjutan dari kegiatan PORSEMA tingkat kabupaten dan kota.

Di sela-sela pengumuman hasil kejuaraan, Ketua Panitia PORSEMA DIY 2015 Nurliadi menyampaikan rasa banggannya atas prestasi yang dicapai putra-putri LP Ma’arif.

Di tahun-tahun selanjutnya, kata dia, cabang lomba yang di pertandingkan akan bertambah. Jika tahun 2015 hanya 12 cabang lomba, tahun-tahun selanjutnya diharapkan akan lebih banyak cabang lomba yang dipertandingkan.

Dengan seperti itu, lanjut dia, Lembaga Pendidikan Ma’arif NU berhasil melahirkan siswa-siswa jawara yang mampu berkiprah di tingkat yang lebih tinggi. (Afif/Abdullah Alawi)

Bagikan:
Sabtu 19 Desember 2015 17:1 WIB
Penting Mencapai Pendidikan Tinggi bagi Kader NU
Penting Mencapai Pendidikan Tinggi bagi Kader NU

Waykanan, NU Online
Pengurus Cabang Gerakan Pemuda Ansor Waykanan, Lampung melalui Pimpinan Ranting Kampung Bumi Baru Kecamatan Blambangan Umpu akan menggelar kaderisasi pada 24-27 Desember 2015 mendatang. Berkaitan dengan itu, sejumlah akademisi dan sarjana NU di sejumlah wilayah menegaskan, kader NU termasuk Barisan Ansor Serbaguna (Banser) harus berpendidikan tinggi.<>

"Sangat perlu Banser dan kader NU untuk mencapai pendidikan tinggi," ujar dr Umar Usman, Kepala Satkorwil Banser Jawa Timur saat dihubungi dari Waykanan, Lampung, Sabtu (19/12).

Pria kelahiran 1969 itu menjelaskan, dirinya bergabung dengan Ansor tahun 1986, selanjutnya mengikuti Diklatsar Banser tahun 1991. "Banser harus melanjutkan jenjang studi, baik formal maupun nonformal," ujar alumni kedokteran Universitas Airlangga, Surabaya itu.

NU merupakan organisasi ulama, ahli ilmu. Karena itu, kata Kepala Satkorwil Banser Jawa Tengah, Dr Hasyim Asyari menambahkan, menjadi tempat yang pas bagi kaum muda untuk bergabung.

"Ansor dan Banser ialah tempat tepat bagi sarjana untuk bergabung dan bergerak," ujar pengajar Fakultas Hukum Universitas Diponegoro, Semarang itu.

Pendidikan Kepemimpinan Dasar (PKD) Ansor IV dan Pendidikan serta Pelatihan Dasar (Diklatsar) IX Barisan Ansor Serbaguna (Banser) di Waykanan akan dihelat di Masjid Al Muhajirin, Kampung Bumi Baru, Kecamatan Blambangan Umpu yang saat ini sedang dirintis menjadi Pondok Pesantren Riyadlotut Thullab.

"Kami mengundang para pelajar, para sarjana dan kader PMII di Waykanan untuk berani menjadi Ansor, berani menjadi Banser untuk pergerakan NU di masa mendatang. Silakan menghubungi Kasatkorcab Banser Waykanan, Alex Almukmin di nomor 085382935111 bagi calon kader pemuda NU," ujar alumni Kursus Banser Pimpinan (Susbanpim) II PP GP Ansor, Gatot Arifianto yang juga Ketua PC GP Ansor Waykanan. (Disisi Saidi Fatah/Fathoni)

Sabtu 19 Desember 2015 15:1 WIB
Gandeng LPM STAINU, Omah Aksoro Gelar Malam Apresiasi Seni
Gandeng LPM STAINU, Omah Aksoro Gelar Malam Apresiasi Seni

Jakarta, NU Online
Komunitas Omah Aksoro bekerja sama dengan Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) “Pijar” Sekolah Tinggi Agama Islam Nahdlatul Ulama (STAINU) Jakarta akan menggelar malam apresiasi seni di Taman Amir Hamzah (depan kampus STAINU Jakarta), Jakarta Pusat, Rabu (23/12) mendatang. Kegiatan ini mengambil tema ‘Rabun Sastra, Buta Sejarah’. Acara akan menampilkan berbagai penampilan kreasi seni.<>

Penanggung jawab kegiatan, Bayu Radik mengatakan, bentuk-bentuk penampilan yang akan dipentaskan diantaranya musikalisasi puisi, pembacaan cerita pendek, dan akustik, baik karya sendiri maupun karya orang lain.

“Tidak ketinggalan juga, dibuka penampilan stand up comedy,” tuturnya.

Bayu menambahkan, dalam kegiatan yang terbuka untuk umum ini, tidak hanya diikuti oleh keluarga Omah Aksoro maupun mahasiswa STAINU Jakarta dan Universitas Nahdlatul Ulama Indonesia, tetapi juga para mahasiswa dari berbagai kampus.

“Bahkan sampai ini sudah ada yang mendaftar dari kampus lain untuk pentas panggung,” tambah mahasiswa semester 7 STAINU Jakarta ini.

Bagi yang ingin meramaikan, imbuhnya, baik sekadar mengikuti kegiatan ataupun menampilkan bakatnya, dipersilakan datang ke lokasi. “Acara ini gratis untuk siapapun,” pungkasnya.

Omah Aksoro adalah wadah pegiat diskusi yang dibentuk lingkaran anak muda STAINU Jakarta baik mahasiswa, alumni dan civitas akademik. Setiap Kamis, ba’da maghrib, Omah Aksoro rutin melaksanakan kegiatan yang diberi nama Tadarus Buku. (Faridur Rohman/Fathoni)

Sabtu 19 Desember 2015 13:32 WIB
PCNU Kota Pasuruan Gelar Haul Ke-6 Gus Dur
PCNU Kota Pasuruan Gelar Haul Ke-6 Gus Dur

Pasuruan, NU Online
Enam tahun wafatnya Guru Bangsa KH Abdurahman Wahid (Gus Dur) telah berlalu. Namun kenangan perjuangan Presiden Ke-4 RI ini masih melekat di hati para pengagum. Jumat, (18/12) di aula PCNU Kota Pasuruan Haul Ke-6 Gus Dur diperingati dengan berbagai kegiatan oleh Lakpesdam PCNU Kota Pasuruan bersama Banom NU Kota Pasuruan serta BEM se-Kota Pasuruan bertajuk ‘Peradaban Islam  Nusantara, Membumikan Indonesia Ber-Aswaja’.<> 

Rangkaian kegiatan dimulai dengan Khotmil Qur’an disertai dengan Pembacaan Yasin dan tahlil untuk para pahlawan bangsa dan pendiri atau muassis NU.

Dalam sambutan pembukanya, Ketua Lakpesdam PCNU Kota Pasuruan, Waladi Imaduddin Kadmi menyampaikan bahwa Gus Dur jangan hanya sebatas diidolakan saja, tapi juga harus diideologikan dalam kehidupan berbagsa dan bernegara. 

“Karena Gus Dur adalah tokoh yang meng-khatulistiwa dengan dimensi pemikiran yang kosmopolit dan tak lekang oleh zaman,” ujar Waladi.

Peserta yang hadir terdiri dari berbagai elemen kemahasiswaan di Kota Pasuruan seperti BEM Universitas Merdeka Pasuruan, BEM STAIS Pasuruan, serta PMII Komisariat Merdeka dan PMII Komisariat STAIS. 

Acara ini juga dihadiri oleh Banom PCNU Kota Pasuruan seperti Muslimat, Fatayat dan IPPNU dengan khidmad menyimak Tausiyah Ke-Islaman dan Kebangsaan oleh KH. Hasan Ma’ruf, Mustasyar PCNU Kota Pasuruan. Dalam taushiyahnya, Kiai Hasan berpesan untuk mengedepankan Akhlak Mulia Rosulullah SAW dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Rangkaian acara kemudian dilanjut dengan malam gebyar budaya dengan menampilkan lomba Stand Up Comedy Gus Dur yang diikuti oleh peserta dari perwakilan PMII dan BEM di Kota Pasuruan. Masing-masing peserta melontarkan joke khas Gus Dur yang membuat suasana menjadi meriah dengan tawa lepas. 

Lomba Stand Up ini dimenangkan Iwan dari Universitas Merdeka (Unmer) Pasuruan sebagai juara pertama stand up comedy Gus Dur, disusul Nizar dari PMII Merdeka dan Muntaha dari PMII Salahudin diposisi ketiga. Ketiganya mendapat hadiah dan piagam penghargaan dari Lakpesdam PCNU Kota Pasuruan.

Pembacaan puisi menjadi rangkaian acara berikutnya. Sejumlah mahasiswi dengan indah melantunkan puisi tentang Gus Dur. Diantaranya adalah Sakinah dari BEM Unmer Pasuruan yang membacakan puisi karya Inayah Wahid, putri Gus Dur. Acara kemudian ditutup dengan pemutaran manaqib dalam bentuk visual documenter tentang Gus Dur. (Red: Fathoni)

IMG
IMG
IMG
1 / 6
2 / 6
3 / 6
4 / 6
5 / 6
6 / 6

Habib Umar bin Hafidz Berkunjung ke PBNU
Seminar Internasional Bersama Ulama Lebanon
Rapat Pleno PBNU 2018
Imam Besar Masjidil Haram Kunjungi PBNU
Kunjungan Grand Syekh Al-Azhar ke PBNU
Peresmian Perluasan Gedung II PBNU
IMG
IMG