IMG-LOGO
Daerah

Pelajar NU Cirebon Lantik Anak Cabang IPNU-IPPNU Susukan dan 10 Ranting

Rabu 30 Desember 2015 0:2 WIB
Bagikan:
Pelajar NU Cirebon Lantik Anak Cabang IPNU-IPPNU Susukan dan 10 Ranting

Cirebon, NU Online
Hujan lebat menemani pelantikan Pimpinan Anak Cabang IPNU-IPPNU Kecamatan Susukan Kabupaten Cirebon dan 10 Pimpinan Ranting IPNU-IPPNU yang ada di kecamatan setempat, Senin (28/12). Mereka terlihat antuias mengikuti jalannya pelantikan pelajar NU oleh PC IPNU-IPPNU Kabupaten Cirebon.
<>
Tampak hadir Ketua MWCNU Susukan KH Masykur Ibnu Ilyas, pengurus ranting NU sekecamatan, aparat desa, dan masyarakat sekitar.

Ketua IPNU Susukan Moh Soleh Hariri memaparkan konsep Hayatul Fata bil Ilmi wat Tuqo. Menurut Soleh,  menghidupkan pemuda dengan ilmu dan takwa menjadi wasilah pelajar NU Susukan untuk menjadikan pelajar khususnya di Kecamatan Susukan sebagai generasi yang berakhlak mulia dan berlaku toleran.

“Adapun 10 ranting, kami akan selalu melakukan pembinaan dengan mengadakan kegiatan dari mushala ke mushala di ranting sekecamatan. Bentuk kegiatannya berupa marhabanan, kajian agama sekaligus tanya jawab. Kami juga akan membuat jam’iyah ranting setiap setengah bulan sekali,” kata Soleh.

Sekretaris IPNU Kabupaten Cirebon Abdul Bari dan Ketua IPPNU Kabupaten Cirebon Nur Aida Fajriyanti mengatakan bahwa pihak cabang sangat bangga dan mengapresiasi atas pelantikan PAC IPNU-IPPNU Susukan dan 10 Pimpinan Ranting IPNU-IPPNU sekecamatan setempat.

“Melalui wadah IPNU-IPPNU semoga pelajar NU bisa memberikan kontribusi positif kepada masyarakat serta mampu membendung paham radikalisme di tataran pelajar,” kata Nur Aida.

Kiai Masykur berpesan agar pelajar NU tidak hanya menjadi penonton, tetapi harus mengambil peran di tengah masyarakat dalam mengabdi pada ulama. Pelajar NU harus bermanfaat bagi masyarakat dan harus merasakan penderitaan masyarakat.

“Setelah dilantik pengurus IPNU-IPPNU harus ahli dalam bidang apapun sesuai dengan kompetensi masing-masing. Kerja dan kerja,” kata Kiai Masykur. (Nur Jannah/Alhafiz K)

Bagikan:
Rabu 30 Desember 2015 23:15 WIB
Polisi Garut Sita Terompet dengan Sampul Qur’an
Polisi Garut Sita Terompet dengan Sampul Qur’an

Bandung, NU Online
Polisi mengamankan 10 terompet dari bahan kertas bertuliskan huruf Arab yang diduga dari potongan sampul kitab suci Al-Qur’an atau Iqro di Pameungpeuk, Kabupaten Garut.<>

"Terompet yang diamankan oleh Polsek Pameungpeuk seluruhnya berjumlah 10 buah terompet, yang diamankan dari penjual keliling," kata Kepala Bidang Humas Polda Jabar Kombes Pol Sulistyo Pudjo Hartono  melalui telepon seluler, Rabu.

Ia menuturkan terompet yang dibuat dari potongan kertas bertuliskan huruf Al-Qur’an itu dibungkus oleh kertas kado berwarna silver.

Terompet tersebut ditemukan polisi di sekitar Alun-alun Pameungpeuk, Selasa (29/12) malam yang dijual oleh Masdira warga asal Kecamatan Arjasari, Kabupaten Bandung.

"Saat ini polisi sudah melakukan pemeriksaan terhadap penjual terompet sodara Masdira serta teman-teman yang berjualan terompet.," katanya.

Pengakuan penjual, kata Pudjo, terompet dibuat sendiri dengan bahan yang dibeli dari Pagarsih, Kota Bandung.

"Terompet yang dibuat belum sempat terjual," katanya.

Selain di Garut, kata Pudjo, ada juga terompet bertuliskan hurup Arab yang diamankan di wilayah Polsek Parung dan Cibung Bulang, Bogor.

Polda Jabar, lanjut dia, akan terus berupaya menyelidiki peredaran terompet dari bahan kertas tersebut.

"Saat ini Polda Jabar telah melakukan penyelidikan terhadap kasus ini di seluruh wilayah Jawa Barat," katanya. (Antara/Mukafi Niam)

Rabu 30 Desember 2015 22:8 WIB
Polres Bangkalan Temukan 110 Terompet dari Sampul Qur’an
Polres Bangkalan Temukan 110 Terompet dari Sampul Qur’an

Bangkalan, NU Online
Polres Bangkalan, Madura, Jawa Timur, menemukan 110 terompet berbahan kertas Al-Qur’an serta topi dengan bahan kertas yang sama.<>

"Selain menemukan terompet berbahan kertas Al-Qur’an, kami juga menemukan topi dengan bahan kertas yang sama," kata Kasat Reskrim Polres Bangkalan AKP Adi Wira Prakasa dalam keterangan persnya di Mapolres Bangkalan, Rabu sore.

Ia menjelaskan, terompet berbahan kertas Al-Qur’an yang jumlahnya mencapai 110 unit, serta sebuah topi dengan bahan yang sama itu disita dari dua orang pedagang terompet, yakni SH (37) warga Kelurahan Demangan dan MR (38) warga Kampung Lebek, Bangkalan.

"Saat ini kedua orang tersebut masih menjalani pemeriksaan di Mapolres Bangkalan," katanya.

Temuan sebanyak 110 terompet terbungkus bahan kertas Al-Qur’an oleh tim Polres Bangkalan ini merupakan pengembangan dari temuan Kodim 0829 Bangkalan yang menemukan sebanyak 53 unit terompet berbungkus bahan kertas Al-Qur’an.

"Temuan adanya terompet yang terbungkus bahan kertas Al-Qur’an itu tadi malam di Jalan Panglima Sudirman, saat tim intel kami menggelar patroli," kata Komandan Kodim 0829 Bangkalan Letkol Inf Sunardi Istanto dalam keterangan persnya di Bangkalan, Rabu siang.

Setelah dilakukan penyelidikan, terompet berbahan kertas Al-Qur’an ini diketahui milik pedagang berinisial UT.

Kodim selanjutnya koordinasi dengan polres untuk melakukan pengecekan ke lokasi, tempat UT kulakan terompet itu, yakni pada pedagang berinisial SM di Jalan KH Moh Kholil, Bangkalan.

"Ternyata di tempat itu memang banyak ditemukan terompet terbungkus kertas berbahan Al-Qur’an," terang Dandim.

Atas temuan itu, polisi selanjutnya melakukan pengembangan penyelidikan, dan menangkap dua orang pedagang yang menjadi tempat kulangan kedua pedagang itu, mendapatkan terompet terbungkus kertas Al-Qur’an yakni SH dan MR. (Antara/Mukafi Niam)

Rabu 30 Desember 2015 19:59 WIB
Hasil Penelitian Kemenag, Manasik Haji Paling Bagus di Jatim
Hasil Penelitian Kemenag, Manasik Haji Paling Bagus di Jatim

Jakarta, NU Online
Kementerian Agama terus berkomitmen dalam perbaikan penyelenggaraan ibadah haji. Kali ini kualitas manasik haji menjadi perhatian sebagai salah satu indikator keberhasilan. Bersama Badan Litbang dan Diklat, Ditjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) melakukan penelitian terhadap proses manasik haji yang selama ini dilakukan oleh Kantor Urusan Agama (KUA) dan Kantor Kemenag Kabupaten / Kota.
<>
Dirjen PHU Abdul Djamil menekankan bahwa harus ada upaya sungguh-sungguh untuk menjembatani antara lembaga penelitian dengan lembaga penentu kebijakan. 

“Kebijakan yang ideal harus diawali dengan survei”. Demikian disampaikan Djamil saat membuka seminar hasil penelitian manasik Haji di Hotel Balairung Jakarta, Selasa (29/12) seperti dikutip dari laman kemenag.go.id.

Tim peneliti menyampaikan hasil indeks nasional bimbingan manasik haji 58,2, provinsi Jawa Timur memiliki indeks tertinggi 74,2, terendah Kalimantan Selatan 38,8. 

“Indeks ini menunjukkan tingkat pelaksanaan dari bimbingan manasik haji yang dilakukan oleh KUA” papar Abdul Jamil selaku ketua tim.

“Terdapat lima dimensi yang diukur, sarana dan prasarana menjadi faktor dominan yang berpengaruh terhadap pelaksanaan bimbingan manasik haji,” tambah Jamil.

Manasik haji merupakan proses pembelajaran yang dilakukan jemaah calon haji sebelum melaksanakan ibadah haji di Arab Saudi. Manasik Haji secara umum berisikan simulasi pelaksanaan ibadah haji sejak niat, mengenakan kain ihram, miqat, thawaf, sai, tahalul serta doa dan ritual lainnya.

Dalam kesempatan yang sama, Kepala Pusat Penelitian Kehidupan Beragama Muharam Marzuki menyampaikan bahwa Manasik haji yang dilakukan selama di Tanah Air merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari keberhasilan seorang jemaah dalam menjalankan ibadah haji. 

“Melalui penelitian ini, ingin dilihat apa yang sudah dilakukan KUA di kecamatan dan Kankemenag dalam melakukan pembinaan haji” lanjut Muharam.

Penelitian yang melibatkan 103 KUA dipilih secara acak dari 33 provinsi ini dilakukan dalam kurun waktu Oktober dan November 2015 dengan cara wawancara langsung dengan para pelaku bimbingan dan jemaah haji saat pulang dari Arab Saudi. 

Penelitian ini memberikan rekomendasi perlunya sertifikasi pembimbing ibadah haji, penambahan waktu bimbingan dan juga menekankan pada aspek spiritual disamping aspek fiqih dan regulasi. Red: Mukafi Niam

IMG
IMG
IMG
1 / 6
2 / 6
3 / 6
4 / 6
5 / 6
6 / 6

Habib Umar bin Hafidz Berkunjung ke PBNU
Seminar Internasional Bersama Ulama Lebanon
Rapat Pleno PBNU 2018
Imam Besar Masjidil Haram Kunjungi PBNU
Kunjungan Grand Syekh Al-Azhar ke PBNU
Peresmian Perluasan Gedung II PBNU
IMG
IMG
IMG