IMG-LOGO
Daerah

10 Finalis Santri Unjuk Gigi dalam Presentasi Makalah Fikih Sosial KH Sahal

Sabtu 9 Januari 2016 22:3 WIB
Bagikan:
10 Finalis Santri Unjuk Gigi dalam Presentasi Makalah Fikih Sosial KH Sahal

Pati, NU Online
Sebanyak 10 orang finalis dalam kompetisi Call Paper for Students di Institut Pesantren Mathali'ul Falah (Ipmafa) melakukan presentasi karyanya di auditorium kampus Ipmafa, Kajen, Pati, Sabtu (9/1). Kompetisi yang mengangkat tema fikih sosial Kiai Sahal ini diselenggarakan oleh Pusat Studi Fiqh Sosial Intitute (Pusat Fisi) Ipmafa.
<>
Sepuluh besar finalis tersebut berasal dari berbagai lembaga pendidikan di Kabupaten Pati dan luar daerah seperti MA Miftahut Thullab Cengkalsewu Sukolilo, MA Madrasah Mu'allimin Mu'allimat Enam Tahun Tambakberas Jombang, MA Darul Falah Sirahan Cluwak, MA Darun Najah Ngemplak Margoyoso, MA Mazro'atul Ulum Suwaduk Wedarijaksa, dan MA Perguruan Islam Mathali'ul Falah (PIM) Kajen Pati.

Secara umum para peserta mengangkat tema tentang relevansi fiqh sosial Kiai Sahal Mahfudh dalam pengembangan pesantren. Seorang peserta dari MA Madrasah Mu'allimin Mu'allimat Enam Tahun Amillatul Millah mengaku senang dapat mengikut kompetisi ini. Ia memaparkan papernya yang berjudul "Menelisik Kajian Fiqh Sosial ala Kiai Sahal".

Kompetisi ini merupakan salah satu program utama dari Pusat Fisi yang diselenggarakan secara berkala setiap tahun. "Call Paper for Student ini merupakan salah satu program unggulan dari Pusat Fisi dan akan diadakan kembali di level mahasiswa dengan tema seputar pesantren dan fiqh sosial sesuai visi Pusat Fisi," kata Jamal Ma’mur selaku penanggungjawab acara.

Hadir sebagai dewan juri para ahli dari lingkungan kampus Ipmafa seperti Wakil Rektor I Ipmafa A Dimyati, Peneliti senior dari Pusat Fisi DR Jamal Ma'mur, dan Tutik Nurul Janah. Pemenang lomba akan diumumkan bertepatan dengan peluncuran dan bedah buku ketiga Pusat Fisi akhir Januari mendatang. (Isyrokh Fuadi/Alhafiz K)

Bagikan:
Sabtu 9 Januari 2016 18:2 WIB
Pemira Pertama BEM UNU Indonesia Sukses Digelar
Pemira Pertama BEM UNU Indonesia Sukses Digelar

Jakarta, NU Online
Penghitungan suara pemilihan raya (Pemira) Presiden Mahasiswa (Presma) Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Indonesia Jakarta memilih Aldiansyah sebagai Presma. Mahasiswa prodi hukum ini memenangi pemira setelah unggul tipis dengan selisih 12 suara dari pesaingnya Khoirul Aziz.<>

Penghitungan suara disaksikan oleh kedua calon beserta pendukungnya, dan para mahasiswa, Sabtu siang (9/1) di lantai dasar UNU Indonesia yang beralamat di Jalan Taman Amir Hamzah No 5 Jakarta. Sekaligus menetapkan presma pertama untuk BEM UNU Indonesia.

Ketua Pemira, Aceng Danta mengatakan, penghitungan kali ini merupakan penghitungan yang kedua. Pasalnya, pada penghitungan pertama, Sabtu (26/12/2015) lalu, kedua pasangan ini mendapatkan suara sama, alias imbang. "Sesuai peraturan yang ada, maka perlu dilakukan pemilihan ulang, dan akhirnya hari ini rangkaian pemira sudah menemukan pemenangnya," katanya.

Lebih lanjut, Aceng mengatakan, dirinya senang sekali karena banyak pembelajaran yang didapat dari proses kepemiluan kali ini. Mulai dari persiapan teknis, dinamika politik serta suasana panas saat kampanye. "Meski ada berbagai kekurangan disana-sini, alhamdulilah pemira yang pertama ini berjalan dengan aman dan demokratis," tambahnya.

Ke depan, Aceng yang mahasiswa prodi Akutansi ini menambahkan, hasil pemira akan disampaikan kepada Pembantu Rektor III Bidang Kemahasiswaan, Drs H Mujib Qulyubi, MH dalam waktu dekat. Selanjutnya, ia juga berpesan kepada para pendukung dan calon untuk tetap menghormati hasil yang telah ditetapkan.

"Jangan ada perpecahan di tengah mahasiswa, bagi yang menang dan kalah keduanya harus saling menghargai dan legowo. Mari kita sama-sama memajukan kampus lewat institusi BEM," pungkasnya. (Faridur Rohman/Fathoni)

Sabtu 9 Januari 2016 17:3 WIB
21 PAC GP Ansor Sumenep Langsungkan Konsolidasi
21 PAC GP Ansor Sumenep Langsungkan Konsolidasi

Sumenep, NU Online
Sebanyak 21 Pimpinan Anak Cabang (PAC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kabupaten Sumenep Madura, Jawa Timur merapatkan barisan. Mereka melangsungkan konsolidasi di Mushalla Al-Hikmah, Desa Gedang, Kecamatan Batuputih, Sumenep, Jumat (8/1).<>

Kegiatan tersebut dihadiri Camat Batuputih sekaligus Pembina Banser Kecamatan Batuputih, Ketua Tanfidziyah MWCNU Kiai Ahmad Wafi, jajaran Syuriyah MWCNU Batuan, Dewan pembina PAC GP Ansor Kecamatan Batuputih, dan jajaran pengurus PC GP Ansor Kabupaten Sumenep.

Ketua Pimpinan Cabang (PC) GP Ansor Sumenep, M Muhri Zaen menegaskan, silaturrahim dan konsolidasi tersebut diadakan tiap 2 bulan sekali. Teknisnya, giliran masing masing PAC.

Menurut Muhri, konsolidasi ini merupakan komitmen dan soliditas pengurus PAC GP Ansor se-Sumenep. Alumnus Pesantren Annuqayah, Guluk-Guluk, Sumenep tersebut menambahkan, tujuan dari konsolidasi ialah untuk terus menjalin komunikasi dan berdiskusi situasi kekinian.

"Kami sangat senang dan bergembira karena ini gagasan murni dari sahabat sahabat pengurus PAC GP Ansor se-Sumenep," tegasnya. (Hairul Anam/Fathoni)

Sabtu 9 Januari 2016 16:3 WIB
PMII Jombang Dorong Kedisiplinan dalam Berkonfercab
PMII Jombang Dorong Kedisiplinan dalam Berkonfercab

Jombang, NU Online
Konferensi Cabang (Konfercab) Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kabupaten Jombang, Jawa Timur akan digelar selama dua hari, Jum’at-Sabtu (29-30/1/2016) mendatang di Aula Kampus Universitas Hasyim Asy’ari (Unhasy), Tebuireng, Jombang. Hal ini sesuai hasil kemufakatan dari rapat koordinasi sebelumnya antar-pengurus cabang PMII setempat.<>

Konfercab merupakan permusyawaratan tertinggi di tingkat cabang dalam merumuskan berbagai pokok pikiran yang berupa strategi-strategi dan prodak hukum untuk kepengurusan cabang PMII Jombang periode selanjutnya. Selain itu juga pemilihan ketua umum.

Aris Suyanto, Ketua Penyelenggara menegaskan bahwa Konfercab kali ini akan lebih diarahkan pada kedisiplinan antar-peserta Konfercab dan panitia secara teknis pelaksanaan. Hal-hal yang sudah menjadi ketentuan panitia bersifat instruktif. Menurutnya, teknis semacam ini akan membantu mewujudkan kekondusifan peserta di dalam forum dan lebih fokus merumuskan segala hal yang dianggap substansi dalam pelaksanaan Konfercab. 

“Konfercab kali ini kita didik peserta belajar disiplin secara teknis, karena kedisiplinan sangat berpengaruh pada perjalanan baik dan tidaknya Konfercab,” katanya saat rapat koordinasi di aula Kantor Cabang PMII Jombang, Kamis malam (7/1).

Aris, sapaan akrabnya menambahkan budaya molor dan cenderung tidak disiplin hendaknya sudah mulai diminimalisir dengan aturan yang tegas di setiap menggelar kegiatan, utamanya pada momen Konfercab nanti. “Kita harus mulai dari sekarang, terlebih pada momen Konfercab nanti,” tambahnya.

Sementara dalam kegiatan ini, panitia mengusung tema “Mewujudkan Eka Citra PMII”. Hal ini menjadi tumpuan harapan Pengurus Cabang PMII Jombang saat ini dalam membentuk regenerasi yang mampu menginternalisasi visi misi PMII secara nasional, menjadi insan ulul albab. (Syamsul Arifin/Fathoni)

IMG
IMG
IMG
1 / 6
2 / 6
3 / 6
4 / 6
5 / 6
6 / 6

Habib Umar bin Hafidz Berkunjung ke PBNU
Seminar Internasional Bersama Ulama Lebanon
Rapat Pleno PBNU 2018
Imam Besar Masjidil Haram Kunjungi PBNU
Kunjungan Grand Syekh Al-Azhar ke PBNU
Peresmian Perluasan Gedung II PBNU
IMG
IMG