IMG-LOGO
Daerah

Unusida Terapkan Sistem Pendaftaran Mahasiswa Baru Secara Online

Selasa 12 Januari 2016 3:1 WIB
Bagikan:
Unusida Terapkan Sistem Pendaftaran Mahasiswa Baru Secara Online

Sidoarjo, NU Online
Pendaftaran mahasiswa baru (PMB) Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (Unusida) tahun ke-3 ini, menerapkan sistem PMB secara online. Strategi itu untuk menjangkau mahasiswa yang berada di luar Sidoarjo. Bagi calon mahasiswa dapat mengunjungi laman pmb.unusida.ac.id dan langsung melakukan registrasi.
<>
Kabag Promosi dan Humas (Promas) Unusida Achmad Wahyudi menjelaskan, waktu pendaftaran terbagi menjadi empat gelombang dengan batas penerimaan mahasiswa sampai tanggal 9 September 2016. Diantaranya jalur prestasi 4 Januari- 29 Februari, reguler I 1 Maret-29 April, reguler II 2 Mei-1 Juli, dan reguler III 4 Juli-9 September. Selama penerimaan tersebut juga diberikan potongan uang gedung sebesar 30 persen.

“Calon mahasiswa mulai sekarang seharusnya sudah aktif mencari informasi jurusan di perguruan tinggi. Sekaligus mereka harus tahu potensi dalam diri mereka masing-masing, agar tidak salah jurusan nantinya,” kata Achmad Wahyudi, Senin (11/1).

Menurut Wahyudi, di wilayah Sidoarjo dan sekitarnya, jurusan yang ada di Unusida sangat prospect untuk membantu mencari kesempatan berkarir. Selain itu, empat fakultas yang terdiri dari 10 program studi yang ada bisa bersaing dengan perguruan tinggi lainnya.

Wahyudi menambahkan, panjangnya masa pendaftaran diharapakan bisa dimanfaatkan calon mahasiswa untuk mencari informasi jurusan di Unusida. "Yang terpenting adalah prospect jurusan. Karena itu menentukan masa depan dan kualitas lulusan," tutup Wahyudi. (Moh Kholidun/Abdullah Alawi)

Bagikan:
Selasa 12 Januari 2016 23:2 WIB
IPNU-IPPNU Kecamatan Bawang Dilantik
IPNU-IPPNU Kecamatan Bawang Dilantik

Banjarnegara, NU Online
Pimpinan Anak Cabang Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Kecamatan Bawang, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah dilantik di Madrasah Aliyah Ma'arif Bawang Selasa (12/1).
<>
Pelantikan dikemas dengan perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW yang diadakan pengurus Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS) bekerja sama dengan pengurus IPNU dan IPPNU.

Hadir dalam acara tersebut para pengurus MWCNU, Muslimat NU dan GP Ansor. Hadir pula Komite Sekolah dan Kepala Madrasah beserta beserta dewan guru.

Ketua MWCNU Kecamatan Bawang H. Khozin Ali menyampaikan betapa penting organisasi IPNU IPPNU sebagai wadah untuk menyiapkan kader NU yang militan dan loyal terhadap organisasi.

Menurut Ketua IPNU Kecamatan Bawang Mad Solihin, di IPNU dan IPPNU adalah kaderisasi awal, sehingga ketika memasuki banom maupun lembaga NU lain, lebih mudah, tidak seperti orang yang baru mengenal.

“Kami juga berharap bahwa pelantikan PAC IPNU IPPNU ini akan menjadi awal kebangkitan ipnu ippnu di Kecamatan Bawang ini,” katanya. (Red: Abdullah Alawi)

Selasa 12 Januari 2016 21:1 WIB
Begini Perayaan Maulid Nabi di Sekolah NU Sidoarjo
Begini Perayaan Maulid Nabi di Sekolah NU Sidoarjo

Sidoarjo, NU Online
Madrasah Ibtidaiyah Nahdlatul Ulama (MINU) Pucang, MTs/MA Bilingual Muslimat NU Pucang Sidoarjo, Jawa Timur menggelar istighotsah (dzikir shalawat), shalawat Al-Banjari, ceramah, pentas seni dan bazar di mushalla dan halaman sekolah, Senin (11/1).
<>
"Kegiatan ini merupakan momentum aktualisasi diri melalui unjuk kreativitas dan jiwa interpreneur dengan dzikir dan sholawat," kata ketua panitia acara peringatan Maulid Nabi Muhammad, Lukman Aji (30).

Lukman menegaskan bahwa dengan diadakannya acara itu membiasakan siswa dan civitas akademik untuk berdzikir dan bershalawat. Karena, di lembaganya merupakan Lembaga Pendidikan Islam dibawa naungan NU. Disamping itu, untuk mengimplementasikan nilai-nilai kejujuran.

"Sebagai Lembaga Pendidikan Islam, dzikir dan shalawat harus dibiasakan. Anak-anak juga akan menampilkan kreativitasnya masing-masing. Untuk menguji mental mereka agar tidak demam panggung. Kami pun juga merangsang kreativitas mereka," terangnya.

Pada bazar itu, para siswa membeli jajan atau sesuatu yang disukai tidak menggunakan uang. Tetapi mereka membelinya dengan kupon yang dibagikan sesudah dzikir bershalawat. Setiap kelas mempunyai ciri-ciri berbeda dan masing-masing kelas mempunyai stand sendiri-sendiri.

Menurut Lukman, pada acara bazar itu, para siswa menampilkan bazar yang menarik dan unik dari setiap produknya. Ada yang menjadi marketing bertugas mempromosikan atau menawarkan dagangannya, dan ada pula yang menjadi penjualnya.

"Kegiatan ini Insya Allah rutin diadakan setiap tahun. Namun inovasinya berbeda-beda setiap tahunnya. Bazar itu sendiri melibatkan siswa, guru serta wali kelas. Makanan yang ada pada bazar harus halal dan sehat. Kami juga mewanti-wanti pentol atau cilok. Karena sinyalir daging-daging atau mencegah hal-hal tidak diinginkan," jelasnya.

Acara yang diikuti sekitar 1450 siswa/i dari MINU Pucang, MTs/MA Bilingual Muslimat NU Pucang Sidoarjo dari kelas I-X berjalan lancar dan penuh khidmat. Para siswa mengikuti acara tersebut dengan tertib dan sungguh-sungguh. Bahkan mereka berharap, setelah mengikuti acara itu menjadi siswa yang berprestasi dan menjadi anak yang saleh.

Faliq Hildan siswa kelas IV mengaku senang dapat mengikuti acara itu. "Senang dan saya sama sekali tidak grogi. Semoga saya menjadi siswa yang terfaforit," ucap Faliq yang bertugas membaca shalawat dan kolaborasi da'i cilik ini. (Moh Kholidun/Abdullah Alawi)

Selasa 12 Januari 2016 19:1 WIB
Ketika Polisi Memberi Motivasi kepada GP Ansor Karanganyar
Ketika Polisi Memberi Motivasi kepada GP Ansor Karanganyar

Karanganyar, NU Online
Anggota Pembinaan Masyarakat (Binmas) Kepolisian Resor Karanganyar,Jawa Tengah Inspektur Dua (Ipda) H Subarkah memberi motivasi kepada Pengurus Gerakan Pemuda Ansor Karanganyar agar rajin silaturrahim.<>

Hal ini diungkapkan saat ia menjadi narasumber Sarasehan Kasepuhan PC GP Ansor Karanganyar di Gedung PCNU Karanganyar, Jl RE Marthadinata Bejen Karanganyar, Senin (11/1).

Ipda Subarkah menjelaskan bahwa orang-orang tua yang usianya sudah 90 tahun  masih hidup itu karena mereka rajin silaturrahim. Hal ini sesuai dengan riset dari University of Texas Health Science Center yang diungkapkannya.

Adapun orang yang tidak rajin silaturrahim atau tidak gaul, maka akan mengakibatkan berberapa faktor, diantaranya biaya kesehatan tinggi,  lebih cepat meninggal dunia 3 kali lipat,” ujar Subarkah yang juga Pimpinan Koperasi KSU Nawa Kartika.

“Untuk itu, ia berharap kepada Ansor untuk terus menghidupkan silaturrahim dengan sesepuh Ansor dan kiai-kiai NU. Bentuk silaturrahimnya ada yang bersifat formal seperti acara saresehan, atau nonformal,” pungkasnya. (Ahmad Rosyidi/Fathoni)

IMG
IMG
IMG
1 / 6
2 / 6
3 / 6
4 / 6
5 / 6
6 / 6

Seminar Internasional Bersama Ulama Lebanon
Rapat Pleno PBNU 2018
Imam Besar Masjidil Haram Kunjungi PBNU
Kunjungan Grand Syekh Al-Azhar ke PBNU
Peresmian Perluasan Gedung II PBNU
Peresmian Bank Wakaf Mikro di Banten Oleh Presiden RI
IMG
IMG