IMG-LOGO
Trending Now:
Daerah

Perpustakaan Mutamakkin Bedah Buku Keliling Pesantren dan Sekolah

Kamis 14 Januari 2016 5:0 WIB
Bagikan:
Perpustakaan Mutamakkin Bedah Buku Keliling Pesantren dan Sekolah

Pati, NU Online
Perpustakaan Mutamakkin mengadakan roadshow bedah buku “Kuntul Nucuk  Bulan”, sebuah Novel yang bercerita tentang dunia Pesantren, karya Sahal Japara. Kegiatan tersebut digelar di Pondok Pesantrean APIK Kajen Margoyoso Pati, Jawa Tengah, Selasa 12 Januari 2015.  
<>
Ketua Perpus Mutamakkin Farid Abbad mengatakan, kegiatan tersebut adalah salah satu program jangka pendek, sebagai ajang motivasi terhadap para santri. “Santri pun mampu menulis sebuah buku. Jadi santri tak perlu minder lagi karena setiap karya itu mempunyai pembaca masing-masing,”jelasnya.

Farid menyebutkan roadshow tersebut akan berakhir pada 30 Januari nanti. Selama itu, perpustakaan Mutamakkin akan berkeliling ke sekolah-sekolah dan pesantren-pesantren se-Kabupaten Pati. “Harapan ke depannya banyak karya baru yang muncul dari kalangan pesantren,” katanya.

Pemateri dari bedah buku tersebut adalah penulisnya langsung, Sahal Japara. Menurut dia, ajine ilmu amergo laku (harganya ilmu karena tindakan, red.). Dalam “Kuntul Nucuk Bulan” menceritakan tentang pencarian seorang santri untuk menemukan jati dirinya. Hal itu sebenarnya tanggung jawab seorang santri setelah pasca boyongan atau menyatu dengan masyarakat.

Sahal menambahkan, menjadi santri adalah sebuah pilihan. Kita buktikan bahwa kita semua ini mampu bersaing dengan mereka yang bukan santri. (Am/Abdullah Alawi)

Bagikan:
Kamis 14 Januari 2016 21:2 WIB
Pelajar NU Jepara Gelar Lakmud Beruntun hingga Februari
Pelajar NU Jepara Gelar Lakmud Beruntun hingga Februari

Jepara, NU Online
IPNU-IPPNU Kabupaten Jepara sejak Oktober 2015 lalu hingga Februari mendatang melaksanakan Latihan Kader Muda (Lakmud) di berbagai kecamatan. Kegiatan kaderisasi di tingkat anak cabang IPNU-IPPNU ini bertujuan untuk menggodok kader-kader yang memunyai loyalitas tinggi.
<>
“Harapan dari Lakmud banyak. Tetapi yang paling utama alumni dari Lakmud dapat menjadi kader yang loyal tinggi terhadap organisasi,” ungkap Sekretaris bidang kaderisasi IPNU Jepara Zainal Muttaqin, Rabu (13/1).

Mulai akhir tahun, PAC IPNU-IPPNU yang sudah melaksanakan Lakmud adalah Bangsri, Keling, Pakis Aji, Kalinyamatan, Donorojo, Nalumsari, serta Kembang. Sedangkan Februari yang dijadwalkan melaksanakan Lakmud ialah PAC IPNU-IPPNU Welahan, Pecangaan dan Kedung.

Zainal mengaku hasil Lakmud cukup membanggakan. “Kegiatan yang terlaksana di berbagai wilayah diikuti banyak pelajar dan santri. Kelemahannya masih ada beberapa peserta yang belum mengikuti jenjang kaderisasi pra-Lakmud yakni Makesta. Solusinya PAC dan fasilitator harus bisa menyesuaikan materi yang seharusnya disampaikan di Lakmud dengan kombinasi materi Makesta,” kata Zainal.

Ia mengharapkan kader IPNU-IPPNU mampu melaksanakan prinsip-prinsip Aswaja, memunyai loyalitas terhadap organisasi, menguasai prinsip-prinsip organisasi dan kepemimpinan yang baik dan benar. Dengan demikian mereka dapat menjadi penerus estafet perjuangan kepemimpinan yang kuat dan memiliki loyalitas yang tinggi. (Syaiful Mustaqim/Alhafiz K)

Kamis 14 Januari 2016 20:1 WIB
Aswaja NU Center Jatim Siapkan Standar Daurah
Aswaja NU Center Jatim Siapkan Standar Daurah

Surabaya, NU Online
Direktur PW Aswaja NU Center Jawa Timur KH Abdurrahman Navis bersama pengurus inti tengah menyusun materi standar daurah. Standardisasi ini dilakukan agar pemahaman materi saat daurah Aswaja berlangsung tepat sasaran.
<>
"Berdasarkan pengalaman mengisi daurah Aswaja di berbagai tempat, ternyata kemampuan para peserta beragam," kata Kiai Navis, Kamis (13/1).

Dalam pandangan Wakil Ketua PWNU Jatim ini, daurah khususnya yang melibatkan PW Aswaja NU Center Jatim nantinya akan dibedakan menjadi tiga yakni marhalah ula, wustha, dan ulya. "Setiap marhalah akan disertai dengan modul, kurikulum, silabi dan maraji," ungkapnya.

Pengasuh Pesantren Nurul Huda Surabaya ini juga mengajak para pengurus dan aktivis Aswaja NU Center untuk memetakan sejumlah persoalan dalam materi tersebut. "Selanjutnya, sejumlah konsep yang telah dirumuskan akan didiskusikan secara lebih intensif dalam kegiatan semiloka," ungkap Kiai Navis.

Terkait kapan pelaksanaan semiloka tersebut masih menunggu waktu yang tepat. Prinsipnya, kami ingin agar kegiatan daurah tepat sasaran sesuai kemampuan peserta yang hadir. Memang di setiap daurah, setidaknya ada tiga materi pokok yang disampaikan.

"Pertama adalah mafahim atau definisi dari Aswaja itu sendiri," kata dosen UIN Sunan Ampel Surabaya ini. Selanjutnya kemunculan firqah atau aliran dalam Islam, serta dalil amaliyah nahdliyah, lanjutnya.

"Ke depan, masukan dari sejumlah pakar dan ahli agama tersebut akan diformulasikan dalam modul yang menjadi pijakan dalam setiap kegiatan daurah," ungkapnya.

Hingga kini PW Aswaja NU Center telah memiliki sejumlah narasumber yang memiliki kompetensi terhadap tiga materi dasar tersebut.

"Keberadaan modul menjadi jawaban atas kepercayaan banyak kalangan terhadap PW Aswaja NU Center sehingga setiap kegiatan daurah memiliki capaian yang lebih terarah dengan menyesuaikan kemampuan dan daya serap peserta," pungkasnya. (Ibnu Nawawi/Alhafiz K)

Kamis 14 Januari 2016 18:3 WIB
Unisnu Berharap Mahasiswa Kreatif di Tempat KKN
Unisnu Berharap Mahasiswa Kreatif di Tempat KKN

Jepara, NU Online
Mulai tahun 2016 ini Universitas Islam Nahdlatul Ulama (Unisnu) Jepara, Jawa Tengah melaksanakan KKN ke luar daerah. Selain Jepara daerah yang ditempati mahasiswa KKN ialah Kudus, Demak, dan Pati. Dengan dilaksanakannya kegiatan pemberdayaan masyarakat ini, Sa’dullah Assaidi, Wakil Rektor I Unisnu Jepara ini berharap mahasiswa KKN mampu membuat kreasi baru dan manfaat.<>

“Kreasi baru yang kalian garap tentu harus sesuai dengan potensi daerah dan kultur agama di masing-masing wilayah,” terang Sa’dullah mewakili Rektor Unisnu, Prof. Muhtarom saat pelepasan KKN Unisnu tahun 2015-2016 yang berlangsung di Pendopo Jepara, Selasa (12/01) kemarin.

KKN yang berlangsung 40 hari mulai 12 Januari – 23 Februari ini diikuti 454 mahasiswa dari fakultas  fakultas Syariah dan Hukum, fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, fakultas dakwah dan ilmu komunikasi serta fakultas sains dan teknologi.

Sa’dullah menjelaskan jika itu dilakukan sama artinya menjalankan jargon kampus cendekia dengan disertai akhlakul karimah. H Ali Irfan Muhtar, Ketua Yaptinu Jepara mengharapkan kerja nyata dari mahasiswa Unisnu dan kegiatan yang terprogram sesuai dengan batas waktu yang ditentukan yakni 40 hari.

Bupati Jepara, Ahmad Marzuqi menyampaikan KKN ialah wujud dari pengabdian ilmu. Dalam mengabdikan ilmu menurut Marzuqi harus selalu mudzakarah dan muthalaah dengan didukung ridho guru (dosen, red). Di samping itu, ia menambahkan KKN lanjutnya harus bisa menunjukkan hasil nyata kepada masyarakat.

Sementara itu, ketua panitia KKN, Adi Sucipto menyampaikan KKN melaksanakan 2 tema yakni tematik Posdaya dan Fakultatif. Kegiatan ini fokus pada berbagai bidang, diantaranya bidang Pendidikan, hukum dan dakwah, bidang ekonomi sosial dan budaya, bidang lingkungan dan kesehatan serta bidang teknik industri.

KKN Posdaya ini hasil kerja sama dengan Yayasan Damandiri pimpinan Prof. Haryono Suyono. Dengan program ini harap Adi program-program yang diaplikasikan kepada masyarakat lebih terarah serta dapat berdaya guna sesuai panduan yang telah ada. (Syaiful Mustaqim/Fathoni)

IMG
IMG
IMG
1 / 6
2 / 6
3 / 6
4 / 6
5 / 6
6 / 6

Habib Umar bin Hafidz Berkunjung ke PBNU
Seminar Internasional Bersama Ulama Lebanon
Rapat Pleno PBNU 2018
Imam Besar Masjidil Haram Kunjungi PBNU
Kunjungan Grand Syekh Al-Azhar ke PBNU
Peresmian Perluasan Gedung II PBNU
IMG
IMG