IMG-LOGO
Daerah

Ilmu Fiqih Tak Hanya Soal Ibadah, Tetapi Juga Kehidupan Sosial

Kamis 24 Maret 2016 14:3 WIB
Bagikan:
Ilmu Fiqih Tak Hanya Soal Ibadah, Tetapi Juga Kehidupan Sosial
Yogyakarta, NU Online
Ilmu Fiqih sudah sangat populer dikalangan pesantren. Namun ilmu yang berkaitan dengan hukum Islam tersebut, pada perkembangan zaman mulai mengalami distorsi pemahaman. Seringkali Fiqih dikaitkan dengan permasalah ibadah kepada Allah belaka atau ibadallah. Padahal harus seimbang.

Demikian yang disampaikan oleh Umdah el Baroroh dalam acara Bedah Buku ‘Fiqh Sosial: Masa Depan Fiqh Indonesia’ yang berangkat dari pemikiran Fiqih Sosial KH MA Sahal Mahfudz, Kamis (24/3) di Teatrikal Fakultas Syari'ah dan Hukum Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga Yogyakarta.

Umdah menjelaskan, manusia sebagai khalifatullah mempunyai dua makna. Manusia selain bertanggung jawab kepada Allah,  juga bertanggung jawab terhadap kehidupan. Baik itu kemaslahatan alam maupun sosial dengan sesama manusia. "Jadi Fiqih itu tidak hanya ibadatullah, tetapi juga imarotul ard (menjaga kehidupan)," tutur Umdah penulis buku tersebut.

Muhammad shodiq, panelis bedah buku menyatakan apresiasi positif atas terbitnya buku Fiqih Sosial itu. Ia memaparkan ada empat macam hubungan antaraagama dan ilmu pengetahuan, yakni konflik, independen, dialog, dan integrasi. "Mbah Sahal sudah mencoba melengkapi apa yang tidak dipikirkan oleh ulama terdahulu. Beliau mencoba membangun dialog antaraagama dan ilmu pengetahuan," ujarnya

Ia berharap kepada Sahalian (Santri Mbah Sahal) secara khusus dan umat Islam pada umumnya untuk melanjutkan perjuangan Mbah Sahal. Mbah Sahal sudah meletakkan pondasi awal dialog agama dan ilmu pengetahuan. "Sekarang tugas kalian untuk mengintegrasikan antaraagama dan ilmu pengetahuan," ujar Dosen Fakultas Syari'ah sekaligus

Acara yang didukung oleh Pusat Studi Pesantren dan Fiqih Sosial (Pusat Fisi),  Keluarga Matholiul Falah (KMF) Yogyakarta serta Jurusan Mu'amalat Fakultas Syari'ah dan Hukum berlangsung meriah karena dihadiri oleh ratusan mahasiswa dari berbagai Fakultas di UIN Sunan Kalijaga.

Ahmad Rodhi, Penasehat KMF menilai buku ini merupakan sebuah lompatan dalam dunia pesantren. Apalagi orang yang menuliskannya adalah perempuan. "Ini merupakan trobosan yang besar untuk mengembangkan pemikiran Fiqih Sosial Mbah Sahal," tutur pria yang juga menjabat Kaprodi Pendidikan Bahasa Arab di Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan UIN Sunan Kalijaga. (Ahmad Solkan/Fathoni)

Bagikan:
Kamis 24 Maret 2016 23:45 WIB
GP Ansor Siap Amankan Perayaan Paskah di NTT
GP Ansor Siap Amankan Perayaan Paskah di NTT
Kupang, NU Online
Pimpinan Wilayah Gerakan Pemuda Ansor (GP Ansor) Provinsi Nusa Tenggara Timur ikut mengamankan perayaan Paskah di seluruh wilayah provinsi berbasis kepulauan itu demi terwujudnya kekhuyukan umat Kristiani.

"Semua personel kita yang ada di daerah-daerah sudah langsung membaur dengan aparat keamanan lainnya di setiap tempat perayaan ibadah Paskah 2016, termasuk prosesi Jumat Agung di Larantuka Flores Timur Jumat besok," kata Ketua Pengurus Wilayah Gerakan Pemuda Ansor Nusa Tenggara Timur Abdul Muis, Kamis (24/3).

Menurutnya, personel yang telah diterjunkan untuk kepentingan membantu pengamanan perayaan tersebut, sudah langsung membaur dengan sejumlah aparat keamanan lainnya, seperti kepolisian, serta sejumlah pengamanan dari internal panitia di setiap gereja.

Untuk kepentingan itulah, organisasi kepemudaaan NU ini membangun komunikasi dan koordinasi dengan sejumlah pihak baik kepolisian dan TNI serta panitia perayaan di masing-masing gereja, agar pelaksanaan tugas pengamanan bisa berjalan lancar. 

"Setiap personel yang kita terjunkan sudah kita mintakan untuk berkoordinasi dengan pihak panitia atau pengamanan lainnya agar sinergis," kata Abdul Muis.

Khusus untuk Kota Kupang, sedikitnya 200 personel telah disiagakan dan akan terus melakukan pengamanan hingga Senin (28/3). "Nanti akan ada pawai Paskah karena itu kita akan terus berjaga hingga hari itu," katanya.

Dia menambahkan, demi kepentingan kelancaran koordinasi, GP Ansor secara khusus membentuk posko pengamanan di sejumlah titik. "Ini untuk memastikan koordinasi antarpersonel saat bertugas di lapangan," katanya.

Dia menjelaskan, pelibatan personel GP Ansor NTT dalam pengamanan di setiap perayaan Paskah dan Natal di provinsi tersebut, sudah menjadi program rutin organisasi yang didirikan pada tanggal 24 April 1934 silam itu.

Kepala Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Timur Brigadir Jenderal Pol Eustasius Widyo Sunaryo mengatakan, telah menyiagakan 1.700 personel di 21 kabupaten/kota daerah itu untuk pengamanan perayaan Paskah 2016.

"Pengerahan dan penyiagaan personel ini merupakan prosedur tetap (protap) Polda setempat bahkan telah menjadi agenda rutin aparat keamanan setempat pada setiap hari raya besar keagamaan apapun di daerah ini," katanya secara terpisah.

Brigjen Sunaryo mengatakan, untuk teknis operasional diserahkan sepenuhnya kepada Polres kabupaten/kota untuk mengatur lebih lanjut dalam Operasi Semana Santa Turangga 2016. (Antara/Zunus)
Kamis 24 Maret 2016 19:24 WIB
Terkait Proses Hukum La Nyalla Mattaliti, Banser Siap Dukung Kejati Jawa Timur
Terkait Proses Hukum La Nyalla Mattaliti, Banser Siap Dukung Kejati Jawa Timur
Surabaya, NU Online
Satuan Koordinasi Wilayah (Satkoorwil) Barisan Serbaguna Ansor (Banser) Jawa Timur menyatakan siap mengawal langkah Kejaksaan Tinggi (Kejati) dan Kapolda Jatim dalam penegakan supremasi hukum dan pemberantasan korupsi.

“Kami perintahkan seluruh anggota Banser di Jatim untuk tidak terlibat dalam aksi-aksi premanisme yang melawan supremasi hukum,” kata Kasatkorwil Banser Jawa Timur, Umar Usman di Surabaya, Kamis (24/3).

Umar Usman menyikapi aksi demontrasi Pemuda Pancasila hingga melempar batu di Kantor Kejati Jatim, di Jln A Yani Surabaya. Aksi itu dilakukan beberapa hari terakhir pasca penetapan La Nyalla M Mattaliti sebagai tersangka oleh Kejati Jatim.

Umar meminta Kejati Jatim agar dalam penegakan hukum tidak berdasarkan tekanan dari pihak manapun. Ia menyayangkan sikap pihak-pihak tertentu yang ‘seolah” hendak melawan proses hukum yang sedang dijalankan Kejati Jatim.

“Kami mendukung kepolisian untuk mengambil langkah-langkah tegas dalam menyikapi aksi premanisme,” tegasnya. “Banser Jatim hadir untuk siap turut aktif menjaga kondusifitas dan stabilitas keamanan di Jawa Timur,” sambungnya. (Abdul Hady JM/Zunus)
Kamis 24 Maret 2016 19:3 WIB
BMTNU Kesamben Terus Tingkatkan Kualitas SDM
BMTNU Kesamben Terus Tingkatkan Kualitas SDM
Jombang, NU Online
Baitul Mal wat Tamwil Nahdlatul Ulama (BMTNU) Cabang Kesamben, Kabupaten Jombang, Jawa Timur tengah meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) demi tercapainya target sebagai jembatan perekonomian warga nahdliyin yang profesional, juga kepuasan pelayanan terhadap nasabah. 

Iin Inayatul Ainiyah, salah satu petugas BMTNU Kesamben mengatakan, pada waktu dekat ini akan diadakan pelatihan bagi seluruh petugas BMTNU. Hal itu telah dikoordinasikan  dengan pengurus BMTNU pusat dan para petugas BMTNU cabang di Jombang secara keseluruhan. Pelatihan tersebut berupa semua aspek yang dibutuhkan di BMTNU seperti pada umumnya.

“Bulan April mendatang kita pelatihan untuk karyawan-karyawan BMTNU pusat dan cabang-cabang di Jombang,” katanya kepada NU Online saat dihubungi, Kamis (24/3).

Seperti diwartakan sebelumnya, BMTNU cabang Kesamben ini baru diresmikan sekitar satu bulan sebelumnya, Ahad, (21/2) lalu, bersamaan dengan peresmian kantor Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) setempat sebagai pusat operasi BMTNU tersebut.

Dalam perkembangannya, setelah dilakukan pengujian efektivitas keluar masuknya uang oleh pihak BMTNU pusat yang sudah dikelola kurang lebih selama satu bulan ini, dinyatakan sudah cukup baik. “Alhamdulillah mas, kemarin diaudit pusat, menurut pusat baik,” ungkapnya. (Syamsul Arifin/Fathoni)

IMG
IMG
IMG
1 / 6
2 / 6
3 / 6
4 / 6
5 / 6
6 / 6

Seminar Internasional Bersama Ulama Lebanon
Rapat Pleno PBNU 2018
Imam Besar Masjidil Haram Kunjungi PBNU
Kunjungan Grand Syekh Al-Azhar ke PBNU
Peresmian Perluasan Gedung II PBNU
Peresmian Bank Wakaf Mikro di Banten Oleh Presiden RI
IMG
IMG