IMG-LOGO
Daerah

GP Ansor Gayam Olah Sampah Menjadi Bernilai Jual


Ahad 3 April 2016 00:02 WIB
Bagikan:
GP Ansor Gayam Olah Sampah Menjadi Bernilai Jual
Bojonegoro, NU Online
Banyak orang memandang sebelah mata sampah keluarga maupun barang-barang bekas lainnya. Namun Pimpinan Anak Cabang (PAC) GP Ansor Gayam Kabupaten Bojonegoro mengajak masyarakat untuk memanfaatkan sampah-sampah agar menjadi bernilai jual.

Hal itu dilakukan melalui diskusi rutin Obrolan Bareng Ansor (Obor) di masjid Al-Muttaqin Dusun Bendo Desa Katur Kecamatan Gayam Kabupaten Bojonegoro, Jum'at (1/4). Dengan mengangkat tema Pengelolaan Sampah Untuk kesadaran Lingkungan dan Perekonomian umat, GP Ansor Gayam menghadirkan praktisi Bank Sampah Samsul Hadi sebagai narasumber.

Samsul Hadi menjelaskan, mengelola lingkungan bisa dilakukan dengan berbagai hal. Salah satunya dengan cara mengelola sampah yang ada di lingkungan masyarakat. Karena sampah yang tidak terkelola juga menjadi pemicu banjir dan dampak buruk lainya.

"Mari kita kelola sampah yang ada ini menjadi sesuatu yang produktif. Supaya lingkungan kita sehat dan sampahnya sendiri akan memiliki sesuatu yang produktif," ajaknya.

Untuk menguatkan, ia memberikan contoh, selama ini sampah telah menjadi bisnis tetapnya. Dari situ ia mendapatkan uang hingga puluhan juta rupiah. Bahkan, dari usaha yang ditempuhnya selama dua tahun tersebut saat ini ia telah memiliki aset berupa sejumlah kendaraan.

Diharapkan, pemuda Ansor dan masyarakat di wilayah Kecamatan Gayam turut mengelola sampah dengan bijak. Selain membentuk masyarakat yang cinta terhadap lingkungan, kelola sampah mendatangkan nilai ekonomis yang tinggi.

"Harapan kami diskusi ini dapat ditindak lanjuti dengan aksi yang nyata oleh sahabat-sahabat Ansor," harapnya.

Ketua GP Ansor Gayam Nur Chamid menyampaikan bahwa pihaknya akan menindaklanjuti diskusi ini dengan melakukan pengelolaan sampah yang ada di masyarakat. Apalagi, Ansor memiliki Kelompok Serba Usaha (KSU) yang nantinya bisa menjadi lembaga yang mengoordinasi pengelolaan sampah tersebut.

"Nantinya KSU yang akan membeli sampah dari masyarakat serta mendistribusikan ke pembeli yang lebih besar," tandasnya. (M Yazid/Alhafiz K)

Bagikan:
IMG
IMG