IMG-LOGO
Daerah

Pembelajaran Inovatif Agar Siswa Tak Bosan

Senin 18 Juli 2016 13:1 WIB
Bagikan:
Pembelajaran  Inovatif Agar Siswa Tak Bosan
Jepara, NU Online
Model pembelajaran di dalam kelas tidak hanya dilakukan dengan ceramah saja, tetapi dengan banyak inovasi. Mel Sibarman misalnya mempunyai 101 cara Pembelajaran Aktif. Dengan ratusan cara tersebut secara tidak langsung menegaskan 18-21 pertemuan dalam setiap semester mustahil jika hanya dilakukan dengan satu metode saja.

Materi tersebut diutarakan Khalimatus Sa’diyah, dosen FTIK Unisnu Jepara dalam Educational Workshop yang diselenggarakan SMK Fadlun Nafis Bangsri Jepara, Sabtu (16/7).

Salah satu model pembelajaran Mel Sibarman yang bisa dikembangkan oleh pendidik ialah active debate (diskusi aktif).

“Guru menyajikan topik di depan kelas. Kemudian siswa dibagi menjadi dua kelompok pro dan kontra. Setiap kelompok ditunjuk salah satu siswa untuk menjadi jubir. Tugas kelompok ialah mempertahankan argumen masing-masing,” papar Magister Pendidikan Islam Unwahas Semarang ini.

Selain model diskusi aktif, dosen yang baru-baru ini membikin proyek hibah Wayang Iqra juga ada model yang lain. Di antaranya Power of Two, Jigsau, Think Pair and Share dan masih banyak lagi.

Dosen yang menyampaikan materi “Model-model Pembelajaran Inovatif” itu menerangkan dengan model pembelajaran inovatif guru bisa menghemat waktu dan efisien. Selain itu dengan nuansa berbeda itu pembelajaran tidak membosan siswa.

Salah satu guru, Ahmad Miftahul Ulum menyatakan dalam pelajaran Bahasa Inggris materi Discussion sudah melakukan debat sebagaimana yang dipaparkan Khalimah.

Senada dengan dosen tersebut dalam materi diskusi, Ulum yang juga Waka Kurikulum SMK Fadlun Nafis membagikan siswa menjadi dua kelompok pro kontra. “Hasilnya siswa bisa enjoy dengan model ini,” terang dia.

Akhmad Efendi, Kepala SMK Fadlun Nafis mengungkapkan kegiatan bertujuan untuk meningkatkan kualitas guru. Sehingga yang diperhatikan tidak hanya murid saja tetapi juga guru.

Efendi menekankan mengajar tidak hanya dengan ceramah. Dengan metode lain juga sangat bisa misalnya dengan alat peraga maupun dengan gambar.

Dengan kegiatan itu ia berharap diaplikasikan kepada peserta didik sehingga pembelajaran menjadi lebih asyik. “Sudah waktunya siswa merindukan guru masuk kelas karena model pembelajaran yang mengasyikkan,” tambahnya penuh harap.  

Kegiatan yang berlangsung setengah hari itu diikuti 30 guru. Workshop sudah dilaksanakan dua kali. Tahun kemarin kegiatan yang serupa diisi M. Widjanarko, akademisi Universitas Muria Kudus (UMK). (Syaiful Mustaqim/Abdullah Alawi)
 


Bagikan:
Senin 18 Juli 2016 17:47 WIB
Ketua PBNU Apresiasi Pendirian Pesantren Lansia di Sidoarjo
Ketua PBNU Apresiasi Pendirian Pesantren Lansia di Sidoarjo

Sidoarjo, NU Online
Rencana pembangunan pondok pesantren lansia yang digagas oleh Lembaga Pendidikan Sosial Jamu Taqwa di Desa Sidokepung Kecamatan Buduran Sidoarjo, Jawa Timur, mendapatkan respon positif dari Wakil Gubernur Jawa Timur, H Saifullah Yusuf. Ketua PBNU ini juga menyambut baik akan diluncurkannya pembangunan pesantren tersebut.

"Memang masih sedikit sekali yang mempunyai pesantren lansia. Dengan didirikannya pesantren lansia ini, mendatang para lansia secara kultur itu pas dan terarah. Mereka juga bisa belajar, berkarya dalam usia yang sepuh," kata pria yang akrab disapa Gus Ipul ini usai menghadiri acara halal bihalal di Masjid Musta'in Romly Desa Sidokepung Buduran, Sidoarjo, Jawa Timur, Sabtu (16/7).

Sementara itu menurut Sekretaris LPS Jamu Taqwa, Achmad Syamsudin, pendirian pesantren lansia ini terinspirasi dari pesantren lansia yang berada di Joso Jombang. Di sana para lansia diberikan wawasan dan keilmuan sehingga mereka mendapatkan nikmatnya hidup.

"Kita juga mengajak para lansia untuk tetap mondok agar mereka mendapatkan ketenangan. Kriteria bagi yang ingin mondok usianya sekitar 40 tahun ke atas. Di mana mereka bisa menuntut ilmu dan menambah wawasan sehingga mereka bisa enjoy karena bertemu dengan sesama lansia, atau yang dulunya sering mondok akhirnya bisa mondok lagi. Dan perlu diketahui bahwa yang mondok nantinya tidak dipungut biaya," terang Syamsudin.

Menurutnya, di pesantern lansia LPS Jamu Taqwa ini berbeda dengan panti jompo. Pasalnya, di pesantren tersebut banyak ilmu agama yang diberikan. Seperti menunaikan ibadah shalat, istighotsah, dan keilmuan lainnya. Sehingga orang lansia tidak jauh dari Allah.

"Kita juga memberikan bekal kreatifivitas di bidang yang lain. Yang menjadi amalan kita adalah istighotsah. Karena itu adalah amalan dari guru kita yaitu istighotsah dan dzikir. Supaya hati mereka tenang. Orang sepuh itu pikirannya gundah, gelisah. Maka dari itu kita mendirikan pesantren lansia. Insya Allah kalau bangunan sudah selesai, tahun depan akan kita buka," ujarnya. (Moh Kholidun/Mahbib)
 


Senin 18 Juli 2016 10:3 WIB
Usai Padamkan Kebakaran di Tiga Rumah, Puluhan Banser Pemalang Galang Dana
Usai Padamkan Kebakaran di Tiga Rumah, Puluhan Banser Pemalang Galang Dana
Jakarta, NU Online
Puluhan Banser Belik Kabupaten Pemalang bahu-membahu melakukan upaya penyelamatan terhadap musibah kebakaran. Mereka berupaya memadamkan api yang melalap tiga rumah warga setempat pada Jumat (15/7). Mereka sehari kemudian menggalang bantuan dana yang kemudian terkumpul hampir sepuluh juta rupiah.

Dua rumah terbakar milik Mbah Sahadi. Sementara satu rumah lainnnya milik Agus. Puluhan Banser dengan masyarakat setempat berupaya memadamkan api yang membakar tiga rumah tersebut.

"Kami sebagai masyarakat merasa sangat terbantu dengan kompaknya Banser yang bekerja keras membantu memadamkan api. Luar biasa, dalam waktu singkat langsung turun ke lokasi di daerah pegunungan tersebut," ujar tokoh pemuda setempat Wasruh.

Kasatkoryon Belik Sutrisno menambahkan, alhamdulillah Banser kompak dan memberikan manfaat.

“Melihat langsung kepedulian dan kegiatan positif langsung dari Banser, masyarakat khususnya pemuda setempat jadi ingin menjadi Banser," kata Wasruh.

Selain turun langsung memadamkan api, Banser Belik juga melakukan upaya penggalangan dana untuk meringankan beban korban kebakaran. Galangan dana mencapai Rp. 9.004.000.

"Kami juga ikut menggerakkan Banser dalam gotong-royong membangun rumah yang terbakar," kata Satkorkel Banser Belik Supriyadi. (Red Alhafiz K)

Senin 18 Juli 2016 8:43 WIB
IPNU-IPPNU Mlagen Ranting Paling Aktif, Meski PAC Masih Vakum
IPNU-IPPNU Mlagen Ranting Paling Aktif, Meski PAC Masih Vakum
Rembang, NU Online
Pimpinan  Ranting Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri NU (IPPNU) Desa Mlagen, Kecamatan Pamotan, Rembang, Jawa Tengah tetap aktif dalam berkegiatan meski Pimpinan Anak Cabang (PAC) IPNU-IPPNU Pamotan yang menaunginya belum terbentuk kepengurusanya secara optimal.

Terlihat pada Jumat sore (15/7) para pelajar NU ini menjadi paduan suara dalam acara pembukaan  Pendidikan dan Latihan Dasar (Diklatsar) Satkorcab Barisan Ansor Serbaguna (Banser) Rembang, yang diadakan di Desa Mlagen, Kecamatan Pamotan, Rembang.

Wakil Ketua PR IPPNU Mlagen Sholihah Nur Ananda menjelaskan, ranting IPNU-IPPNU ini aktif sudah sejak lama. Terakhir mereka dilibatkan di kegiatan PC IPNU-IPPNU pada periode 2010-2013. Periode berikutnya mereka hampir tak pernah mengikuti kegiatan di Cabang.

"Kita mungkin satu-satunya ranting yang masih aktif di Pamotan meski pengurus PAC-nya vakum sejak lama,” jelasnya.

Melalui Nur Ananda, pelajar NU Mlagen berharap, PC IPNU-IPNU Rembang melibatkan pelajar NU Mlagen untuk berpartisipasi di setiap agenda di cabang. Ia juga meminta PC IPNU-IPPNU Rembang untuk segera mengambil tindakan pada PAC IPNU-IPPNU Pamotan yang belum pernah reorganisasi sejak tahun 2010.

Dari pantauan NU Online, pada tahun 2010-2013 PAC IPNU-IPNU Pamotan dalam memontum Konfercab IPNU-IPPNU Rembang melaporkan punya 18 ranting aktif, dan dibuktikan dengan kehadiran peserta konferensi.

Sedangkan pada Konfercab periode 2013-2015 yang digelar di SMK Umar Fatah di Desa Punjul Harjo  pengurus PAC Pamotan masih melaporkan data ranting yang sama, yaitu 18 ranting aktif dan satu komisariat, yaitu SMK NU Pamotan, dan dibuktikan dengan kehadiran peserta konferensi.

Sementara dari data yang dihimpun NU Online, pada 15 Juli 2016 ranting yang aktif di Pamotan hanya di Desa Mlagen. Hal tersebut dibenarkan oleh salah satu pengurus MWC LP Ma'arif NU Mahrus yang berhasil ditemui dan dimintai keterangan. (Ahmad Asmu'i/Mahbib)

IMG
IMG
IMG
1 / 6
2 / 6
3 / 6
4 / 6
5 / 6
6 / 6

Seminar Internasional Bersama Ulama Lebanon
Rapat Pleno PBNU 2018
Imam Besar Masjidil Haram Kunjungi PBNU
Kunjungan Grand Syekh Al-Azhar ke PBNU
Peresmian Perluasan Gedung II PBNU
Peresmian Bank Wakaf Mikro di Banten Oleh Presiden RI
IMG
IMG