IMG-LOGO
Nasional

Kunjungi PBNU Kapolri Diskusikan HTI, FPI, sampai MTA

Kamis 18 Agustus 2016 14:48 WIB
Bagikan:
Kunjungi PBNU Kapolri Diskusikan HTI, FPI, sampai MTA
Jakarta, NU Online
Kapolri Tito Karnavian bersama jajarannya melakukan kunjungan ke PBNU pada Kamis (18/8). Ia diterima oleh Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj.

Dalam pertemuan yang berlangsung di lt 3 gedung PBNU ini, baik Tito maupun Kiai Said membicarakan berbagai persoalan kebangsaan, seperti terorisme dan radikalisme, narkotika, dan lain sebagainya.

Kiai Said menyampaikan persoalan adanya gerakan antinasionalisme Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) yang sampai sekarang masih bergerak dengan bebas. Gerakan tersebut saat ini masih kecil dan lemah, tetapi jika tidak diantisipasi lebih dini bisa mengancam keutuhan bangsa.

Mengenai Front Pembela Islam (FPI), Kiai Said menyampaikan bahwa gerakan ini bukan gerakan Wahabi atau ingin mendirikan negara Islam, tetapi misinya ingin menegakkan amar makruf nahi mungkar. Sayangnya apa yang dilakukan tidak terkoordinasi dengan aparat keamanan.
"Jadinya malah merusak citra Islam yang damai," paparnya.

Dalam kesempatan tersebut Tito meminta pandangan PBNU tentang Majelis Tafsir Al-Quran (MTA) yang baru-baru ini bertemu dengannya. Ia meminta penjelasan tentang kasus antara Banser dan MTA baru-baru ini di Boyolali.

Kiai Said menjelaskan, ajaran MTA banyak yang membidah-bidahkan amaliah NU, salah satunya mengharamkan tahlil. "Berbeda itu biasa, tetapi kalau sampai menyalah-nyalahkan amaliah orang lain, itu yang tidak benar," paparnya.

Robikin MH, salah satu ketua PBNU memberikan penjelasan tambahan mengenai kasus di Boyolali. Kelompok MTA sebelumnya sudah diingatkan untuk tidak membikin provokasi di lingkungan warga NU, tetapi mereka tetap memaksa. Yang dilakukan Banser hanya upaya penghadangan saja, sampai akhirnya terjadi bentrokan kecil. 

Kiai Said menekankan, NU dari dulu sudah terlibat dalam banyak program pembangunan pemerintah. Tanpa diminta, para kiai NU sudah membimbing masyarakat. Ia mencontohkan kesuksesan program KB salah satunya berkat dukungan para kiai NU yang menjelaskan bahwa mengatur kelahiran tidak haram dalam Islam.

Kepada Tito, Kiai Said juga siap membantu program pemerintah seperti pentingnya membangun kesadaran hukum dengan melibatkan Ansor, Banser, dan Pagar Nusa. NU saat ini juga sedang membikin buku Fikih Bela Negara. MoU kerjasama tersebut akan dibuat dalam waktu dekat seusai pertemuan ini. (Mukafi Niam)
Bagikan:
Kamis 18 Agustus 2016 23:0 WIB
Gandeng Malaysia, Himpunan Pengusaha Nahdliyin Kembangkan Koperasi Saudagar
Gandeng Malaysia, Himpunan Pengusaha Nahdliyin Kembangkan Koperasi Saudagar
Jakarta, NU Online
Himpunan Pengusaha Nahdliyin (HPN) melalui Koperasi Saudagar Indonesia, Kamis (18/8) malam, menandatangani nota kesepahaman dengan Ar Rahnu Yayasan Pembangunan Ekonomi Islam Malaysia (Yapeim) di kantor PBNU, Jalan Kramat Raya 164, Jakarta.

Ar Rahnu merupakan perusahaan yang bergerak di bidang pegadaian syariah di bawah Yapeim. Ia menjadi program resmi pemerintah Malaysia yang menyediakan mikro kredit secara mudah bagi rakyat kecil.

Turut hadir dalam kesempatan itu Direktur Divisi Perencanaan Strategis Perdana Menteri Malaysia Dato' Shahlan Ismail, Ketua Yapeim Dato' Abibullah, Ketua HPN Abdul Kholik, dan sejumlah perwakilan HPN daerah. Prosesi penandatanganan MoU disaksikan Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj.

Abibullah di hadapan forum menyinggung soal masih tertinggalnya umat Islam di sektor ekonomi. Menurutnya, lembaga-lembaga perekonomian mesti diperkuat perannya. Ia berharap kerja sama ini dapat mendorong perekonomian masyarakat kecil di bawah.

"Orang-orang non-Muslim tak pernah mendengar hadits Nabi 'tangan di atas lebih baik darpada tangan di bawah' tapi mengapa mereka bisa menguasai ekonomi? Ini menjadi bahan introspeksi kita," ujarnya.

Shahlan menambahkan, di antara program yang bisa dilakukan adalah mendirikan supermarket-supermarket yang menampung dagangan para pelaku usaha kecil menengah yang selama ini tak mungkin ditampung di mal-mal besar. Termasuk juga membangunkan warung-warung klontong bagi sebagian mereka.

Dalam kesempatan tersebut, Kiai Said mengaku prihatin dengan kondisi perekonomian umat Islam secara umum. Baginya, sebagaimana di belahan dunia lain, muslimin Indonesia menghadapi ironi sebagai negara kaya namun dikuasai para pemodal asing. Ia mendorong pemberdayaan ekonomi kerakyatan kian massif dilakukan.

Abdul Kholik menyambut baik kerja sama ini. Menurutnya, Yapeim merupakan mitra lama HPN karena itu ia optimis kemitraan ini akan berjalan dengan baik. (Mahbib)
Kamis 18 Agustus 2016 20:52 WIB
Dakwah Itu Mengajak, Bukan Mengejek
Dakwah Itu Mengajak, Bukan Mengejek
halal bihalal ldnu
Jakarta, NU Online
Wakil Ketua LDNU KH Maman Imanul Haq menjelaskan bahwa dakwah harus dilaksanakan dengan cara yang santun dan baik, bukan dengan cara menjelek-jelekkan orang lain.

"Dakwah itu mengajak, bukan mengejek, dakwah itu merangkul bukan memukul," katanya dalam  acara halal bihalal LDNU, di Jakarta, Kamis (18/8).

Dakwah dengan cara memaksakan kehendak itu banyak dilakukan oleh kelompok Islam garis keras. Bahkan jika perlu, mereka menggunakan cara-cara kekerasan, termasuk mengebom. Ia mengisahkan bahwa saat terjadi bom Thamrin beberapa waktu lalu, Presiden Jokowi saat itu sedang berkunjung ke Pesantrennya Al Mizan Leuwimunding Majalengka. Kepada Jokowi ia mengatakan bahwa para teroris ilmunya dangkal sekali. Setelah mendapat penjelasan panjang tentang Islam Indonesia dan terorisme, Jokowi menyatakan kepadanya lebih baik melayani santri daripada melayani teroris.

Pada kesempatan halal bihalal itu, ia juga menyampaikan pesan dari Kiai Said Aqil Siroj tentang pentingnya menjaga sinergi dalam menangani terorisme. "Tak mungkin semuanya dilakukan sendiri," paparnya.

Hal penting lain yang dikatakan Kiai Said adalah pentingnya berjejaring, termasuk dalam penanganan bencana. "Jangan sampai niat baik rusak gara-gara tidak memiliki keahlian," imbuhnya.

Ia juga mengutip pesan dari Gus Dur yang selalu diingatnya sampai sekarang, yaitu Indonesia tidak akan hancur karena bencana karena Indonesia tempatnya bencana. Indonesia tidak akan hancur karena keragaman karena Indonesia beragam. Indonesia. "Indonesia hancur karena kebejatan moral kaum elit dan keputusasaan kaum alit," katanya mengutip Gus Dur.

Halal bihalal ini selain dihadiri para pengurus LDNU juga mengundang tokoh lintas agama. (Mukafi Niam)
Kamis 18 Agustus 2016 20:3 WIB
LSN 2016
PBNU Buka Pertandingan LSN 2016 Regional NTB I
PBNU Buka Pertandingan LSN 2016 Regional NTB I
Lombok, NU Online
Pertandingan Liga Santri Nusantara 2016 Regional Nusa Tenggara Barat (NTB) I telah dimulai. Pertandingan ini dibuka oleh Sekretaris Jenderal PBNU H Ahmad Helmy Faisal Zainy di Lapangan Dirgantara TNI AU Rembiga, Mataram, Kamis (18/8).

Pertandingan pertama mempertemukan tim dari Pesantren Darussalam Desa Babussalam, Kecataman Gerung, Lombok Barat dan Pesantren Mahimulmunir, Desa Pandan Indah, Kecamatan Praya Barat Daya, Kabupaten Lombok Tengah.

Menurut Helmy, Liga Santri Nusantara di samping sebagai wadah penyeleksian dan pembinaan skil olahraga sepak bola bagi kalangan santri, juga menjadi salah satu kanal persaudaraan antara santri se-Nusantara melalui olahraga sepak bola.

“LSN merupakan wujud pengembangan ukhuwah olahraga, jika tahun kemarin tageline-nya ‘Dari Pesantren menuju Nusantara’, maka saat ini ‘Dari Pesantren menuju Dunia’,” jelas Helmy.

Tampak hadir pada pertandingan ini Ketua PWNU NTB Tuan Guru Taqiuddin Mansur. (Red Alhafiz K)

IMG
IMG
IMG
1 / 6
2 / 6
3 / 6
4 / 6
5 / 6
6 / 6

Seminar Internasional Bersama Ulama Lebanon
Rapat Pleno PBNU 2018
Imam Besar Masjidil Haram Kunjungi PBNU
Kunjungan Grand Syekh Al-Azhar ke PBNU
Peresmian Perluasan Gedung II PBNU
Peresmian Bank Wakaf Mikro di Banten Oleh Presiden RI
IMG
IMG