IMG-LOGO
Daerah

Pemuda NU Tulangan Jalan Kaki 15 KM Ziarahi Pejuang

Ahad 16 Oktober 2016 23:34 WIB
Bagikan:
Pemuda NU Tulangan Jalan Kaki 15 KM Ziarahi Pejuang
Sidoarjo, NU Online
Dalam rangka menyambut Hari Santri pada 22 Oktober, Gerakan Pemuda (GP) Ansor-Banser Kecamatan Tulangan, Sidoarjo, Jawa Timur menggelar kegiatan bertajuk Napak Tilas Makam Tokoh dan Pejuang NU di kecamatan tersebut.

Sekitar 47 anggota GP Ansor dan 60 anggota Banser berjalan melintasi 7 Desa dan diakhiri dengan pembaiatan di makam Saikhona Gelang.

Kegiatan itu sarat dengan pesan perjuangan karena selain membawa bendera merah putih untuk mencapai tempat tujuan mereka harus jalan kaki sejauh kurang lebih 15 KM.

Ketua GP Ansor Tulangan Achmad Zaini menjelaskan, dari aksi tersebut diharapkan para kader dapat meneladani perjuangan tokoh-tokoh dan pejuang NU terdahulu. Selain itu, dapat memupuk jiwa nasionalisme dan semangat juang dalam menjaga dan melestarikan ajaran Aswaja An-Nahdliyah.

Sementara itu, Sekretaris GP Ansor Sidoarjo H Riza Ali Faizin yang hadir dalam acara itu memaparkan bahwa aksi tersebut merupakan salah satu bentuk penghargaan kepada para pahlawan NU di Tulangan.

"Mereka (Kader NU) jangan sampai melupakan sejarah (jasmerah)," tegas Sekretaris GP Ansor Sidoarjo H Riza, Sabtu (15/10) malam. (Moh Kholidun/Abdullah Alawi)

Tags:
Bagikan:
Ahad 16 Oktober 2016 23:45 WIB
Sambut Hari Santri, Pawai Budaya Religi Pacitan Diikuti Ribuan Orang
Sambut Hari Santri, Pawai Budaya Religi Pacitan Diikuti Ribuan Orang
Pacitan, NU Online 
Semarak peringatan Hari Santri Nasional 22 Oktober mulai terasa di beberapa daerah di Indonesia. Di Pacitan, Jawa Timur, ribuan warga NU mengawali rangkaian peringatan Hari Santri dengan melakukan Pawai Budaya Religi, Ahad (16/10).

Pelepasan pawai dilakukan pada pukul 08.00 di halaman Pesantren Nahdlatussubban, Arjowinangun. Rombongan pawai dilepas Ketua DPRD Jawa Timur H Halim Iskandar disaksikan jajaran pengurus PCNU Pacitan.

Rombongan pawai melewati jalan protokol menuju alun-alun Pacitan. Ribuan massa yang terdiri dari Pengurus PCNU, Badan otonom NU, MWCNU se-Pacitan, anggota Banser (Barisan Ansor Serbaguna) dan siswa siswi Madrasah Ma’arif se-Pacitan dengan semangat melantunkan shalawat dan sesekali meneriakkan yel-yel, seperti "Dari Santri untuk negeri", "Siapa Kita, Warga NU", "NKRI Harga Mati" "Pancasila Jaya", Ulama Santri, Pejuang Sejati". 

Personel keamanan Polres Pacitan dibantu anggota Banser terpaksa melakukan sistem buka tutup kendaraan, pada jalur yang dilalui peserta pawai. Sepanjang jalan yang dilalui peserta pawai, masyarakat Pacitan tampak antusias menyambutnya hingga rombongan sampai alun-alun kota 1001 goa ini. Sesampainya di alun-alun, peserta pawai disuguhi penampilan kesenian reyog ponorogo dan pencak silat Pagar Nusa.

Sesampainya di alun-alun pacitan, selanjutnya dilakukan penyerahan pataka NU oleh Ketua DPRD Jawa Timur H Halim Iskandar, kepada ketua Hari Santri Pacitan Gus Muad Harits Dimyathi. Sebelumnya Pataka NU tersebut telah dikirab dari Pesantren Mamba'ul Ma'arif Denanyar Jombang menuju Pacitan pada Sabtu (15/10) malam. Selanjutnya, Pataka NU akan dikirabkan kembali dalam kegiatan Kirab Resolusi Jihad NU dari Pesantren Tremas menuju Alun-Alun Pacitan pada puncak peringatan Hari Santri 22 Oktober nanti.

Ketua DPRD Jawa Timur, H. Halim Iskandar, mengingatkan kembali tentang kronologis kenapa terjadi hari santri. Menurutnya, hari santri lahir dari semangat resolusi jihad NU yang dicetuskan oleh Hadratusyyekh Hasyim As'ari pada tahun 1945. Resolusi jihad NU akhirnya menggerakkan ribuan santri, khususnya di Jawa Timur untuk maju ke medan pertempuran dalam rangka melawan penjajahan.

"Oleh karena itu, wajib bagi kita sebagai warga negara Indonesia utamanya warga Nahdlatul Ulama untuk terus mengingat sejarah ini. Karena bagaimanapun tidak akan ada perang 10 November 1945, kalau tidak ada Resolusi Jihad NU,” jelas pria yang akrab disapa Pak Halim itu.

Perjuangan warga NU ke depan, imbuhnya, masih sangat panjang. Perjuangan menjaga dan mempertahankan keutuhan Negara kesatuan Republik Indonesia jauh lebih berat. Indonesia saat ini sedang diancam oleh kelompok-kelompok anti-Pancasila yang ingin merombak NKRI. Namun demikian, warga NU tidak boleh gentar. “Siapa pun yang ingin  merombak negara kesatuan Republik Indonesai yang sudah diperjuangkan oleh para ulama dan santri akan berhadapan dengan kader kader NU,” tandasnya.

Sementara itu, selain pawai budaya religi, selama sepekan ke depan panitia hari santri nasional Kabupaten Pacitan juga menyiapkan berbagai bentuk kegiatan, seperti Bazar UMKM warga nahdliyin, aksi sosial donor darah, panggung budaya religi soko papat, lomba kajian kitab kuning, lomba cipta puisi dan esai. 

“ Selain itu, pada puncak peringatan Hari Santri Nasional 22 Oktober akan digelar kirab resolusi jihad NU yang dilakukan dengan dengan jalan kaki dari Pesantren Tremas menuju alun-alun Pacitan, kemudaian ada Pembacaan 1 Miliar kali shalawat nariyah di seluruh pesantren dan MWCNU se-Pacitan, apel dan kirab hari santri serta pagelaran wayang kulit bersama Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB),” kata Ketua Hari Santri Pacitan Gus Muadz Harits Dimyathi. (Zaenal Faizin/Abdullah Alawi)

Ahad 16 Oktober 2016 23:23 WIB
Hipsi Pringsewu Gagas Ngaji Ekonomi di Pesantren
Hipsi Pringsewu Gagas Ngaji Ekonomi di Pesantren
Pringsewu, NU Online 
Ketua Himpunan Pengusaha Santri Indonesia (Hipsi) Pringsewu, Lampung Fatchurrahman mengaakan, peran santri di tengah masyarakat sudah tidak diragukan lagi. Tidak hanya di lingkungan pesantren menjadi kiai, ustad atau sebatas guru ngaji, tapi tidak sedikit yang menjadi menteri. 

Sikap hidup santri yang mandiri, katanya, turut berkontribusi tumbuhnya jiwa wirausaha di tengah masyarakat. Dengan berwirausaha, selain membuka pintu rezeki, membuka peluang kerja sekaligus menjadi penopang sarana dakwah santri itu sendiri. 

"Kemuliaan agama dapat terwujud dengan solidnya jamaah. Dan keberhasilan dakwah sedikit banyak harus juga ditopang dengan kuatnya ekonomi, bil maal," katanya pada Jumat (14/10).

Untuk itu, Hipsi mendorong disamping tafaquh fiddin (memperdalam ilmu agama) diharapkan secara rutin menggelar ngaji ekonomi dalam bentuk kajian dan simulasi peluang bisnis yang dipusatkan baik dipesantren maupun majelis ta’lim.

Konsolidasi Hipsi bersama lintas alumni santri dan pengasuh pesantren yang berlangsung di Pesantren Wiraswasta Kecamatan Ambarawa Kabupaten Pringsewu ini juga dihadiri Wakil Syuriah PCNU Kabupaten Pringsewu KH Mubalighin, SQ. 

"Saya mendukung adanya ngaji ekonomi di kalangan santri sesuai dengan bakat dan minatnya. Sehingga ke depan bila antarsantri saling mendukung dalam ekonomi tidak mustahil berdiri usaha bersama seperti minimarket, BMT, pertamini dan lainya," terangnya.

Dalam pertemuan ini disepakati pertama pembentukan pengurus Hipsi tingkat kecamatan. Kedua, minimal dua bulan sekali Hipsi menggelar ngaji ekonomi rutin bergilir di beberapa pesantren dengan menghadirkan pengusaha santri dan praktisi bisnis yang kompeten. Ketiga pembentukan unit usaha sistem tanam saham bersama sesuai potensi dan peluang yang ada. (Muhammad Jamaludin/Abdullah Alawi)

Ahad 16 Oktober 2016 22:50 WIB
Hari Pangan, Mahasiswa Unwaha Ajak Kreatif Olah Alam
Hari Pangan, Mahasiswa Unwaha Ajak Kreatif Olah Alam
Jombang, NU Online 
Dalam rangka memperingati Hari Pangan Sedunia, puluhan mahasiswa Universitas Wahab Hasbullah (Unwaha) Tambakberas Jombang membagikan 500 susu kedelai dan 300 buah-buahan secara gratis kepada masyarakat sekitar di sepanjang jalan depan Pendopo mengelilingi sekitar alun-alun Jombang. 

Pada aksi sosial itu, mereka mengajak masyarakat Jombang untuk lebih kreatif mengolah alam semesta. Indonesia yang merupakan negeri agraris memiliki banyak sumber penghasilan yang bisa diolah dengan sekreatif mungkin.

"Kita mengajak masyarakat Jombang untuk lebih mempedulikan hasil pangan secara umum dengan potensi yang ada, juga dengan kekreatifan masyarakat. Apalagi potensi pertanian di Indonesia sebenarnya sangat menjanjikan dengan hasil yang yang melimpah," kata Yuli Masindatul Bariroh, Korlap aksi sosial, Ahad (16/10).

Menurutnya, kreativitas dalam mengolah hasil alam itu, juga dapat membantu pola hidup sehat masyarakat melalui konsumsi makanan-makanan yang bergizi dari hasil olahannya. 

"Poin penting yang bisa diambil adalah masyarakat Jombang lebih memperhatikan pola hidup sehat dengan mengkonsumsi makanan yang sehat, bergizi dan higienis," imbuhnya.

Sepanjang jalan, mereka juga membagikan brosur program pemerintah Kabupaten Jombang. Di antaranya program karang kitri (kebun mini), serama serapo (sedino ora mangan Sego ora opo-opo), dan beberapa bahaya penggunaan bahan kimia pada tanaman pangan. 

Yuli menjelaskan, acara yang dimulai sejak pukul 09.30 WIB itu sekaligus menyemarakkan salah satu rangkaian Dies Natalis Unwaha yang ketiga. Acara ini dimotori UKM KSR (Unit Kegiatan Mahasiswa Korps Suka Rela) dan juga fakultas Pertanian Unwaha. (Syamsul Arifin/Abdullah Alawi) 

IMG
IMG
IMG
1 / 6
2 / 6
3 / 6
4 / 6
5 / 6
6 / 6

Habib Umar bin Hafidz Berkunjung ke PBNU
Seminar Internasional Bersama Ulama Lebanon
Rapat Pleno PBNU 2018
Imam Besar Masjidil Haram Kunjungi PBNU
Kunjungan Grand Syekh Al-Azhar ke PBNU
Peresmian Perluasan Gedung II PBNU
IMG
IMG