KMNU Unila Pertahankan Aswaja di Tengah Kehidupan Kampus

Nahdliyat KMNU Unila. Foto NU Online/Nuri Resti Chayyani/16.
Nahdliyat KMNU Unila. Foto NU Online/Nuri Resti Chayyani/16.
Nahdliyat KMNU Unila. Foto NU Online/Nuri Resti Chayyani/16.
Bandar Lampung, NU Online
Fikrah tawassuthiyyah (pola pikir moderat), fikrah tasamuhiyyah (pola pikir toleran), fikrah ishlahiyyah (pola pikir reformatif), fikrah tathawwuriyah (pola pikir dinamis), fikrah manhajiyah (pola pikir metodologis) merupakan karakteristik Ahlussunnah wal Jama’ah Nahdlatul Ulama (NU) yang harus terus dijaga oleh warganya.

"Kita sebagai Nahdliyat harus sering bermuwajahah, tatap muka, sharing dan diskusi. Agar tetap dalam koridor Aswaja,” ujar Dewan Majelis Pertimbangan Organisasi (MPO) Keluarga Mahasiswa Nahdlatul Ulama (KMNU) Unila, Umi Nurhasanah, di Bandar Lampung, Selasa (8/11).

Menurut mahasiswi pendidikan biologi, FKIP angkatan 2013 itu, dengan adanya kegiatan kebersamaan semacam tersebut, diharapkan memberi dampak untuk mempertahankan akidah Ahlussunah wal jama'ah di tengah-tengah kehidupan kampus.

KMNU Universitas Lampung mengadakan pertemuan khusus Nahdliyat di pusat kegiatan mahasiswa atau beringin Unila.

Ia menjelaskan, Nahdliyat merupakan anggota KMNU Unila khusus putri. Dan untuk saat ini, anggota aktif mencapai kurang lebih 50 orang yang berasal dari berbagai jurusan di Universitas Lampung.

“Anggotannya mulai dari angkatan 2013 sampai angkatan 2016. Namun anggota putri KMNU saat ini banyak yang luput dari perhatian, sehingga perlu sering tatap muka.

Hasil dari pertemuan itu, Nahdliyat KMNU Unila berencana mengadakan acara olahraga dan sarapan bersama pada Ahad (12/11) di lapangan rektorat.

"Semoga pertemuan selanjutnya lebih ramai. Walaupun kita minoritas, kita harus berkualitas," ujar salah satu anggota Nahdliyat, Maftuhatus Saadah. (Nuri Resti Chayyani/Mahbib)
BNI Mobile