IMG-LOGO
Daerah

Rebo Wekasan, Hari “Sial” Akhir Safar?

Senin 21 November 2016 4:30 WIB
Rebo Wekasan, Hari “Sial” Akhir Safar?
Surabaya, NU Online
Masyarakat muslim di Tanah Air masih dihinggapi sejumlah kepercayaan warisan ajaran agama terdahulu. Termasuk adanya Rabu sial yang dikenal sebagai Rabu Wekasan. Pada saat itulah sejumlah masyarakat berkeyakinan diturunkannya sejumlah bencana.

"Rabu wekasan atau yang dalam bahasa Jawa dikenal sebagai rebo wekasan adalah tradisi yang dilaksanakan pada hari Rabu terakhir bulan Safar," kata Ustadz Ma'ruf Khozin, Sabtu (19/11) petang. Sejumlah ritual dilakukan guna memohon perlindungan dari berbagai macam malapetaka yang akan terjadi pada hari tersebut. Tradisi ini sudah berlangsung secara turun-temurun di kalangan masyarakat Jawa, Sunda, dan Madura, lanjutnya.

Terhadap kepercyaan adanya waktu sial, salah seorang anggota Dewan Pakar PW Aswaja NU Center Jatim tersebut mengingatkan agar jangan percaya. "Sial atau tidaknya seseorang sangat bergantung kepada keyakinan yang bersangkutan," katanya pada kegiatan Kajian Islam Ahlussunnah Waljamaah atau Kiswah di mushalla PWNU Jatim.

"Karena orang yang merasa sial, maka kesialan yang dikhawatirkan akan terjadi," kata alumnus Pesantren Ploso Kediri tersebut. Demikian pula mereka yang meyakini tidak akan ada yang memberikan bahaya dan manfaat kecuali Allah SWT, maka segala hal tidak akan memberikan pengaruh, rincinya.

Ustadz Ma'ruf, sapaan akrabnya, tidak menampik kalau ada hadits yang digunakan sebagai pembenar ibadah khusus di rabu wekasan tersebut. "Tapi hadits tersebut dhaif," katanya. Kendati demikian, berbagai ibadah dapat dilakukan, akan tetapi bukan semata karena rabu wekasan tersebut, jelasnya.

Sejumlah ulama, termasuk Hadrarussyaikh KHM Hasyim Asy'ari melarang ibadah seperti shalat khusus yang diperuntukkan karena Rabu naas tersebut. "Karenanya sejumlah kiai mengisi malam itu dengan shalat hajat, bukan shalat khusus rabu wekasan," tandasnya.

Di akhir paparannya, Ustadz Ma'ruf menyatakan boleh saja orang menyebut waktu itu sebagai Rabu sial dengan tujuan mendidik supaya bertaubat kepada Allah SWT. Hal itu dapat dilakukan agar tidak ditimpa adzab atau bencana seperti kaum terdahulu. "Kegiatan yang disarankan adalah dengan memanjatkan doa tolak balak, sedekah, membaca al-Qur'am dan ibadah lain termasuk pasrah dan percaya kepada Allah SWT," pungkasnya. (Ibnu Nawawi/Abdullah Alawi)


Senin 21 November 2016 22:31 WIB
Jaga Keutuhan Organisasi Dengan Kerja Sama
Jaga Keutuhan Organisasi Dengan Kerja Sama
Purworejo, NU Online
Salah satu jalan menjaga keutuhan organisasi ialah dengan bekerja sama. Demikian pernyataan pelaksana tugas Ketua PAC GP Ansor, Gebang, Purworejo, Jawa Tengah, Zainal Mustofa.

"Untuk menjaga keutuhan organisasi, kita harus saling bekerja sama supaya tetep berjalan seperti yang kita harapkan. Mohon bimbingan juga dari para senior semua khususnya dari pimpinan cabang dalam mengurus organisasi ini," ujar Zainal, di Purworejo, Senin (21/11).

PAC Ansor Gebang mengangkat Zainal Mustofa sebagai pelaksana tugas ketua menggantikan Ali Mustakim yang sedang cuti sementara.

Pengangkatan tersebut disaksikan Ketua PC GP Ansor Purworejo H Muhammad Haikal di sekretariat Ansor Gebang.

Zainal menyatakan kesiapannya setelah dipercaya oleh pengurus dan kader untuk memimpin PAC Gebang. "Saya Insyaallah siap untuk memegang kendali organisasi menggantikan sahabat Ali Mustakim yang sedang cuti," kata Zainal.

Ketua PC GP Ansor Haikal mengungkapkan, dalam kepengurusan organisasi, ketua bisa digantikan pelaksana tugas ketua sesuai dengan prosedur yang telah ditetapkan. "Juga mempunyai wewenang yang sama dalam masa kepemimpinannya," ujar Haikal. (Abdul  Rozak/Abdullah Alawi)


Senin 21 November 2016 22:3 WIB
LKKNU Jatim Gulirkan Dana Bantuan tanpa Bunga
LKKNU Jatim Gulirkan Dana Bantuan tanpa Bunga
Surabaya, NU Online
Lembaga Kemaslahatan Keluarga (LKK) Nahdlatul Ulama Jawa Timur berkerja sama dengan PT Sinde Budi Santosa. Kedua meluncurkan program bantuan dana bergulir tanpa bunga di Ruangan VVIP Gedung PWNU Jatim, Senin (21/1).

"Untuk masa pilot projec akan dilaksanakan di Kabupaten Jombang dan Kabupaten Nganjuk. Kedua Kabupaten ini menjadi pilihan kami," kata Ketua LKKNU Jatim H Zahrul Azhar Asumta saat memberikan sambutannya.

Ada dua konsep yang akan diterapkan. Di Nganjuk LKKNU Jatim menggunakan skema pendampingan. Sedangkan di Jombang LKKNU Jatim bekerja sama dengan BMTNU. "Skema pendampingan ini, nantinya akan ada tim dari LKKNU yang diturunkan memberikan pemahaman tentang bantuan ini," lanjut pria yang akrab disapa Gus Hans.

"Kami menyiapkan dana 40 juta dan masing-masing dana bantuan tanpa bunga ini 2 sampai 3 juta dan masa pengembalian enam bulan," lanjut Gus Hans.

Kalau tidak bisa mengembalikan dengan uang, warga diberi kesempatan mengembalikan dengan kaleng bekas. Satu kaleng Sinde bekas diberi harga 200 rupiah. Sedangkan kaleng lain dihargai 150 rupiah.

Yang berhak menerima bantuan dana bergulir ini adalah para pelaku usaha yang sudah berjalan 2 tahun. "Diutamakan warga NU," tegas Gus Hans.

Titik fokusnya keluarga prasejahtera. Kalau sudah sejahtera, bisa menjadi segmentesi LPNU.

PWNU Jatim mendukung gerakan yang dilakukan oleh LKKNU Jatim. Ini merupakan kerja keras dari LKKNU untuk membantu program prioritas PWNU Jatim, yaitu khusus pemberdayaan ekonomi umat.

"Ada tiga program utama PWNU, yaitu ekonomi, pendidikan, dan kesehatan," kata Sekretaris PWNU Jatim Ahk Muzakki. (Rof Maulana/Alhafiz K)

Senin 21 November 2016 21:53 WIB
IAIN Jember Tengah Dikembangkan Jadi UIN
IAIN Jember Tengah Dikembangkan Jadi UIN

Jember, NU Online
Setelah Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Jember sukses beralih status menjadi Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Jember, kini tengah diupayakan menjadi Universitas Islam Negeri (UIN). Menurut Rektor IAIN Jember, Babun Suharto, segala persiapan sudah dilakukan, mulai dari pengembangan sarana dan prsarana fisik hingga penambahan progam-program studi umum.

Dikatakannya, dorongan dan keinginan masyarakat untuk meningkatkan status IAIN Jember menjadi UIN, sungguh besar. “Tentu itu merupakan spirit bagi kami selaku pimpinan, untuk berjuang keras agar dalam waktu yang tidak lama, IAIN Jember sudah naik menjadi UIN Jember,” terangnya kepada NU Online di sela-sela mendampingi Wakil Bupati Jember Mukit Arief saat mengunjungi IAIN Jember, akhir pekan lalu.

Mantan Ketua GP Ansor Jember itu manambahkan, antusiasme dan kepercayaan masyarakat cukup besar untuk “menitipkan” anaknya dididik di kampus IAIN Jember. Tahun akademik 2016/2017 ini, ungkapnya, mahasiswa yang mendaftar dari tiga jalur yang disediakan, mencapai sekitar 12 ribu orang.

“Namun yang diambil hanya 1800 mahasiswa. Dari 1800 mahasiswa itu, beberapa orang di antaranya berasal dari Thailand,” ungkapnya.

Sementara itu, Mukit Arief menyatakan sangat mendukung agar IAIN Jember secepatnya diusahakan naik status menjadi UIN Jember. Menurutnya, perkembangan IAIN Jember saat ini sungguh luar biasa, terutama dari sisi pembangunan fisik.

Jika dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya, tukas Mukit, kondisi IAIN Jember saat ini sudah sangat jauh berkembang. “Sebagai Warga Jember, tentu kami sangat bangga. Karena kampus ini juga memberikan kontribusi besar terhadap pengembangan sumber daya manusia warga Jember,” katanya.

A’wan Syuriyah PCNU Jember itu berharap kepercayaan masyarakat yang begitu besar terhadap IAIN Jember harus menjadi pemicu bagi pimpinan lembaga tersebut untuk terus meningkatkan dan mengembangkan lembaga yang dikelolanya. Ia yakin dalam sekian tahun ke depan, IAIN Jember akan sejajar dengan universitas-universitas negeri.

“Saya mendukung penuh agar IAIN Jember menjadi UIN.” jelasnya. (aryudi a. razaq) 


IMG
IMG
1 / 6
2 / 6
3 / 6
4 / 6
5 / 6
6 / 6

Seminar Internasional Bersama Ulama Lebanon
Rapat Pleno PBNU 2018
Imam Besar Masjidil Haram Kunjungi PBNU
Kunjungan Grand Syekh Al-Azhar ke PBNU
Peresmian Perluasan Gedung II PBNU
Peresmian Bank Wakaf Mikro di Banten Oleh Presiden RI
IMG
IMG