IMG-LOGO
Trending Now:
Nasional

ASBIHU Persilahkan PWNU dan PCNU Buka Kantor Perwakilan

Rabu 14 Desember 2016 18:0 WIB
Bagikan:
ASBIHU Persilahkan PWNU dan PCNU Buka Kantor Perwakilan
Ilustrasi: Jamaah ASBIHU PCNU Ponorogo.
Jakarta, NU Online
Asosiasi Bina Haji dan Umrah (ASBIHU) Nahdlatul Ulama Tour and Travel mempersilahkan Pengurus Wilayah NU (PWNU) dan Pengurus Cabang NU (PCNU) untuk membuka kantor perwakilan di masing-masing daerahnya. 

ASBIHU melalui manajemen perusahaan PT Al-Abshar Asbihutama Sejahtera memposisikan setiap perwakilannya sebagai rekanan perusahaan. Karena itu, manajemen memberikan insentif berharga bagi perwakilan di seluruh Indonesia yang dikelola PWNU dan PCNU. 

Selain mendapatkan biaya khusus perjalanan ibadah umrah, perwakilan juga berkesempatan membawa dan mempimpin jamaah mereka sendiri.

“Siapa pun yang menjadi perwakilan ASBIHU, akan mendapatkan pembiayaan dari perusahaan. Mereka juga punya kesempatan untuk beribadah umrah berkali-kali,” terang Direktur PT Al-Abshar Asbihutama Sejahtera, H Hafidz Taftazani.

Tak hanya kepada perwakilan ASBIHU, insentif juga diberikan kepada wilayah dan cabang NU di setiap daerah yang memiliki perwakilan ASBIHU. Besarnya insentif senilai US$10 per jamaah di tingkat wilayah dan US$20 per jamaah di tingkat cabang.

Pemberian insentif kepada cabang dan wilayah NU tidak mengharuskan cabang dan wilayah bersangkutan untuk mendapatkan jamaah umrah dan melakukan perjalanan ibadah umrah melalui ASBIHU Tour and Travel. 

Sebaliknya, pemberian insentif juga tidak mengikat perwakilan untuk menjadi bagian dari pengurus cabang dan wilayah NU. Artinya, perwakilan juga bisa berasal dari non-pengurus NU maupun banom/lembaga NU.

Hafidz menegaskan, pemberian insentif kepada cabang dan wilayah semata-mata sebagai bentuk penghargaan karena jamaah umrah berada di wilayah dan cabang NU. 

“Namanya ibadah umrah, jamaahnya berada di wilayah dan cabang. Insentif diberikan karena cabang dan wilayah memiliki jamaah atau warga yang berangkat umrah melalui ASBIHU. Dengan adanya insentif kepada cabang dan wilayah, perwakilan sudah melakukan imbal balik kepada cabang dan wilayah,” kata pria yang juga menjabat Bendahara PBNU ini.

Pemberian insentif dilakukan pada akhir tahun dengan mengakumulasi banyaknya jamaah yang melakukan ibadah umrah melalui ASBIHU Tour and Travel. Pihaknya berharap dengan pemberian insentif ini akan memotivasi setiap cabang dan wilayah serta setiap perwakilan untuk menjadi mitra ASBIHU.

“Kami harapkan PWNU dan PCNU mulai tahun ini mendapatkan insentif atau fee tersebut,” kata Hafidz seraya menambahkan bahwa sementara ini sistem pemberian insentif yang sudah berjalan kebanyakan adalah di Wilayah Jawa Tengah.

Saat ini, ASBIHU Tour and Travel telah memiliki 60 perwakilan di seluruh Indonesia. “Selain di Jawa Tengah, perwakilan juga tersebar di Bekasi, Sukabumi, Lampung, Malang, dan Banjarmasin,” kata Hafidz. 

Jumlah perwakilan diyakini Hafidz akan terus meningkat seiring dengan kesadaran umat Islam akan pentingnya menjalankan ibadah umrah. Tentu upaya ini bisa menjadi potensi usaha bagi PWNU dan PCNU itu sendiri untuk menggerakkan roda organisasi secara dinamis. (Fathoni)

Tags:
Bagikan:
Rabu 14 Desember 2016 21:1 WIB
Pemda Perlu Berkontribusi dalam Pembiayaan Madrasah
Pemda Perlu Berkontribusi dalam Pembiayaan Madrasah
Ilustrasi siswa madrasah.
Jakarta, NU Online
Salah satu tantangan besar yang dihadapi madrasah di Indonesia adalah minimnya alokasi anggaran pemerintah pusat yang diperuntukan bagi madrasah, karena garis koordinasi madrasah bersifat vertikal dan belum didesentralisasi sehingga perlu adanya upaya-upaya strategis dalam menghadapi tantangan besar tersebut.

Demikian disampaikan oleh Kamarudin Amin, Dirjen Pendidikan Islam, Kementerian Agama RI usai menerima laporan akreditasi Madrasah dari Badan Akreditasi Sekolah/Madrasah (BAN S/M) di ruang Sekretariat Jenderal Kemenag, Jakarta, Rabu (14/12).

"Pemda diharapkan bisa punya kontribusi besar dalam membantu madrasah karena bagaimana pun juga madrasah adalah rakyatnya bupati/walikota di daerahnya masing-masing," papar Pembina LP Ma'arif itu.

Kamaruddin menambahkan, Badan Akreditasi Nasional Sekolah Madrasah (BANSM) memuat analisis 8 butir standar pendidikan, berdasarkan analisis di lapangan tim BAN S/M menemukan beberapa hal yang harus dievaluasi, misalnya ruang laboratorium dijadikan sebagai ruang kelas, tidak adanya perpustakaan, kualitas pendidik yang tidak memenuhi kualifikasi serta beberapa kekurangan lainnya.

"BAN S/M mengharapkan kepada kemenag untuk menaikan anggaran madrasah agar madrasah mampu meningkatkan 8 butir standar pendidikan sementara ini anggaran kemenag masih rendah," imbuhnya.

Dalam rapat tersebut juga disampaikan bahwa pada tahun 2016 ini BAN S/M telah melakukan akreditasi kepada 7.400 madrasah mulai dari tingkat MI, MTs dan MA, dengan demikian sisa madrasah yg belum diakreditasi sebanyak 17 ribu dari total 46 ribuaan. (Aiz Luthfi/Fathoni)

Rabu 14 Desember 2016 17:27 WIB
Pesan Ketum PBNU Saat Serahkan Bantuan untuk Korban Gempa Aceh
Pesan Ketum PBNU Saat Serahkan Bantuan untuk Korban Gempa Aceh
Pidie Jaya, NU Online
Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj mengatakan, warga Pidie Jaya yang terkena dampak bencana gempa bumi adalah warga yang beriman, tabah, dan sabar. Bencana gempa bumi yang melanda beberapa waktu lalu, adalah bukti Allah SWT sedang memilih hamba-Nya.

Kiai Said menyampaikan hal tersebut saat berkunjung ke lokasi pengungsi terdampak gempa Aceh, di Desa Mesjid Tuha, Kecamatan Meureudu, Pidie Jaya, Rabu (14/12) siang.

“Saya yakin, Allah sedang memilih hamba-Nya yang baik-baik, sholeh, yang beriman dan ikhlas di Pidie Jaya,” kata Kiai Said.

Ia juga mengatakan, bencana alam gempa bumi bisa terjadi di mana saja. Aljazair, Turki, Afganistan, adalah beberapa negara yang sering dilanda gempa bumi. Masyarakat di negara-negara tersebut mayoritas beragama Islam.

“Dengan adanya gempa bumi, sesungguhnya Allah menunjukkan kebesaran dan kemutlakannya. Apapun dan siapa pun tidak bisa menghalanginya kalau Allah sudah menghendaki terjadinya sesuatu,” kata Kiai Said seraya menambahkan bahwa ranting yang gugur pun adalah atas kehendak Allah. 

Dikatakan pula bahwa warga di  tempat lain belum tentu bisa setabah dan sesabar warga di Pidie. Ia pun berharap agar warga Pidie tetap optimis, tidak minder, dan tidak putus asa.

Seperti diberitakan sebelumnya, kedatangan Kiai Said adalah untuk memberikan bantuan secara simbolis berupa 1000 paket alat salat dan  makanan. Selain itu juga bantuan kepada enam masjid dan lembaga pendidikan yang terdampak gempa Aceh senilai masing-masing Rp50.000.000.

Kiai Said berkunjung ke Aceh bersama Wakil Rais Aam KH Miftachul Ahyar, Sekjen PBNU Ahamd Helmy Faishal Zaini dan sejumlah pengurus PBNU. Selama di Pidie Jaya, mereka didampingi pengurus NU di Aceh, diantaranya Ketua dan Rais PWNU Aceh serta Ketua PCNU Pidie Jaya, Tengku Marzuki M. Ali. (Kendi Setiawan/Fathoni)

Rabu 14 Desember 2016 16:0 WIB
LPBINU Gelar Pelatihan Manajemen Logistik Kemanusiaan di Jawa Tengah
LPBINU Gelar Pelatihan Manajemen Logistik Kemanusiaan di Jawa Tengah
Semarang, NU Online
Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim Nahdlatul Ulama (LPBINU) menyelenggarakan Seminar dan Pelatihan Manajemen Logistik Kemanusiaan tingkat Jawa Tengah pada 5-8 Desember 2016 lalu di Kantor PWNU Jawa Tengah. Kegiatan ini merupakan kerjasama antara PP LPBI NU dengan KUEHNE Foundation, HELP Logistics. 

Seminar yang dilaksanakan pada hari pertama menghadirkan pembicara dari Help Logistics (Temmy Tanubrata), Sekretaris PWNU Jateng H Mohammad Arja Imroni, Kepala Seksi PEPP bidang Penanganan Darurat BPBD Jateng Sonny Widya Caksono, dan Direktur Pengurangan Risiko Bencana, Winarti. 

Terdapat tiga hal penting yang disampaikan oleh para pembicara, yaitu; bahwa penanggulangan bencana dan penyelamatan korban bencana merupakan bagian dari ibadah dan pengejawantahan dari maqashid asy-syari’ah khususnya hifdz an–nafs, pelaksanaan penanggulangan bencana membutuhan koordinasi antar berbagai pihak. 

BPBD Jawa Tengah merupakan koordinator yang diharapkan mampu mengolah data dan membangun pola komunikasi dengan banyaknya lembaga penanggulangan bencana yang ada di tiap daerah. 

LPBINU menegaskan pentingnya memasukkan isu gender dalam penanggulangan bencana. Karena pengarusutamaan gender dalam bencana menjelaskan bahwa kejadian bencana yang sama akan memberi dampak risiko yang berbeda bagi para korban. 

Dengan isu gender di dapat data terpilah bahwa kebutuhan antara perempuan dewasa, laki-laki dewasa, anak perempuan, anak laki-laki, ibu hamil/nifas, ibu menyusui, lansia dan penyandang disabilitas memiliki kebutuhan bantuan yang berbeda.

Setelah seminar selesai dilanjutkan dengan Pelatihan Manajemen Logistik Kemanusiaan dengan pemateri Temmy Tanubrata (Help Logistics). Peserta yang terdiri dari perwakilan LPBI NU se-Jawa Tengah dilatih untuk memiliki pengetahuan yang komprehensif tentang logistik bencana, sistem analisa kebutuhan bencana, Sistem pengadaan, manajemen gudang serta sistem transportasi saat bencana.

Peseta pelatihan juga diajak studi langsung ke Kantor Bulog Jawa Tengah agar bisa melihatcontoh bagaimana manajemen pergudangan dipraktekkan. Belajar menilai efekstifitas dan efisiensinya sehingga menjadi pijakan dasar bagi peserta untuk membangun sistem logistik di daerahnya masing-masing.

Manajemen logistik kemanusiaan menjadi ikhtiar PP LPBI NU dibawah kepemimpinan M. Ali Yusuf untuk terlibat secara lebih luas, terstruktur, efektif dan berdaya guna dalam kegiatan tanggap darurat bencana. 

LPBI NU merupakan lembaga dalam tubuh Nahdlatul Ulama yang secara khusus mendapat mandat untuk menangani persoalan pendidikan dan pelatihan,penanggulangan bencana baik pra bencana, saat maupun paska bencana. 

Selain itu LPBI NU juga bergerak aktif dalam pengelolaan sampah/bank sampah, inisiasi pesantren hijau dan promosi pentingnya keterlibatan masyarakat dan isu perubahan iklim. (Red: Fathoni)

IMG
IMG
IMG
1 / 6
2 / 6
3 / 6
4 / 6
5 / 6
6 / 6

Habib Umar bin Hafidz Berkunjung ke PBNU
Seminar Internasional Bersama Ulama Lebanon
Rapat Pleno PBNU 2018
Imam Besar Masjidil Haram Kunjungi PBNU
Kunjungan Grand Syekh Al-Azhar ke PBNU
Peresmian Perluasan Gedung II PBNU
IMG
IMG
IMG