IMG-LOGO
Daerah

Jombang Bakal Jadi Tuan Rumah ASEAN Youth Interfaith Camp 18 Negara

Ahad 26 Februari 2017 22:0 WIB
Bagikan:
Jombang Bakal Jadi Tuan Rumah ASEAN Youth Interfaith Camp 18 Negara
Jombang, NU Online
Kenalkan Islam Rahmatal lil Alamin, kabupaten Jombang bakal menjadi tuan rumah ASEAN Youth Interfaith Camp yang diikuti dari 18 negara. Pertemuan yang diikuti kalangan muda antar agama yang digelar Kementrian Luar Negeri bekerja sama dengan Pusat Studi ASEAN Universitas Pesantren Tinggi Darul Ulum (PSA Unipdu) Jombang juga dalam rangka HUT ASEAN ke 50 .

"Pelaksanaannya akan digelar Oktober mendatang, Alhamdulillah Bupati Jombang menyambut baik rencana kegiatan ini, dan siap menjadi tuan rumah," terang Rektor Unipdu, Prof Ahmad Zahro bersama Direktur Kerjasama Sosial Budaya ASEAN Kementrian Luar Negeri, JS George Lantu, Direktur Pusat Studi Asean Unipdu Jombang, usai bertemu Bupati Jombang, Nyono Suharli, Sabtu (25/2) di pendopo kabupaten.

Dikatakan Zahro, sebagai kota santri, Jombang memiliki potensi wisata yang sangat luar biasa dalam menciptakan kehidupan yang damai. Kabupaten yang dikenal memiliki ratusan pesantren ini bisa menjadi contoh Negara lain dalam memelihara kerukunan umat beragama.

"Disini juga banyak pesantren dan juga warga nonmuslim, mereka bisa hidup damai, peserta bisa belajar dari Jombang," bebernya.

JS George Lantu, Direktur Kerjasama Sosial Budaya ASEAN Kementrian Luar Negeri mengatakan, disamping dari Negara Negara yangtergabung dalam ASEAN,  beberapa perwakilan dari Rusia, Korea Selatan, India, Kanada China, Jepang dan Newzeland akan ikut menjadi peserta.

"Tidak hanya dari kaum muslim, akan tetapi juga peserta nonmuslim juga ikut dalakegaiatan ini," ujarnya.

Dari kegiatan ASEAN Youth Interfaith Camp di Jombang nantinya diharapkan muncul banyak ide dunia dalam mengembangkan kehidupan yang harmoni, kehidupan yang damai.

"Mereka bisa belajar dan berdialog tentang kehidupan yang harmoni dan damai dibangun di Jombang ini. Bagaimana kehidupan yang dilator belakangi perbedaan agama, suku ras dan budaya bias dibangun," jelasnya.

Sementara itu, Bupati Jombang Nyono Suharli mengatakan sangat siap menjadi tuan rumah pertemuan yang akan diikuti peserta dari 18 negara.

"Ini adalah momentum bagus, kota pesantren Jombang akan lebih dikenal di manca Negara. Kita akan sambut dengan berbagai budaya yang ada," tandasnya. (Muslim Abdurrahman/Fathoni)
Tags:
Bagikan:
Ahad 26 Februari 2017 23:25 WIB
Ansor Banten Dukung Sikap Pemerintah soal Freeport
Ansor Banten Dukung Sikap Pemerintah soal Freeport
Serang, NU Online
Pimpinan Wilayah Gerakan Pemuda (PW GP) Ansor Provinsi Banten mendukung pemerintah Indonesia dalam menghadapi PT Freeport Indonesia karena hal tersebut merupakan bentuk neokolonialisme baru yang sangat meruntuhkan kedaulatan negara kesatuan Republik Indonesia serta merugikan rakyat.

Demikian hal tersebut diungkapkan oleh Ketua GP Ansor Banten, Ahmad Nuri saat jumpa pers di Sekretariat GP Ansor Banten di Komplek Ciceri Permai Kota Serang, Sabtu (25/2/2017).

"PW GP Ansor Banten mendukung sepenuhnya upaya pemerintah untuk menjalankan amanat konstitusi yang juga diakui secara sah dan meyakinkan oleh hukum internasional terkait penguasaan maupun pengelolaan bumi, air, dan kekayaan alam untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat," kata Nuri.

Nuri menjelaskan, saat ini negara Indonesia sedang dihadapkan pada bentuk penjajahan baru yang dilakukan oleh perusahan asing bernama Freeport untuk menguasa sumber daya alam di Papua dan Bangsa Indonesia, sedang melakukan perlawanan terhadap neo-kolonilisme dengan melakukan divestasi saham perusahaan tersebut.

"Sudah jelas dalam Pasal 33 ayat 3 UUD 1945 menyebutkan bahwa bumi, air, dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya  dikuasai negara dan dipergunakan sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat," jelasnya.

Selanjutanya, terang Nuri, ada regulasi yang dapat memberikan proteksi atas kehendak negara tersebut sebagaimana tertuang dalam PP No 1 Tahun 2017 yang mengubah Pasal 97 PP No 23 Tahun 2010 tentang Pelaksanaan Kegiatan Usaha Pertambangan Mineral dan Batubara, terkait kewajiban pemegang Izin Usaha Pertambangan (IUP) dan Izin Usaha Pertambangan Khusus (IUPK) yang sahamnya dimiliki asing untuk melakukan divestasi sahamnya secara bertahap, sehingga, saham paling sedikit 51 persen dimiliki Indonesia.

"Kami juga mendesak Menteri ESDM agar tetap berani, konsisten dan teguh berpegang pada menjalankan amanat konstitusi seperti tegas dinyatakan dalam PP No. 1 Tahun 2017, termasuk tidak mudah tunduk pada desakan siapa pun, termasuk dari PTFI maupun pihak-pihak di belakang PTFI," terangnya.

Ia juga mengatakan, pihaknya siap bekerja sama dengan seluruh elemen bangsa untuk memastikan pelaksanaan penerapan PP No. 1 Tahun 2017 terhadap PTFI berjalan dengan baik, dengan secara khusus mempertimbangkan aspek lingkungan, hak asasi manusia, maupun perikehidupan yang layak, khususnya bagi masyarakat Papua.

"Semua anggota dan kader GP Ansor se-Banten sudah siaga satu dan siap membantu jika dibutuhkan negara, khususnya jika PTFI menempuh jalur arbitrase, kami juga siap turun ke jalan untuk mempertahankan tanah air dan mengusir Freeport dari Papua," pungkasnya. Red: Mukafi Niam
Ahad 26 Februari 2017 23:0 WIB
Cinta NU dan NKRI, Banser Pringsewu Kibarkan Bendera Raksasa
Cinta NU dan NKRI, Banser Pringsewu Kibarkan Bendera Raksasa
Pringsewu, NU Online
Sekitar 10 orang anak muda yang merupakan anggota Banser Kabupaten Pringsewu, Sabtu Pagi (25/2/17) nampak kompak mendaki kawasan bukit Wates Kecamatan Gadingrejo Pringsewu. Pendakian mereka bukan merupakan pendakian biasa. Sebagian mereka nampak memikul ransel yang terlihat cukup berat muatannya.

Isi dari ransel yang mereka bawa secara bergantian tersebut merupakan peralatan misi utama pendakian yang cukup menguras tenaga. Rangsel tersebut berisi Bendera Merah Putih dan Bendera NU berukuran besar yang akan dikibarkan Bukit Wates.

Menurut Komandan Provost Banser Pringsewu Saifiudin yang memimpin misi tersebut, pemasangan bendera NU dan Merah Putih Raksasa ini adalah wujud kecintaan mereka kepada Indonesia dan NU. Bendera tersebut didesain dan dibuat oleh para anggota Banser bekerjasama dengan Ranting NU Desa Wates.

"Pemilihan kawasan Bukit Wates sebagai tempat dipasangnya kedua bendera ini karena bukit ini strategis dan cukup tinggi sehingga akan dapat berkibar maksimal sekaligus akan dapat terlihat dari segenap penjuru Pringsewu," katanya.

Dihubungi via handphone, Ketua PC GP Ansor Pringsewu Muhammad Sofyan mengapresiasi ide kreatif dari anggotanya tersebut. Ia berharap ide tersebut akan dapat lebih mensyiarkan NU khususnya di Kabupaten yang bermotto Jejama Secancanan Bersenyum Manis ini.

"Ini akan lebih menguatkan identitas dan syiar NU di Kabupaten Pringsewu yang mayoritas memang masyarakatnya adalah warga NU," katanya.

Ia berharap akan ada lagi pemasangan bendera Raksasa merah putih dan NU dibeberapa puncak bukit yang strategis di Kabupaten Pringsewu. Hal ini dapat diinisiasi oleh Ansor dan Banser NU bekerjasama dengan NU setempat sebagaimana yang dilakukan oleh Banser dan NU Desa Wates Kecamatan Gadingrejo ini. (Muhammad Faizin/Fathoni)
Ahad 26 Februari 2017 22:56 WIB
Muslimat NU Pemalang Juara Lomba Baca Diba’
Muslimat NU Pemalang Juara Lomba Baca Diba’
Salah satu peserta tengah menampilkan kebolehannya diatas mimbar
Brebes, NU Online
Dengan mengantongi nilai 95 akhirnya kontingen Pimpinan Cabang Muslimat NU Kabupaten Pemalang berhasil menggondol piala juara 1 lomba membaca Diba’ tingkat Kordinator Daerah Pekalongan. Lomba yang digelar dalam rangka memperingati Hari Lahir ke-71 Muslimat NU, berlangsung semarak di Pendopo Bupati Brebes, Ahad (26/2).

Juara 2 diraih Muslimat NU Kota Pekalongan dengan nilai 94 dan juara 3 diraih Muslimat NU Kabupaten Batang (93). Atas keberhasilan tersebut, PC Muslimat NU Pemalang berhak mewakili Korda Pekalongan untuk lomba yang sama tingkat Jawa Tengah pada 11 Maret mendatang di Kabupaten Pati.

Bupati Brebes Hj Idza Priyanti membuka lomba dengan penuh semangat. Idza berharap, lomba ini bisa memberikan dampak positif kepada hadirin. Dia percaya, dengan Maulid Diba’ bisa mendatangkan kebaikan pada yang membacanya hingga berlipat-lipat. 

Idza mengaku, keberhasilannya dalam menjalani kehidupan termasuk sukses dalam perhelatan Pilkada karena secara rutin membaca shalawat Nabi, memanjatkan puji-pujian pada Nabi. “Alhamdulillah, saya tidak meninggalkan shalawat kepada Nabi dan menuntun saya ke jalan kebaikan,” ungkapnya.

Bupati juga meminta kepada Muslimat NU untuk memberikan sumbangsihnya kepada daerah untuk membangun, terutama pembangunan ahlak. Doa ibu-ibu Muslimat NU, diyakini sangat mujarab. Termasuk telah memberikan dukungan doa pada Pilkada sehingga berjalan dengan lancar, aman dan sukses. “Saya juga mengucapkan terima kasih karena bunda Muslimat NU telah berpartisipasi menyumbangkan suaranya untuk melanjutkan pembangunan Brebes,” tuturnya.

Ketua Panitia Hj Farikha melaporkan, lomba membaca Diba’ digelar dalam rangka menyambut Maulud Nabi dan Harlah Muslimat NU ke-71. Lomba diikuti 7 perwakilan se-eks Karesidenan Pekalongan, yaitu Kota Pekalongan, Kota Tegal, Kabupaten Brebes, Kabupaten Tegal, Kabupaten Pemalang, Kabupaten Batang dan Kabupaten Pekalongan.

Lomba tersebut adalah membaca Maulid Diba pada bagian yarobbi shalli, laqod ja'aakum, ya rasulallah dan alhamdulillah dalam waktu maksimal 25 menit. Adapun unsur yang dinilai meliputi makhrojul huruf, suara dan nada, keserasian dan etika. (Wasdiun/Abdullah Alawi)


IMG
IMG
1 / 6
2 / 6
3 / 6
4 / 6
5 / 6
6 / 6

Seminar Internasional Bersama Ulama Lebanon
Rapat Pleno PBNU 2018
Imam Besar Masjidil Haram Kunjungi PBNU
Kunjungan Grand Syekh Al-Azhar ke PBNU
Peresmian Perluasan Gedung II PBNU
Peresmian Bank Wakaf Mikro di Banten Oleh Presiden RI
IMG
IMG