IMG-LOGO
Nasional

Mbah Maimoen: Ulama dan Umara Harus Baik, Bukan Baik-baikan

Jumat 17 Maret 2017 15:14 WIB
Bagikan:
Mbah Maimoen: Ulama dan Umara Harus Baik, Bukan Baik-baikan
Rembang, NU Online
Umara (pemimpin) memiliki peran penting dalam menjaga stabilitas negara serta membuat program-program yang mampu meningkatkan kesejahteraan umat masyarakat. Sementara ulama juga memiliki peran yang sama. 

Ulama menjadi pengayom dan tempat meminta keteduhan hati daripada umat masyarakat. Mereka berdua memiliki peran yang sangat mulia, sehingga mereka seharusnya bisa berjalan bersama dalam menjaga dan mengurusi umat masyarakat. 

Terkait hal itu, Mustasyar Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Maimoen Zubair atau biasa dipanggil Mbah Moen mengingatkan, Indonesia itu tidak bisa dipisahkan dari ulama.

“Ulama dan umara itu harus saling baik-baik. Bukan baik-baikan. Kalau baik-baikan repot malah,” jelas Mbah Moen disambut gelak tawa hadirin saat memberikan saran dan masukan dalam acara Silaturahim Nasional Alim Ulama Nusantara di Pesantren Al Anwar Sarang Rembang, Kamis (16/3).

Mbah Mun menyakini, jika ulamanya baik maka umaranya pun juga akan baik. “Jika ulama nya baik, umaranya baik,” jelas Mbah Mun.

Oleh karena itu, Kiai berusia 89 tahun itu berharap agar Allah memberikan berkat kepada para ulama, umara, dan negara Indonesia ini agar negara ini semakin baik.

“Semoga Allah memberkati kita,” tuturnya.

Selain Mbah Mun, ada KH Tolchah Hasan yang juga memberikan masukan kepada pengurus NU. Sementara Ketua Umum dan Rais ‘Aam PBNU memberikan sambutan dan laporan kegiatan. (Muchlishon Rochmat/Fathoni) 

Tags:
Bagikan:
Jumat 17 Maret 2017 23:0 WIB
As’ad Said Ali Jelaskan 3 Hal Penting Buku Fragmen Sejarah NU Perlu Dibaca
As’ad Said Ali Jelaskan 3 Hal Penting Buku Fragmen Sejarah NU Perlu Dibaca
Jakarta, NU Online 
Dalam peluncuran buku Fragmen Sejarah NU karya Abdul Mun’im DZ, Kamis (16/3) di Museum Kebangkitan Nasional Jakarta, salah seorang Mustasyar PBNU KH As’ad Said Ali memaparkan 3 hal penting mengapa buku tersebut layak dibaca.

As’ad yang hadir dalam peluncuran tersebut mengatakan, buku tersebut menarik karena berisi banyak data dan informasi sejarah yang ditulis dengan baik.

“Saya baru khatam sekali, saya harus khatam tiga kali. Pertama untuk menikmati dan mengagumi pikiran para Kiai NU. Kedua, berusaha memahami konsep berpikir dan strategi politik NU. Ketiga, bagaimana cara menerapkan taktik dan strategi tersebut dalam realitas saat ini,” papar As’ad.

Rujukan Mapel SKI di madrasah

Pentingnya sejarah peran besar NU ini, menjadikan buku Fragmen Sejarah NU sebagai referensi utama dalam penyusunan bahan mata pelajaran (Mapel) Sejarah Kebudayaan Islam (SKI) tingkat MI, MTs, dan MA. 

"Insyaallah di tahun 2017 ini akan kami jadikan buku ini sebagai salah satu sumber utama. Karena ketika kita membaca sejarah Islam Indonesia itu pasti sejarah NU," ungkap Kasubdit Kurikulum Madrasah Kementerian Agama ini.

Dalam peluncuran buku ini juga dihadiri oleh beberapa tokoh sebagai pemberi testimoni.  KH As’ad Said Ali, Purwo Santoso, Menteri Ketenagakerjaan Hanif Dhakiri, Ahmad Muqowwam, Zastrouw Al-Ngatawi, Zaini Rahman, Zainul Milal Bizawie, dan lainnya.

Para kader muda NU dari Ansor, PMII, dan IPNU juga hadir mengikuti peluncuran buku terbitan Pustaka Compass ini. (DamarPamungkas/Fathoni)

Jumat 17 Maret 2017 21:30 WIB
Alfamart Bantah Mustolih soal Donasi Konsumen untuk CSR
Alfamart Bantah Mustolih soal Donasi Konsumen untuk CSR
Jakarta, NU Online
PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (PT SAT Tbk) menyatakan, melalui Program Donasi Konsumen Alfamart (DonasiKu), bekerja sama dengan berbagai yayasan kredibel, baik berskala nasional maupun internasional, sudah melewati prosedur resmi sesuai arahan Kementerian Sosial (Kemsos) RI. Termasuk laporan pertanggungjawaban dan transparansi untuk realisasi penerima bantuan.

Demikian disampaikan Manager Umum Komunikasi Perusahaan, Nur Rachman. PT SAT Tbk membantah tudingan Mustolih bahwa Alfamart mengklaim DonasiKU sebagai program CSR. 


“Klaim dan tudingan ini menurut kami tidak mendasar karena dalam annual report tahunan yang kami sampaikan kepada publik, sebagai perusahaan terbuka, jelas tertera bahwa laporan donasi setiap periodenya sudah dipublikasikan. Baik dengan pencantuman nama yayasan yang diajak bekerja sama maupun program yang dijalankan,” katanya kepada NU Online via surat elektronik, Rabu (15/3) malam.

Dalam laporan tahunan tersebut, lanjut Rachman, juga tercantum perbedaan antara program CSR yang dilakukan perusahaan dan program DonasiKU. Oleh karena itu pihak Alfamart menganggap tudingan Mustolih harusnya berdasarkan fakta dan bukan opini semata.

“Untuk pihak-pihak yang membutuhkan konfirmasi atas tudingan tersebut, dapat mengunduh laporan versi lengkapnya di link berikut ini: http://corporate.alfamartku.com/laporan-tahunan,” tambahnya. (Mahbib)

Jumat 17 Maret 2017 21:6 WIB
Kiai Hasyim Lentur Bergaul dan Teguh Pendirian
Kiai Hasyim Lentur Bergaul dan Teguh Pendirian
Jakarta, NU Online
Pagi hari, Kamis (16/3) Bangsa  Indonesia berkabung. Pengasuh Pondok Pesantren Al-Hikam KH Hayim Muzadi menghadap ke hadirat Allah SWT. Banyak orang segera teringat akan keluasan pergaulannya dan keteguhannya dalam pendirian.

“Bangsa ini kehilangan ulama besar, saya juga sungguh satu duka yang mendalam,” kata Ketua MPR Zulkifli Hasan saat takziyah ke kediaman Almaghfurlah Kiai Hasyim di Depok, Kamis (16/3).

Zulkifli mengaku kenal dekat dengan Kiai Hasyim. Menurutnya, Kiai Hasyim merupakan sosok negarawan, kiai besar, dan punya ilmu pengetahuaan yang luas luas.

“Bangsa ini kehilangan seorang ulama, negarawan yang cerminan dari perilaku pengamalan nilai-nilai luhur keindonesiaan kita itu ada di almarhum Kiai Hasyim Muzadi. Kiai yang mempersatukan, toleran, luas pergaulannya, tapi teguh dalam pendirian,” katanya.

Ia menceritakan ungkapan Kiai Hasyim yang sampai hari ini masih diingatnya. Menurutnya, Kiai Hasyim sering bilang, “Yang beda, jangan disama-samakan. Yang sama, jangan dibeda-bedakan.”

Sebagai negarawan, kiai yang pernah diamanahi sebagai Ketum PBNU periode 1999-2010 meninggalkan pelajaran yang sangat berharaga buat masyarakat Indonesia.

“Menjaga keragaman, menjaga persatuan, seorang negarawan mementingkan kepentingan Indonesia, merah putih nomor satu daripada kepentingan golongan, kelompok dan lain-lain,” pungkasnya. (Husni Sahal/Alhafiz K)

IMG
IMG
IMG
1 / 6
2 / 6
3 / 6
4 / 6
5 / 6
6 / 6

Habib Umar bin Hafidz Berkunjung ke PBNU
Seminar Internasional Bersama Ulama Lebanon
Rapat Pleno PBNU 2018
Imam Besar Masjidil Haram Kunjungi PBNU
Kunjungan Grand Syekh Al-Azhar ke PBNU
Peresmian Perluasan Gedung II PBNU
IMG
IMG