IMG-LOGO
Trending Now:
Daerah

Jangan Hardik Anak, Tapi Rangkullah dengan Kasih Sayang


Ahad 9 April 2017 14:30 WIB
Bagikan:
Jangan Hardik Anak, Tapi Rangkullah dengan Kasih Sayang
Rakhmawati tengah menyampaikan materi seminar
Tegal, NU Online
Anak-anak lebih banyak mengambil pelajaran dari pikiran, sikap dan perilaku orangtua daripada kata-katanya. Untuk itu, saat tumbuh kembang anak jangan terus menerus dihardik, tetapi dididik dengan penuh kasih sayang dan kelembutan.

Demikian disampaikan Psikologi Kabupaten Brebes Rachmawati saat menyampaikan materi Seminar Parenting Skill PC Muslimat NU Kab Tegal dalam rangka Harlah ke-71 Muslimat NU, di Gedung PC Muslimat NU setempat, Sabtu (8/4).

Rachmawati menuturkan, kalau anak kita ingin menjadi santun, tentunya kita berbicara santun dengan orang lain. “Biasakan orang tua berbicara dan bersikap santun dengan lain karena dalam tahapan tumbuh kembang anak ada proses imitasi atau meniru,” paparnya. 

Contoh kecil, lanjutnya, ucapkan terima kasih pada polisi yang telah menyeberangkan jalan. Berterima kasih kepada anak kita yang mau antre, meletakan handuk, membuang sampah pada tempatnya, menjaga kebersihan, merapikan meja belajarnya dan hal hal positif lainnya dengan ditanggapi secara positif. “Menjadi tanggung jawab orang tua untuk mengenalkan rasa hormat dan menghargai orang lain pada hal-hal yang sederhana sekalipun,” tandasnya.

Pun ketika anak kita sudah ‘terlanjur’ terperosok ke jurang kemaksiatan seperti terjerembab ke narkoba dan pornografi? Sikap kita, janganlah ikut-ikutan menghardik tapi rangkulah dan kasih sayangilah dengan sepenuh hati. Orang tua harus ridlo dengan memaafkan dan berdialog, merangkulnya dan melupakan kesalahannya. Orang tua memiliki waktu seumur hidupnya untuk bekerja, namun anak-anak hanya memiliki masa kecil sekali saja. 

Ketua Panitia Harlah ke-71 Muslimat NU Kabupaten Tegal Dra Hj Nur Khasanah menjelaskan, digelarnya seminar Parenting Skill karena keluarga merupakan tempat utama bagi tumbuh kembang anak. Orang tua sangat menentukan baik buruk serta utuh tidaknya kepribadian anak-anak. “Orang tua pasti akan dimintai pertanggunganjawaban tentang anak-anaknya di hadapan Allah SWT, kelak. Maka Muslimat memandang penting diselenggarakannya seminar ini,” ujarnya.

Selain seminar, Harlah juga diisi dengan kegiatan sosialisasi HIV/Aids dan Pemulasaran ODHA, Pelatihan dan Lomba menyanyikan lagu Indonesia Raya, Mars Muslimat NU, Himney Muslimat NU dan Subhanul Wathon. Juga lomba mewarnai logo NU oleh anak-anak PAUD, Pembayaran tanah 200 meter persegi seharga Rp 400 juta. Resepsi Harlah sekaligus peletakan batu pertama pembangunan Tokita Srikandi, pada 29 Maret lalu.

Untuk lomba menyanyikan lagu Indonesia Raya, Mars Muslimat NU, Himney Muslimat NU dan Subhanul Wathon juara 1 sampai harapan 3 berurut: PAC Bumijawa, Bojong, Dukuhwaru, Balapulang, Talang dan Jejeg.

Seminar diikuti lebih kurang tiga ratus peserta yang berasal dari guru guru PAUD, TK Muslimat NU, TPQ Muslimat NU dan Pengurus PAC dan PC Muslimat NU Kabupaten Tegal. (Wasdiun/Abdullah Alawi)

Bagikan:
IMG
IMG