IMG-LOGO
Daerah

133 Santri Bersaing di Musabaqah Kitab Kuning

Senin 17 April 2017 5:7 WIB
Bagikan:
133 Santri Bersaing di Musabaqah Kitab Kuning
Pamekasan, NU Online
Sebanyak 133 santri untuk tingkat Ula menjalani Musabaqoh Kitab Kuning (MKK) di Pesantren Darul Hikmah Jumanis, Jungcangcang, Pamekasan, Ahad (16/4). Rinciannya, katagori hifdhun nadhom, nadhom imrithi untuk putra sebanyak 28 orang.

Sementara santri putrinya menembus angka 21 peserta. Sedangkan kategori qiroatu kitab Fathil Qarib diikuti 60 santri putra dan 24 santri putri.

Ketua panitia Jamaluddin menegaskan, pihaknya berharap kegiatan MKK dapat jadi wahana dalam membentuk kader-kader pesantren yang mampu menelaah kitab kuning, yakni sebagai referensi terfavorit di dalam menjawab isu-isu kekinian.

"Dengan spirit kompetisi yang dibangun dalam MKK, peserta diharapkan bisa menjadi santri yang siap bersaing dalam segala bidang kehidupan," tukasnya.

Dari data panitia, sebanyak 133 peserta berasal dari 22 pesantren yang tersebar di 13 kecamatan yang ada di Kabupaten Pamekasan. Berikut nama-nama pesantren tersebut.
1. Mambaul Ulum Bata-Bata
2. Sumber Baru Alfalah pasean
3. Langgar Tengah Palengaan
4. Nurus Salam Sabe Tambhe'
5. SMA darul ulum banyu anyar
6. Miftahul Ulum Panyeppen
7. Mansaul Ulum Palengaan laok
8. Alhamidy Banyu Anyar
9. Cendana Kadur
10. Mauisyul Amin Al-islam pegantennan
11. Langgar tenga palengaan
12. Nurus Salam
13. Kebun Baru
14. Karang manggis
15. Al-Abror
16. Al-Hikmah
17. Puncak Darus Salam
18. Banyu Ayu
19. Sumur Tengah
20. Nagasari Congkop
21. Darul Hikmah
22. Lok Polok. (Hairul Anam/Alhafiz K)
Bagikan:
Senin 17 April 2017 23:2 WIB
Festival Hadrah Tanamkan Cinta Shalawat pada Generasi Muda
Festival Hadrah Tanamkan Cinta Shalawat pada Generasi Muda
Tegal, NU Online
Dalam upaya menanamkan cinta shalawat kepada generasi muda sekaligus menyemarakan gelaran Konferensi VIII Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Kecamatan Tarub, Kabupaten Tegal, panitia mengadakan Festival Hadrah dengan memperebutkan Piala Wakil Bupati Tegal. Lomba dihelat, Sabtu (15/4) di Pondok Pesantren Hasyim Asy'ari.

Menurut Koordinator Lomba, Zamroni, Festival Hadrah dipilih menjadi pra-konferensi karena melihat kondisi remaja sekarang yang begitu cinta terhadap shalawat. "Ini termasuk langkah kami untuk mensuport mereka agar terus berkarya dan melestarikan budaya tradisional, mereka harus di beri wadah untuk unjuk gigi,” katanya.

Dia menambahkan, Festival Hadrah diikuti 23 grup yang berasal dari Kabupaten Tegal dan Kota Tegal. "Alhamdulillah, walaupun sosialisasi kurang dari 2 minggu, peserta hampir mencapai target yakni 25 grup hadrah," tuturnya.

Wakil Bupati Tegal Hj. Umi Azizah berharap lewat Festival Hadrah di Kabupaten Tegal dapat melahirkan grup hadrah seperti Habib Syekh, Al Mursyidin, Az Zahir maupun Al Muqorobbin. "Kita tunjukan kepada dunia, kita juga mampu membentuk grup hadrah yang tingkatannya sudah antar provinsi,” kata Umi.

Ketua PC Muslimat NU Tegal itu juga berharap, melalui hadrah generasi muda mampu menjadi generasi shalawat yang meneladani sifat dan perilaku Rasulullah SAW. 

Dari hasil penilaian dewan juri, grup LNM Pesarean Talang dinobatkan sebagai Juara I dan terbaik, sedangkan grup hadrah Pondok Pesantren Hasyim Asy'ari menjadi Grup Hadrah Terfavorit dalam festival tersebut. (Hasan/Abdullah Alawi)
 


Senin 17 April 2017 20:31 WIB
Tiga Hari, Nahdliyin Gerokgak Bali Peringati Harlah Ke-94 NU
Tiga Hari, Nahdliyin Gerokgak Bali Peringati Harlah Ke-94 NU
Buleleng, NU Online 
Warga NU Kecamatan Gerokgak, Kabupaten Buleleng, Bali menggelar serangkaian kegiatan dalam rangka memperingati Harlah NU ke-94. Kegiatan tersebut, dilaksanakan kepanitiaan bersama Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU), PAC Muslimat NU dan Pimpinan Anak Cabang GP Ansor.

Pada kegiatan berlangsung 14-16 April 2017 itu, pada hari pertama Panitia Harlah mengadakan lomba menggambar dan mewarnai logo NU yang diikuti utusan TK/RA dan TPA se-Kecamatan Gerokgak.

Sementara untuk hari kedua panitia menggelar lomba kasidah rebana yang diikuti Ranting Muslimat NU se-Kecamatan Gerokgak, dan dilanjutkan dengan lomba hadrah yang diikuti oleh 16 grup.

Pada hari ketiga (16/4), panitia mengadakan Seminar Ke-Aswaja-an dengan narasumber Ketua PCNU Jember KH Abdullah Syamsul Arifin. Kemudian dilanjutkan dengan pawai ta’aruf yang diikuti keluarga besar NU di Kecamatan Gerokgak yang diikuti sekitar 1500 jamaah.

Ketua Panitia Harlah Bersama H. Mulyadi Putra mengatakan, kegiatan yang dilaksanakan untuk pertama kalinya tersebut, merupakan wujud kebersamaan antara NU sebagai wadah ulama, dan Muslimat NU serta GP Ansor sebagai sayap organisasi penyokong generasi kepeminpinan Nahdlatul Ulama. "Dengan antusiasmenya warga Nahdliyin dalam mengikuti setiap rangkaian kegiatan ini, menunjukan bahwa NU masih melekat di hati para jama’ah," ujarnya

Namun H.Mulyadi mengingatkan, kemeriahan dalam pawai dan kegiatan lainnya bukan berarti kita unjuk kekuatan. "Tapi kita ingin unjuk kekompakan antarwarga Nahdliyin yang akhir-akhir ini banyak kelompok yang menginginkan NU terpecah-belah," tegasnya.

Rangkaian Harlah Bersana ini ditutup dengan pengajian akbar yang dihadiri Wakil Bupati Buleleng I Nyoman Sudjitra. (Abraham Iboy/Abdullah Alawi)

Senin 17 April 2017 20:6 WIB
Kader NU Harus Mampu Lawan Berita Bohong
Kader NU Harus Mampu Lawan Berita Bohong
Tegal, NU Online
Lembaga Talif wan Nasyr (LTN) dan Rabithah Ma'ahid Islamiyah (RMI) Nahdlatul Ulama (NU) Kabupaten Tegal itu menggelar Road Show Jurnalistik Santri Menulis di Pondok Pesantren Al-Adalah, Padasari Jatinegara, Tegal, Sabtu (15/4).

Sekretaris Lembaga Talif wan Nasyr (LTN) NU Tegal Wartono mengatakan, kegiatan road show ini akan dilakukan di semua kecamatan dengan peserta dari santri dan pelajar di wilayah kecamatan tersebut. Kunjungan ini bertujuan agar para santri dan pelajar ini mampu menulis dan membuat berita yang benar.

"Saat ini sedang ramai berita bohong atau yang dikenal hoax. Karena itu, kader NU harus mampu melawan berita bohong itu. Salah satunya melalui pelatihan jurnalistik dengan peserta santri dan pelajar," ungkapnya.

Wartono yang juga Ketua Panitia road show menjelaskan, peserta yang mengikuti itu diambil dari perwakilan santri di kecamatan di masing-masing Majelis Wakil Cabang (MWC) NU. Begitu juga dengan pelajar. Mereka merupakan perwakilan dari sekolah setingkat SLTA di bawah naungan Maarif NU.

"Ini adalah kegiatan yang kedua kali di mana sebelumnya telah diadakan di Pondok Pesantren Al-Amiriyah Kambangan. Mudah-mudahan selanjutnya berjalan dengan sukses," harapnya.

Di Pondok Pesantren Al-Adalah, Padasari, Jatinegara, sedikitnya 59 santri dan pelajar mengikuti pelatihan jurnalistik tersebut. Mereka mengikuti kegiatan itu dengan serius.

Salah seorang santri, Fatoni, mengaku baru mengikuti kegiatan pelatihan jurnalistik. Ia  menuturkan, di pondok pesantren tempat dia menuntut ilmu, pihaknya memang dituntut untuk belajar mengaji dan menulis. Namun, menulis yang dia pelajari berbeda dengan menulis berita.

"Kami sangat senang mendapatkan ilmu jurnalistik. Mudah-mudahan kami dapat membuat berita, paling tidak kami mengetahui berita yang benar itu seperti apa," katanya.

Dalam kegiatan itu, santri tidak hanya diberi materi jurnalistik. Mereka juga diberi motivasi oleh kader muda NU Tegal Gus Aqib Malik.

"Dengan menulis, otomatis kita harus membaca, dengan membaca otomatis ada input pengetahuan yang didapatkan. Dengan menulis juga kita tidak akan terkubur oleh zaman," kata pengurus Lakpesdam NU Tegal saat acara yang dikemas dengan tema Santri Menulis itu. (Hasan/Alhafiz K)
IMG
IMG
IMG
1 / 6
2 / 6
3 / 6
4 / 6
5 / 6
6 / 6

Seminar Internasional Bersama Ulama Lebanon
Rapat Pleno PBNU 2018
Imam Besar Masjidil Haram Kunjungi PBNU
Kunjungan Grand Syekh Al-Azhar ke PBNU
Peresmian Perluasan Gedung II PBNU
Peresmian Bank Wakaf Mikro di Banten Oleh Presiden RI
IMG
IMG