Home Nasional Keislaman Fragmen Internasional Risalah Redaksi Wawancara Humor Tokoh Opini Khutbah Hikmah Bathsul Masail Pustaka Video Foto Download

Kisah Rektor IPB Serasa Jadi Dosen Beneran saat Tangannya Diciumi Santri PBSB

Kisah Rektor IPB Serasa Jadi Dosen Beneran saat Tangannya Diciumi Santri PBSB
Foto: ilustrasi
Foto: ilustrasi
Jakarta, NU Online
Direktur Pendidikan Agama Islam Kemenag RI Imam Safe’i menjelaskan bahwa Kementerian Agama memiliki program beasiswa santri berprestasi. Program ini ditujukan kepada santri-santri yang memiliki prestasi, terutama di bidang akademik. 

Ia menyatakan, santri-santri tersebut dikuliahkan di kampus-kampus yang bergengsi seperti UGM, UI, Unair, Brawijaya, ITS, IPB, ITB, dan kampus elit lainnya.

Terkait dengan maraknya santri yang kuliah di ‘kampus sekuler’ karena beasiswa santri berprestasi, Safe’i memiliki cerita lucu akan hal itu. 

Rektor IPB, cerita Safe’i, mengaku merasa menjadi seorang dosen setelah ada beasiswa santri berprestasi yang diselenggarakan oleh Kemenag. 

“Lho kok bisa gitu, kenapa pak?” tanya Safe’i penasara dengan ucapan sang rektor.

Kemudian, Rektor IPB mengungkapkan alasan kenapa ia bisa mengucapkan seperti itu. 

“Karena tangan saya diciumi (mahasiswa-mahasiswa santri beasiswa Kemenag). Tidak ada sebelumnya mahasiswa yang cium tangan,” katanya menirukan ucapan Rektor IPB.

“Iya, nanti kalau pak rektor meninggal juga akan didoakan mereka pak,” timpal Safe’i.

Hal ini disampaikan Safe’i saat memberikan materi dalam acara Seminar dan Rapat Kerja bertemakan Peran Pesantren Untuk Penguatan Ekonomi Umat yang diselenggarakan oleh Asosiasi Pesantren Nahdlatul (RMI NU) di Lantai 8 Gedung PBNU Jakarta, Kamis (27/4). (Muchlishon Rochmat/Fathoni)
   

BNI Mobile