IMG-LOGO
Nasional

Gus Mus: Jangan Merasa Sok Penting di Hadapan Allah

Ahad 14 Mei 2017 23:16 WIB
Bagikan:
Gus Mus: Jangan Merasa Sok Penting di Hadapan Allah
Tangerang Selatan, NU Online 
Mustasyar PBNU KH A. Mustofa Bisri mengkritik orang sombong, benar sendiri, dan merasa paling penting di hadapan Allah lantaran sudah melaksanakan perintah-perintah-Nya. Padahal Allah tidak akan rugi sama sekali meski mereka tidak melaksanakan kewajiban-kewajiban tersebut.

“Kita itu sok penting. Kita sudah shalat. Kita (mengucapkan) allahua akbar. Kita sudah (mengucapkan) subhanaallah.  Kelihatannya kita ini sudah hebat. Mereka tidak sembahyang semua, Tuhan tidak rugi blas. Tidak rugi sama sekali,” katanya di Pondok Cabe, Tangerang Selatan, Banten Kamis (11/5).

Pengasuh Pondok Pesantren Raudlatut Thalibin itu menambahkan, Allah mengetahui manusia secara lahir dan bathin. Maka dari itu, jangan sekali-kali merasa paling penting di hadapan Allah. 

Kaiai akrab disapa Gus Mus itu mengungkapkan, kalau ada orang yang ingin memperjuangakan agama Allah, maka mereka harus mengetahui apa-apa yang disenangi dan apa-apa yang dibenci oleh Allah itu sendiri. 

Jangan sampai melakukan yang dibenci oleh Allah untuk memperjuangkan agama Allah. “Kalau kita mau memperjuangkan agama Allah. Kita harus kenal Allah,” ucap penulis buku Koridor itu. 

Gus Mus memberikan saran agar dalam beragama itu jangan terlalu serius dan terlalu semangat, serta melebihi syariat yang diajarkan seperti puasa sampai waktu Isya. 

Menurutnya, kalau seseorang beragama dengan santai, maka hidupnya akan santai pula.“Jangan serius-serius lah dalam beragama. Santai saja. Mari mendekatk dengan Allah dengan santai, jangan petentengan,” tandasnya. (Muchlishon Rochmat/Abdullah Alawi)

Bagikan:
Ahad 14 Mei 2017 23:3 WIB
Pagar Nusa Kebumen Gelar Festival Sepakbola Durian
Pagar Nusa Kebumen Gelar Festival Sepakbola Durian
Kebumen, NU Online 
Pencak Silat NU Pagar Nusa Kabupaten Kebumen menggelar Festival Sepakbola Durian di Pesantren Al-Hasani pada Ahad (14/5). Kegiatan tersebut dihadiri ratusan pendekar Pagar Nusa. Turut hadir pada festival itu Ketua Umum Pimpinan Pusat Pagar Nusa M. Nabil Haroen. 

M. Nabil Haroen mengatakan, Festival Sepakbola Durian menjadi agenda penting dalam rangka silaturahmi antarpendekar dan kader Pagar Nusa.

"Festival ini unik dan menarik. Selama ini, belum pernah ada Festival atau Turnamen Sepakbola Durian. Ini ajang silaturahmi antarpendekar Pagar Nusa, sekaligus meng-endorse khazanah kearifan budaya warga lokal," jelas pria yang biasa disapa Gus Nabil. 

Dalam pandangannya,  Pagar Nusa ingin menjadi garda depan dalam kampanye budaya Nusantara,  khususnya di bidang pencak silat.

"Pencak silat itu tradisi beladiri Nusantara yang diakui dunia internasional. Beberapa negara tertarik mengirimkan delegasi untuk mempelajari pencak silat. UNESCO juga telah mengakui. Kita perlu menjaga,  merawat dan melestarikan khazanah seni beladiri ini, " terang Gus Nabil.  

Pada turnamen tersebut, para pendekar tidak menggunakan kaos atau celana seperti pada sepak bola biasa. Tapi mengenakan baju pencak silat warna merah dan hitam. Sebelum bermain, mereka  mendapat pembekalan khusus dari guru-gurunya, sehingga mampu menendang buah durian. (Husni Sahal/Abdullah Alawi)                        

Ahad 14 Mei 2017 17:0 WIB
Mendes PDTT: Embung Harus Bisa Juga Jadi Wisata Air
Mendes PDTT: Embung Harus Bisa Juga Jadi Wisata Air
Padang Pariaman, NU Online
Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Mendes PDTT), Eko Putro Sandjojo, melakukan peletakan batu pertama revitalisasi pembangunan embung Sungai Abu Tabek Gadang di Nagari Toboh Gadang, Kecamatan Sintuk Toboh Gadang, Padang Pariaman, Sumatera Barat, Sabtu (13/5). Dengan luas 2,5 hektar, embung tersebut akan mampu mengairi Kecamatan Sintoga, Nan Sabaris, dan Ulakan Tapakis.

“Kita berharap revitalisasi ini akan dapat memberikan dampak pada peningkatan ekonomi masyarakat. Selain sektor pertanian, sektor pariwisata dan perikanan juga bisa tumbuh,” ujarnya.

Ia meyakini, produktivitas pertanian warga akan sangat terbantu dengan adanya pengairan yang baik. Dalam kalkulasinya, kurangnya air membuat para petani hanya mampu panen sekali dalam setahun. Embung, lanjutnya, akan membuat para petani mampu panen tiga hingga empat kali dalam setahun. Begitu juga dengan pengembangan sektor perikanan.

“Baru sekitar 45 persen desa-desa punya saluran irigasi atau embung. Nagari harus anggarkan Rp200-Rp500 juta untuk embung. Ini sesuai instruksi Presiden Joko Widodo,” ujarnya.

Menteri Eko menambahkan, embung juga harus bisa dimanfaatkan sebagai wisata air dan sarana olahraga seperti kolam renang. Selain itu, lanjutnya, pemerintah desa juga dapat menambahkan lapangan bola dan pengelolaan parkir sehingga total lahan yang digunakan bisa mencapai 4,5 hektar. Ia menegaskan hal tersebut dapat terwujud karena setiap desa kini memiliki dana desa.

"Awalnya banyak yang meragukan apakah desa mampu mengelola keuangannya sendiri. Ternyata masyarakat desa kalau dikasih kesempatan bisa. Ekonomi di desa-desa harus terus berkembang,” tegasnya.

Sementara itu, Bupati Padang Pariaman, Ali Mukni, optimistis revitalisasi pembangunan embung berpotensi menjadi wisata unggulan daerah. Dirinya memprediksi embung tersebut juga akan mampu mengairi hingga 400 hektar lahan sawah. Ali pun mengapresiasi adanya dana desa dari pemerintah pusat karena dinilai mampu mempercepat pembangunan di pedesaan serta memberdayakan masyarakat desa.

“Embung ini ke depannya akan dijadikan tempat wisata, mancing ikan dan irigasi. Dananya murni diambil dari dana desa 2017 sebesar Rp 60 juta. Sampai selesai butuh dana 3M,” katanya.

Dalam sejarahnya, embung tersebut mulai dibangun sejak pemerintah kolonial Belanda pada tahun 1912 dengan luas 2 hektar. Pada 2009 lalu, masyarakat meminta Wali Nagari mengeruk embung karena debit air mulai menurun. Hal itu disebabkan sedimentasi serta merimbunnya pohon kelapa dan rumbio di tepi embung. Pengerukan dan renovasi dilakukan oleh Balai Wilayah Sungai Sumatera V pada 2012 lalu. (kemendes.go.id/Mahbib)
Ahad 14 Mei 2017 16:0 WIB
Kiai Manan Paparkan 7 Strategi Dakwah dalam Merevitalisasi Masjid
Kiai Manan Paparkan 7 Strategi Dakwah dalam Merevitalisasi Masjid
Pringsewu, NU Online
Saat mengisi Kegiatan Ngaji Ahad Pagi atau Jihad Pagi yang rutin dilaksanakan di Gedung NU Pringsewu, Ahad (14/5), Ketua PBNU KH Abdul Manan Ghani mengajak umat Islam memaksimalkan masjid khususnya di lingkungan NU untuk pengembangan dakwah dan amaliyah ibadah.

"Masjid merupakan tempat membangun peradaban dan aset yang berperan penting dimasyarakat. Membangun Masjid gampang namun memakmurkannyalah yang lebih penting," tegasnya di hadapan jamaah dan Pengurus NU di Kabupaten Pringsewu yang memenuhi Aula gedung tersebut.

Maksimalisasi Masjid sebagai tempat dakwah dan ibadah lanjut Kiai yang sebelumnya merupakan Ketua Lembaga Takmir Masjid NU (LTMNU) ini dapat ditempuh dengan berbagai langkah nyata. Lebih lanjut Ia memaparkan tujuh Strategi Dakwah dalam Merevitalisasi Masjid.

Strategi tersebut terangkum dalam doa yang sering diucapkan setiap waktu yaitu "Allahumma Inna Nasaluka Salamatan Fiddin, Waafiyatan Fil Jasad, Wazidatan Fil Ilmi, Wa Barakatan Fi Rizq, wa Taubatan Qablal Maut, Warahmatan Indal Maut, wa Maghfiratan Ba'dal Maut.

Pertama, salamatan fiddin yaitu memaksimalkan masjid sebagai tempat gerakan, pemeliharaan aqidah ummat Islam  ahlus sunnah wal jamaah (aqidah, syariah, akhlak) sesuai dengan sunah Rasulullah, para sahabat, tabi'in dan para ulama Salafussalihin.

Hal ini dapat ditempuh dengan langkah nyata seperti Menegakkan shalat berjamaah dan mendata jamaah, Pengajian Al-Qur`an dan Aqidah Aswaja, Sertifikasi Masjid dan pendataan Masjid-Masjid NU.

Kedua adalah Waafiyatan Fil Jasad yaitu memaksimalkan Masjid sebagai tempat gerakan pelayanan kesehatan ummat. Dalam hal ini takmir Masjid dapat menjalin kerjasama Lembaga Kesehatan dalam melayani kesehatan jama'ah masjid, penyuluhan kesehatan dan penyuluhan  pola hidup sehat dan menyelenggarakan Gerakan kebersihan masjid serta lingkungan sekitar masjid. Selain itu perlu menghidupkan majlis dzikir, baik jamaah yasin, istighosah, sholawat dan sejenisnya.

Ketiga adalah Waziyadatan fil Ilmi yaitu menjadikan Masjid sebagai tempat gerakan peningkatan Sumber Daya Manusia Jamaah Masjid dan putra-putrinya di bidang keilmuan dan keterampilan. Langkah konkrit yang bisa ditempuh adalah seperti menyelenggarakan bimbingan belajar putra-putri jamaah masjid berbagai bidang keilmuan dan keterampilan sekaligus kaderisasi Remaja Masjid seperti : bahasa Arab, bahasa Inggris, matematika, IPA, IPS, pelatihan MC, dan lain-lain.

Keempat adalah Wabarakatan Fi Rizq yaitu menjadikan Masjid sebagai pusat gerakan pemberdayaan ekonomi ummat. Membuat LAZ, UPZ masjid, GISMAS (Gerakan Infaq Shadaqah memakmurkan Masjid), Membangun Kewirausahaan, Warmas (warung masjid) merupakan salah satu usaha real yang bisa ditempuh.

Kelima adalah Wataubatan Qablal Maut yaitu menjadikan Masjid sebagai pusat gerakan dakwah mengajak dan menyadarkan orang Islam yang belum menjalankan syariat Islam dan dakwah untuk non-muslim sebagai tempat kembali bagi orang-orang yang ingin kembali kepada Allah. 

Hal ini dapat ditempuh dengan Pelatihan dakwah, Penyebarluasan materi Islam melalui berbagai media, Menyediakan pengajian (massal atau privat) untuk orang-orang yang ingin mempelajari dan memperdalam Islam tetapi terkendala waktu dan kesibukan lainnya serta Menyusun materi dan metodologi dakwah sesuai dengan perkembangan.

Keenam adalah Warahmatan Indal Maut yaitu maksimalisasi Masjid Sebagai pusat gerakan kepedulian sosial seperti Menjenguk jamaah yang sakit, Mengantar jamaah sakit ke rumah sakit, Menolong orang-orang yang terkena bencana, Pelatihan pemulasaraan jenazah dan lain lain.

Dan yang terakhir adalah Wa Maghfiratan Badal Maut yaitu Masjid sebagai tempat berdoa untuk mendoakan orang-orang yang telah wafat dengan bentuk kegiatan seperti Talqin Mayyit, mengadakan tahlilan dan yasinan, Ratiban, diba'an, barzanjian, Istighatsah serta Lailatul Ijtima'. (Muhammad Faizin/Fathoni)

IMG
IMG
IMG
1 / 6
2 / 6
3 / 6
4 / 6
5 / 6
6 / 6

Seminar Internasional Bersama Ulama Lebanon
Rapat Pleno PBNU 2018
Imam Besar Masjidil Haram Kunjungi PBNU
Kunjungan Grand Syekh Al-Azhar ke PBNU
Peresmian Perluasan Gedung II PBNU
Peresmian Bank Wakaf Mikro di Banten Oleh Presiden RI
IMG
IMG