IMG-LOGO
Trending Now:
Pesantren

Ini Pesan KH Aceng Mujib untuk 478 Alumni Pesantren Al Fauzaniyyah

Sabtu 27 Mei 2017 20:21 WIB
Bagikan:
Ini Pesan KH Aceng Mujib untuk 478 Alumni Pesantren Al Fauzaniyyah
Garut, NU Online 
Sebanyak 478 siswa dan siswi yang telah menyelesaikan pindidikan di SMP, MA dan SMK Fauzaniyyah Sukaresmi-Garut dilepas pengasuh Pesantren Fauzan I, KH Aceng Aam Umar 'Alam, Rabu (24/5). Para santri diminta tetap menjadi kader Aswaja, dan menjaga akhlakul karimah.

“Santri dan siswa Fauzan selalu dibekali wasiat untuk menjaga akhlakul karimah, karena ciri khas siswa yang belajar dibawah naungan Yayasan Al-Fauzaniyyah Sukaresmi-Garut harus memiliki akhlak yang baik. Karena sepintar apapun kita sebagai manusia maka tidak ada harganya, sebagaimana keterangan nabi kita menyampaikan bahwa "sesungguhnya diriku di utus untuk menyempurnakan akhlak,” tutur KH Aceng.

KH. Aceng Abdul Mujib atau di kenal dengan Aceng Mujib, menerangkan bahwa siswa yang di belajar di bawah naungan Yayasan Al-Fauzaniyyah Sukaresmi-Garut dididik untuk menjadi kader-kader ASWAJA yang militan namun berdaya saing secara global.

"Hal tersebut di buktikan dengan banyaknya prestasi yang di raih oleh siswa, salah satunya yaitu juara desain web tingkat Kabupaten, Juara Pencak Silat tingkat Propinsi, Juara Olimpiade Matematika tingkat Kabupaten, dan banyak lagi prestasi yang di raih oleh siswa-siswa yang belajar di SMP, MA dan SMK Fauzaniyyah," bebernya.

Dikatakan Aceng Mujib, sebanyak 478 siswa yang telah menyelesaikan belajar di bawah naungan Yayasan Al-Fauzaniyyah Sukaresmi-Garut. Mereka terdiri dari 238 siswa SMP Fauzaniyyah, 123 siswa MA Fauzaniyyan dan 117 siswa SMK Fauzaniyyah.

Hadir dalam pelepasan santri dan siswa, sesepuh Pondok Pesantren Fauzan, KH Aceng Aam Umar 'Alam, Rais Syuriah, KH Aceng Muhammad Ali, Ketua Tanfidziah, KH Aceng Auf Fauzani,  MWC NU Sukaresmi, Pembina Ansor dan Banser Sukaresmi, KH Aceng Bubuh Ahmad Hasbullah dan KH Aceng Sasan Muhammad Hasan serta Pembina Laskar Sunni Kyai A Aip Mukhtar Fauzi juga seluruh dewan Masyayikh Pondok Pesantren Fauzan 1-8. 

Selain itu, hadir pula, Ahmad Ridwan, Camat Sukaresmi, Kabid Pendidikan Dasar Dinas Pendidikan Kabupaten Garut, dan Muspika setempat. (Muhammad Salim / Muslim Abdurrahman)

Tags:
Bagikan:
Sabtu 27 Mei 2017 19:4 WIB
Ramadhan Ini, Beberapa Pesantren di Tambakberas Gelar Ngaji Kilatan
Ramadhan Ini, Beberapa Pesantren di Tambakberas Gelar Ngaji Kilatan
Jombang, NU Online
Sejumlah masyarakat dari berbagai daerah mulai mendatangi beberapa pondok pesantren di wilayah Tambakberas Kabupaten Jombang untuk mengikuti kegiatan kajian kitab kuning di Ramadhan ini. Mereka hendak mengikuti pengajian kilatan.

Tampak hadir membuka ngaji kilatan di antaranya Rais Syuriyah PCNU Jombang KH Abdul Nashir Fattah, KH Sulthon Abdul Hadi, KH Hasib Wahab, dan Kiai Muhammad Djamaludin Ahmad.

Salah satu jamaah ngaji Humaidi Nur Syarifudin warga Dusun Warugunung Love, Desa Kupang, Kecamatan Jetis, Kabupaten Mojokerto, sudah berada di Jombang sejak sehari sebelum puasa Ramadhan 1438 H.

Selain mengikuti ngaji kilatan, kedatangannya juga untuk mencari berkah para kiai sepuh Tambakberas. "Pengen cari berkah doa dan ilmu dari kiai sepuh seperti Kiai Nasir, Kiai Jamal, Kiai Sulton dan Kiai Hasib," jelasnya, Sabtu (27/5).

Ia mengaku sering ke Jombang untuk mengikuti kegiatan Ramadhan di pesantren-pesantren tua dalam rangka mengisi waktu mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Ia merasa senang dengan sistem yang diterapkan Pondok Tambakberas, sebab bisa memilih kitab yang diinginkan. Kelimuan para kiainya juga sangat mumpuni sesuai bidangnya masing-masing. Di samping itu setiap pondok juga menyediakan tempat khusus untuk menginap.

"Enaknya di sini itu bisa milih kelompok kajian yang kita inginkan. Ada kiai yang fokus pada tafsir, fikih, hadits, dan tasawuf tergantung keahlian beliau-beliau," tambahnya.

Selain itu, banyaknya teman dalam proses belajar ini juga membuat suasana tambah ramai dan menyenangkan. Terutama bila kajian keislamannya membahas terkait hubungan suami-istri seperti kitab Fathul Izar.

Di sekitar pesantren juga banyak pedagang yang menyiadakan berbagai jenis ta'jil dan beragam makanan untuk berbuka puasa dengan harga sangat terjangkau dari Rp. 2000-10.000.

"Banyak teman dari berbagai daerah yang menghabiskan Ramadhan di sini karena suasananya asyik dan makanannya juga murah," pungkasnya. (Syamsul Arifin/Alhafiz K)

Sabtu 27 Mei 2017 3:22 WIB
Sambut Ramadhan, Santri Nahdlatul Muta’allimin Ziarahi Wali Lima
Sambut Ramadhan, Santri Nahdlatul Muta’allimin Ziarahi Wali Lima
Probolinggo, NU Online
Dalam rangka menyambut datangnya bulan suci Ramadhan 1438 H, puluhan santriwan dan santriwati beserta dewan guru  Pondok Pesantren Nahdlatul Muta’allimin Desa Kropak Kecamatan Bantaran Kabupaten Probolinggo berziarah ke makam wali 5 (lima), Rabu dan Kamis (24-25/5) sore.

Pada ziarah wali lima ini, para santriwan dan santriwati mengunjungi satu per satu makam wali Allah. Di setiap makam wali Allah yang didatangi, para santri menggelar tahlil dan doa bersama-sama. Mereka berharap mampu meneladani perjuangan para kiai dan ulama yang diziarahi tersebut.

Indra Subiantoro, salah satu dewan guru mengungkapkan kegiatan ini bertujuan ingin memperkenalkan pahlawan Islam yang telah berjuang dalam melakukan dakwah agama Islam di pulau Jawa. “Setidaknya nanti para santri mampu lebih mengenal pejuang Islam di Jawa,” katanya.

Melalui kegiatan ini Indra mengharapkan agar para santri mampu meneladani perjuangan para wali Allah dalam berjuang menegakkan agama Allah, khususnya di pulau Jawa sehingga mampu mengaplikasikannya dalam kehidupan sehari-hari di tengah-tengah masyarakat.

“Semoga dengan kegiatan ini para santri lebih memahami bagaimana perjuangan yang dilakukan para ulama dalam menegakkan Islam di pulau Jawa. Dari memahami nantinya akan mengerti dan selanjutnya meneladani segala tindak dan tanduk para wali Allah,” harapnya. (Syamsul Akbar/Abdullah Alawi) 

Jumat 26 Mei 2017 12:1 WIB
Aksi Teror Hancurkan Reputasi Umat Beragama
Aksi Teror Hancurkan Reputasi Umat Beragama
Sumenep, NU Online
Di sela kesibukan melayani wali santri yang sowan dalam rangka Harlah Ke-75 Pondok Pesantren At-Taufiqiyah Aengbajaraja Bluto Sumenep, KH Imam Hasyim menyempatkan waktunya untuk memberikan pesan penting kepada umat Islam saat ini, khususnya warga NU agar tidak terpengaruh dengan perkembangan pemikiran yang tidak moderat yang kini semakin pesat.

"Kita sebagai umat Islam jangan sampai terkooptasi oleh pemikiran yang liberal. Karena, satu-satunya pemikiran yang moderat itu adalah Nahdlatul Ulama. Karena, NU selalu berpegang teguh pada Surat Ali Imran ayat 159 yang artinya, ‘Dengan sebab rahmat dari Allah, engkau (Muhammad SAW) menjadi lembut terhadap mereka. kalau engkau bengis dan keras hati, niscaya mereka lari dari sekitarmu.’”

Menurutnya, NU itu sejuk, tidak menampakkan kekerasan. Sebagaimana yang menjadi pegangan warga Nahdliyyin Tawasut, Tatsamuh. Itu semua semata-mata yang menjadi pegangan NU ala thariqati Ahlussunnah wal Jama'ah.

Ia menolak keras aliran-aliran yang selalu menonjolkan kekerasan yang saat ini marak terjadi, bahkan sangat merugikan keberagaman Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

"Saya sangat tidak setuju dengan adanya kekerasan yang terjadi akhir-akhir ini. Kita justru harus keras melawan mereka yang saat ini gencar menyusup kepada generasi-generasi bangsa ini. Mereka bahkan tidak pernah menggunakan cara yang halus, dan target mereka adalah menghancurkan reputasi umat Islam," jelasnya. (Fauzi E/Alhafiz K)

IMG
IMG
IMG
1 / 6
2 / 6
3 / 6
4 / 6
5 / 6
6 / 6

Seminar Internasional Bersama Ulama Lebanon
Rapat Pleno PBNU 2018
Imam Besar Masjidil Haram Kunjungi PBNU
Kunjungan Grand Syekh Al-Azhar ke PBNU
Peresmian Perluasan Gedung II PBNU
Peresmian Bank Wakaf Mikro di Banten Oleh Presiden RI
IMG
IMG