IMG-LOGO
Nasional

Berbagi Kegembiraan, LAZISNU Ajak Santri Tahfidz, Yatim dan Dhuafa ke Pusat Perbelanjaan

Kamis 15 Juni 2017 16:45 WIB
Bagikan:
Berbagi Kegembiraan, LAZISNU Ajak Santri Tahfidz, Yatim dan Dhuafa ke Pusat Perbelanjaan
Bogor, NU Online 
Lembaga Amil Zakat, Infaq dan Shodaqoh Nahdlatul Ulama (LAZISNU) berbagi santunan kepada 150 santri tahfidz, yatim dan dhuafa An-Nur, Taman Sari di pusat perbelanjaan Matahari Bogor, Kamis (15/6).

Para penerima santunan diberi kebebasan untuk membeli baju yang diinginkan dengan nilai maksimal 300ribu/orang.

Ketua LAZISNU Syamsul Huda mengatakan, pada bulan yang baik ini pihaknya ingin berbagi kegembiraan dengan santri tahfidz, yatim dan dhuafa dengan membawa ke salah satu perusahaan ritel terkemuka di Indonesia ini. 

"Kami ingin memberikan kegembiraan dengan bentuk baju buat lebaran," kata Syamsul. 

Ia menuturkan bahwa LAZISNU dan perusahaan kosmetik Warda sengaja membawa para penerima santunan ke pusat perbelanjaan ini agar mereka merasa senang. Selain karena Lazisnu juga punya komitmen dengan dua perusahaan tersebut. 

"Artinya kawan-kawan ini kita senangkan. Memilih (baju) sendiri, ke kasir sendiri," ujarnya senang. 

 (Husni Sahal/Zunus)

Bagikan:
Kamis 15 Juni 2017 23:0 WIB
Gus Rozin: LSN Hasilkan Talenta Bola Profesional dan Patriotik
Gus Rozin: LSN Hasilkan Talenta Bola Profesional dan Patriotik
Jakarta, NU Online
Kementerian Pemuda dan Olahraga bekerja sama dengan Asosiasi Pesantren NU se-Indonesia atau Rabithah Ma’ahid Islamiyah (RMI) NU menyelenggarakan Bimbingan Teknis Penyelenggaraan Liga Santri Nusantara (LSN) 2017 pada tanggal 14-16 Juni 2017 di Hotel Menara Peninsula Jakarta. 

Dalam sambutannya di acara pembukaan Bimtek, KH Abdul Ghaffar Rozin selaku Ketua Pengurus Pusat RMI NU dan sekaligus CEO LSN 2017 mengapresiasi pemerintah dan PSSI yang telah mendukung penyelenggaraan Liga Santri.

"Sebagai bagian terbesar bagi dunia pendidikan di Indonesia dan sekaligus sub-kultur bangsa ini, sudah seharunya kita berharap ke depan Liga Santri ini menjadi bagian resmi dari liga di lingkungan PSSI. Sepakbola adalah milik rakyat Indonesia, dan pesantren sebagia bagian terbesar dari bangsa ini tentu ingin berkontribusi di dalamnya," ujar Gus Rozin.

Dalam sambutan Bimtek yang diikuti perwakilan 32 region seluruh Indonesia itu Gus Rozin menyatakan, Menurut UU  No. 3/2005 tentang Sistem Keolahragaan Nasional menyatakan bahwa setiap warga negara mempunyai hak yang sama untuk melakukan kegiatan olahraga, memperoleh pelayanan dalam kegiatan olahraga, memilih dan mengikuti jenis dan cabor yang sesuai bakat dan minatnya, memperoleh pengarahan dukungan, bimbingan, pembinaan dan pengembangan dalam keolahragaan, menjadi pelaku olahraga dan mengembangkan industri olahraga.
 
Sebagai elemen sah yang turut memperjuangkan dan mendirikan Negara ini, Gus Rozin menambahkan, pesantren tidak saja akan berhenti dengan mencetak kader bangsa yang memegang teguh nilai-nilai kebangsaan dan ke-Indonesia-an, melainkan juga berkewajiban mempersembahkan insan-insan terbaik di semua lini kehidupan bangsa, termasuk di bidang sepak bola.

Lebih-lebih, tidak ada olahraga yang lebih populis dibanding sepakbola. Sportivitas, universalitas dan insklusifitas tidak berkontradiksi dengan ajaran pesantren, bahkan sangat in-line dengan nilai-nilai pesantren yang mengedepankan kejujuran, moderatisme, toleransi, dan kesetaraan/keadilan. 

"Dengan bertemunya prinsip-prinsip kebangsaan dan kepesantrenan tersebut, kami haqqul yaqin kedepan kita hanya menghasilkan pemain bola profesional di negeri ini, melainkan lebih jauh kami akan menghasilkan pemain bola yang profesional, patriotik, yang mencintai negaranya melebihi sekat-sekat sektarianisme dan primordialisme. Inilah yang menjadi diferensiasi kami," pungkas putra almaghfurlah KH Sahal Mahfudz tersebut.

Hadir dalam acara  tersebut antara lain Deputi Pembudayaan Olahraga Kemenpora, Isnanta, Asisten Deputi Olahraga Tradisional dan Layanan Khusus Kementerian Pemuda dan Olahraga, Bayu Rahadiyah dan perwakilan dari Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI), Direktur Kompetisi, Efraim Ferdinand Bawole.

Seperti diketahui LSN tahun ini akan dimulai dengan kick-off Agustus 2017 dan ditutup dengan babak final pada bulan Oktober 2017. Pagelaran ini akan melibatkan seribu lebih pesantren dari Sabang hingga Merauke dan diikuti oleh 1.024 kesebalasan, 22.528 pemain, 990 pertandingan yang terdistribusi kedalam 32 region. (Ali/Fathoni)

Kamis 15 Juni 2017 22:38 WIB
Ini Istighotsah KH Hasyim Asy’ari
Ini Istighotsah KH Hasyim Asy’ari
Jombang, NU Online 
Pendiri NU, Hadratus Syekh KH Hasyim Asy’ari dikenal sebagai ulama Ahli Hadits. Kakek Gus Dur (KH Abdurrahman Wahid) ini juga banyak menulis kitab, termasuk menulis wirid Istighotsah. 

Dalam Istighosah itu KH Hasyim Asy'ari itu, diawali dengan bacaan Asmaul Husna, kemudian istighfar dan diakhiri dengan syair qoshidah  yang ditulis As-Syayid Al Habib Abdullah bin Husain bin Thohir Ba ‘alawi yang ada di kitab Manaqib Syaekh Abdul Qodir Al Jailani.

Menurut Agus Zaky Hadziq, awrad istighotsah karya KH Hasyim Asy’ari, mungkin belum banyak diketahui khalayak umum. Namun dirinya yakin istighotsah itu beredar di kalangan santri pendiri pesantren Tebuireng Jombang ini.

“Saya dapat istighotsah Mbah Hasyim itu dari salah satu santri Tebuireng yang menjadi pengasuh pesantren Thoriqul Huda Ponorogo. KH Fahruddin,” tuturnya.

Gus Zakky yang merupakan cucu KH Hasyim Asyari ini mengungkapkan, KH Fahruddin saat menjadi santri Tebuireng mendapatkan ijazah istighotsah dari KH Choliq Hasyim salah satu putra Mbah Hasyim Asy’ari. 

“Kebetulan, beberapa bulan sebelum wafatnya, KH Fahruddin, saya sempat bersilaturrahim ke Pesantren Thoriqul Huda Ponorogo. Waktu itu beliau memberikan wirid istighotsah itu, katanya beliau mendapatkan istighosah itu dari KH Choliq Hasyim salah satu putra Mbah Hasyim Asy’ari,” imbuhnya.

KH Choliq Hasyim merupakan generasi ke 5, sebagai pengasuh Pesantren Tebuireng Jombang, Sebelumnya, pesantren Tebuireng dipimpin KH Hasyim Asy’ari selaku pendiri, kemudian dilanjutkan KH Wahid Hasyim, KH Abdul Karim Hasyim, KH Bidlowi dan KH Choliq Hasyim.

Menurut Gus Zaky, ada secuil kisah tentang istighotsah tersebut. Konon KH Hasyim  Asy'ari pernah memprediksi akan terjadinya gonjang-ganjing yang akan menimpa Indonesia wa bil khusus Nahdlatul Ulama. 

“Istighotsah ini sudah selayaknya diamalkan para pengurus dan jamaah NU dimanapun berada, “pungkasnya. (Muslim Abdurrahman)

Kamis 15 Juni 2017 20:43 WIB
Kemenpora dan RMI PBNU Gelar Bimbingan Teknis Liga Santri Nusantara 2017
Kemenpora dan RMI PBNU Gelar Bimbingan Teknis Liga Santri Nusantara 2017
Jakarta, NU Online
Untuk mempersiapkan Liga Santri Nusantara (LSN) 2017, Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) bekerjasama dengan Rabithah Ma`ahid Islamiyah (RMI) menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) LSN 2017 di Hotel Peninsula Jakarta, 14 sampai 16 Juni 2017. Dengan Bimtek ini, perhelatan liga sepakbola antar santri tahun ketiga diharapkan berlangsung lancar dan lebih sukses dari tahun-tahun sebelumnya.

Bimtek LSN 2017 dihadiri oleh Deputi Pembudayaan Olahraga Kemenpora, Raden Isnanta dan Asisten Deputi Pengembangan Olahraga Tradisional dan Layanan Khusus dr. Bayu Rahadian. Dalam sambutannya Isnanta menyambut baik pelaksanaan Bimtek Liga Santri Nusantara dan akan menjadi tolak ukur kesuksesan pelaksanaan berikutnya.

Isnanta mengatakan, LSN yang merupakan kompetisi usia muda dilaksanakan berdasarkan pada Undang-undang Nomor 3 tahun 2005 tentang sistem keolahragaan nasional (SKN) yang di dalamnya disebutkan bahwa Setiap warga negara mempunyai hak yang sama. Di antaranya, untuk melakukan kegiatan olahraga, memperoleh pelayanan dalam kegiatan olahraga, memilih dan mengikuti jenis dan cabor yang sesuai bakat dan minatnya, memperoleh pengarahan dukungan, bimbingan, pembinaan dan pengembangan dalam keolahragaan, menjadi pelaku olahraga dan mengembangkan industri olaharaga.

“Sesuai bidang Deputi Pembudayaan Olahraga bahwa Liga Santri tidak hanya di harapkan juaranya tapi bagaimana pembudayaan olahraga dapat digelorakan di pondok pondok pesantren seluruh Indonesia,” katanya.

Lebih lanjut Isnanta mengatakan Liga Santri Nusantara dimaksudkan agar dunia pesantren mampu menciptakan bibit baru bahkan mencetak pemain terbaik yang profesional di dunia persepakbolaan nasional. Karena sejatinya olah raga sepak bola milik semua lapisan masyarakat. “Saya melihat pelaksaan Liga Nusantara 2016 sudah cukup baik, ini bisa dilihat dari pemberitaannya yang cukup massif bahkan bisa siaran langsung di Telivisi ternama, bahka semua dokumennya dapat di lihat di youtube,"ujarnya.

Pelaksanaan Liga Santri 2017 ini dapat ditingkatkan kepada pengelolaannya pasca kompetisi berlangsung. “Seriuskan kita dapat mendampingi pesantren-pesantren untuk terus berlatih walaupun belum LSN bergulis, jangan-jangan santri-santri berlatih saat LSN akan digulirkan,” pungkasnya.

Ketua Pengurus Pusat Rabtihah Ma'ahid Islamiyah Nahdlatul Ulama (RMI NU) selaku sebagai panitia pelaksana, KH Abdul Ghoffarrozin mengatakan, sepak bola merupakan olahraga milik seluruh masyarakat Indonesia yang dimainkan oleh seluruh kalangan. Termasuk munculnya Liga Santri Nusantara (LSN) merupakan entitas yang tak dapat dipasahkan antara sepakbola dan pesantren. 

Menurut pria yang akrab disapa Gus Rozin ini, LSN dimaksudkan agar dunia pesantren mampu menciptakan bibit baru bahkan mencetak pemain terbaik yang profesional di dunia persepakbolaan nasional. Karena sejatinya olahraga sepakbola milik semua lapisan masyarakat.“Selain itu, LSN merupakan salah satu cara pemerintah untuk memastikan bahwa segenap komponen anak bangsa melihat dan menjadikan olahraga sebagai bagian yang tidak bisa dipisahkan.  Dari proses pembentukan mental, pembentukan karakter dan watak. Kalau dalam bahasa pesantren adalah membentuk generasi berakhlaqul karimah, kuat secara spiritual, hebat dari sisi intelektual, kreatif dari sisi keterampilan” terang pria asal Pati, Jawa Tengah ini.

Gus Rozin selaku Ketua RMI menganggap perlu untuk kembali melendingkan Liga Santri Nusantara 2017, sebagai wadah untuk pengaktualisasian diri dalam pengembangan potensi santri di bidang sepak bola. “LSN 2017 sebagaimana tujuan tahun sebelumnya adalah media pencarian bibit sepakbola usia muda di kalangan pondok pesantren," katanya.

Lebih lanjut Gus Rozin mengatakan LSN menjadi instrumen efektif dalam menggelorakan dan pemasalan olahraga di pondok pesantren melalui Ayo Olahraga serta menjadi media konsolidasi pondok pesantren melalui gerakan Ayo Mondok. Liga Santri Nusantara 2017 mempunya penekanan khusus untuk perbakaikan tahun sebelumnya diantaranya adalah perbaikan tata kelola pelaksanaan kegiatan “Jadi kami meminta kepada semua panitia nasional, Koordinator Region dan Panpel untuk menjadikan pelaksaan ini sebagai amanah untuk kita pegang. LSN tahun ini akan didorong mempuat sisi profesional dan sisi bisnis kompetisi sehingga jika suatu saat nanti LSN tidak lagi dibiayai Negara, maka Liga Santri tetap akan bisa digulirkan," katanya. (Red-Zulfa)
IMG
IMG
IMG
1 / 6
2 / 6
3 / 6
4 / 6
5 / 6
6 / 6

Seminar Internasional Bersama Ulama Lebanon
Rapat Pleno PBNU 2018
Imam Besar Masjidil Haram Kunjungi PBNU
Kunjungan Grand Syekh Al-Azhar ke PBNU
Peresmian Perluasan Gedung II PBNU
Peresmian Bank Wakaf Mikro di Banten Oleh Presiden RI
IMG
IMG